Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah faham
“Tuan”
“Dimana istriku!!?” Sudah hampir 1 jam rey mencari keberadaan istrinya tapi hasilnya nihil
Bahkan saat ini hanphone adindapun tidak aktif membuat rey mengamuk dimansionnya
“Cepat katakan dimana istriku!!” Bentaknya kepada para pelayan yang ada dimansionnya
Bukanya menjawab para mepalayan malah menunduk takut karena mereka benar-benar tidak tahu kemana perginya sang istri majikannya
“Sialaann lihat saja jika malam ini istriku tidak ditemukan akan kupastikan memecat kalian semua!”
Rey pergi dengan langkah cepat sedangkan semua pelayan sudah mulai panik, ancaman rey bukanlah main-main pria itu pasti akan benar-benar memecat mereka jika tidak menemukan istri tuan muda mansion itu
“Hallo” jawab ketus seseoramg dari seberang telpon
“Dimana adinda?” Tanya rey to the poin
“Maksudnya?” Sasha kebingungan dengan pertanyaan yang rey lontarkan
Dirinya saat ini sedang berada diluar negeri bagaimana mungkin ia tahu dimana adinda sedang berada saat ini, apalagi adinda tidak memberinya kabar dari tadi pagi
“Cckk kamu tahu dimana adinda tidak?” Tanya pria itu kembali
“Tidak bukanya kau suamninya??” Tanya sasha tak mau kalah
“Apa terjadi sesuatu pada sahabatku, rey jangan buat aku cemas!” Tutt tutt
“Cckk sepupu laknat!” Umpat sasha dan segera mengubungi seseorang
Lima jam telah berlalu tidak ada nampak adinda kembali rey sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan istrinya tapi ternyata tidak membuahkan hasil membuat pria itu seperti kesurupan
Rey mengambil kunci mobil miliknya dan keluar mansion ia bertanya pada satpam yang bertugas dan sang satpam mengatakan jika adinda tadi sore keluar mengunakan taxi
Kini rasa takut rey semakin dalam, adinda hilang dan sekarang sudah larut malam,
“Kamu dimana sayang,,” ucapnya dengan frustasi didalam mobil
Dddrrrtttt
Dddrrttt
“Hallo”
“Hallo mas,”
“Huuhh yaampun sayangg… kamu dimana? Kenapa tidak menghubungi mas sejak tadi kau tahu betapa khawatirnya mas saat ini?!” Ucap pria itu dengan sedikit menaikan nada suaranya
“Maaf mas, tadi aku keluar mau belanja tapi tidak sengaja melihat seseorang yang mau melahirkan ditengah jalan, dan handphone aku mati ini aku pinjam disalah satu suster dirumah sakit” jelasnya panjang lebar membuat rey menghembuskan nafasnya kasar
“Baiklah mas langsung kesana jagan kemana-mana!”
“Iya mass” tutt tutt
Adinda pergi kerung persalinan dimana ia seorang gadis yang baru saja melahirkan sedang bersandar di ranjang pasien tanpa adanya suami dan kerabat yang mendampinginya
“Dimana anak saya mbak?” Tanya gadis yang baru saja melahirkan itu, adinda hanya bisa tersenyum dan mengelus lembut lengan gadis yang terlihat masih seperti anak ABG
“Lebih baik mbak istirhat dulu, besok kita akan pergi melihat anak mbak” jelasnya dan diangguki oleh gadis itu
Adinda menjaga gadis itu dan enggan meningglkannya sebenarnya ia sudah menanyakan perihal suami dan keluarga sang gadis tapi ternyata gadis itu bilang jika dirinya hanyalah sebatang kara
Adinda tidak tega meninggalkannya sendirian apalagi dokter bilang jika anaknya tidak bisa diselamatkan karena lahir prematur
“Sayang”
Mendengar seseorang memenaggilnya membuat adinda melihat kearah sumber suara
“Mas rey” adinda tersenyum dan sedikit berlari untuk memeluk tubuh suaminya itu
“Mas maaf, membuat mas khawatir” ucapnya tulus dan diangguki oleh rey
Jam sudah menunjukan jam 2 dini hari, hanya ada beberapa suster disana dan rey datang dengan 3 bodyguard yang menemaninya
Adinda memeluk erat tubuh rey seperti ada begitu kerinduan dalam diri gadis itu, rey mengelus lembut punggung sang istri rasa khawatirnya terlihat jelas
“Ayok kita pulang!” Ajak rey sedangkan adinda mengelangkan kepalanya
“Gadis yang aku bantu mas, dia sendirian dan bayinya tidak selamat, aku takut meninggalkannya sedangkan dia tidak punya keluarga dan pria yang mengamilinya tidak mau bertanggung jawab” jelasnya membuat rey mengerutkan keninggnya
“Masalah gadis itu akan ada yang ngurus adinda mas akan mengirim orang untuk menguruanya, lihatlah keadaanmu saat ini kamu butuh istirahat!!”
Rey mengandeng tangan istrinya dan merekapun benar-benar pulang, sesuai yang dikatakan oleh rey jika ia mengirim 3 orang untuk menemani gadis itu
Dalam perjalanan adinda tertidur lelap terlihat jelas jika gadis itu begitu lelah
Rey mengendong istrinya untuk masuk kekamar mereka dan meletakan gadis itu hati-hati agar tidak menganggu tidur nyenyaknya
“Cuupp selamat malam istriku” ucapnya mencium lembut kening adinda
Pagi hari seorang pasien menangis histeris karena bayi yang ada dikandunganya tidak selamat, gadis itu adalah wulan seorang yang adinda bantu tadi malam
“Siapa kalian??” Tanya gadis itu kepada 3 pelayan yang ditugaskan oleh rey untuk menjaganya
“Kami adalah orang yang dikirim tuan muda untuk menemani anda nona” jelasnya membuat wulan mengusap air matanya kasar
“Tuan muda siapa maksud kalian?” Tanyanya kembali
“Tuan muda reykendra mahes” jelas salah satunya mmebuat wulan berpikir
“Mahes… jangan-jangan rey anak pengusaha kaya itu kenapa dia mengirim pelayan untuk melayaniku?” Pikirnya
Wulan hanya diam saja, gdis itu kini melihat sekeliling meliha keberadaan gadis yang membantunya semalam
“Apa gadis itu yang membunuh anakku?” Pikirnya padahal dokter sudah menjelaskan anaknya yang lahir prematur tidak bisa diselamatkan selain kondisi kandunganya yang sangat lemah ia juga terlalu muda untuk melahirkan
“Tolong ambilkan aku buah”
“Baik nona.. apa ada hal lain yang anda inginkan nona?” Wulan melihat kearah pelayan itu lalu mengangguk
“Aku ingin makan steak,” jelasnya menbuat pelayan itu mengangguk lalu pergi untuk memsan steak
Wulan melihat satu pelayan lainya yang masih berdiri disampingnya wulan memanggilnya karena rasa penasarannya terhadap rey
“Kau pelayan”
“Saya nona” ucapnya mendekat
“Iya kau siapa lagi?? Bukanya hanya ada kau dan aku yang ada diruangan ini!” Bentaknya membuat sang pelayan menunduk takut
“kenapa tuan mudamu mengirim kalian untuk mengurusku?”
“Sa..saya kurang tahu nona, yang jelas tuan muda mengatakan jika saya harus menuruti semua keninginan nona” jelasnya membuat wulan tersenyum
Wulan berpikir jika rey mungkin saja menyukainya, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mas ini, kapan lagi ia bisa mendekati tuan muda kaya raya seperti reykendra
Happy reading💫💫