Ini adalah lanjutan dari Kultivasi Raja Bayangan, jadi baca dulu jilid pertama dan kedua sebelum ke novel ini...
Liu Yuwen adalah seorang kultivator jenius yang pernah lahir di dunia, ia mencapai puncak beladiri sampai dijuluki sebagai kultivator tiada tanding karena hampir tidak ada yang bisa mengalahkannya.
Di puncak kekuatannya, Liu Yuwen tidak menyangka ia justru akan tewas oleh sebuah racun yang diberikan adiknya.
Racun itu membuat Liu Yuwen terbunuh, dalam kematianmya rasa marah dan dendam menguasai hatinya karena pengkhianat sang adik, Liu Yuwen berjanji akan membalas kejahatan adiknya jika diberi kesempatan.
Nyatanya kesempatan itu terwujud saat Liu Yuwen terbangun di tubuh seorang anak kecil berusia sepuluh tahun.
Liu Yuwen yang mengerti dirinya hidup kembali tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berencana membalaskan dendamnya pada sang adik, meski kekuatan kembali kesemula namun selama dirinya terus berlatih, Liu Yuwen yakin bisa mencapai puncak kekuatannya sepert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secrednaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 35 — Membuka Hati
Beberapa tahun lalu, Liu Yuwen bertemu dengan seorang kakek tua bersama seorang gadis yang kemudian ia melakukan perjalanan bersama mereka.
Kakek tua itu bernama Xiao Lang, biarpun terdapat keriput dibeberapa bagian wajahnya namun penampilan fisik Xiao Lang tak kalah oleh mereka yang masih muda, berotot dengan fisik yang masih terlihat bugar.
Xiao Lang mempunyai kemampuan ilmu tangan kosong yang tinggi, ia juga diketahui adalah kultivator terkuat di Kekaisaran Langit Utara.
Sementara gadis yang bersamanya bernama Sou Rou, wanita bercadar yang memiliki rambut, mata, serta gaun yang berwarna serba merah.
Sou Rou juga memiliki paras yang sangat cantik, mungkin wanita tercantik yang pernah Liu Yuwen temui di dua kehidupannya.
Liu Yuwen tidak melupakan keduanya meski sudah beberapa tahun tidak bertemu sehingga ia cukup terkejut saat bertemu Xiao Lang kembali disini.
"Kupikir aku salah mengenali orang tadi ternyata itu memang dirimu, Wen'er..." Xiao Lang menepuk pundak Liu Yuwen beberapa kali sambil menatap tubuh Liu Yuwen dari atas sampai bawah. "Bagaimana kabarmu, yang terakhir aku dengar kau jatuh dari jurang?"
"Jurang? Ah itu..."
Liu Yuwen teringat orang-orang yang mengenalnya saat ini mungkin beranggapan dirinya sudah mati karena terakhir kali mereka mendengar kabarnya, Liu Yuwen memilih jatuh ke jurang yang beracun.
Liu Yuwen bingung menjelaskannya terutama tentang dirinya yang harus tertidur hampir satu tahun hingga berakhir di tempat paling timur kekaisaran ini.
"Kalau kau tak bisa menceritakannya, tidak apa, aku tidak akan memaksamu." Xiao Lang menggeleng pelan. "Saat mendengar berita kau sudah mati, aku tahu kau sebenarnya masih hidup. Aku meminta maaf karena waktu itu tak bisa menolongmu."
"Tidak apa Kek, aku juga mengetahui situasi Kakek saat itu."
Xiao Lang menghela nafas panjang, tampak ada jejak penyesalan dalam raut wajahnya. "Sekte Api Baja benar-benar terlalu berambisi ingin memiliki banyak potongan artefak misterius itu, mereka jadi gelap mata saat mengetahui kau memilikinya..."
Liu Yuwen tersenyum tipis, teringat salah satu tetua sekte Api Baja yang dilawannya ditepi jurang. Sebab sekte mereka, Liu Yuwen hampir mati saat itu.
Meski Liu Yuwen bukan orang yang terlalu pendendam selain ke adiknya tetapi ia merasa harus memberi pelajaran pada Sekte Api Baja suatu hari nanti.
"Semuanya sudah berlalu Kek dan aku juga baik-baik saja sekarang." Liu Yuwen menenangkan hati Xiao Lang.
"Kau benar..." Xiao Lang berusaha tersenyum, "Melihatmu mengalahkan pria berotot tadi dengan satu sentilan, tidak hanya selamat tetapi kekuatanmu pasti sudah banyak meningkat."
Xiao Lang sebenarnya tidak bisa meraba kultivasi Liu Yuwen sehingga hanya sekedar menebaknya.
Liu Yuwen hanya menjawabnya dengan anggukan pelan. "Bagaimana dengan Rou'er, dia juga pasti telah menjadi kuat?"
"Bukan kuat, tapi sangat kuat. Aku khawatir dia yang sekarang akan menyamai bakatmu." Xiao Lang menambahkan Sou Rou saat ini sedang melakukan latihan tertutup sehingga tidak mengikuti peperangan ini.
Liu Yuwen berusaha menahan senyumannya, walau tidak pernah mengatakannya secara langsung Liu Yuwen ragu ada kultivator di Kekaisaran Langit Utara yang menyamai bakatnya saat ini
Selain dipengaruhi sumberdaya, Liu Yuwen juga merupakan reinkarnasi dari kehidupan pertamanya. Membuat pertumbuhan kultivasinya sulit ditemui di dunia ini.
Andai Xiao Lang mengetahui kekuatannya sekarang sudah melebihi dirinya, mungkin kakek tua itu akan menarik semua kata-katanya barusan.
"Tuan, siapa kakek ini?"
Aruna berbisik ditelinga Liu Yuwen, mempertanyakan identitas Xiao Lang, ketika gadis itu mengetahui nama serta identitasnya, Aruna sangat terkejut.
Biarpun ini pertemuan pertama kali baginya, tidak ada orang di Kekaisaran Langit Utara yang tidak mengenal Xiao Lang, jagoan nomor satu di dunia kultivator.
Liu Yuwen kemudian menyuruh Aruna pergi terlebih dahulu karena ia ingin membicarakan sesuatu yang pribadi dengan kakek tersebut.
"Jadi dia adalah kekasihmu?" Xiao Lang menatap Aruna yang perlahan melangkah menjauhi keduanya.
"Kekasih?"
"Hm, Bukankah tadi saat berhadapan dengan pria berotot itu kau mengatakan demikian?"
Liu Yuwen kemudian teringat kembali telah mengucapkan kata tersebut, ia hampir menepuk jidat dan mulai mengerti kenapa Aruna sempat salah tingkah sebelumnya.
"Hm, kupikir kau sudah jatuh hati dengan Rou'er..." Xiao Lang mengelus dagunya. "Hei Wen'er, apa kau tertarik mempunyai dua istri, tidak, maksudku tiga istri?"
Liu Yuwen tersedak nafasnya sendiri, ia tidak siap Xiao Lang tiba-tiba membahas hal sensitif seperti ini.
"Tiga istri, siapa yang ketiga?"
"Ah, melihatmu tidak menyangkal perasanmu pada Rou'er, berarti kau memang mempunyai perasaan padanya juga bukan?" Xiao Lang tersenyum lebar, senyuman yang diliputi banyak makna.
Liu Yuwen batuk pelan, sedikit salah tingkah dan ketika ia berusaha menyangkalnya, hal tersebut justru malah memperjelas situasinya.
Xiao Lang menepuk pundak Liu Yuwen beberapa kali diikuti gelengan kepala, "Melihat tingkahmu, jangan bilang ini pertama kalinya kau membuka perasaanmu pada orang lain."
"Bagaimana Kakek mengetahuinya?!" Liu Yuwen spontan bertanya.
Xiao Lang tersenyum mengejek. "Kau pikir usia tuaku hanya dihabiskan untuk berkultivasi, aku pernah diposisimu, bisa dibilang kita mempunyai keadaan yang sama."
Memang benar apa yang dikatakan Xiao Lang, di kehidupan pertamanya Liu Yuwen adalah seseorang yang gila akan ilmu dan kekuatan sampai melupakan beberapa aspek lain dalam kehidupannya.
Setelah merasakan yang namanya kematian, Liu Yuwen jadi lebih menghargai kehidupan itu sendiri, menikmati aspek yang sebelumnya belum ia rasakan salah satunya adalah membuka hati untuk mulai menyukai seorang perempuan.
"Kek, bagaimana kalau kita membahas perang ini?" Liu Yuwen memilih mengalihkan pembicaraan.
Xiao Lang tertawa. "Kau benar, tidak pantas kita membahas hal ini dalam perang seperti ini, setidaknya tidak untuk waktu sekarang."
Xiao Lang lalu mengajak Liu Yuwen ke tendanya, sebuah tenda yang berada di kawasan Sekte Nada Kehidupan.
Liu Yuwen mengerutkan dahinya, sejauh yang dia ingat Xiao Lang adalah kultivator pengelana yang tidak terikat oleh sekte manapun tetapi dilihat dari reaksi anggota Sekte Nada Kehidupan yang memberikan hormat pada Xiao Lang saat kakek itu lewat, menunjukkan Xiao Lang mempunyai kedudukan yang tinggi di sekte ini.
Xiao Lang membawa Liu Yuwen ke tenda yang paling besar diantara tenda yang lain, saat ia memasuki tenda tersebut terdapat ada dua orang yang sudah ada didalamnya.
Dua orang itu merupakan perempuan, yang satu adalah wanita berusia 30-an tahun sementara satunya lagi merupakan gadis belasan tahun dengan diwajahnya terdapat topeng yang menutupi parasnya.
Alis Liu Yuwen terangkat, ia sepertinya mengenali kedua wanita ini.