NovelToon NovelToon
Penyelamatku Ternyata Seorang Mafia Kejam

Penyelamatku Ternyata Seorang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: MY QUEEN ATRI

Pertemuan Elina dengan Alex seorang mafia kejam yang dikenal dengan julukan "Raja Iblis" memiliki kekuasaan diberbagai wilayah, Alex yang memiliki masa lalu kelam dan telah melakukan banyak kekejaman dalam mencapai kekuasaannya, tetapi ia memiliki prinsip untuk melindungi yang lemah dan tidak berdaya.

Ketika seorang wanita muda bernama Elina dikejar oleh geng rival, ia berlari menuju klub malam mewah yang terkenal dan ternyata merupakan milik Alex, untuk menghindari kejaran geng rival dan mencari perlindungan Elina pun memasuki klub malam tersebut.

Di dalam klub tersebut Elina tak sengaja bertabrakan dengan Alex, Alex yang terkejut mencoba untuk mencerna apa yang terjadi pada wanita yang menabraknya. Elina yang tak tau siapa itu Alex, langsung meminta pertolongan padanya. Pertemuan ini pun menjadi awal dari cerita yang akan penuh dengan aksi, romansa dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MY QUEEN ATRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diculik Demi Balas Dendam

Hujan yang mengguyur kota sepanjang malam akhirnya mulai mereda menjelang dini hari. Namun udara dingin yang tertinggal membuat suasana terasa lebih sunyi dari biasanya.

Di rumah besar milik Alex, sebagian besar lampu sudah dimatikan. Hanya lampu-lampu lorong yang masih menyala redup, memberikan penerangan samar pada ruangan yang luas itu.

Setelah percakapan panjang tentang Leon, Andre akhirnya pergi untuk memeriksa ulang semua laporan anak buah mereka. Alex masih berada di ruang kerjanya, menatap berkas-berkas di meja.

Namun pikirannya jelas tidak benar-benar fokus, bayangan masa lalu kembali muncul di kepalanya "Leon" Nama itu bukan sekadar nama bagi Alex. Leon adalah seseorang yang dulu ia percayai lebih dari siapa pun, mereka membangun banyak hal bersama, jaringan, bisnis, kekuasaan. Namun, semua itu runtuh dalam satu malam yang terjadu pada tiga tahun lalu.

Alex masih ingat malam itu dengan sangat jelas. Darah, peluru dan wajah Leon yang tersenyum dingin saat mencoba mengakhiri hidupnya. Alex menghela napas pelan, lalu memejamkan mata sejenak, namun pikirannya tiba-tiba teralihkan oleh sesuatu yang lain "Elina" ia melirik jam di pergelangan tangannya.

Sudah lewat tengah malam, biasanya Elina masih terjaga pada jam seperti ini, entah membaca buku atau sekadar duduk di balkon kamarnya. Alex berdiri dari kursinya. Entah kenapa, tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang tidak beres, ia kemudian berjalan keluar dari ruang kerja menuju lorong lantai dua tempat kamar Elina berada.

Langkahnya tenang, namun matanya tajam mengamati setiap sudut rumah, ketika sampai di depan kamar Elina, Alex berhenti. Pintu kamar itu sedikit terbuka, melihat itu alis Alex langsung berkerut.

Karena ia tau, Elina bukan tipe orang yang meninggalkan pintu kamarnya terbuka seperti ini.

Alex mendorong pintu perlahan, ruangan itu gelap. Lampu tidak menyala "Elina?" panggil Alex pelan. Tidak ada jawaban, Alex segera menyalakan lampu dan dalam sekejap, ekspresi wajahnya berubah.

Kamar itu kosong, tempat tidur berantakan, tirai jendela terbuka, dan salah satu kursi di dekat meja terjatuh ke lantai. Tanda-tanda jelas bahwa sesuatu telah terjadi di sini, tatapan Alex langsung berubah dingin. Ia melangkah masuk dengan cepat, mengamati ruangan dengan teliti.

Di lantai, dekat tempat tidur, ada sesuatu yang menarik perhatiannya, selembar kain kecil. Alex mengambilnya, lain itu berbau bahan kimia "Obat bius" rahang Alex langsung mengeras. Ia sadar bahwa seseorang telah menculik Elina dan orang itu berhasil melakukannya dari dalam rumahnya sendiri.

Alex berdiri diam beberapa detik, namun aura yang terpancar dari tubuhnya kini terasa sangat menakutkan. Ia mengeluarkan ponselnya dan menekan satu nomor, tidak butuh waktu lama sebelum Andre menjawab.

"Bos?" tanya Andre.

"Naik ke lantai dua. Sekarang." ucap Alex dengan tegas.

Nada suara Alex begitu dingin hingga Andre langsung menyadari ada sesuatu yang sangat buruk terjadi, beberapa menit kemudian Andre berlari memasuki kamar itu. Namun langkahnya langsung terhenti saat melihat kondisi ruangan.

"Wah, sial..." gumam Andre. Andre menatap Alex.

"Elina?" tanya Andre

Alex mengangguk pelan, Andre mengepalkan tangannya "Bagaimana mereka bisa masuk ke sini?" Alex tidak langsung menjawab, tatapannya tertuju pada jendela kamar yang terbuka. Hujan yang tadi turun deras meninggalkan jejak air di lantai balkon. Alex berjalan ke sana, terdapat jejak sepatu lebih dari satu orang, Andre mengikuti di belakangnya.

"Bagaimana dengan pengamanan di luar?" tanya Alex dingin. Andre segera menghubungi tim keamanan lewat radio, beberapa detik kemudian jawaban pun datang, semua penjaga di luar rumah masih berada di pos mereka, tidak ada laporan penyusupan.

Andre menghela napas kesal "Itu berarti mereka sudah berada di dalam, sebelum semua ini terjadi" ucap Andre.

Alex tidak mengatakan apa pun, namun ia mengingat kembali pada percakapan mereka beberapa jam lalu, tentang musuh di dalam organisasi, Andre menatap Alex dengan serius.

"Leon?" ucapnya

Alex menutup matanya sejenak, kemungkinan itu sangat besar. Andre kembali melihat kondisi kamar.

"Sepertinya mereka menyerangnya dari belakang. Tidak ada tanda perlawanan besar" ucap Andre.

Kini tatapan Alex lebih dingin dari sebelumnya "Bukan" tegas Alex

Andre menoleh, Alex menunjuk meja kecil di dekat tempat tidur, ada vas bunga yang pecah dan bekas goresan di lantai.

"Dia melawan" ucap Alex dan Andre pun mengangguk pelan.

"Itu memang Elina" lanjut Alex

Hening sejenak menyelimuti ruangan, namun tiba-tiba ponsel Alex bergetar, sebuah pesan masuk dan nomor tak dikenal muncul dilayar handphone nya. Alex membuka pesan itu, hanya ada satu foto yang terpampang, yaitu Foto Elina yang sedang tidak sadarkan diri dengan tangan terikat dan duduk di kursi disebuah ruangan gelap.

Darah Alex seakan langsung mendidih, di bawah foto itu ada satu pesan "Kalau kau ingin dia tetap hidup, datanglah sendiri." Andre berdiri di samping Alex dan ikut melihat layar ponsel itu.

"Sial..." ucap Alex dengan nada kesal.

Di bawah pesan itu ada alamat, sebuah gudang tua di pinggiran kota. Andre langsung berkata "Ini jelas jebakan."

Alex mematikan layar ponselnya dan berkata "Tentu saja."

Andre menatapnya serius dan berkata "Kalau ini benar-benar Leon, dia pasti sudah menyiapkan segalanya."

Alex tidak menjawab, namun ekspresi wajahnya membuat Andre tahu satu hal. Ia tetap akan pergi untuk menyelamatkan Elina.

"Bos, setidaknya kita harus" ucap Andre yang kini menghela napas

"Aku akan pergi." tegas Alex.

"Aku tahu." ucap Andre frustasi, ia mengusap wajahnya. Alex berjalan keluar kamar diikuti Andre dibelakangnya

"Kita bisa kirim tim dulu, periksa lokasi" ucap Alex dan kini berhenti berjalan. Ia menoleh pada Andre, tatapan matanya begitu tajam hingga Andre langsung terdiam.

"Leon ingin aku datang dan dia menggunakan Elina sebagai umpan" ucap Alex dan Adre pun mengangguk pelan.

"Kalau aku tidak datang, dia bisa-bisa membunuh Elina." ucap Alex dan Andre tahu Alex benar. Alex sadar Leon bukanlah tipe orang yang menggertak tanpa alasan.

Mereka turun ke lantai bawah, beberapa anak buah Alex sudah berkumpul setelah mendapat perintah darurat. Semua wajah mereka terlihat tegang, Alex berhenti di tengah ruangan. Aura yang terpancar dari dirinya kini membuat seluruh ruangan terasa tegang.

"Siapkan mobil." ucap Andre langsung memberi perintah. Namun sebelum Andre sempat bergerak lebih jauh, Alex berkata lagi "Kau tetap di sini."

"Apa?" ucap Andre yang langsung menoleh.

"Aku pergi sendiri." tegas Alex.

Andre menatapnya tidak percaya.

"Itu ide yang sangat buruk." ucap Andre yang kini menatap tidak percaya. Alex tidak menjawab.

Kemudian Andre melangkah mendekat "Bos, kita tidak tahu berapa banyak orang yang Leon bawa." ucap Andre, Alex hanya menatapnya dingin dan berkata "Itu bukan urusanmu."

Andre menggeram pelan "Ini jelas urusanku" ucap Andre. Tak lama kemudian Alex berkata dengan suara rendah "Jika ada pengkhianat di dalam organisasi kita… aku ingin kau menemukannya" Andre pun terdiam mendengar hal itu.

Itu masuk akal, jika mereka semua pergi, orang itu bisa saja melarikan diri. Andre akhirnya menghela napas panjang "Sial..." Alex mengambil jaket hitamnya, Andre menatapnya serius.

"Kalau sesuatu terjadi....." ucap Alex, ia menghentikan kalimatnya dengan satu kalimat pendek.

"Tidak akan." ucap Andre menggeleng pelan.

"Leon benar-benar ingin mati kalau sampai menyentuh Elina" lanjut Andre

Alex berjalan menuju pintu utama, hujan di luar sudah berhenti. Namun jalanan masih basah dan gelap, sebelum keluar, Alex berhenti sejenak. Ia menoleh sedikit pada Andre.

"Jika dalam dua jam aku tidak kembali…" ucap Alex.

"Aku akan membakar kota ini sampai Leon keluar dari lubangnya." ucap Andre

Alex tersenyum tipis, lalu ia keluar dari rumah. Di suatu tempat di pinggiran kota, sebuah gudang tua berdiri di tengah kawasan industri yang sudah lama ditinggalkan. Di dalam gudang itu, Elina perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa berat, tangannya terikat di kursi, ruangan itu gelap dan dingin namun tidak kosong.

Di depannya seorang pria berdiri dengan tenang, pria itu memegang segelas whiskey. Tatapannya tertuju langsung pada Elina dengan senyum tipis.

"Ah… akhirnya kau bangun."

Elina mencoba mengingat apa yang terjadi lalu matanya langsung menatap tajam pada pria itu.

"Siapa kau?" tanya Elina.

Pria itu terkekeh pelan dan berjalan mendekat pada Elina, langkahnya santai seolah semua ini hanyalah permainan kecil baginya.

"Aku?"

Ia berhenti tepat di depan Elina lalu menunduk sedikit hingga wajah mereka hampir sejajar dengan mata tajam dan dingin.

"Namaku Leon" Ia tersenyum tipis.

"Dan malam ini…"

"Aku akan membalas dendam pada Alex." ucapnya dengan tawa licik di sudut bibirnya

1
MY QUEEN ATRI
🤭
Dame Manalu
Marco punya mata2 didekat Alex,apakah Alex blm menyadarinya..
Dame Manalu
ceritanya bbangus cm nanayanya msh suka salah Thor.....
MY QUEEN ATRI: Terimakasih sudah diingatkan 🤗
total 1 replies
Nur Linda
🤭
Liliy08 09
kak lanjut lagi dong 🔥
MY QUEEN ATRI: ditunggu yah🤗
total 1 replies
Nur Linda
Cerita bagus, Aku suka banget. Alurnya jelas, visual tokohnya keren, terus kapan nih thorrr eps selanjutnya, gak sabar nih
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Virgo♍
ditunggu kelanjutannya
Virgo♍
lanjutkan🔥🔥🔥
Hasmi Ami
cerita bagus, menurutku rekomend deh 🥰
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Hasmi Ami
iii cerita seruuuu, lanjutkan thor🔥🔥🔥
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Virgo♍
keren bangett kakak, lanjut dong🔥🔥🔥
Virgo♍
wahh ceritanya keren banget, ditunggu kelanjutannya🔥🔥
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Liliy08 09
sangat menarik🔥
MY QUEEN ATRI: Terimakasih 🤗
total 1 replies
Liliy08 09
cerita nya keren
kak lanjut epsd 3 dong 🔥🔥
Liliy08 09
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!