NovelToon NovelToon
Cinta Pertamaku Hanya Milikku

Cinta Pertamaku Hanya Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Penyesalan Suami / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:51.3k
Nilai: 4.5
Nama Author: Zakiya el Fahira

ZIRA FATASYA wanita dua puluh tahun, saat kecil dia mengenal seorang anak laki laki yang usianya tujuh tahun lebih tua dari Zira yang bernama Zico, yang mana memebuat Zira jatuh cinta pada pandangan pertama, namu saiapa yang mengiria saat mereka sudah tumbuh dewas Zico malah menjalin kasih dengan Kakanya Zahra Fatasya, hanya karna mengira jika Zahra adalah Zira gadis masa kecilnya, bahkan keduanya juga sudah hampir bertunangan.

Zira yang saat itu membenci keluarganya atas perlakuan tidak adilnya pada dirinya, dia nekat merebut Zico dari kakanya saat malam akan di langsungkan pertunangan Kakanya dan Zico, dengan cara menjebak Zico dan berakhir Zico menikahinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Tujuh bulan telah berlalu dan Zira masih setia memejamkan kedua matanya, bahkan seperti tidak ada tanda tanda Zira akan bangun, begitupun dengan kandungan Zira yang mulai membesar mengikuti usianya.

''Dokter, bukannya kamu bilang kalau kondisi Zira sudah membaik, tapi kenapa dia belum bangun'' tukas Zico sembari mengelus rambut panjang Zira yang sangat halus dan lembut, karna Zico selalu merawatnya.

''Hem, kondisinya memang sangat baik, mungkin dari Zira sendiri yang enggan untuk bangun'' sahut dokter Rio.

Zico menoleh ke samping. Maksudnya?'' tanya Zico tidak faham.

''Kamu pasti sudah mendengar bagaimana kehidupan Zira selama ini'' jawab dokter Rio membuat Zico langsung termenung menatap wajah Zira.

Zico semakin menggenggam erat tangan Zira, dirinya semakin merasa bersalah, karna dirinya juga termasuk salah satu orang yang membuat Zira terluka.

Plukk

Dokter Rio menepuk nepuk bahu Zico dengan pelan. ''Teruslah ajak Zira bicara, dan yakinkan jika tidak akan ada kehidupan yang menyakitkan seperti dulu lagi'' ujar dokter Rio lalu beranjak pergi dari ruang rawat Zira.

Zico mengelus perut buncit Zira dan sesekali mendaratkan ciumannya, namun dia tersentak saat merasakan gerakan di perut Zira dan mengenai hidungnya.

''Sayang, kamu lihat, anak kita bergerak, dia menendang hidungku, apa dia marah padaku'' seru Zico dengan sangat bahagia.

Tess

Air mata kembali menetes dari sudut mata Zira, melihat itu Zico langsung mengusapnya dengan jari besarnya dengan lembut.

''Kamu menangis lagi, apa kamu sangat bahagia'' tukas Zico namun masih sama, tidak ada respon dari Zira.

Sore hari Zahra berkunjung ke rumah sakit tempat dimana Zira di rawat seorang diri, saat dia masuk ke dalam ruang rawat Zira pemandangan pertama yang ia lihat adalah dimana Zico sedang menyisir rambut panjang Zira dengan penuh perhatian, dan Zahra langsung mengepalkan tangannya menahan kesal.

''Kak Zico'' panggil Zahra.

Zico mendongakkan kepalanya sebentar lalu kembali melanjutkan menyisir rambut Zira.Melihat itu Zahra semakin bertambah kesal, dia merasa jika Zico tidak menyukai keberadaannya.

''Kak Zico, biar aku saja yang menyisir rambut Zira'' tukas Zahra mendekat ke arah brangkar Zira.

''Tidak perlu, aku bisa merawat istriku sendiri'' sahut Zico datar.

Zahra langsung mendengus kesal, lalu dia mendudukkan dirinya di sofa panjang yang berada tak jauh dari brangkar Zira.

''Kak, kamu sepertinya sangat membenciku'' seru Zahra.

Zico menyipitkan kedua matanya. ''Apa maksudmu?'' tanya Zico tanpa menatap lawan biacaranya.

''Ya, karna Kak Zico selalu menghindar dariku'' jawab Zahra.

''Aku bukan membencimu, tapi aku tidak ingin membuat istriku merasa tidak senang'' tukas Zico.

Zahra mendengus kesal, karna Zico benar benar melupakan cintanya pada dirinya, Zahra beranjak berdiri. ''Aku pulang'' cetus Zahra melangkah keluar dari ruang rawat Zira dengan wajah kesal campur amarah.

Setiba di rumahnya Zahra langsung melangkah menaiki anak tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada, namun langkahnya terhenti ketika melihat kedua orang tuanya berpakaian sangat rapi.

''Papa sama Mama mau kemana?'' tanya Zahra.

''Mau ke rumah sakit, jenguk adikmu'' sahut Mama Nita, lalu melenggang pergi melewati Zahra begitu juga dengan Papa Nico, yang mana membuat Zahra semakin bertambah kesal.

''Sialan,,, Zira lagi, Zira lagi, kenapa sekarang semuanya hanya perduli dengan Zira, kenapa mereka mengabaikanku'' geram Zahra lalu masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya dengan keras.

''Akhhh,,,'' teriak Zahra.

Prakkkk

Prakkk

Zahra membuang semua alat makeupnya dan berceceran di atas lantai.

''Kenapa kamu tidak mati saja sekalian, ha!'' teriak Zahra seperti orang kesetanan.

Sedangkan di rumah sakit, Papa Nico dan Mama Nita mereka berdua baru tiba di ruang rawat Zira.

''Zico'' panggil Mama Nita saat baru masuk ke dalam ruang rawat Zira bersama Papa Nico.

''Kami membawa makanan untukmu, makanlah dulu'' tukas Mama Nita sambil meletakkan tempat bekal di atas meja.

Zico menganggukkan kepalanya, dia mengelus perut istrinya sebentar. '' sayang, aku makan dulu ya'' pamit Zico lalu mengecup dahi Zira sebentar, dan setelah itu melangkah mendekat ke arah sofa yang tak jauh dari brangkar dan duduk di sana lalu membuka bekal yang di bawakan oleh mertunya. Zico makan dengan tak berselera, tapi meskipun begitu Zico tetap memaksakan dirinya untuk menghabiskan bekal yang di bawakan oleh mertuanya, karna dia tidak ingin sampai jatuh sakit dan tidak bisa merawat Zira. Setelah menyelesaikan makannya Zico berpamitan pada mertuanya untuk mandi sebentar.

''Pa, Ma titip Zira, aku mau mandi sebentar'' pamit Zira.

''Iya mandilah, kami akan menjaga Zira'' sahut Papa Nico. Dan Zico langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan tak lupa membawa baju ganti.

''Sayang, kapan kamu bangun?'' ucap Mama Nita mengelus rambut halus putrinya, dan tanpa sadar pelupuk matanya mulai berembun.

''Hikss,,,, mama minta maaf, kalau selama ini Mama selalu memperlakukanmu dengan tidak adil'' kata Mama Nita penuh penyesalan, sedangkan Papa Nico dia mengelus punggung istrinya untuk menenangkannya, karna bukan hanya istrinya yang merasa bersalah pada Zira, bahkan dirinya juga jauh lebih merasa bersalah, selama ini dirinya tidak pernah sekalipun perduli dengan putri keduanya, padahal Zira lah yang lebih membutuhkan dukungan dari mereka, Papa Nico berfikir kalau Zira memiliki hidup lebih baik dari Zahra, tapi siapa yang mengira ternyata kondisi Zira lebih menakutkan dari Zahra.

''Sayang, Papa bangga sama kamu, karna kamu ternyata putri Papa yang sangat hebat'' ucap Papa Nico juga ikut terisak, beberapa hari yang lalu dirinya baru tahu, kalau ternyata Zira pemilik restoran besar di pusat kota yang sudah memiliki dua puluh cabang yang tersebar di seluruh kota, dan sudah di pastikan penghasilan Zira sebulan bisa sampai miliaran, dan saat itu Papa Nico baru menyadari sejak Zira pindah ke apartemen, Zira sama sekali tidak pernah meminta uang darinya.

Papa Nico dan Mama Nita hanya bisa terisak, menatap putri keduanya yang sudah terbaring koma selama tujuh bulan, mereka berharap putrinya segera bengun agar mereka bisa meminta maaf pada Zira, atas apa yang mereka lakukan pada Zira selama ini, dan berjanji untuk tidak lagi mengabaikan Zira seperti sebelum sebelumnya.

Di depan pintu kamar mandi, Zico yang sudah berganti pakian hanya diam menatap kedua mertunya yang berada di samping brangkar istrinya, dia tahu jika kini mertuanya merasa sangat menyesal karna selama ini tidak pernah berlaku adil pada Zira. Perlahan Zico melangkah mendekat ke arah mertuanya.

''Zico, kamu sudah selesai mandi?'' tukas Mama Nita dan Zico mengangguk.

''Kami pamit pulang dulu, besok kami akan ke sini lagi'' pamit Papa Nico.

''Iya, Pa'' sahut Zico lalu melangkah mengantarkan kedua mertunya yang berjalan menunju ke arah pintu.

Dan ketika itu tidak ada yang tahu jika Zira mulai menggerakkan jarinya, namun saat Zico kembali jari Zira sudah tidak bergerak lagi.

1
khzaa
kak jangan sad ending ya plisss ini udah nangis terus aku nya
Gempita Simanungkalit
Luar biasa
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
i Like!!!
Yuli Yanti
lanjut thor,cerita nya benar2 bgs nguras air mata
Yuli Yanti
mewek thor aq baca part ini😭😭
Yuli Yanti
mau ngasih bintang 5 knpa jdi 2
Yuli Yanti
Kecewa
Yuli Yanti
Buruk
Yuli Yanti
sedih thor bca nya
Aura Chacha
Luar biasa
Novi Yantisuherman
Ceritanya bagus,dan gw suka cerita begini MC utama sakit parah + cewe hebat mandiri,
Kalo seandainya SAD ENDING GA MASALAH.😅
bukan kaleng²
kak ini kapan mau di lanjut /Frown/
bukan kaleng²
Thor permohonan ku semangat ngelanjutin cerita ini,Jan di gantung Thor.kasihan zira harus koma terusss, Thor tolong zira ya.semonga yang suka cerita ini cepet dapat kabar baik./Smile//Smile/
yoel
kak ko gk lnjut lnjut siihh
Siscka Sari: lanjut dong kak
total 1 replies
Dessy Deserta Sarniaty
lanjut kk
@train
Luar biasa
Sri Waty
kakk yukk habiskan yg iniii
semangat kk
Sri Waty
lanjutkan kaka....
semangattt
Lesia Nurlina
di lanjut lah kakak.. 🙏🙏🙏
Lesia Nurlina
kapan di lanjut.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!