Shandra Hasanah, diusianya yang hampir kepala tiga selalu dikatain perawan tua dan dikatain memiliki wajah yang tidak cantik. Hingga suatu ketika ia dimintai menikah dengan mendiang suami adiknya, Athaya Besmana, karena sang adik yang bernama Alika dikabarkan mengalami kecelakaan dan Athaya sangat terpukul dengan kepergian sang istri.
Tak ingin membuat Athaya terus bersedih, orang tua Athaya justru meminta Shandra menjadi istri dari mendiang suami adiknya. Lalu, apa Shandra menerima permintaan orang tua Athaya?sementara Athaya masih sangat mencintai adiknya, Alika.
Ikuti kisah Shandra _Pemilik Hati Suamiku _
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam yang indah
Di bawah lampu yang temaram, Atha menatap lembut wajah Shandra. Jemarinya terangkat perlahan, membelai pipi sang istri seakan ingin menghapus semua kegugupan yang masih tersisa di sana.
"Kamu yakin mau melakukannya sekarang?" bisiknya dengan suara rendah dan hangat.
"Iya," jawab Shandra tanpa ragu, meski rona merah mulai menghiasi kedua pipinya.
Atha tersenyum. Senyum yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Perlahan ia mendekat, memperpendek jarak di antara mereka hingga hanya tersisa hembusan napas yang saling bersentuhan.
Shandra menahan napas ketika wajah Atha semakin dekat. Jantungnya berdegup begitu cepat hingga ia yakin pria itu bisa mendengarnya.
Perlahan, Atha mengecup bibirnya dengan lembut. Tidak tergesa-gesa, seolah memberi kesempatan bagi Shandra untuk menikmati setiap detik yang mereka lalui bersama.
Shandra memejamkan mata. Segala rasa canggung yang sejak tadi menguasainya perlahan memudar, berganti dengan kehangatan yang membuat hatinya tenang.
Atha kemudian menyandarkan dahinya pada dahi Shandra.
"Kalau kamu merasa tidak nyaman, bilang padaku," ujarnya tulus.
Shandra mengangguk pelan. "Aku percaya sama kamu."
Kalimat sederhana itu membuat hati Atha bergetar. Ia menggenggam tangan Shandra dan mengecup punggung tangannya dengan penuh kasih sayang.
Atha kembali mengecup bibir Shandra, sambil tangannya bergerak ke area tubuh yang lain. Memancing ga ir ah Shandra agar istrinya itu menikmati setiap sentuhan yang ia lakukan.
Malam itu bukan hanya tentang kedekatan sebagai suami dan istri, melainkan juga tentang dua hati yang akhirnya dipersatukan dalam ikatan yang sah. Di tengah suasana yang hangat dan penuh cinta, mereka saling berbagi kehangatan, menikmati malam indah dengan peluh yang membanjiri setiap titik tubuh keduanya.
Di bawah cahaya lampu yang redup, Atha memeluk Shandra dengan lembut. Shandra menyandarkan kepalanya di dada sang suami, mendengarkan detak jantung yang berdetak selaras dengan miliknya.
Malam pertama mereka pun berlalu dengan penuh kehangatan, kasih sayang, dan kebahagiaan yang akan selalu mereka kenang sebagai awal dari perjalanan panjang rumah tangga mereka.
***
Sebelum matahari terbit, Shandra sudah terbangun. Tubuhnya masih terasa sedikit pegal, terutama di bagian bawah perut yang masih menyisakan perih dan tidak nyaman. Namun, di balik semua itu, ada perasaan hangat yang memenuhi hatinya.
Perlahan, ia menoleh ke arah suaminya yang masih terlelap di sampingnya. Wajah Atha terlihat begitu tenang. Shandra tersenyum tipis. Pipinya kembali merona saat mengingat bagaimana pria itu semalaman memperlakukannya dengan kelembutan.
Tanpa sadar, jemarinya bergerak merapikan rambut Atha yang sedikit berantakan.
Tiba-tiba, tangan besar itu menangkap pergelangan tangannya.
Shandra terkejut.
"Kamu ngapain diam-diam memperhatikan aku?" tanya Atha dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
"Ternyata kamu sudah bangun?" Shandra buru-buru menarik tangannya.
Atha membuka mata perlahan lalu tersenyum
jahil.
"Dari tadi."
"Kok nggak bilang?"
"Aku lagi menikmati ada istri cantik yang memperhatikan aku."
"Wah, pede banget."
Atha terkekeh pelan. Ia lalu mendekatkan wajahnya hingga membuat jantung Shandra kembali berdebar tidak karuan.
Kecupan ringan kembali Atha berikan ke bibirnya.
"Kamu tidur nyenyak?" tanyanya lembut.
Shandra mengangguk malu.
"Iya."
"Tapi kelihatannya masih capek."
Shandra langsung memalingkan wajah. Atha justru semakin gemas melihat reaksi istrinya.
"Kok jadi malu begitu?"
"Nggak malu."
"Bohong."
Atha mengangkat dagunya pelan agar wanita itu kembali menatapnya. Senyum jahil kembali muncul di bibirnya.
"Kalau sudah nggak capek, kita ulangi lagi?"
Wajah Shandra seketika memerah.
"Atha!"
"Apa? Aku gak salah kok."
"Tapi masih sakit di bagian itunya," ucap Shandra malu-malu. "Ngerasa masih ada yang ganjel."
Atha tertawa kecil, sambil mencubit gemas hidung Shandra.
"Makanya harus sering-sering melakukannya, agar terbiasa ditengok sama si abang kecil."
Shandra memukul lengannya, matanya melotot sebal.
Atha tertawa puas melihat istrinya salah tingkah.
Kemudian Atha menarik tubuh Shandra hingga tak berjarak. Namun, Shandra menahan wajah Atha yang nyaris menyetuh bibirnya.
"Nanti aku terlambat ngajarnya."
"Tenang aja, kali ini aku melakukannya express."
"Tapi ...."
Belum selesai Shandra bicara, Atha langsung membungkam bibirnya dengan bibir Atha. Atha kembali memancing ga ir ah Shandra hingga istrinya itu kembali tak berdaya.
Keduanya kembali merajut cinta, menikmati setiap sentuhan lembut. Hingga akhirnya gelombang dahsyat penuh cinta itu meledak bersamaan.
" Terima kasih istriku tercinta. "
aihhh jangan lah sampai kaya drama Indosiar ya Thor
aiahhh ,,semoga otak nya terbuka si atta bukanya gelap mata ingin memiliki nya kembali terus kamu di tinggal
kan
akhirnya kebongkar juga...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
ayo???
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya