NovelToon NovelToon
Penghujung Hati

Penghujung Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.6k
Nilai: 5
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Spin off Hati Untuk Arya
.
.
Ari putra wongso, mencintai seorang perempuan bernama Karina, namun tanpa sepengetahuannya sang kekasih mencintai sahabatnya sendiri. Ari selalu merasa Karina tak mencintainya,namun ia memilih bertahan dan berharap Karina akan mencintainya. Namun di penghujung jalannya ia menemukan sebuah jalan buntu. Rasa percaya dirinya runtuh karena takut tak bisa membahagiakan orang yang ia cintai.

Sementara Airil Karina Yatri menantang Ari untuk melangkah ke jalan yang serius, ia berjanji akan mencintai Ari setelah mereka resmi menjadi sepasang suami istri. Namun Ari gugup untuk melangkah, tak yakin cinta bisa tumbuh semudah Karina mengatakannya.

Kehadiran seorang janda bernama Vanessa aulia putri memberi warna berbeda bagi laki-laki yang tengah dilanda rasa kesepian karena mengakhiri hubungannya dengan Karina. Kedewasaan Vanessa membuat Ari begitu nyaman dengannya.

Siapakah yang akan menjadi penghujung hati Ari? sang kekasih Karina atau sang janda Vanessa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Karina melangkah pelan memasuki perusahaan 3A Sahabat. Hari itu adalah jadwalnya melakukan pemeriksaan untuk karyawan perusahaan tersebut. Ia datang bersama 3 dokter lainnya yang salah satunya adalah Dian.

Ruang rapat lantai 1 yang terletak di sebelah lobi perusahaan telah disulap menjadi sebuah ruang khusus untuk pemeriksaan. Meja-meja tidak disusun sedemikian rupa, begitupun kursi-kursi telah ditata layaknya sebuah ruang tunggu di rumah sakit.

Dian tengah asyik menyiapkan beberapa alat kedokteran sesuai dengan standar pemeriksaan kesehatan, sementara Karina memeriksa perlengkapan jarum suntik yang mereka bawa. 2 dokter lainnya sibuk menyiapkan dokumen-dokumen sebagai bentuk laporan atas pemeriksaan tersebut nantinya.

Vanny baru saja turun dari lantai 5, Ia berjalan bersama Harun seraya mendiskusikan projek Bian corp ya masih diprotes oleh beberapa komunitas di Kalimantan. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam ruangan pemeriksaan yang telah disiapkan oleh Karina dan teman-temannya.

Vanny lekas menghampiri Karina untuk menanyakan beberapa hal. Karina menghentikan pekerjaannya dan menatap lekat wajah Vanny yang tersenyum hangat kepadanya.

"Kamu sendirian ke sini, Van?" tanya Karina kepada Vanny seraya mengulurkan sebuah map kepada Karina.

"Nggak, dok. Saya sama Mas Harun, ia yang akan menemani kalian selama pemeriksaan hari ini." jawab Vanny dengan ramah.

Karina menghembuskan nafas berat, hatinya terasa kecewa, karena biasanya Arilah yang menemaninya. Mereka biasa duduk bersama dan kemudian saling bercanda selama pemeriksaan. Tapi hari itu terasa semuanya telah berubah, kejadian di lokasi projek dr. Arfi beberapa waktu lalu, terasa memberikan peringatan bagi Karina bahwa Ari telah berpaling darinya.

Ia jelas merasakan tidak ada lagi cinta dari laki-laki itu untuknya. Apa boleh aku berharap kamu masih mencintaiku, Ri' Karina membatin.

"Pak Arinya mana, Mbak? biasanya dia yang menemani kami disini." tanya Dian yang menghampiri mereka berdua.

"Pak Arinya lagi meninjau projek kami di lapangan, dok. Mungkin ia yang akan menyusul setelah jam istirahat nanti."

"Ya udah, Van! Nggak papa, kamu lanjut kerja saja, biar nanti Mas Harun yang membantu kami." Karina mencoba menengahi sikap Dian yang tampak jengkel mendengar Ari tidak ada di sana.

Vanny kemudian pamit, Ia kembali ke lantai 5 tempat ia bekerja. Karina melihat ke arah Harun, laki-laki itu tengah membaca berita di ponselnya. Lagi Karina hanya bisa melepas nafas berat.

"Udah lah Rin! jangan bersikap seperti itu lagi untuk dia!" Dian memperingatkan akan sikap Karina kepada Ari.

"Aku cuma nanya doang kok, kamu jangan bersikap seperti ini, gak enak sama Vanny, dia nggak tahu apa-apa." Karina berbalik memperingati sikap Dian yang masih ketus.

Pemeriksaan hari itu berlangsung hingga sore. Ari sama sekali tidak terlihat memasuki ruangan pemeriksaan itu. Hal itu membuat Karina merasa gelisah sekaligus bimbang dengan keadaan, hatinya terasa bergetar takut jika Ari berpaling darinya.

Pikirannya bekerja, apakah ada perempuan lain yang menarik hati Ari. Sehingga Ari mengabaikannya dan tidak memperdulikannya lagi. Siapakah perempuan itu? Karina lantas memikirkan sosok Vanessa yang turun bersama Ari dari lantai 2 restoran Tomy.

"Murung terus, Rin. Dari tadi kamu nggak senyum sama sekali." Dian mengusap bahu Karina yang tengah merapikan alat-alat suntik.

Karina tersentak kaget karena usapan Dian. "Nggak kok, Yan. Aku hanya kecapekan aja dari kemarin." Kilah Karina. "Besok kita masih harus ke sini kan, jadi meja dan kursinya biarin aja kaya ini dulu, biar aku yang bicara sama Vanny."

"Hmmm ... kayaknya itu bagus, biar kita tidak menyusun meja dan kursi ini lagi besok pagi." Tutur Dian.

Karina lekas beranjak pergi meninggalkan Dian keluar dari ruangan itu. Dian hanya bisa menatap Karina dengan rasa prihatin. Baru kali itu ia melihat Karina tampak galau kepada laki-laki, Karina bahkan terlihat tidak memiliki semangat sama sekali.

Karina berjalan menuju pintu lift, ia menanyakan dimana tempat Vanny bekerja kepada beberapa karyawan yang ia lihat disana. Karina kemudian masuk ke dalam lift segera menuju lantai 5.

Setelah keluar di lantai 5, Karina melihat beberapa karyawan yang tengah sibuk bekerja, Ia berjalan pelan mencari-cari di mana Vanny berada. Selama hampir 3 tahun berpacaran dengan Ari, itu adalah kali pertama Karina menginjakkan kakinya di sana. Ia tampak linglung memperhatikan kesibukan karyawannya yang tengah menyusun laporan harian sebelum pulang.

Karina kemudian melihat Vanny keluar dari sebuah pintu. Lantas segera Karina menghampiri Vanny. Vanny yang melihat kedatangan Karina, ia ikut berjalan mendekati Karina.

"Sudah selesai pemeriksaan karyawan hari ini, dok?" Vanny bertanya dengan tersenyum.

"Udah, Van. Aku kesini mau bilang agar ruangannya tidak diatur ulang dulu karena pemeriksaannya masih mau dilanjutkan besok."

Vanny manggut-manggut menuruti permintaan Karina.

"Itu ruangan siapa, Van?" Karina menunjuk pintu ruangan Ari dengan matanya.

"Oh, itu. Itu ruangannya pak Ari, dok."

Karina seketika melepas nafas berat, ternyata Ari memang tidak ingin menemuinya. "Apa aku boleh masuk ke dalam, Van?" tanya Karina sedikit bimbang.

"Ada perlu apa ya, dok? jika anda perlu sesuatu biar saya yang sampaikan kepada pak Ari."

"Aku hanya ingin bertemu dengannya, Van. apa tidak boleh?" tutur Karina.

Dahi Vanny seketika berkerut bingung, Ia sedikit ragu untuk mengizinkan Karina masuk keruangan Ari.

"Boleh aja sih, dok. Tapi Pak Ari lagi sibuk sekarang." Vanny berharap Karina tidak memaksa masuk ke dalam.

"Aku cuma sebentar kok, nggak bakalan ganggu kesibukan Ari." Karina melenggang masuk ke dalam ruangan Ari, meninggalkan Vanny yang merasa jengkel dengan sikap Karina. Takut-takut nanti ia akan dimarahi oleh Ari karena membiarkan Karina masuk begitu saja.

Karina masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu, hal itu membuat Ari yang tengah memeriksa laporan mendengus kesal seketika.

"Apalagi, Van?" Tanya Ari tanpa memandang siapa yang masuk ke ruangannya.

Karina diam tak menjawab, ia melangkah pelan mendekati Ari dengan perasaan gugup, Ia sendiri bingung mau apa ia kesana.

"Hai! ... Ri!" Sapa Karina sedikit terbata.

Ari seketika mengangkat kepalanya, ia menatap Karina yang tampak gugup memandangnya. Seketika saja Ari tersentak kaget, ia berdiri dengan rasa tak kalah gugup. Seharian tadi ia menghindar dari Karina dan tidak mengunjungi ruang pemeriksaan yang ada di ruang rapat pimpinan di lantai 1.

"Rin! Kamu kenapa disini?"

"A ... Aku hanya ingin menyapamu, Ri. Dari tadi aku di bawah, kamu nggak kesana sama sekali, hanya Arbi tadi yang memeriksakan dirinya ke ruangan pemeriksaan." Tutur Karina dengan pelan.

Ari menelan salivanya, suasana terasa canggung diantara mereka. Entah kenapa? Apa itu karena pembicaraan mereka yang belakangan ini terlalu menekan perasaan? Atau karena memang mereka saling menyimpan rasa yang terungkap. Ari mengedarkan pandangannya ke arah dinding kaca yang menampakan langit biru menjelang sore.

"Aku rasa kita tak punya kepentingan apa pun, Rin. Projek ayahmu berjalan lancar, walau beberapa hari ini sering hujan mendadak, tapi perkembangannya tetap sesuai dengan apa yang direncanakan. Pemeriksaan kesehatan juga di handle sama Vanny. Jadi ...."

"Aku mau bicara tentang kita, Ri." Potong Karina dengan suara bergetar. "Pembicaraan kita di restoran Tomy hari itu belum selesai, aku ..."

"Aku capek, Rin." Ari berjalan mendekati dinding kacanya, Setelan kemeja putih dengan dasi donker serta celana abu-abu menampilkan pesonanya yang membuat. Ari berjalan dengan menyimpan kedua tangannya di saku celana, wajahnya tampak datar memandang jauh ke luar dinding kaca.

1
Rizqi_Achmad
lanjut
Suherni 123
ga Karina ga Mila pas udah nikah manggil suami namanya doang
apalagi Karina yang katanya didikan agama nya lebih dari Ari
Suherni 123
Vanessa,,sabarmu sungguh luar biasa
Suherni 123
kalau udah perjodohan mah susah
Suherni 123
udah tarik nes,,ari go move on
Suherni 123
ngakak pas akhir baca
utya .S. firdaus
hanya orang orang yg satu server ma dia yg bisa memahaminya....

dan itu sangat jarang...
Semi Ota Priyani
dtggu thot
Urnisah Febriansyah
masih nunggu kisah cinta nya Vanessa
mega keyna
tp mmg ari sbnrnya ngk cocok sm karina,karakter mereka jauh berbeda kayak air dan minyak,tp kl status,mereka memang cocok,jd ngk ada slhnya jg mereka ber 1,tnggl mereka saling melengkapi aja pasti bahagia,,,,
Mimi Fitriani
Thor upny kpn lgi
Muh Ali Suarno
thor kapan up lagiii
Muh Ali Suarno
lnjuuut
NurInna
kumenunggu thor jgn pakek lama²...
Semi Ota Priyani
lanjut thort
Semi Ota Priyani
lanjut thor
Mimi Fitriani
lanjut thor ditunggu tunggu
Urnisah Febriansyah
lanjutin kisah cinta Vanessa dong kak
mega keyna
hahaha lucu antara arya sm mila,kayak mila org suci aja nesehatin org,ya walau pun skrg mereka udh sm2 cinta,tp ngk hrs menasehati jg x secara si mila dlu udh slh besar nyakitin suaminya,,, eèe,,, glrg skrg udh ngmg kayak gt aja kyk mila itu manusia sempurna,,, ngk ngaca dia,untng vanessa sabar,,,,
Suherni 123: bener,mila sok bener
total 1 replies
bunda Thalita
bukan Salman Thor tp SARMAN klo ga salah 😁 lanjuutttt akuh tunggu up nya Thor❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!