Cinta terpendam adalah perasaan suka diam-diam. Mencintai sendiri.
Setiap insan pasti pernah merasakan Cinta Terpendam.
Memendam cinta walau hanya sehari, atau bahkan lebih.Terlepas dari cinta itu terbalas atau tidak. Tetap cinta itu itu sempat terpendam.
Beruntung bagi seseorang yang memendam cinta, saat cintanya terbalas. Terlepas berapa lama cinta itu terpendam.
Namun, bagaimana jika cinta terpendam berlabuh pada seorang pembenci?
Khadziya Putri seorang gadis berusia 17 tahun, tiga tahun memendam cinta membuatnya tersiksa akan sakitnya mencintai dalam diam.
Reynan Prayoga laki-laki yang membuatnya berdebar-debar, membuat Ziya salah tingkah, tapi dia juga mematahkan hati Ziya.
Reynan begitu membenci Ziya, setiap berhadapan Reynan akan melontarkan kata kasar dan pedas.
Kenapa Reynan begitu membenci Ziya? Akankah benci berubah jadi cinta?
Mungkinkah cinta terpendam cukup lama akan terbalas?
Ikuti kisahnya di Novel ini. Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marta Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau ternyata tidak lebih pintar dariku
"Apa kakakmu ini tampak sejahat itu? apa menurutmu kakak sengaja melakukan itu?" suara Mario sedikit meninggi.
Bagaimana bisa adiknya itu berpikir seburuk itu tentangnya.
"Aku tidak tau, tapi aku rasa kakak melakukan itu karena menyayangiku. Aku tidak menganggap kakak jahat kalaupun kakak benar melakukannya," ujar Keysha.
Mario mengusap kasar wajahnya, adiknya itu terlalu berpikir jauh. Hingga mengira Mario menabrak Ziya tempo lalu karena membalas sakit hati Keysha.
Waktu itu Keysha patah hati semakin merasakan sakit, saat dia menyaksikan Redo sudah berdua dengan gadis lain sementara mereka putus hubungan baru beberapa hari.
Begitu cepat mantannya itu berpindah hati, mencari pengganti dirinya. Fikiran buruk menyeruak, dia menyimpulkan Redo bisa saja sudah menduakannya sebelum hubungan mereka putus.
Ya, Keysha sangat yakin akan hal itu. Dia pun mengutarakan apa yang tengah dia pikirkan pada kakaknya. Mario pun tidak kalah sakit, mendapati Redo dengan begitu mudahnya mendua. Begitu pikirnya.
Sejak Keysha mendapati Redo bersama gadis lain, Keysha berubah murung. Dia mendadak jadi pendiam, menutup diri, dan lebih banyak menghabiskan waktu di kamar.
Perubahan Keysha sangat kontras, membuat Mario merasa iba. Semakin hari adiknya itu semakin menunjukkan sikap tidak normal. Terkadang marah tak jelas, tertawa sendiri, tidak jarang dia juga sering kali tiba-tiba menangis.
Mario frustasi dengan keadaan Keysha. Adiknya tampak menggila. Emosi Mario membuncah saat kembali mengingat penyebab adiknya berubah. Dengan emosi menguasai dirinya, Mario melajukan mobil yang di kendarainya menuju rumah Redo.
Dengan kecepatan tinggi dia memacu mobil sportnya itu. Namun naas, saat tengah melintas di lapangan yang cukup ramai. Mobilnya menabrak seseorang yang muncul secara tiba-tiba dari dalam lapangan.
Kecelakaan tak terelakkan. Laju mobil yang terlalu cepat, sulit untuk di kendalikan. Jalan satu-satunya dia memilih menabrakkan mobilnya di pembatas jalan, agar tidak menabrak orang lain.
Ya, dia menabrak Ziya hanya kebetulan. Dia tidak mengenal Ziya, yang dia tau Ziya gadis yang kini tengah menjalin hubungan dengan Redo.
Saat dia tahu korban yang dia tabrak adalah Ziya, Mario membelalak terkejut. Dirinya tidak menyangka akan menabrak seseorang yang kini memang tengah dia benci, karena di anggap sebagai pengganggu hubungan Redo dan Keysha.
Tapi sungguh pun dia membenci gadis itu, dia tidak bisa menutupi rasa bersalahnya. Karena sudah membuat Ziya teruka parah. Wanita yang dia tidak tau benar tidaknya sebagai perusak hubungan adiknya bersama Sang mantan.
*****
Ziya tampak semangat melakukan pekerjaannya. Meski lelah semangatnya tidak menyurut. Di kejauhan Mario menatap kagum, gadis itu benar-benar menarik perhatiannya.
"Kau gadis baik, dulu aku salah menilaimu." Gumam Mario.
Mario baru saja mendaratkan bokong di kursi kebesarannya, saat suara ponsel miliknya berdering. Di layar tampak nama Keysha terpampang, dengan cepat Mario menjawab panggilan.
"Hallo Kak, aku suntuk di rumah. Bolehkah aku main ke Kantor kakak?" Keysha sudah mulai membaik, setelah hari itu Mario menasehatinya.
"Bagus. Baguslah kalau kau sudah mau keluar rumah, kakak senang. Kemarilah, kakak tunggu." Senyum mengembang di wajah Mario, dia bahagia.
Reynan tengah menyantap makan siang di kantin kampus. Tiba-tiba Redo datang menghampiri, mengambil posisi duduk berhadapan dengan Reynan.
"Kau ke kantin tidak mangajakku?" kesal Redo.
"Perut ku sudah lapar, tidak bisa menunggumu," alasan Reynan.
Entah kenapa Reynan seakan tidak menyukai Redo, meski di awal pertemuan di kampus dia merasa senang memiliki teman satu kelas asal Indonesia. Namun, saat wajah Redo yang dia dapati. Rasa senang itu menyurut.
Walau begitu, kini dia bersikap baik. Terlebih Redo selalu bersikap ramah meski berulang dia mengacuhkannya.
"Menurutmu kira-kira kapan kita libur?" Reynan hampir saja tersedak akan pertanyaan Redo yang terdengar konyol.
"Kau hampir membuatku mati! apa kau sengaja?"
Redo menatap heran. "Wah kau sudah gila, aku bertanya kapan kita libur. Lalu bagian mana yang hampir membuatmu mati?"
"Kau aneh, kita baru saja kuliah beberapa minggu, bisa-bisanya kau tanyakan waktu libur. Apa kau ingin membuatku matii mendadak karena tersedak, terkejut akan pertanyaan bodoh seperti itu,"
Redo tertawa. "Begitu saja kau sudah tersedak, bagaimana jadinya jika kau mendengar berita yang lebih mengejutkan," ujar Redo.
"Maksudmu?" tanya Reynan tidak mampu mencerna perkataan Redo.
"Kau ternyata tidak lebih pintar dariku," ledek Redo mengejek.
Redo berlalu meninggalkn Reynan yang terdiam berusaha mencerna perkataan Redo. Dia gagal, meski berulang mencari apa maksud di balik perkataan laki-laki itu.
*****
Khaira melangkah cepat memasuki rumah Ziya yang pintunya terbuka lebar. Khaira sudah terbiasa masuk tanpa menunggu izin dari Si empunya rumah. Dia cukup masuk dengan mengucap salam, maKa Si tuan rumah akan mengenali suaranya.
Khaira sering berkunjung sejak hubungannya dengan Ziya membaik. Dia ingin memperbaiki hubungan itu, dengan seringnya mereka bertemu mempererat hubungan persahabatan yang pernah merenggang.
"Assalamualaikum," ucap Khaira saat memasuki rumah Ziya.
"Wa'alaikumsalam," terdengar sahutan lebih dari dua suara yang berbeda dari dalam rumah.
"Di dalam sepertinya sedang ramai," Gumam Khaira. Khaira memasuki rumah Ziya lebih dalam lagi.
Benar saja, di dalam tampak ramai. Ada ayah Zidan, ayahnya Ziya. Pria paruh baya yang tidak tampak beberapa bulan ini, kini hadir di tengah mereka.
"Ayah kapan pulang?" Khaira menyebut ayah Ziya dengan panggilan ayah, mengikuti cara Ziya. Khaira dengan tangan terulur meraih tangan ayah, kemudian mencium punggung tangan itu.
Ayah Zidan mengerutkan dahi. Ziya dan Ibu tau akan hal itu, ayah tampak sedang bertanya dari sorot matanya "siapa?"
"Ayah, perkenalkan. Ini teman Ziya, namanya Khaira. Kami teman masa sekolah SMA, dia sering datang kemari," jelas Ziya.
"Owh, teman Ziya. Maaf ya ayah tidak tau," ujar Ayah merasa tidak enak pada Khaira.
"Tidak apa ayah," ujar Khaira.
Mereka bercengkrama, bercanda dan tertawa bersama. Binar kebahagian terpancar dari mata Ziya. Sudah lama dia merindukan saat-saat seperti ini. Berkumpul bersama keluarga, lengkap dengan keberadaan Sang ayah.
Tiga bulan lebih lamanya dia menjalani hari tanpa kehadiran ayah di sisinya, membuat rumah terasa sepi. Terlebih saat itu dia baru saja mengalami tragedi di lapangan kala itu.
Menambah suram hati Ziya waktu itu. Ayah hanya bisa mendampinginya 2 hari saja. Karena tuntutan pekerjaan, ayah tidak bisa berlama-lama untuk tinggal. Ayah melanjutkan pekerjaan keluar kota, hingga saat ini baru bisa pulang.
Cukup lama mereka berbincang di selingi tawa dan canda. Khaira mengutarakan niatnya untuk mengajak Ziya bertandang ke rumahnya. Setelah mendapat izin, mereka menuju rumah Khaira.
"Ngapain ke rumah kamu?" Ziya bosan dengan Khaira yang selalu ingin dia main ke rumahnya.
"Mancing," ujar Khaira kesal. "Ya, mainlah. Mau apa lagi memangnya," sambung Khaira.
"Iya aku tau. Tapi aku bosan, bisakah kita ke tempat lain saja," pinta Ziya
**Bersambung...
Tekan like
Kasih VOTE
komentar saran dan kritik
follow ig author @Mharta lin
Terimakasih. Ailopyu all**...
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉