"Salahkah aku jika mencintai orang dewasa?"
ucap Yuna Callista Elbert, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis itu mengaku telah jatuh cinta dengan mantan kakak iparnya bernama Marvin bahkan sebelum Marvin menikahi kakaknya.
Namun, di tengah semangat nya berusaha mendapatkan hati Marvin, tiba-tiba ia mendapati kabar bahwa sang kakak akan kembali rujuk dengan pujaan hati nya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya? Yuk baca guys.. kita ikuti bagaimana alur Yuna memperjuangkan cintanya.
Selamat membaca ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OctaviaF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Beberapa jam kemudian ketika situasi sudah sepi, Tiara memanfaatkan waktu yang ada untuk memulai aktingnya. Tiara sengaja masuk ke ruangan Leo sambil membawakan nya sebotol air mineral.
Melihat Tiara dengan wajah lesu menghampiri nya, Leo merasa sedikit terganggu. Pria itu pun memulai percakapan dengan Tiara.
"Tiara, maafkan aku," lirih pria itu dengan tatapan kasihan mengarah ke Tiara.
Tiara hanya menoleh dengan sedikit mengeluarkan air mata, namun mulutnya tersenyum palsu.
Melihat senyuman itu, Leo semakin merasa tidak enak.
"Jangan menatapku, seperti itu. Bukan kah ini sudah menjadi makananku setiap harinya?" balas Tiara.
Leo tak kuasa melihat Tiara yang tampak tersakiti, ia pun turun dari kasurnya dan langsung memeluk Tiara.
"Aku tidak tau harus bagaimana," lirih Leo sambil memeluk Tiara.
"Apa Yuna bersikap baik terhadap mu?" Tiara bertanya mencoba untuk mengelabuhi Leo. Mendengar itu, pria berusia 28 tahun itu pun mengingat saat-saat bersama dengan Yuna semalam.
"Ku pikir begitu, tetapi apa maksud dari pertanyaan mu ini?" tanya Leo yang langsung melepas pelukannya dan menatap wajah Tiara.
"Dari awal pernikahan kalian adalah perjodohan. Sebelum nya kau adalah kekasihku, kita saling mencintai. Begitu juga dengan Yuna," cetus Tiara. Gadis itu seperti nya ingin mencuci otak Leo.
"Apa maksudmu Yuna juga memiliki seorang kekasih?" tanya Leo.
"Bukan kekasih, Yuna hanya mencintai orang itu." Mendengar perkataan Tiara itu Leo mengingat bagaimana ungkapan-ungkapan Yuna terhadap nya tadi malam, dan cara Yuna menciumnya yang tampak sangat tulus.
Leo sedikit merasa gelisah akan hal itu,
"Apa kau tau siapa orangnya?" Leo kembali bertanya.
Tiara memandang Leo dan mengatakan bahwa hal itu sebenarnya adalah rahasia, namun karena yang bertanya adalah Leo maka Tiara memberitahu nya.
"Dia adalah Marvin, sahabat mu," bisik gadis berkacamata itu. Tentu hal itu membuat Leo kaget dan tidak habis pikir. Setahu Leo, Marvin adalah sahabatnya yang sudah beristri. Jadi tidak mungkin jika Yuna akan seperti itu. Tiara juga menambahkan pernyataan nya bahwa Yuna adalah adik dari istri Marvin. Leo semakin syok mendengar nya dan merasa sedikit jijik dengan kabar itu.
"Bisa-bisanya dia mencintai suami kakaknya sendiri? Lantas bagaimana dengan kakaknya, apa dia tahu?" lanjut Leo yang bertanya.
Tiara memberikan sinyal tidak tahu mengenai hal yang ia tanyakan. Tiara juga mengatakan bahwa itu bukanlah urusan yang harus ia campuri.
Leo tercengang mendengar itu, badannya lemas, dada nya terasa sesak dan merasa sedikit kesal. Entah mengapa ia merasa demikian, pria itu mencoba mencerna semuanya.
Melihat Leo yang terpaku diam duduk di atas kasur, Tiara mengerutkan dahi. Gadis itu seperti tidak menyukai ekspresi tanggapan Leo setelah mendengar tentang Yuna.
"Tiara, kenapa kau memberitahu ku hal ini?" Leo mencoba memastikan sesuatu.
"Karena sebelumnya kau juga sudah tahu tentang ini," jawab Tiara yang membuat Leo lebih terkejut. Kepala nya bergeming tanpa henti dan muncul sebuah bayangan-bayangan kenangan yang sedikit memenuhi pikiran nya saat ini hingga membuatnya gelisah dan pusing. Melihat Leo yang memegang keningnya Tiara sedikit merasa khawatir.
"Leo, apa kau baik-baik saja?" ucap Gadis itu.
"Aku tidak menyangka putri kedua Pak Ega seperti itu," lirih Leo sembari merebahkan badannya.
"Kau sebaiknya istirahat, hal itu jangan kau pikirkan," ucap Tiara yang memakaikan Leo selimut. Setelah itu Tiara sempat ingin mengambil sesuatu namun ia dihentikan karena tangannya di pegang oleh Leo. Tiara terkejut Leo berperilaku demikian.
"Aku ingin kau menemaniku disini dahulu," sanggah pria itu yang masih memegangi kepalanya sambil memegang lengan Tiara.
Tanpa disadari kejadian itu dilihat oleh Yuri, dari balik pintu. Dari awal Yuri memang sudah curiga dengan Tiara namun ia masih tetap berpikiran positif. Tetapi, ketika melihat itu dirinya semakin yakin bahwa kecurigaan nya terhadap Tiara selama ini memang benar adanya.
Karena sudah tidak tahan dengan apa yang ia lihat, Yuri pun tiba-tiba masuk ke ruangan Leo membuat mereka kaget dan langsung menjaga jarak. Leo mengingat wajah Yuri, awalnya ia mengingat karena Yuri adalah istri dari sahabat nya. Namun, kini ia tahu bahwa Yuri juga kakak dari istrinya, karena pengaruh dari Tiara, Leo menatap kasihan Yuri mengingat ia adalah kakak yang dikhianati oleh adik dan suaminya.
"Oh Tiara, kenapa kau di sini?" sapa Yuri sembari membawa kan camilan buah untuk Leo.
"Kak Yuri, aku hanya mampir sebentar melihat keadaan Pak Leo," jawab Tiara.
"Oh begitu, wajar jika seorang murid menjenguk gurunya yang sedang sakit, tapi Tiara....," Perkataan Yuri membuatnya menatap kesal.
"Tidak baik jika kau menjenguk gurumu sendirian, apalagi sampai berduaan dalam satu ruangan, terlebih lagi gurumu itu adalah suami orang. Jadi, berhati-hati lah agar tidak menimbulkan salah paham," nasihat Yuri kepada adik dari sahabatnya itu. Leo pun terdiam tidak membela sama sekali karena jika dipikir kan, ucapan Yuri juga ada benarnya.
Tiara mulai menunjukkan raut wajah kesalnya. Ia pun langsung berpamit pulang. Namun, langkah nya dihentikan oleh Yuri.
"Tiara, aku pikir kau berniat menjenguk Yuna. Apa sekarang kau berubah pikiran? Dari tadi Yuna menunggumu loh," ucap Yuri sembari melihat ekspresi masam Tiara.
"Oh tentu kak, aku pikir dia tadi tidur," jawab Tiara dan langsung pergi meninggalkan Yuri dan Leo.
Setelah gadis itu meninggalkan ruangan, Yuri menatap intens Leo hingga membuat pria itu sedikit merinding.
"Adik ipar! aku pikir kau adalah orang yang cerdas, lain kali jangan buat kesalahan seperti ini lagi," ucap Yuri yang bicara sambil memberikan camilan buah.
Aduh, maaf guys author baru bisa update karna habis sakit, insyaallah mulai besok author bakal rajin up. Mohon dimaklumi yaa~
Terimakasih ❤️
aku mampir niih, jangan lupa mampir juga di karyaku yaa