NovelToon NovelToon
SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

SISTEM OJOL PEMBASMI KORUPSI

Status: tamat
Genre:Sistem / Action / Penyelamat / Tamat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Hidup Bang Jack berubah drastis setelah memasang aplikasi asing. Ia mendadak memiliki kekuatan fisik luar biasa dan akses misi rahasia negara.

Jack harus melawan jaringan mafia yang berkolusi dengan penguasa. Bukti dikumpulkan, kejahatan diungkap, dan pelaku diamankan.

Mampukah ia mengantarkan keadilan agar selamat sampai di tujuan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perang Terakhir Menuju Keadilan

Matahari pagi mulai menampakkan sinarnya di ufuk timur. Kota yang semalam gempar kini mulai bergerak kembali dengan semangat baru.

Jack berdiri di depan cermin besar di ruang persiapan markas sementara. Ia membetulkan seragam tempur modern berwarna hitam yang dipadukan dengan rompi pelindung.

"Siap semuanya? Kita bergerak sepuluh menit lagi. Target utama adalah markas rahasia Partai Merah di kawasan industri terlarang."

Seorang komandan pasukan khusus melapor dengan sikap tegap dan siap tempur.

Mereka adalah pasukan bersih yang setia pada negara dan kebenaran.

"Laporan situasi Tuan Jack. Musuh sudah terkepung dari segala arah. Mereka tidak punya jalan keluar lagi. Tapi pertahanan mereka sangat kuat."

"Dimengerti. Mereka akan bertahan mati-matian karena ini pertarungan terakhir mereka. Jangan beri celah sedikitpun buat mereka melarikan diri."

Jack melangkah menuju kendaraan lapis baja yang sudah menunggu. Kali ini ia tidak naik motor biasa, melainkan memimpin barisan langsung dari mobil komando.

"Panggil semua unit. Ingat aturan mainnya. Kami datang untuk menegakkan hukum, bukan untuk pembantaian. Tembak hanya jika ditembak duluan. Prioritas utama adalah tangkap pemimpin mereka hidup-hidup dan selamatkan sandera di dalam."

"Siap Tuan! Perintah diterima dan dimengerti sepenuhnya!"

Rombongan besar kendaraan militer dan polisi melaju kencang membelah jalanan kota. Warga yang melihat memberikan hormat dan sorak sorai menyemangati pasukan keadilan itu.

Perjalanan menuju lokasi sarang musuh memakan waktu sekitar satu jam. Semakin dekat tujuan, suasana semakin hening dan mencekam.

"Kita masuk zona bahaya sekarang. Matikan semua lampu kendaraan. Gunakan mode siluman dan thermal vision saja."

"Roger! Semua unit turunkan intensitas cahaya. Jaga jarak dan formasi."

Di kejauhan terlihat kompleks bangunan besar yang tertutup rapat dan tinggi pagar kelilingnya.

Area itu dijaga ketat dengan menara pengawas dan sensor gerak canggih.

"Nah itu dia! Sarang utama ular berbisa itu! Di situlah semua kejahatan lahir dan berkembang biak!"

"Siapkan pasukan penyerang. Kita akan hantam gerbang utama dan masuk serentak. Serang!"

Suara dentuman keras terdengar saat kendaraan perontok menghantam pagar besi tebal itu hingga hancur berkeping-keping.

"MASUK!"

Pasukan menyerbu masuk ke dalam area kompleks itu dengan cepat dan teratur. Tembakan balasan segera terdengar dari segala penjuru. Perang terbuka pun meletus.

Jack turun dari mobil dan langsung turun tangan mengamankan situasi depan. Dengan kekuatan supernya, ia menangkis peluru dan melumpuhkan penjaga yang menghadang dengan mudah.

"Jangan biarkan mereka maju! Aktifkan semua pertahanan! Bunuh mereka semua!"

Suara teriakan komandan musuh terdengar dari sistem komunikasi yang disadap. Namun upaya perlawanan mereka sia-sia menghadapi kekuatan Jack dan pasukan.

"Di mana pemimpin kalian? Di mana bos besar yang kemarin banyak bicara itu? Keluar dan hadapi aku!"

Jack berjalan melewati lorong-lorong bawah tanah yang luas dan rumit. Ia mencium bau darah dan ketakutan yang sangat kuat di udara.

"Jack datang! Dia sudah masuk sampai sini! Lindungi Bos! Siapkan helikopter evakuasi cepat!"

"Tidak ada tempat lari lagi! Kalian semua terjebak! Menyerah adalah pilihan terbaik!"

Salah satu anak buah maju menghadang dengan senjata berat. Jack hanya mengayunkan tangan dan merobohkan tembok beton tepat di atas kepala penyerang itu.

"Kalian terlalu lemah buat jadi lawanku! Bawa aku ke ruang kendali utama sekarang!"

"Di ... Di sana! Di ujung lorong itu! Tapi tolong jangan sakiti kami! Kami cuma orang suruhan!"

Jack tidak membuang waktu. Ia berlari cepat menuju pintu besar di ujung koridor. Pintu itu terkunci rapat, namun satu tendangan kuat saja sudah cukup membuatnya terbuka lebar.

Di dalam ruangan itu, tampak layar raksasa memantau seluruh area dan meja kontrol canggih. Namun ruangan itu tampak kosong dan sepi.

"Mereka kabur! Mereka sudah pergi."

"Tidak mungkin! Mereka tidak bisa pergi jauh! Cari jalan rahasia atau terowongan pelolosan!"

Jack memindai seluruh sudut ruangan dengan matanya yang kini memiliki kemampuan analisis data. Terlihat sebuah panel tersembunyi di dinding yang baru saja terbuka dan tertutup kembali.

"Di sini! Mereka lewat sini! Jejak kaki dan panas tubuh masih terasa sangat segar!"

"Lapor! Mereka naik kereta bawah tanah lewat terowongan rahasia menuju pelabuhan!"

"Kejar mereka! Jangan biarkan mereka keluar dari wilayah ini! Ini kesempatan terakhir kita menangkap mereka!"

Jack melompat masuk ke dalam terowongan gelap itu dan berlari secepat kilat mengejar buronannya.

Terowongan bawah tanah itu gelap dan berbau tanah basah. Jack berlari secepat kilat meninggalkan pasukan di belakangnya.

"Jangan biarkan dia menangkap kita! Nyalakan semua jebakan di sepanjang jalan! Perlambat gerakannya!" Suara perintah terdengar dari arah depan.

Lantai beton tiba-tiba terbuka dan lubang besar muncul menghalangi jalan. Jack melompat tinggi melewati rintangan itu dengan mudah.

Di sisi lain lubang, ia mendarat stabil dan terus mengejar tanpa berhenti.

"Dasar keras kepala! Kalau begitu terima ini!"

Beberapa orang pengawal terakhir memblokade jalan sempit itu. Mereka menyerang dengan senjata tajam dan pentungan besi secara serentak.

"Minggir! Kalian bukan lawanku!"

Jack mengayunkan tangannya dengan gerakan memutar. Hembusan angin keras dari gerakannya membuat semua orang itu terpental jatuh tersungkur.

Tanpa menoleh ke belakang, Jack terus melaju menuju ujung terowongan. Cahaya terang mulai terlihat menandakan jalan keluar menuju dermaga rahasia.

"Di sana! Mereka ada di sana! Siapkan kapal cepat! Kita harus segera meninggalkan negara ini!"

Di ujung sana, tampak Bos Besar dan beberapa pengikutnya sedang berlari menaiki kapal mewah. Mesin kapal sudah menyala dan siap melaju meninggalkan dermaga.

"BERHENTI! KALIAN TIDAK BISA LARI!!"

Jack berteriak keras suaranya mengguncang udara. Ia melompat melintasi jarak puluhan meter dan mendarat tepat di dek kapal besar itu.

"kamu... kamu benar-benar hantu! Tidak bisa mati dan tidak bisa lepas dari kita!"

"Sudah kubilang. Selama nafas masih ada, aku akan kejar kalian sampai ke ujung dunia sekalipun."

Bos Besar itu kini tampak sangat ketakutan namun masih berusaha terlihat garang.

Ia mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan mengarahkan tepat ke dada Jack.

"Kembalilah Jack! Ini peluru khusus yang bisa menembus pertahanan supermu! Jangan maju lagi!"

"Kalian memang selalu siap dengan alat-alat licik. Tapi kalian lupa satu hal penting."

"Apa itu? Apa lagi yang bisa kamu banggakan sekarang?"

"Kalian yang salahkan aku selama ini. Kalian yang fitnah aku. Dan sekarang kalian yang harus tanggung jawab penuh atas semua itu."

"Jangan banyak omong! Mati kamu!"

Pria itu menekan pelatuk dan tembakan dilepaskan beruntun. Jack tidak menghindar. Ia menangkap semua peluru itu dengan telapak tangan terbuka tepat di udara.

Logam peluru itu panas dan keras, namun hancur berkeping-keping dalam genggaman Jack. Jack melemparkan sisa-sisa logam itu ke lantai dengan suara denting keras.

"Bagaimana mungkin? Peluru itu dibuat dari bahan khusus! Seharusnya bisa melukaimu!"

"Dulu mungkin bisa. Tapi sekarang tubuhku sudah diperbarui versi 2.0. Kalian tidak punya senjata apa pun yang bisa menghentikanku."

Jack melangkah mendekat perlahan.

Setiap langkah membuat dek kapal bergetar hebat menahan beban energi yang dimilikinya.

"Jangan mendekat! Aku punya sandera! Lihat ini!"

Pria itu menarik seorang pria tua yang tampak lemah keluar dari kabin kapal. Wajah pria tua itu sangat lelah namun matanya tetap terlihat tajam dan cerdas.

"Ayah!" Jack terkejut melihat sosok yang selama ini ia cari.

"Jack... Anakku... Jangan pedulikan aku. Hancurkan mereka. Jangan biarkan mereka lolos membawa teknologi dan uang negara."

"Lihat Jack! Ayahmu ada di tanganku! Satu gerakan darimu, dan dia akan mati lebih dulu!"

"kamu benar-benar pengecut! Menggunakan orang tua tak berdaya jadi tameng hidupmu!"

"Apapun caranya yang penting aku selamat! Mundur Jack! Suruh pasukanmu mundur dan biarkan kami pergi! Atau aku tembak kepalanya sekarang!"

Pria itu menempelkan moncong senjata tepat ke pelipis kepala Ayah Jack. Situasi menjadi sangat genting dan rumit dalam hitungan detik.

"Aku tahu kamu sangat menyayangi Ayahmu. Jadi pilih. Ayahmu hidup atau keadilan yang kamu cari?"

"Jangan lakukan itu Tuan. kamu salah besar kalau pikir aku akan ragu atau lemah karena hal ini."

"Apa maksudmu? kamu mau korbankan Ayahmu sendiri demi dendam?"

"Tidak. Aku tidak akan korbankan siapa-siapa. Aku akan selamatkan keduanya. Ayahku dan keadilan ini."

"Omong kosong! kamu tidak bisa lakukan dua hal berat sekaligus dalam waktu bersamaan!"

"Itu kalau aku manusia biasa. Tapi sekarang aku lebih dari itu. Tonton baik-baik ya caranya."

Jack memejamkan mata sejenak dan memusatkan seluruh kemampuan sistemnya.

Waktu seolah melambat drastis di sekitarnya.

[DING! AKTIFKAN MODE: KECEPATAN MAKSIMUM!]

Dalam seperseratus detik, Jack bergerak lebih cepat dari yang bisa dilihat mata telanjang.

Satu gerakan kilat menyambar ke arah penjahat itu.

DOR!

Suara tembakan terdengar, tapi peluru meleset jauh ke atas. Pria itu sudah terlempar jauh dan tergeletak tak berdaya di sudut kapal.

Jack berdiri tegak memeluk tubuh Ayahnya yang terlihat kaget namun selamat. Senjata api sudah berpindah tangan dan kini ada di genggaman kuat Jack.

"kamu... Bagaimana caranya? kamu lebih cepat dari kilat!"

"Karena kalian yang memaksaku mengeluarkan seluruh kemampuan yang ada. Pertarungan ini resmi berakhir. Kalian kalah."

Pasukan keamanan segera naik ke atas kapal dan memborgol semua penjahat yang tersisa.

Kemenangan telah diraih dan masa depan negara kini berada di tangan yang tepat.

1
Manusia Biasa
ayo bang jack warga indo mendukungmu, runtuhkan para pejabat koruo🤣👍
Manusia Biasa
gebukin aja tu presiden 🗿
Manusia Biasa
🗿🗿🗿
Manusia Biasa
ngawor 😭 mbg o??
Fajar Fathur rizky
cepat bongkar kebusukan musuhnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!