Novel ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis cantik bernama Vania Angelista.
Dia yang terjebak cinta antara sang mantan kekasih dimasalalu nya dan dengan orang yang di jodohkan dengan nya.
Bagaimana cara Vania Angelista menghadapi hidupnya ketika harus menerima perjodohan, namun hatinya masih dimiliki oleh seseorang di masa lalunya....?
Dan apa yang akan dilakukan seorang Vania Angelista, ketika dirinya mulai merasakan cinta pada pria yang telah dijodohkan dengannya namun tiba-tiba sang mantan kekasih muncul kembali menjelang hari pernikahan nya.
Siapa pula yang akan Vania pilih diantara dua cinta yang hadir di dalam hidupnya
Siapakah sebenarnya cinta sejati Vania Angelista...?
Apakah sang mantan kekasih dimasalalu nya, atau justru pria yang telah dijodohkan dengannya.?
Temukan jawabannya di novel TAKDIR CINTAKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
“Apa kau mencintaiku?”pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Aditya.
Vania terdiam mendengar pertanyaan yang Aditya lontarkan padanya.
“Apa yang harus aku katakan padanya”batin Vania, dirinya terus berpikir jawaban untuk ia berikan pada Aditya.
Dirinya tak mengerti, dengan perasaannya sendiri, ntah dirinya mencintai Aditya atau tidak, namun satu hal yang pasti, dirinya merasa nyaman setiap saat bersama dengan Aditya.
“Aduh, mulut gue ngapa nanya kek gitu sih”batin Aditya, dirinya merasa malu telah mempertanyakan perasaan Vania padanya.
Bagaimana jika Vania mengatakan tak menyukai dirinya? Apakah dirinya akan tetap melanjutkan pernikahan mereka? Tapi tak mungkin jika dirinya memaksakan Vania, jika benar Vania tak memiliki perasaan padanya.
Keduanya sama-sama larut dalam pikiran meraka masing-masing.
Derrrttt.....d**errrtttt....derrrttt**....
Suara deringan ponsel milik Vania membuat keduanya tersadar dari lamunanannya masing-masing.
Dengan segera Vania meraih ponselnya yang berada di dalam tasnya yang terletak diatas meja, tertera nama sang ibu yang menelponnya, Vania pun segera menjawabnya.
“Hallo ma”jawab Vania saat dirinya sudah menjawab panggilan telepon tersebut.
“Kamu dimana nak, kenapa belum pulang”tanya Bu Angel diseberang sana, dirinya mengkhawatirkan Vania karna sudah malam tapi sang anak tak kunjung pulang, meski dirinya tau Vania pergi bersama Aditya, namun naluri seorang ibu akan tetap mengkhawatirkan anaknya, meskipun sang anak pergi bersama orang yang bisa dipercaya.
“Masih di restoran ma, aku sama Aditya singgah makan malam dulu ma”jawab Vania menjelaskan.
“Oh ya sudah, kamu cepat pulang, ini sudah malam nak”pinta Bu Angel.
“Iya ma, ini juga kita udah mau pulang koq ma”ucap Vania.
“Iya nak, kalo begitu mama tutup dulu telponnya, Assalamualaikum”ucap Bu Angel.
“Waalaikumussalam ma”jawab Vania, lalun ambungan telepon pun terputus.
Sebuah keberuntungan untuk Vania karna deringan telpon tersebut membuatnya tak harus menjawab pertanyaan Aditya.
Bukan tak ingin memberi sebuah kejelasan pada Aditya, namun sepertinya ini bukan saat yang tepat untuk mereka saling menguntungkan isi hati mereka.
“Tante kenapa Van”tanya Aditya sedikit canggung.
“Nggak pa-pa, mama cuma nanya kenapa kita belum pulang”jawab Vania disertai senyum kikuk.
Keduanya sedikit canggung setelah kejadian tadi.
“Kalo begitu, kita pulang aja yuk”ajak Aditya
“Iya, kita pulang sekarang”ucap Vania.
“Tapi kamu udah selesai kan makannya”tanya Aditya lagi.
“Udah koq”jawab Vania.
“Kalo begitu ayo”ajak Aditya, namin sebelum itu Aditya terlebih dahulu memanggil waiters dan meminta bil pembayaran, setelah selesai keduanya pun pergi meninggalkan restoran tersebut.
🌷🌷🌷🌷🌷
Saat ini Vania telah berada di dalam kamarnya, setelah diantar pulang oleh Aditya tadi dirinya langsung menuju ke kamarnya membersihkan diri.
Vania terduduk disebuah kursi di depan meja riasnya,ia menatap pantulan dirinya di cermin meja riasnya, senyum mengembang terpancar diwajah cantiknya mengingat kebersamaannya dengan Aditya dipantai tadi.
“Hari yang indah”gumamnya.
Vania pun meraih skincare nya yang terletak diatas meja riasnya dan mulai mengaplikasikannya pada wajahnya, setelah selesai ia menyimpannya kembali.
Namun ntah apa yang dipikirkan Vania, tiba-tiba saja dirinya beralih membuka laci nakas yang ada disamping tempat tidurnya, ia meraih sebuah kotak didalam laci tersebut.
Jika dilihat kotak tersebut nampak mirip dengan sebuah kotak kado, berukuran cukup besar.
Vania membawa kotak hitam berbentuk persegi empat tersebut menuju ke atas tempat tidurnya dan membukanya disana.
🌷🌷🌷🌷
Jangan lupa tinggalkan jejak kehadirannya dengan memberikan LIKE dan KOMENTAR serta VOTE 🤗🤗
ini sudah tahun 2021 lho Thor
aku mampir dan membawa like.
ditunggu feedbacknya di " A Falling Memory 2"
mari saling mendukung
Salam dari
🌹 "Infinity" (teenlit)
🌹 "Ve" (mystery thriller)
🌹 "Aku Bukan Pelakor" (romance)
mampir dan baca kisah ku juga ya dalam
HIDUPKU BERSAMA CEO
&
I LOVE YOU
yuk mampir di cerita novelku😉🤗
Salam, CINTA SANG JUITA