Petang menjelang fajar.seorang wanita terlelap dengan mimpinya,
namun apalah daya hanya karena kelaparan,dia malah keluar saat hujan deras mengguyur bumi
sambaran petir menggelegar sepanjang jalan,membuatnya menjadi mundur mencari tempat berteduh.
namun malang nasib seorang gadis bernama syalila,entah apa yang terjadi..petir malah membawanya menuju tempat yang asing.dan bertemu seorang penguasa d kerajaan langit.
penasan kelanjutannya yuk baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Namanya ley
Awan mendung yang berlalu
membawa rasa yang sendu
berakhir mata pada penantian
menatap bahagia berdua
seutas rasa terjawab
dikala mata telah tertahan
satu kata yang kan terucap
di antara dua dinding yang merindu
Saat Syalila telah terlelap di tidurnya, Ley terbangun dengan rasa yang dia tahan sedari tadi. Entah apa yang terjadi, namun hatinya mulai bergejolak semenjak segelnya dilunturkan oleh gadis yang ditatapnya itu.
Seorang gadis yang melunturkan segelnya dengan cara menciumnya secara paksa.
"Ada apa ini?" guman Ley yang meraba dadanya, disana dadanya seolah berdetak tak karuan. Dan hal itu membuatnya tak bisa mengontrol debaran itu.
"Huk-huk-huk." Ley yang terbatuk karena debaran jantungnya terlalu cepat, apalagi menatap Syalila.
"Kenapa?" Syalila yang terbangun karena suara batuk Ley, dan secara spontan Syalila langsung pergi mengambil air. "Ini." Syalila langsung menyodorkan air itu pada Ley dan
sambil mengusap punggungnya.
"Heh.." suara helaan nafas Ley yang sudah teratur.
Setelah kejadian itu, Ley nampak sedikit berkata dengan lembut. sikapnya juga sedikit tidak kasar dan kaku.
Di sisi lain Syalila yang betah di Hutan Hijau,
berbeda di kerajaan langit. kaisar Xion, Zarkha, Pangeran Zavier, dan Jendral Zeus nampak kebingungan mencari syalila, karena gadis itu tak kunjung di temukan.
Bahkan beberapa pejabat yang menaruh perhatian pada Syalila, nampak mencoba mencari keberadaan gadis itu.
... Kita kembali pada Syalila...
"Mau ke mana ley?" tanya Syalila sambil menghampiri tubuh tinggi milik Ley.
"Kemanapun dan apapun juga tubuhku, jadi tak usah melapor padamu." jawab Ley yang agak kasar.
"Bukan gitu Ley, aku kan.." ucapan Syalila yang dipotong oleh Ley.
"Kalau bisa, kau jangan ikut campur." seru Ley.
"Tapi kan Ley.." guman Syalila.
"Kau cuma wanita yang merepotkan." seru Ley yang membuat Syalila murka.
"Ley! aku kan cuma nanya, lagian bukan aku yang mengikutimu. tapi, kau yang membawaku. semua pria ternyata sama brengseknya." seru Syalila yang kesal dengan ucapan Ley.
Terlihat dia langsung beranjak dan meninggalkan Ley, rasa kesal di hatinya semakin memuncak karena selama ini Ley selalu kasar padanya.
"Pergilah! jangan kembali kesini." seru Ley.
Sebenarnya Ley merasa agak bingung dengan perhatian Syalila, karena selama itu dia tak pernah memperhatikan atau diperhatikan oleh orang lain.
"Dasar pria brengsek! enak sekali kau menyudutkan aku, lagian siapa yang mau kembali." gerutu Syalila yang sudah memasuki Hutan belantara dan penuh dengan aurah yang mencekam.
"Habis sana di culik lalu kesini diculik...hehhh..kok di sini mencekam banget sih." Syalila yang baru sadar kalau dia telah memasuki hutan yang angker.
Wussss....
Auuuuu....
Grerrrrr.....
Suara-suara yang ada d Hutan itu, dan tiba-tiba... grerrrr... muncullah beberapa ekor serigala.
"Sih, kok ada binatang ini sih." guman Syalila yang panik, lalu dengan sekuat tenaga gadis itu menyerang kawanan serigala itu. Namun, bukannya serigala itu musnah..tapi serigala itu bertambah jumlahnya.
"Sial, tempat apasih, kok binatangnya gak bisa mati." seru Syalila yang mulai kehilangan tenaganya.
"Di tempat lain, Ley merasa perkataanya memang sangat keterlaluan. Dia merasa menyesal, namun..saat dia menanti gadis itu, gadis itu tak juga muncul.
Kepanikan mulai melanda, tak kala dia menatap kearah hutan yang menampakkan pertempura. sekilas Ley tak mau ikut campur, namun sesaat dia teringat dengan gadis itu. Gadis yang memberikan tanda di bibirnya.
Gerrr....
Auara serigala yang bertambah banyak
"Gerrr." Syalila yang malah menirukan suara serigala itu. dan tiba- tiba..
"Pergi!!"
Perintah seorang lelaki di belangkang Syalila, dan membuat serigala-serigala itu mundur.
"Pergi." seru lelaki yang tiba-tiba muncul di belakang Syalila, yang membuat serigala-serigala itu berbalik.
** bersambung ***
mohon dukungannya 🤗🤗❤️❤️❤️👍👍👍
sedangkan mengeluarkan anak satu aja antara hidup dan mati apalagi ngeden untuk sampai tiga kali
nyelem🤣
apalagi disini langsung ke peran kaisar, dan kaisar itu pastinya sangat bijak dan berwibawa..