NovelToon NovelToon
Mencintaimu Seiring Waktu

Mencintaimu Seiring Waktu

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:71.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Status kita sudah menikah." Ucap Jade tiba - tiba pada Dustin.

"Apa - apaan kau!!" Dustin tidak terima.

Tapi Jade benar - benar masa bodo dengan suara keberatan Dustin dan justru langsung memberikan buku nikah yang entah bagaimana caranya sudah ada di sana.

"Dua bulan, hanya dua bulan. Setelah dua bulan, kita akan berpisah." Jade berucap dengan tegas.

Demi menjaga kedamaian keluarga, Jade si gadis dingin dan Dustin si pria anti wanita terpaksa terikat dengan kerjasama konyol dan membawa nama pernikahan di dalamnya. Jade terpaksa menyetujui bujukan bosnya yang mengatakan bahwa pernikahan itu hanya akan bertahan dua bulan saja, dan Jade menyetujui itu.

Nyatanya lebih dari dua bulan mereka masih terikat dalam kerja sama itu, dan justru tumbuh perasaan pada salah satu dari mereka. Bisakah dua orang keras kepala itu saling jatuh cinta nantinya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 35. Menyelamatkan Jade.

Malina, Logan dan yang lainnya terkejut ketika pintu rumah itu di dobrak sampai lepas dari luar. Masuklah beberapa pria dan langsung baku hantam dengan anak buah Logan.

Seorang pria tampan dengan kemeja hitamnya yang di singsingkan tampak berjalan dengan wajah khawatir dan mencari - cari seseorang, tatapannya menjadi sangat marah ketika melihat Jade tersungkur tak berdaya di lantai.

"Dustin.." Gumam Jade. Ya benar, itu adalah Dustin yang datang dengan anak buahnya.

Dustin langsung menghampiri Jade dan langsung memeluknya erat - erat bahkan mengecup pucuk kepala Jade, Jade menangis terisak di pelukan Dustin.

"Siapa yang melakukan ini padamu?" Tanya Dustin, terdengar kekkhawatiran dan kemarahan dalam intonasinya.

Suara bariton yang dalam membuat siapa yang mendengarnya menjadi takut, Dustin kemudian menatap tajam Malina dan Logan sampai mereka berdua bergerak mundur.

"Mereka menyuntikan sesuatu padaku." Ujar Jade, dan Dustin menjadi makin marah.

"Maafkan aku.." Gumam Dustin. Dustin menyesal mengapa tidak bisa lebih cepat menemukan Jade.

"Urus mereka." Ujar Dustin pada anak buahnya.

Sebelumnya Dustin mengerahkan anak buahnya untuk mencari Jade, dia lebih dulu mengecek cctv penthousenya untuk melihat pergerakan Jade. Terlihat dari cctv Jade bertelepon dengan seseorang yang entah siapa lalu dia pergi ke kamarnya. Selang satu jam setelah itu Jade terlihat keluar dari kamar dengan buru - buru.

Dustin awalnya sedikit kecewa saat dia menemukan ponsel Jade dan melihat pesan terakhir yang masuk dari Cio yang mengirimkan alamat sebuah restoran, tapi ketika melihat meja di kamar Jade yang tersusun berkas - berkas perceraian Derec dan Malina, Dustin pun menebak kemana Jade pergi.

"Maaf.." Ujar Dustin lagi, karena dia sudah berpikiran buruk tentang Jade, Dustin langsung menggendong Jade.

"Dustin, papaku." Ujar Jade.

"Tidak apa - apa, papamu akan selamat." Ujar Dustin, sembari berjalan pergi.

Derec langsung di tangani oleh dokter yang Dustin kirim saat di rumah sakit, sebelumnya dokter itu sudah kembali ke markas tapi kini ikut datang bersama Dustin. Derec di bawa kemobil untuk di bawa ke rumah sakit.

Dustin menggendong tubuh Jade yang lemas itu untuk di bawa kerumah sakit. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Jade berada di pangkuan Dustin dengan mata terpejam dan berkeringat dingin, Dustin pun memeluknya erat - erat dengan khawatir karena Jade sangat lemah tidak seperti biasanya.

Sampai akhirnya mereka tiba di rumah sakit dan Dokter langsung menangani Jade. Dustin bahkan tidak meninghalkan Jade sedikitpun dan melihat bagaimana Dokter itu menangani Jade hingga selesai.

"Maaf aku terlambat." Gumam Dustin lagi.

Ben masuk kedalam ruang rawat Jade, dan melaporkan pada Dustin bahwa Logan dan Malina kabur.

"Tuan, mereka berdua berhasil kabur." Ujar Ben.

"Temukan mereka, aku ingin memberi mereka pelajaran karena telah membuat Jade begini." Ujar Dustin.

"Anak - anak sedang mencari mereka." Ujar Ben.

Ben bisa melihat kekhawatiran yang begitu besar dari Dustin, Ben yakin Dustin sudah mencintai Jade Ben pun tersenyum lalu dia keluar dari ruangan Jade.

Waktu berlalu.. beralih ke sebuah restoran mewah di daerah Jakarta selatan, Cio masih berdiri menunggu datangnya Jade di sana. Sudah lewat dari jam perjanjian mereka karena saat ini sudah jam 3 sore tapi Jade masih belum juga datang.

'Apa dia sangat sibuk sampai lupa datang?' Batin Cio sedih.

Di tangannya, dia sudah menggenggam kotak cincin yang akan dia berikan pada Jade, restoran itu juga dia bayar untuk membuat kesan lebih romantis, tapi Jade tidak datang. Cio menghela nafas kecewa, dan memasukan kotak cincinnya kedalam saku.

Cio akhirnya pergi dari restoran itu dengan hati yang lara, ia sudah menghubungi Jade berkali - kali dan mengirim pesan pun tidak ada jawaban sama sekali, dia memilih pulang.

Dan di rumah sakit, Jade terlihat mulai menunjukan tanda - tanda bangun setelah setengah harian dia tidak sadarkan diri. Kepalanya berdenyut sakit ketika matanya terkena cahaya, Jade mengerjab - ngerjabkan matanya beberapa kali baru dia bisa membuka matanya sepenuhnya.

Jade melihat kesekelilingnya dan sudah ia pastikan saat ini dirinya di rumah sakit karena tangannya di infus, tapi Jade kecewa karena tidak ada siapapun yang menunggunya di ruangan itu.

'Apa yang kamu harapkan Jade, tentu saja Dustin tidak akan ada di sini.' Batin Jade sedikit kecewa.

"Papa.." Gumam Jade, ia teringat dengan Derec.

Jade mencoba bangun lalu dia mencabut begitu saja jarum infus yang menancap di tangannya. Dan bersamaan dengan itu pintu ruangannya terbuka dan masuklah Dustin.

Dustin terkejut melihat Jade mencabut infusannya dan langsung berjalan dengan langkah lebarnya menghampiri Jade.

"Apa yang kamu lakukan?!" Ujar Dustin dan memegang tangan Jade yang kini keluar darah.

Jade terkejut dengan kemunculan Dustin, terlebih sekarang Dustin terlihat sangat khawatir. Dustin menekan tombol darurat dan seketika dokter dinrumah sakit kalang kabut di buatnya.

"Dustin, kamu di sini?" Tanya Jade, konyol.

"Kamu maunya aku dimana, hm? Siapa yang mengijinkanmu mencabut jarum infusmu sendiri begini!?" Ujar Dustin dengan nada khawatir.

"Aku pikir kamu pergi ke luar kota." Gumam Jade.

"Diam sampai dokter datang." Ujar Dustin, Jade pun patuh.

'Galak sekali.' Batin Jade.

Dokter masuk dengan panik dan terkejut karena Jade mencabut jarum infusnya sendiri, mereka ketar - ketir karena tatapan Dustin sangat dingin sekarang. Dokter itu langsung menangani Jade

Tapi dokter itu tidak menyangka Dustin akan menekan tombol darurat hanya untuk hal seperti itu. Dokter itu yakin Dustin sangat mencintai Jade. Setelah Jade sudah di tangani Dokter pun keluar dan kini Dustin duduk sisi brankar Jade.

"Kenapa mencabut jarum infusmu sendiri, kamu mau pergi kemana?" Tanya Dustin sekarang.

Dia duduk dengan kedua tangannya di lipat di depan dada dan menatap Jade seperti seorang ayah yang sedang mendisiplinkan anaknya.

"Aku sudah tidak perlu di infus." Sahut Jade.

"Tapi bukan berarti kamu bisa mencabut infusmu sendiri, Jade." Ujar Dustin.

"Maaf.." Gumam Jade, Jade seperti anak ayam yang di marahi induknya.

Dustin hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat Jade yang kini menjadi mengemaskan, siapa yang bisa marah melihat wajah Jade saat ini. Dustin bangun dan membuka lemari es, ia membawa kotak yang entah apa isinya lalu kembali duduk di depan Jade.

Jade melirik apa yang Dustin lakukan, rupanya Dustin membuka kotak berisi buah. Dustin menusuk buah dan mengulurkan tangannya pada Jade.

"Buka mulutmu." Ujar Dustin dan Jade tertegun.

"Untukku?" Tanya Jade.

"Menurutmu?" Tanya Dustin balik, Jade kesal akhirnya dia mengambil garpu dari tangan Dustin.

"Aku bukan orang cacat, aku bisa makan sendiri." Ujar Jade kesal.

"Kamu marah?" Ujar Dustin.

"Kamu yang marah, bukan aku. Kalau tidak iklas merawatku tidak perlu kamu menemaniku disini, aku bisa mengurus diriku sendiri." Sahut Jade ketus dan memakan buah yang kini sudah berpindah ke tangannya.

Dustin tertegun mendengarnya, apa dirinya terlalu keras berbicara pada Jade?

"Sudah sembuh jadi balik lagi bar - barnya." Ujar Dustin.

"Enak saja bar - bar, kamu yang bar - bar." Ujar Jade makin kesal.

Dustin terkekeh melihatnya, Jade berubah - ubah dengan begitu cepat. Dia tadi seperti anak ayam yang menggemaskan sekarang dia seperti induk ayam yang mengerami telurnya, sensitif.

Jade masa bodo melihat Dustin tertawa, dia sudah kepalang kesal karena Dustin sejak tadi seperti bapak yang memarahi anaknya.

"Aku memperdulikanmu dan mengkhawatirkanmu tapi kamu malah marah - marah padaku, malangnya aku." Ujar Dustin sambil terkekeh dan Jade kini tertegun dan menatap Dustin.

"Kenapa menatapku begitu? Apa sekarang kamu merasa bersalah??" Ujar Dustin tepat sasaran.

"Habiskan buahmu, aku akan kembali lagi nanti." Ujar Dustin, lalu bangun dari duduknya. Dustin kemudian mengusap pelan kepala Jade sebelum dirinya pergi.

"Dustin! Bagaimana dengan papaku?" Tanya Jade berteriak ketika Dustin sampai di depan pintu keluar.

"Sembuh dulu baru tanya kondisi papamu." Sahut Dustin, dan menghilang di balik pintu.

"Apa - apaan dia, tinggal jawab saja apa yang susah?" Gumam Jade.

Tapi Jade malah jadi terpikirkan dengan kondisi Derec, apa Derec baik - baik saja atau tidak.

Dan sementara itu Dustin kini sedang menemui dokter yang menangani Derec. Kondisi Derec sangat kritis dan tipis kemungkinan untuk Derec bisa melewati masa kritisnya.

"Beliau hanya bisa bernafas dengan peralatan ini, dan ini hanya bisa membantu sementara saja, tuan." Ujar Dokter.

"Lakukan yang terbaik." Ujar Dustin, dan dokter itu pun hanya bisa mengangguk.

...TO BE CONTINUED.....

1
sil_29
Bagus banget 👍👍👍👍👍👍👍
Rika Yudesni
baguuuusssss
Little Fox🦊_wdyrskwt
ku sudah mampir/Proud/
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Uuah, makasih kak..
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
kamu emang terlambat cio udah digeser sama Dustin didalam hati j
Mamath Ziad Malik
lah sekarang jade deng yg direbutin Dastin sama Lucio
Mamath Ziad Malik
minta bantuan mommy sieradonk kam mommy siera hacer handal
Mamath Ziad Malik
mampir juga pengen tau Dustin bucinnya
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasih banyak kak.. 😉
total 1 replies
Nur Bahagia
singkat cerita, ternyata udah end 😁baguuss cerita nya Thor 🥰
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasihhhh banyak kak 🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🙏🏻
Maratonin novel othor. 🥹 Maaf kalo ada kata yang kurang baik san salah ya kak, masih belajar othor nya
total 1 replies
Nur Bahagia
wkwkw lucu banget ngebayangin Niklaus nyengir 😅
Nur Bahagia
Kereennn.. Dustin lebih cocok jadi Lucifer.. kalau Justin kurang cocok.. kurang kejam 🤭
Nur Bahagia
Ben selalu pengertian 🤗
Nur Bahagia
sabar ya bang Ben 🤭
Nur Bahagia
🤗🥰
Nur Bahagia
he love u Jade 🤗
Nur Bahagia
singkat cerita 🤭
Nur Bahagia
wkwkkw langsung mau di traktir 🤣
Nur Bahagia
waduh bakalan ruwet wess 🤭
Nur Bahagia
😅
Nur Bahagia
Jade 🤗
Nur Bahagia
kacang kacang 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!