NovelToon NovelToon
Kekasih Tawanan Mafia

Kekasih Tawanan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Obsesi / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:154.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dnrfitri_

"Kau adalah milikku! Kau sudah membuatku tertarik menjadikanmu kekasih ku, jadi kau harus tahu diri dan jangan coba-coba untuk melarikan diri!" Lennox menangkup wajah gadis cantik itu, lalu mencium bibir ranumnya dengan seduktif.

Memiliki seorang kekasih yang merupakan seorang mafia bukanlah hal yang indah dan mudah seperti sebuah kisah cinta dongeng Cinderella yang diceritakan!

Dia adalah putra salah satu mafia terbesar yang ada. Dia terus memaksaku untuk menjadi kekasihnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dnrfitri_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35

"Hukumannya adalah kau harus tetap berdiri di tempatmu sampai aku selesai bermain piano," kata Lennox yang lantas membuat Serena mengernyit.

Benarkah itu saja hukumannya? Serena merasa hukuman yang diberikan Lennox kali ini terdengar enteng sekali.

"Aku hanya berdiri saja?" tanya Serena heran.

Lennox mengangguk. "Ya. Dan kau tidak boleh duduk sebelum aku mengizinkanmu!"

"Baiklah. Aku setuju. Aku akan terima hukumannya." Serena mengangguk-anggukkan kepala meskipun ia sama sekali tidak bersalah.

Karena meski mulutnya menjelaskan sampai berbusa, Lennox sepertinya akan tetap percaya pada Kathleen.

Kini Lennox mulai menggerakkan jemarinya di atas tuts piano. Ketika jemari Lennox bergerak, saat itu pula terdengar alunan musik yang merdu di penjuru ruangan tersebut.

Serena berdiri dan memperhatikannya. Telinganya mendengarkan dengan seksama. Matanya menatap wajah Lennox yang menunduk sambil memainkan alat musik tersebut.

"Aku tidak menyangka iblis sepertinya bisa memainkan piano sehebat ini," gumam Serena dalam hati.

Yang Serena tidak tahu, hukumannya tidak semudah itu. Tentu saja Lennox tidak akan memberikan hukuman yang ringan pada Serena yang dianggapnya sudah menghancurkan piano kesayangannya.

Satu jam berlalu, Lennox masih belum berhenti main piano. Sementara kedua lutut Serena mulai pegal dan lelah menopang tubuhnya.

"Sampai kapan dia akan terus memainkan pianonya? Aku mulai lelah berdiri," batin Serena.

Ingin sekali menghentikan Lennox atau bertanya kapan pria itu akan berhenti. Namun, takut jika Lennox akan marah dan menambah hukumannya lagi.

Maka dari itu, Serena memilih diam dan mencoba menguatkan kakinya untuk berdiri lebih lama lagi.

Dua jam berlalu, keringat dingin mulai mengucur di pelipis Serena. Tangannya pun mulai meremas dengan gelisah di sisi tubuh.

"Lennox, sampai kapan kau akan terus bermain piano?" akhirnya Serena memberanikan bertanya.

Persetan jika pria itu marah padanya. Saat ini Serena lelah dan tidak sanggup lagi berdiri lebih lama.

"Kakiku mulai pegal. Bolehkah aku duduk sebentar?"

"Jangan coba beranjak dari tempatmu! Tetaplah berdiri dengan tegap karena aku masih belum puas bermain piano," perintah Lennox tanpa menoleh pada Serena.

Serena terhenyak. Bahkan Lennox tidak peduli pada kakinya yang mulai lemas.

Empat jam berlalu, Serena merasa kepalanya pusing. Tiba-tiba saja kakinya goyah dan tubuhnya pun ambruk ke lantai.

Napas Serena naik turun dengan cepat sambil memijit kakinya yang kram.

"Aku belum membolehkan mu duduk! Cepat berdiri lagi!" masih memainkan pianonya, Lennox memerintah dengan suaranya yang dalam.

"Di mana hati nuranimu? Kau membuatku berdiri di tempat yang sama, dalam posisi yang sama selama empat jam lebih. Kakiku tidak sanggup berdiri lagi. Ini sudah hampir pagi," balas Serena dengan keras.

Sebentar Lennox memicingkan matanya pada Serena. Kemudian pria itu meraih ponselnya dan menelepon seseorang.

"Jika begitu hukumanmu ku ganti saja. Aku akan menyerahkan mu pada bawahanku. Mereka pasti akan senang mendapat mangsa baru," kata Lennox sambil menempelkan ponselnya ke telinga kanan dan menunggu panggilannya terjawab.

Sontak saja bola mata Serena terbelalak mendengar Lennox akan memberikannya pada bawahan pria itu.

Serena menggeleng cepat, lantas berteriak. "Tidak! Jangan lakukan itu! Baik, aku akan kembali berdiri! Kau bisa teruskan permainan piano mu." Dengan susah payah Serena kembali bangkit berdiri dan menghadap Lennox.

Senyum miring tersungging di bibir Lennox. Panggilan itu pun lantas dimatikan dan Lennox menaruh ponselnya di atas pianonya.

Selanjutnya, Lennox kembali menarikan jemari di atas tuts pianonya dan instrumen musik merdu pun kembali terdengar mengalun di penjuru ruangan.

1
christina paya wan
sampai di part ini,jln ceritanya masih berputar di tempat yg sama thor..lambat brkembang dan brputar di jln cerita yg sama..
Yastika marfuah
Kecewa
Yastika marfuah
Luar biasa
taraawwcu
Thor maap bangett ini ya bukan mengkritik tapi apa yaaaa kek ceritanya itu monoton gitu" aja, tapi bagus emng ceritanya mungkin alur nya kurang ada kemajuan kali yaa
Kerinna silaban
😡😡
Lauren Florin Lesusien
𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊 𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜 𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚔𝚘𝚔 𝚋𝚞𝚕𝚎𝚝 𝚊𝚓𝚊 𝚐𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚎𝚖𝚊𝚓𝚞𝚊𝚊𝚗 𝚢𝚊
𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚊𝚠𝚊𝚕 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚑𝚒𝚛 𝚌𝚎𝚝𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚒𝚔𝚒𝚝 𝚕𝚊𝚖𝚋𝚊𝚝🙏 𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 thor
Rita susilawati
pergilah serena
Alex
kapan Thor mereka bahagia ini sudah episode kesekian Thor🤔
Linda Kung
double up dong sekali²
Yusry Ajay
lanjut Thor 👍
Kerinna silaban
ahk cerita nya ber belit belit
Yusry Ajay
semangat Thor 💪
Yusry Ajay
lanjut e
Yusry Ajay
lanjut Thor 👍
Nadiya Asneyda 🇲🇾
Kapan mau bertaubat lennox.?? Egois dan terlalu angkuh...
Linda Kung
kak ini baru part 225 bkn 226☺️🙏
Kerinna silaban
makanya kalo cinta ngak usah gengsi
Kerinna silaban
lennox sudah gila🤣🤣
Kerinna silaban
mampus kau lennox rasakan itu😡
eleanore
burukkk sekalii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!