bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mencari uang untuk membayar hutan
Hari itu selepas aku pulang main dengan teman ku, aku pulang ke rumah, sesampainya di depan rumah aku melihat asep sedang bersiap siap mau berangkat berdagang, lalu aku mematikan motor ku.
" Dari mana loe.." tanya asep sambil membereskan daganganya ke motornya.
" Dari rumah temen..." Ucap ku, sambil memarkirkan motor ku.
" Betah banget loe jadi pengangguran.." ucap asep dengan cuek, sejenak aku terdiam saat kakak ku berkata seperti itu.
" Ya kalau ada kerjaan mah satria juga kerja kang.." ucap ku, lalu aku berjalan masuk rumah menemui ibu ku.
Aku melihat ibu ku sedang mengiris sayuran di dapur, lalu aku menghampirinya, dan berbisik kepada ibu ku.
" Mi, satria pinjem dulu 100 ribu ada gak,? Nanti satria ganti.. " Bisikan ku kepada ibu ku.
" Buat apa kamu.? " Tanya ibu ku dengan penasaran.
" Emm, buat benerin motor mi, ada yg harus di ganti, ada kan mi.." ucap ku.
" bentar umi ambil uangnya dulu.." ucap ibu ku, ibu ku ngambil uangnya itu dan memberikan kepadaku.
" Makasih ya mi..!!" Ucap ku dengan tersenyum.
" Iya, bener kan buat benerin motor, awas kalau bohong.." ucap ibu ku.
" Iya beneran mi..yaudah mi satria mau ke bengkel dulu, makasih mi.." ucap ku, lalu aku berjalan keluar rumah, Sebenarnya saat itu aku berbohong kepada ibu ku, sebenarnya motor ku tidak apa apa, aku meminjam uang itu untuk membeli narkoba dengan teman teman ku.
Saat aku menyalakan motor untuk berangkat pergi, asep bertanya kepada ku mau kemana, dan aku menjawab mau ke bengkel, setelah itu aku pun pergi mengendarai motor vespa ku menemui teman teman ku.
Sesampainya di sana, saat itu aku sedang bersama beberapa teman ku, aku meminta uang tambahan kepada mereka untuk membeli narkoba tersebut, setelah uang terkumpul, aku pergi lagi untuk membeli barang itu ke tempat rahasiaku dengan teman ku pengedar narkoba itu, setelah mendapatkan barang itu, aku pergi ke suatu tempat dengan teman teman ku, dan memakai barang tersebut dengan beberapa teman ku di tempat sunyi sepi itu, Saat itu dony tidak ikut dengan ku.
Saat malam hari, saat itu asep sedang membereskan daganganya, dan bersiap untuk pulang, saat di tengah perjalanan, asep melihat ku sedang asik bercanda tawa sambil bermabuk mabukan dengan teman temanku, asep berhenti sejenak memperhatikan ku dari kejauhan, sementara aku saat itu tidak tau bahwa aku sedang di perhatikan oleh asep.
Asep geleng geleng kepala melihat kelakuan ku yg selalu seperti itu, ingin rasanya asep menegur ku, namun ia tidak enak jika menegur ku di hadapan teman teman ku, dan tak lama kemudian asep melanjutkan lagi perjalanan pulangnya.
Beberapa hari kemudian, saat itu aku sangat ingin mengonsumsi barang terlarang itu, namun saat itu aku tidak punya uang, lalu aku menghampiri teman ku yg mengedarkan barang tersebut, aku sudah akrab dan dekat denganya, bahkan aku tau cara cara system bisnis gelap dia itu.
Saat itu aku sedang denganya berdua di tempat biasa.
" Gue lagi pengen banget ini, gue minta dulu barangnya, nanti gue bayar, serius minggu minggu ini dah entar gue bayar bang..." ucap ku membujuk teman ku untuk bisa menghutang dulu.
" Apaa loe ah, waktu itu aja nyampe mau sebulan loe baru bayar.." ucap teman ku.
" Beneran bang, ya elah kayak ke siapa aja si, gak percayaan banget sama gue bang.." ucap ku.
" Yaudah dah, tapi bner loe ya, minggu minggu ini.." ucap teman ku.
" Iya beneran bang.." ucap ku.
Dan hingga akhirnya teman ku itu memberikan barang itu kepada ku, setelah mendapatkan barang itu, dengan senang hati aku pergi meninggalkan tempat itu.
Waktu terus berjalan Hari hari berganti.
Dan sementara elina yg di jakarta, saat itu elina baru saja sampai di campusnya mengendarai mobil pribadinya, ia memarkirkan mobilnya itu di parkiran campusnya, sebelum turun dari mobilnya, ia memebereskan buku buku yg tergeletak di kursi mobil sebelahnya, lalu ia menatap boneka pemberian dari ku itu di kursi sebelahnya, ia selalu membawa boneka itu kemana pun ia pergi mengendarai mobilnya.
Elina menatap boneka itu, lalu ia tersenyum kemudian ia mengambil handphonya, dan mengirim pesan kepada ku.
Dan sementara aku saat itu aku sedang berada di suatu tempat, saat itu aku sedang memperbaiki motor vespa ku sendirian, lalu handphond ku berdering menerima pesan dari elina, dia menyatakan rindu kepada ku, dan menanyakan aku sedang apa, dengan tersenyum aku pun membalasnya, dan memberi kabar aku sedang apa, dan aku juga menyemangati elina yg sedang kuliah itu.
Dan setelah elina chatan dengan ku, kemudian elina turun dari mobilnya, dan berjalan masuk menuju ruang belajarnya.
Dan sementara aku, setelah chatan dengan elina, tiba tiba teman ku yg mengedarkan narkoba itu menelpon ku, aku sudah tau maksudnya, dia pasti menagih hutang ku itu, lalu aku mengankatnya dan benar saja dia menagih hutang ku, karena sudah seminggu lebih aku belum membayar hutang ku itu, lalu aku menjawab aku akan membayar segera, dan meninta waktu 2 hari lagi untuk aku membayar hutang ku kepadanya itu, setelah itu aku menutup telponya.
Aku bingung harus mencari uang kemana untuk membayar hutang ku itu, lalu aku berpikiran untuk minjam uang kepada elina, namun aku malu, dan lagi lagi ibu ku jadi sasaran.
Setelah aku selesai memperbaiki motor ku, aku pulang ke rumah, sesampainya di rumah, aku melihat rumah sangat begitu sepi, aku merasa heran, lalu menghentikan motor ku dan berjalan masuk rumah, saat itu di dalam rumah hanya ada ibu ku, aku melihat ibu ku sedang mencuci piring di dapur, sejenak aku terdiam memperhatikanya, ibu ku belum menyadari kehadiran ku, tadinya aku ingin meminjam uang lagi, namun entah kenapa saat itu aku jadi berubah pikiran, di tambah saat itu aku memerlukan uang lebih banyak dari pada yg waktu itu aku memijam kepada ibu ku, dan aku membatalkan niat ku itu, kemudian aku menghampiri ibu ku dan menyapanya
" Mi.." ucap ku, dan tiba tiba saja ibu ku kaget saat aku menyapa nya.
" Astagfirlah, kamu ngagetin umi aja.." ucap ibu ku dengan kaget.
" Kang asep dagang ya mi,,,?" Tanya ku.
" Iya baru tadi berangkat, kamu udah makan..?." jawab ibu ku sambil mencuci piring.
" Ouh, belum mi, nanti aja belum laper..kalau teh lia sama layla kemana mi..?" Tanya ku.
" Gak tau tadi keluar bawa layla, paling juga lagi main sama tetangga.." jawab ibu ku.
( Hadehh gue nyari duit kaman ya..?) Ucap Dalam hati ku, aku sambil garuk garuk kepala karena aral.