Alisha Inara gadis cantik yang berusia 20 tahun, dia biasa di panggil Nara. Nara seorang gadis lugu, sederhana dan suka membantu Ibunya.
Suatu hari Nara di pertemukan laki-laki yang suka padanya, laki-laki itu bernama Adit Irawan yang satu tempat kerja dengannya dan berteman pula di Facebook.
Di hari yang bersamaan setelah berada di rumah Nara berkenalan dengan Veri Firmansyah melalui media sosial Facebook dari pesan Messenger.
Kisah Percintaan mereka seperti roller coaster penuh dengan lika liku.Siapakah yang akan mendapatkan Nara.
Buat yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja ya baca ceritanya..
Terimakasih banyak 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windye Indie Prakoso, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. TELEPON
Adit segera turun dari dalam mobilnya untuk membuka garasi rumahnya tanpa menghiraukan keberadaan Dini yang sedang berdiri di depan rumahnya.
Dini pun dengan cepat menghampiri Adit dan dengan agresif memegang tangan Adit.
"Adit kamu habis dari mana si.. aku sudah menunggu kamu disini dari tadi, kamu kok tega banget cuekin aku." Ucap Dini sambil bergelendotan dan memegang tangan Adit.
"Ada perlu apa kamu kerumahku?" Tanya Adit dengan wajah cueknya sambil melepaskan genggaman dari tangan Dini.
"Iiikkkhhh.. Kamu kok kasar gitu si sekarang sama aku sayang..!" Ucap Dini sambil menatap wajah Adit.
"Aku mau masukin mobil dulu, kamu tunggu disini saja jangan masuk, tidak enak sama tetangga." Ucap Adit dengan tegas dan bergegas masuk kedalam mobilnya untuk memasukan mobilnya ke dalam garasi rumahnya.
"Iya sayang." Ucap Dini yang masih berharap Adit bisa menerimanya kembali menjadi pacarnya.
Adit menghampiri Dini kembali sambil menutup pintu garasi rumahnya dan mengobrol di depan rumahnya tanpa memperbolehkan Dini masuk kedalam rumahnya karena tidak enak dengan tetangga apabila mereka hanya berdua saja di rumah.
"Sudah malam sana kamu pulang, perempuan sudah jam segini kok masih keluyuran di luar saja." Ucap Adit dengan tegas yang menyuruh Dini untuk segera pulang.
"Aku pingin ngomong sesuatu sama kamu Dit." Sahut Dini dengan wajah memelas.
"Kan bisa lewat Handphone saja kalau mau ngomong sesuatu, tidak harus kamu ke rumah aku." Ucap Adit sambil melihat wajah Dini.
"Aku pingin ngomong langsung sama kamu Dit." Ucap Dini sambil memegang tangan Adit dengan lembut.
"Kamu mau ngomong apa lagi si Din?" Tanya Adit menatap wajah Dini.
"Aku masih sayang banget sama kamu Dit, aku pingin kita balikan lagi seperti dulu." Memohon Dini dengan wajah memelasnya untuk meminta balikan kepada Adit.
"Dari kemarin kan aku sudah bilang sama kamu Din, kalau aku itu sudah tidak punya perasaan sama sekali sama kamu. Aku mohon kamu jangan ganggu aku lagi, sekarang aku sudah bahagia sama pacar aku yang baru." Ucap Adit sambil melepaskan tangannya dari genggaman Dini dan memegang bahu Dini untuk menjelaskan kepada Dini ucapan yang sama yang pernah Adit katakan ke Dini beberapa hari yang lalu.
"Maksud kamu pacar baru kamu itu, si cewek kampung itu Dit?" Tanya Dini dengan kesal.
"Iya, Nara yang kamu bilang cewek kampung itu yang sudah buat aku bahagia sekarang, yang tidak akan menduakan aku seperti cewek yang ada di depan aku sekarang ini." Sahut Adit sambil tersenyum.
"Kamu jangan gitu dong Dit, itu kan cuma masa lalu. Kita jalanin lembaran yang baru lagi ya Dit." Rayu Dini.
"Sudah dari pada kamu ngomong ngelantur lebih baik kamu sekarang pulang sudah malam ini." Ucap Adit sambil menarik tangan Dini dan membuka pintu mobil Dini untuk segera pergi dari rumahnya.
"Ya sudah Aku pulang, nanti kalau aku sudah sampai rumah aku telepon kamu ya Dit." Ucap Dini sambil menghidupkan mobilnya.
"Insya ALLAH kalau aku belum tidur." Teriak Adit sambil menutup semua pintu garasi rumahnya.
"Bay.. Bay.. Dit..Aku pulang dulu ya." Teriak Dini berpamitan kepada Adit dengan wajah tersenyum dari dalam mobilnya sambil melihat ke arah Adit.
"Ok.."Jawab Adit singkat.
Dini pun pergi meninggalkan rumah Adit.
Disisi lain Nara yang sudah selesai makan malam bersama keluarganya, yang sekarang sudah berada di kamar langsung mengambil Handphonenya yang ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat tidurnya.
Setelah Nara memegang Handphonenya Nara melihat ada dua panggilan telepon yang tidak terjawab dari Adit.
Nara langsung saja mengetik SMS untuk Adit.
"Maaf sayang aku baru selesai makan malam bersama keluarga aku, kamu sudah sampai rumah belum sayang?" Ucap Dini di isi pesan SMSnya untuk Adit.
Baru saja mengirimkan SMS tiba-tiba Adit menelepon Nara, Sontak Nara tersenyum dan tanpa pikir panjang Nara segera mengangkat telepon dari Adit.
Percakapan Nara dan Adit melalui handphone genggamnya.
"Assalammualikum.." Ucap Salam Nara dengan lembut melalui telepon bersama Adit.
"Walaikumsalam, aku sudah sampai rumah dari tadi sayang." Ucap Adit memberitahukan Nara kalau dirinya sudah berada di rumah.
"Iya sayang, maaf ya aku baru saja pegang handphone. Aku habis makan malam sama keluarga aku, kamu sudah makan belum sayang?" Tanya Dini sambil meminta maaf.
"Iya tidak apa-apa sayang, aku juga baru selesai makan. Cuma bedanya aku hanya makan sendiri sayang." Sahut Adit dengan wajah memelas.
"Cup..cup..cup..cup..cup..Kasian sayangku.. nanti kapan-kapan makan di rumah bareng keluarga aku lagi yaaa.." Ledek Nara sambil tersenyum.
"Beneran sayang aku boleh makan bareng keluarga kamu lagi?" Tanya Adit dengan semangat sambil tersenyum.
"Beneran dong sayang, kamu mau kan?" Tanya Nara.
"Mau banget sayang." Ucap Adit dengan bersemangat dan senyum manisnya.
"Sayang.. besok lanjut lagi ngobrolnya ya sayang, sudah malam aku sudah ngantuk banget ni mau tidur dulu ya. Kamu juga langsung tidur ya.." Ucap Nara.
"Ya sudah kamu tidurnya ya, aku juga mau langsung tidur ni. Besok aku telepon kamu lagi ya sayang." Jawab Adit
"Iya sayangku.." Ucap Nara.
"Assalammualikum sayang.. Mmuuaacchh.." Ucap salam Adit dan mencium Nara melalui teleponnya.
"Iiikkkhhh.. Genit kamu sayang.." Ucap Nara sambil tersenyum.
"Biarin sama pacar aku sendiri.. Hehe.." Sahut Adit.
"Hehe.. Waalaikumsalam sayangku."Lanjut Nara dan mematikan teleponnya dengan Adit.
Nara meletakkan handphonenya kembali di samping tempat tidurnya sambil di charger.
Nara membaringkan badannya di tempat tidurnya, lalu mematikan lampu kecilnya yang berada telat di samping meja kecil Nara tidur dan segera tidur terlelap.
Tepat pukul 02:00 WIB Nara bermimpi buruk di dalam tidurnya.
Kisah Didalam Mimpi Nara
Nara berjalan di tengah hutan yang begitu banyak pepohonan dan penuh dengan suara hewan-hewan yang menyeramkan.
Nara memanggil Ibu Lisa, Pak Toni dan Adiknya Rangga karena saking ketakutannya.
"Mamah.. Bapak.. Rangga.. Kalian ada dimana? Aku takut disini sendirian, jangan tinggalin aku." Teriak Nara sambil menangis mencari keluarganya di dalam mimpi Nara.
Tiba-tiba hujan pun turun, Nara segera berlari mencari tempat untuk berteduh. Sambil berlari Nara melihat Rumah tua yang terbuat dari bambu tanpa pikir panjang Nara berlari menuju ke rumah tua itu untuk berteduh dari hujan yang lumayan deras.
"Assalammualikum.. Permisi Ibu bapak saya numpang berteduh ya bu.. Pak.." Teriak Nara memanggil pemilik rumah tua dan berdiri di depan rumah tua.
Tidak ada satu pun orang yang menjawab di dalam rumah tua tersebut.
Tiba-tiba pintu rumah tua itu terbuka sendiri, lalu Nara segera melihat kedalam rumah tua itu. Nara mulai membuka pintu kamar rumah tua itu karena begitu penasaran.
"Permisi Ibu bapak Maaf saya lancang masuk kedalam." Ucap Nara.
🌸BERSAMBUNG 🌸
Maaf ya teman-teman jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon kritik dan sarannya ya.. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 😉
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Rate ya
Terimakasih banyak sudah mampir 🙏🙏🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Semangat Up kak, lanjut 🌸🌸🌸
salam dari -ZEVANAYA-
salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa