NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benci melihatnya dengan pria lain

Bab 34 Benci melihatnya dengan pria lain

“Ihh… menyebalkan!” Adinda sedari tadi terus saja mengomel di dalam kamarnya. Kini, ia sedang mengenakan sepatu hak tingginya dan berniat keluar kamar.

Namun, ia malah melihat pemandangan yang menyayat hati di hadapannya. Terlihat Zayn yang begitu khawatir pada Varisha yang jatuh dengan dagu terluka.

“Kenapa perhatian Zayn bisa ke cewek pincang itu sih?!” kesal Adinda dengan menghampiri mereka.

“Varisha, kamu gak apa-apa kan?” nada bicara Zayn seketika merendah. Bahkan, lembut dan terkesan khawatir sekali.

Dagu Varisha terluka.

“Aku gak apa-apa,” gumam Varisha.

Zayn tak peduli langsung mengangkat tubuh wanita dengan gamis tersebut.

“Kita harus ke rumah sakit.”

“Zayn, kamu ini apa-apaan sih?!” labrak Adinda kesal.

“Kamu ngapain sih nolongin dia? Bukannya Kamu benci sama dia ya?”

“Minggir, aku ingin membawa Varisha ke rumah sakit.” Zayn langsung meninggalkan Adinda dengan buru-buru.

Adinda menghentakkan kakinya dengan kesal.

“Ihhh, nyebelin!!” teriaknya kesal dengan menatap tajam punggung Zayn yang sudah menjauh.

Varisha dalam gedongan Zayn, hanya bisa diam saja. Ia mencuri pandangan pada Zayn.

Merasa heran dengan perubahan pada diri Zayn.

‘Ada apa dengannya? Ini seperti bukan dirinya?’ batinnya.

Tak butuh lama, mereka tiba di rumah sakit yang ternyata jaraknya hanya beberapa puluh meter dari samping hotel.

“Dok, cepat lakukan perawatan instensice. Kalau bisa di ronsen saja, mungkin kalau membekas bisa langsung dioperasi saja…” Zayn begitu panik sekali.

Bahkan, dokter dan perawat dengan wajah eropa itu terkikik mendengar ucapan Zayn.

Bahkan, Varisha juga terkikik pelan.

‘Apakah ini Mas Zayn yang aku kenal?’

‘Dia begitu perhatian sekali. Seolah takut kehilanganku.”

‘Tapi, aku takut ini hanya impian sesaat saja.’

Wajah Varisha kembali murung dan terdiam.

“Dok, coba lihat dia kembali melamun. Apa jangan-jangan karna benturan tadi otaknya jadi bermasalah. Coba anda cek dahulu,” Zayn kembali cerewet.

Dokter wanita itu mulai pusing dan memberikan intrupsi pada perawat disana.

“Tuan, tolong anda tunggu diluar. Kami tau tugas kami sebagai tim medis.” ujarnya.

Tatapan Zayn cemas pada Varisha.

“Ta—ta—tapi—”

“Kami mohon tuan, tolong kerjasamanya.”

Zayn akhirnya mengalah, “baiklah.”

Sang dokter memeriksa dagu Varisha yang terluka. “Suami anda begitu perhatian sekali, nyonya. Anda beruntung memilikinya.” Puji sang Dokter.

“Makasih, dok.” Varisha tersenyum paksa.

‘Aku berharap juga begitu,” batinnya sambil melirik dari jendela Zayn yang sedang berdiri mondar mandir diluar.

‘Apa kamu sudah ikhlas menerimaku jadi istrimu, Mas?’

Pintu terbuka, Zayn langsung masuk dan duduk disamping Varisha yang dagunya sudah diperban.

“Ini hanya luka kecil saja. Bahkan, bisa diobati dirumah.” sindir sang perawat terkikik.

“Kamu gak apa-apa, kan?” Zayn mengelus pucuk kepala Varisha lembut.

“Aku gak apa-apa,” balas Varisha tanpa berani menatap wajah Zayn langsung.

Beberapa detik suasana mendadak canggung.

“Ayo kita pulang sekarang!” ajak Varisha.

Wanita itu berusaha turun dari atas ranjang.

“Tapi, kamu masih sakit.” nada cemas Zayn kembali terdengar.

Kamu? Pikir Varisha.

Ia baru sadar jika Zayn sedari tadi menyebut dirinya dengan kata ‘kamu’ bukan ‘loe’ lagi.

“Kan, kamu ada acara sore ini Mas. Dan kita harus segera pulang, kan?”

“Kamu benar juga.” Zayn baru teringat.

Pria itu langsung berjongkok di depan Varisha. Tentu saja, hal itu membuat wanita itu jadi bingung.

“Mas Zayn gapain?”

Zayn menoleh, “tentu saja mau gendong kamu lah,”

Wajah Varisha langsung memerah, “disini? Gak deh, bikin malu tau.”

Zayn tak peduli, ia langsung menarik kedua tangan Varisha untuk berpegangan pada lehernya.

“Istri yang baik harus nurut dengan kata suaminya.”

Deg!

“Istri? Tadi mas Zayn bilang apa? Istri?” Varisha membatin.

Ia terus melamun dengan Zayn yang sedang mengendong dirinya.

Airmata mendadak jatuh.

Ia menatap punggung kokoh dan tegap itu dari belakang.

“Mas aku mau tanya sesuatu,”

“Hmmm,”

“Apa kamu sudah ikhlas menerima aku sebagai istrimu?”

Zayn mendadak berhenti.

Lalu, kembali ia melanjutkan langkah kakinya.

Ia tak menjawab pertanyaan Varisha.

Tentu saja, wanita itu kecewa.

“Apa ini hanya karna rasa bersalahnya saja?” batin Varisha.

Zayn terus melangkah hingga mereka masuk kedalam mobil. Bahkan, saat didalam mobil Zayn tak mengeluarkan sepatah katapun padanya.

“Jangan lupa, kita berangkat jam 4 sore. Gue gak mau telat. Dan juga lupa loe pakek gaun yang udah gue kasih tadi malam,” nada bicara Zayn kembali dingin.

“Baik, mas.” jawab Varisha dengan nada pelan.

Ia tak bersemangat.

Zayn mendadak kembali dingin lagi.

Apa pria itu punya dua kepribadian ganda? Atau bagaimana.

•••

Dengan susah payah, Varisha menutupi bekas lukanya dengan make up. Meski, tak maksimal setidaknya tidak terlihat begitu jelas.

“Udah siap belum?” Zayn langsung masuk kedalam kamar. Ia begitu tampan dengan setelan jas warna hitamnya.

“Sudah siap, mas.” Varisha langsung bangkit dari kursinya.

Zayn mendadak tak berkedip sama sekali. Varisha begitu cantik dengan balutan gamis berwarna soft pink dengan akses tangan yang lebar dan jatuh.

“Ayo mas.” Varisha berjalan pelan dengan tongkatnya.

Zayn langsung termenung sejenak.

•••

Diperjalanan pun Zayn sesekali.

Ralat.

Bukan sesekali.

Bahkan, ia lebih sering menatap kearah Varisha.

Lebih tepatnya curi-curi pandang.

Varisha yang tidak mengetahui hal itu hanya diam saja.

'Aku harus sempurna. Baru kali ini mas Zayn mengajak diriku langsung.' batin Varisha.

"Mas awas!" jerit Varisha.

Ckittt!!!

Zayn langsung mengerem hebat.

"Akh!" ringis Varisha.

"Kamu tak apa?" tanya Zayn yang nampak cemas sekali.

Kata ‘kamu’ itu kembali muncul.

Tangannya bahkan menyentuh dahi Varisha.

Namun, bukan rasa sakit lagi yang dipikirkan oleh Varisha.

Tapi, perhatian Zayn.

'Momen ini lagi,”' batin Varisha.

TINNNN!!!

Suara klakson mobil dari belakang melamunkan Zayn.

'Ya Allah, berikanlah hidayah untuk suamiku.’ doa Varisha dalam hati

...

"Siapa wanita yang duduk disana Zayn? Cantik sekali."

Zayn melirik kearah Varisha yang duduk sendirian. Yap, mereka kini sedang berada di dalam sebuah aula besar di dalam sebuah hotel ternama di kota tersebut. Begitu banyak hadirin hadir malam ini.

"Dia adalah istri~"

"Hai Zayn!" tiba-tiba Adinda muncul dan langsung bergelayut manja di lengan kokoh milik Zayn.

"Kenalkan aku Adinda. Dan aku adalah calon istrinya Zayn."

Zayn melirik kembali ke tempat kursi Varisha duduk tadi.

Kemana dia pergi? batin Zayn.

Varisha duduk diluar gedung.

Varisha meneteskan airmatanya.

"Apa sih yang aku harapkan?" tanya Varisha pada dirinya sendiri.

Ia melihat Adinda yang berpakaian gaun yang cukup sexy langsung berdiri disamping Zayn.

Varisha tersenyum getir.

"Sadarlah Varisha, tak mungkin dia membuka hati untukmu. Kau bahkan kalau jauh dibandingkan dengan Adinda. Kalau begini, kenapa ia harus bersikap baik padaku? Membuatku salah paham saja."

"Perkenalkan aku Stefan.”

Varisha mendongak menatap pria asing di hadapannya.

Dari kejauhan Zayn melihat semua itu.

Melihat Varisha yang berbicara santai dengan pria asing.

Zayn nampak menahan amarah mendalam. Sorot matanya kembali tajam.

"Dasar tukang selingkuh!"

To be continue…

1
Emi Sudiarni
lanjut
Amran Markokotu
tdak ada lgi lnjutanya ya cetita zayn dan varussa thor
Regazz: masih ada lanjutannya kok. beberapa hari ini author sibuk bgt maklum ada acara di luar kota🙏. insyaallah besok bakalan up.
total 1 replies
Emi Sudiarni
kok up nya dkit, mau tnya aja kak ap jdi varisha kmaren operasi, kta nya kmaren org tua nya za😍yn thu tindakan kekerasan oleh dinda dan zayn mlalui CCTV yg di kmar zayn. kok ngah ad penjelasan stlah itu
Regazz: salah up itu🙏😭
mau direvisi malah ditolak. abaikan aja bab itu
total 1 replies
Siti Fatima
pergi saja varisha
partini
di culik??
Emi Sudiarni
kok tiba di culik kan varisha mau di operasi. ngapa ya zayn tak sdar2 . kmu pergi aja varisha
Regazz: itulah. kan mau direvisi tapi ditolak sama editornya😭
jadi kacau gini babnya🙏
total 1 replies
Siti Fatima
lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak, seru bngat
Emi Sudiarni
zayn benar 2 ngah berubah ya
Siti Fatima
lanjut kak
Emi Sudiarni
geram bngat mlihat laku zayn
partini
kamu bilang Ampe dower ga bakal percaya biarin aja lah nanti kalau tau jg ga perduli orang zay goblok
Emi Sudiarni
aduh... zayn aneh kmu.. tu pasti cemburu🤣🤣
partini
wanita di sakiti berulang kali Ampe darah tetep aja ga akan pergi paling cuma mewek doang 🤦
Emi Sudiarni
gemesin bngat zayn. ktanya ngah suka vrisha tpi lihat varisha dkat dgn laki 2 lain kok mrah😄😄😄
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!