Kisah seorang Angel yang tidur dengan seorang pria di dalam kamar hotel. Pria itu adalah Devan seorang pengusaha sukses namun sudah memiliki istri dan sangat mencintai istrinya.
Ayah Devan menyuruh untuk Devan agar mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia harus menikahi Angel karena sudah tidur bersama Angel.
Karena berita itu Angel di cap sebagai wanita pelakor dan penggoda suami orang padahal dia tidak ada sedikitpun niat untuk menjadi wanita pelakor dan wanita penggoda.
Bagaimana kisah mereka?
Mengapa Angel bisa tidur dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mas Devan
Angel terkejut begitu mendengar ucapan Devan.
"Kenapa?" tanya Devan sambil menghentikan langkahnya.
"Kak Devan beneran mau membawaku ke kuburannya Diki?" tanya Angel lagi.
"Iya almarhum Diki, dia itu sudah meninggal Angel ngapain kamu seolah-olah masih menganggap dia hidup," ucap Devan sinis.
"Ayo kak kita pergi sekarang," ucap Angel dengan semangatnya tanpa menggubris ucapan Devan sebelumnya.
"Kamu dengar tidak yang aku bilang tadi Angel?" tanya Devan.
"Iya dengar kak, tapi bagi aku dia akan selalu hidup," ucap Angel.
"Sudahlah tidak jadi ke kuburan Almarhum Diki," ucap Devan sambil menekankan kata Almarhum, kemudian membawa kembali Angel masuk ke dalam rumah.
"Yah kak Devan aku mohon bawa aku ke kuburannya kak, aku belum pernah melihat kuburannya kak," ucap Angel dengan wajah memohonnya.
"Nggak jadi, aku juga tidak tahu kuburannya dimana," ucap Devan sinis.
"Kakak punya banyak bawahankan, jadi pasti mudah untuk mencari tahu," ucap Angel yang tiba-tiba banyak bicara.
Ternyata dia ini cerewet kalau lagi ada maunya batin Devan.
"Aku malas menyuruh bawahanku untuk mencari tahu hal yang tidak penting," ucap Devan sambil menarik Angel duduk di sampingnya begitu mereka di dekat sofa.
"Kak Devan gitu amat sih," ucap Angel sambil mulai menjauhi Devan sedikit demi sedikit, karena dia benar-benar tidak nyaman kalau duduk di dekat Devan.
"Angel kenapa kamu selalu menjauh kalau aku menginginkan kamu duduk di dekatku," ucap Devan kesal sambil melihat Angel lalu menariknya kembali agar duduk di dekatnya.
"Aku tidak biasa kak, lagian kenapa kakak menginginkan aku duduk di dekat kakak, kalau mba Clara lihat dia bisa salah paham," ucap Angel.
"Biasakan dirimu," ucap Devan.
"Nggak mau," ucap Angel cepat.
Apa-apaan sih kak Devan ini, aku nggak mau dekat-dekat dengan dia terlalu berbahaya, aku pengen ke kuburan Diki dan juga ingin keluar dari rumah ini, kapan aku bisa di lepaskan batin Angel.
"Apa kamu bilang, coba ulangi sekali lagi," ucap Devan.
"Nggak mau," ucap Angel.
"Sini ikut aku," ucap Devan sambil menarik tangan Angel membawanya keluar rumah, menuju mobilnya.
Angel pun segera mengikuti Devan dengan perasaan takut.
######
Di dalam mobil Ayah Devan.
"Clara kamu kenapa menyuruh Angel tinggal di rumah utama?" tanya Ayah Devan kesal.
"Loh memangnya kenapa mas?" tanya Angel yang juga ikutan kesal.
"Kamu sadar nggak sama apa yang kamu lakukan itu," ucap Ayah Devan.
"Maksud mas?" tanya Clara.
"Dengan kamu membawa Angel ke rumah utama, kita semakin susah untuk berduaan karena Devan tidak perlu lagi pergi ke tempat Angel, dia bisa ketemu Angel di rumah utama," ucap Ayah Devan.
Clara pun terdiam setelah mendengar ucapan Ayah Devan karena memang benar yang dia ucapkan, Clara tidak memikirkan itu sama sekali sewaktu dia memaksa Devan untuk membawa Angel ke rumah utama, karena pada saat itu Clara sudah terbakar api cemburu.
"Kenapa kamu diam, benarkan yang aku bilang," ucap Ayah Devan kesal.
"Iya mas aku tidak memikirkan itu sebelumnya," ucap Clara.
"Tapi kita kan bisa bertemu di luar mas," ucap Clara kemudian.
"Lebih bagus di rumah, di luar gini kalau ada yang curiga gimana," ucap Ayah Devan.
"Mas bisa menutup mulut mereka juga kan, lagian nggak akan mereka curiga, kita kan mertua dan menantu, jadi pasti mereka mikirnya biasa ajah," ucap Clara.
"Aku nggak bisa lagi dong senang-senang dengan kamu," ucap Ayah Devan.
"Mas ini berlebihan banget kan bisa di tempat lain, pokoknya Angel tidak boleh pisah rumah dengan aku, bisa-bisa dia menggoda suamiku," ucap Clara.
"Oh iya mas kemana semalam nggak pulang? terus nggak mengabari aku juga," tanya Clara.
"Mas ada kerjaan," jawab Ayah Devan.
"Aku nggak percaya mas, pasti mas ada main di luar," ucap Clara.
"Nggak sayang, mas cuma suka main sama kamu ajah, nggak suka main sama orang lain," ucap Ayah Devan.
"Bohong banget kamu mas, sama ibu mertua aku pasti kamu suka juga kan," ucap Clara.
"Iya dong, dia istri aku kan sayang," ucap Ayah Devan.
"Mas nggak usah lagi sama dia, lagian dia juga udah tua gitu, lebih baik sama aku ajah yang masih muda begini beda jauh dengan istri mas," ucap Clara.
"Dia istri mas sayang, nanti dia curiga kalau mas tidak pernah menyentuhnya, lagia kamu juga punya Devan kan," ucap Ayah Devan.
"Iya sih tapi beda ajah," ucap Clara.
"Sama ajah kok, yang terpenting sekarang kita harus mikirin gimana caranya bisa bertemu dan bersenang-senang tanpa ketahuan," ucap Ayah Devan.
"Ya udah mas ajah yang mikir aku lagi malas mikirin itu," ucap Clara.
"Kamu juga dong sayang kan semua ini terjadi karena kamu yang tidak mikir panjang," ucap Ayah Devan.
"Aku lagi nggak bisa mikirin itu sekarang mas, lebih baik mas antarin aku pergi belanja, aku tahu mas tadi cuma alasan ajah kan tapi aku nggak alasan, aku memang ingin keluar belanja jadi mas antarin aku dan temenin aku juga keliling belanja," ucap Clara.
"Sayang aku pengen senang-senang dulu dengan kamu, baru belanja oke," ucap Ayah Devan.
"Aku mau belanja dulu mas, baru itu," ucap Clara.
"Lagian kita nggak mungkin ke hotelkan," ucap Clara lagi.
"Ya udah kamu belanja, mas yang nyari tempat," ucap Ayah Devan..
"Nggak mau pokoknya mas temenin aku, mas nggak mengerti banget sih, aku lagi malas jalan sendiri mas," ucap Clara kesal.
"Ya udah mas temenin kamu, jadi kamu nggak usah marah-marah gitu sayang," rayu Ayah Devan.
Anak sama bapak sama-sama budak cinta sama aku, emm enak banget sih, mereka berdua tambang uang buat aku dan juga sangat memanjakan aku, aku tidak akan bisa memilih di antara mereka berdua karena aku nggak ikhlas kehilangan salah satunya, aku harus mempertahankan keadaan seperti ini batin Clara.
"Gitu dong sayang," ucap Clara sambil tersenyum bahagia lalu mengecup pipi Ayah Devan yang sedang mengemudikan mobil.
"Jangan memancing aku sayang, karena kamu akan kerepotan kalau aku menginginkan sekarang, bisa-bisa aku membawamu ke tempat lain bukan ke tempat belanja" ucap Ayah Devan.
"Belanja dulu sayang baru aku menyenangkan kamu," ucap Clara.
Ayah Devan pun hanya tersenyum sambil fokus mengemudikan mobilnya.
######
Di dalam mobil Devan
"Kenapa diam?" tanya Devan karena sejak tadi Angel tidak bicara, malah Angel hanya tertunduk saja.
"Kita mau kemana kak?" tanya Angel takut-takut.
"Ke tempat yang kamu suka," ucap Devan.
Angel benar-benar bahagia begitu mendengar ucapan dari Devan. Devan pun hanya senyum sembunyi-sembunyi saja.
"Loh kak kita kok kesini, bukannya kita mau ke kuburan Diki?" tanya Angel bingung dan berubah murung, begitu dia melihat Devan membawanya ke pusat perbelanjaan.
"Ada apa dengan wajahmu itu, kamu lebih memilih ke kuburan Almarhum Diki daripada belanjaa, aneh sekali. Ayo turun," perintah Devan.
"Iya kak, kita ke kuburan Diki saja, lagian aku mau ngapain disini, aku tidak punya uang untuk belanja dan juga aku tidak suka belanja" mohon Angel begitu sudah keluar dari dalam mobil dan sudah berada di dekat Devan.
"Nggak ada ke keburan Almarhum Diki, sini ikut aku," ucap Devan sambil berjalan masuk.
Angel pun terpaksa mengikuti Devan dengan berjalan di belakangnya. Begitu masuk mereka langsung jadi pusat perhatian.
"Ya ampun wanita pelakor itu benar-benar tidak tahu malu,"
"Iya dia sekarang sudah terang-terangan,"
"Diakan memang sengaja, foto-fotokan dia yang sengaja sebar, pasti sekarang dia sangat bahagia, dasar wanita penggoda,"
Yang lainnya membicarakan jalan Angel yang pincang dan juga wajahnya yang kelihatan memar.
Angel semakin tertunduk karena tahu dia jadi pusat perhatian.
Devan malah menggandeng tangan Angel agar berjalan di sampingnya.
"Mas Devan," ucap Clara dengan membulatkan kedua matanya begitu melihat Devan bersama Angel.