Tatapannya masih menusuk tajam, tangannya mengunci dua lenganku ke atas. Menghimpitku ke dinding, aku seperti dejavu dengan posisi ini.
Mimpi itu ...
"Kamu kira aku bodoh, Gauri? Jika seseorang ingin menghancurkanku, maka bukan Yosita kuncinya." katanya penuh penekanan.
"Pria itu sudah kamu libatkan dalam masalah serius seumur hidupnya jika berhasil meniduri Yosi. Apa kamu tahu? Kenapa dia tak kunjung hamil, heh?"
Dengan kasar dia menarik bajuku hingga robek. Tubuhku terekspose hanya tertutup tanktop saja. Dia mencengkeram dagu dengan kuat. Menciumku secara brutal. Mataku mulai basah dengan sikapnya.
"Kamu terlalu naif dan gegabah, Gauri! Jangan salahkan aku jika kamu akan benar-benar tak bisa lepas dariku!" bisiknya di sela hembusan nafas.
"Kamu sudah ada dalam genggamanku. Adik-adikmu tak akan bisa memperbaiki kondisimu sekarang. Hanya aku. Aidam Ishwar Sura! Aku tak akan pernah membiarkanmu terluka, Gauri! Jadi, bersikaplah yang manis, hm?"
Klik Subscribe dulu sebelum baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iftiati Maisyaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Mati di Tanganku
Bab 33 Mati di Tanganku
"Aidam!!!" Gauri berteriak saat merasakan tubuh suaminya gemetaran tak bergerak di sebelah kakinya.
Dalam kegelapan dia berusaha menyadarkan Aidam. Menepuk wajah, menggoyangkan lengan dan terus memanggil namanya. Hasilnya nihil hingga sebuah cahaya dari arah pintu kamar memberi sedikit harapan untuk Gauri.
"A33? Kamu kah itu? Aidam down lagi!" Panik Gauri menyeret tubuh yang dua kali lipat lebih besar dari tubuhnya itu ke atas ranjang.
"Siapa kamu? Jawab aku!" sentak Gauri menatap ke sembarang arah saat cahaya menghilang dan dia merasakan sebuah sosok mendekatinya.
Wanita itu waspada sambil tetap menjaga tubuh Aidam di sisinya. Sosok hitam tak bersuara yang memang bisa dipastikan adalah seorang pria itu semakin dekat.
"Jangan bergerak lagi!!! Siapa KAMU BA JI NGAN!!!" teriak Gauri kalang kabut saat tiba-tiba saja sosok hitam besar itu menyentuh bahunya.
Lampu menyala terang kembali. Sepasang bola mata Gauri mengerjap menyesuaikan cahaya yang menyilaukan.
"Ken!!!" pekik Gauri langsung memeluk sosok yang masih memegang bahunya itu tersenyum.
Hanya beberapa detik dilepaskan lagi. Dia menoleh pada Aidam yang sudah terkekeh pada posisi yang sama.
"Sialan!" umpat Gauri memukul dada Kenzie dan menendang kaki Aidam dengan kasar.
"Terima kasih Ken!" Aidam beranjak dan merangkul saudara istrinya satu ibu susu itu.
"Kita bicara di ruang kendali saja, come on!" ajak Mister RK yang sudah berdiri di ambang pintu kamar.
Ketiganya mengikuti ketua agen Secret Umbrella itu menuju sebuah lorong gelap lalu masuk ke sebuah ruangan tertutup dengan akses pindai kornea. Setelah semua masuk, pintu tertutup dan sebuah layar besar seperti bioskop turun dari sisi atap bangunan. Kursi layaknya sofa bergeser menghadap pada layar putih itu.
"Silakan duduk!" titah Mister RK datar tanpa senyuman sama sekali.
Tanpa kalimat lagi, sebuah video terputar pada layar besar. Menampilkan aktivitas Yosita saat masih berseragam putih abu-abu. Tepat di mana pertama kalinya Aidam menyewa jasa Secret Umbrella dengan membeli kamera pengintai berupa serangga.
"Walaupun kamu telah menghancurkannya. Database ada padaku. Asistenmu sangat cerdas, dia bisa meretas dan memanipulasi datanya lalu melaporkan padamu." terang Mister RK mempercepat videonya.
"Tak ada kasus pemer ko saan terhadap wanita ini. Dia menyerahkan dirinya sendiri karena memang jiwanya adalah penggila se-ks. Banyak yang disembunyikan dari publik." katanya lagi beralih memperlihatkan sebuah video Kenzie dan Gauri.
"K16 adalah Kenzie, kebetulan sekali bukan?"
Gauri seketika mengerutkan dahi menatap orang yang disebut namanya oleh Mister RK.
"Apa maksud semua ini, Ken? Jadi, selama ini menghilang sejak lulus SMA adalah mengikuti agen mereka?" tanya Gauri penuh selidik.
"Drama hanya bisa dikalahkan dengan drama, Ri ... tapi tidak dengan hubungan kita! Kamu tetaplah anak Umi. Aku juga." sela Kenzie sebelum Gauri meluapkan amarahnya.
Wanita itu sudah mengangkat tangannya yang mengepal pada Kenzie. Merasa banyak sekali kebohongan di sekitarnya. Semuanya berlakon dan memainkan peran masing-masing tanpa dia tahu mana asli dan mana yang palsu.
"Kehidupan macam apa ini? Mister RK siapa yang membunuh orang tuaku? Hanya itu yang ingin kuketahui! Biarlah semuanya bohong! Asalkan aku bisa membalaskan kematian Ayah dan Bunda!" ucapnya lantang menatap nyalang pada pria bermata kebiruan di depannya.
"Ibumu mengalami serangan jantung setelah mendengar bahwa menantunya adalah anak dari seorang pembunuh bayaran dan masih diincar oleh Mafia bernama Gruffith yang tak lain adalah ayah K16. Jadi, tak ada yang bersalah, Nona Gauri. Apa membalas dendam bisa mengembalikan kehidupan orang tuamu?"
"Ayah dan Bunda mengetahui siapa Aidam dan bagaimana kehidupannya sejak awal. Tapi Bunda tak tahu siapa orang yang memasukkan bayi di dalam koper Ayah. Dan kamu tahu penyebab Ayah meninggal karena jatuh dari tangga." Kenzie ikut menjelaskan pada Gauri yang sudah ingin meninggalkan tempat itu.
"Apapun itu yang kalian katakan. Aku tidak sepenuhnya percaya. Kalian semua bersekutu untuk apa SEBENARNYA???" tanya Gauri berteriak sambil mengeratkan giginya.
"Kenapa kamu menikahiku, Aidam? Kenapa kamu tak jujur saja padaku dan malah melamarku waktu itu, Ken?"
Gauri bergantian menunjuk wajah Aidam dan Kenzie sambil bertanya dengan puncak kemarahannya.
"Nona Gauri ... silakan lihat video ini! Tenangkan dirimu!" Mister RK meminta dengan sopan dan sikap yang tenang.
Aidam adalah anak yang dilahirkan istri Laszlo saat ia mendapatkan misi membunuh Heiji Mouru atau dalam dunia kartel narkoba disebut Gruffith. Selama dalam misi, tidak mungkin Laszlo meninggalkan anak dan istrinya terancam nyawanya. Berencana meninggalkan negaranya dan pergi ke Indonesia.
Dalam perjalanannya, istri Laszlo terbunuh setelah mati-matian menyelamatkan hidup anaknya. Tanpa berpikir panjang dia menukarkan koper berisi bayi dengan milik Abyasa. Didalamnya sudah disertai dengan segala kebutuhan selama hidup anaknya.
Aset keluarga Sura dan Radeva yang saat ini berkembang pesat adalah dari apa yang ditinggalkan Laszlo untuk putranya. Waktu lima tahun belum bisa menyelesaikan misinya membu nuh Gruffith. Ia justru tertangkap oleh agen rahasia Secret Umbrella dan kemudian dilindungi. Akhirnya menemui jalannya untuk bertaubat dan berhijrah.
"Aku akan melihat putraku yang dulu kutinggalkan pada pengusaha Indonesia bernama Abyasa Radeva. Apakah aku sudah aman dari Gruffith?" tanya Laszlo pada seorang petinggi Secret Umbrella saat itu.
"Kabarnya Gruffith dalam masalah di Negara asalnya, dia menjadi buron karena dikabarkan melenyapkan istri dan melakukan pelecehan pada seorang tenaga kerja asal Indonesia. Kemungkinan akan ditindak oleh Kepolisian Internasional. Jadi kamu akan aman dalam waktu satu bulan ke depan. Pergilah ... semoga kamu selalu dalam lindungan-Nya."
Siapa sangka kepergiannya ke Indonesia diketahui oleh mata-mata yang dikirim Gruffith. Tak lain adalah seorang Sadino Sura, yang selalu memberikan informasi tentang putra Laszlo pada ketua kartel narkoba itu.
"Kebetulan sekali ... aku akan mencari putraku yang dibawa oleh wanita ja-lang itu! Habisi semua keluarga Abyasa Radeva dan juga keluarga Sura!" titah Heiji dalam persembunyiannya pada Sadino.
"Kami kehilangan jejak putri keluarga Abyasa, Gauri dan Aidam putra Laszlo. Keduanya disembunyikan di suatu tempat setelah istri Abyasa melahirkan. Penjagaan rumah sakit sangat ketat. Aku tak bisa melakukan saat ini, Boss!" Balasan dari Sadino melalui sambungan jarak jauh didengar oleh Sadana.
"Aku harus mengamankan semua aset Aidam dari ayahnya. Abyasa juga harus tahu ini! Semoga belum terlambat!" ucapnya meninggalkan kamar Sadino di rumahnya.
Selama dua tahun bersembunyi di Pesantren Abah bersama Aidam dan istrinya. Sadana juga harus memecah semua aset menjadi banyak nama agar sulit terlacak dan direnggut oleh saudara kembarnya. Harta dan kesenangan dunia membuat seseorang buta dan menghalalkan segala cara untuk menguasainya.
"Tuan! Gruffith telah tertangkap oleh Polisi Internasional dan telah di asingkan dipenjara bawah tanah." Laporan seorang yang dibayar Sadana memberi kehidupan yang lebih baik bagi dua keluarga itu.
"Sadino tidak akan bisa berbuat banyak setelah ini. Kita bisa bebas menjalankan bisnis dan melindungi keluarga kita dengan memperketat keamanan! Kelak Aidam dan Gauri harus bersama menjaga aset kita. Termasuk Kenzie yang tidak boleh diketahui jati dirinya oleh Gruffith. Didik dia dengan pemahaman agama yang kuat agar tak ada dendam dan niat keburukan dalam hatinya nanti setelah dewasa." pesan Sadana dan Abyasa pada Abah dan Umi saat meninggalkan pesantren kembali ke rumah mereka.
"Mama ... Papa sudah pulang? Kenapa tidak menyapa Aidam tadi?" Aidam yang saat itu masih berusia tujuh tahun keheranan dengan kedatangan Sadino pada jam kerja.
Dia masuk tanpa pamit dan masuk begitu saja ke ruang kerja Sadana. Berusaha membongkar brangkas dengan memindai mata dan sidik jari tapi selalu gagal. Akhirnya dia murka dan hendak menyakiti Aidam sekaligus istri Sadana. Beruntung security mengetahui karena alarm tanda bahaya dari ruang brangkas berbunyi. Aksinya gagal kemudian melarikan diri tak terlihat lagi.
"Bagaimana dengan Yosita? Bisa kutebak dia bukan hanya boneka bagi Sadino. Mungkinkah dia anaknya dari wanita yang bermain dengannya?"
Gauri mulai tenang setelah melihat kompilasi video yang dipertontonkan seperti kaleidoskop. Kumpulan yang berhasil diperoleh dari berbagai sumber tentang kejadian berpuluh tahun lalu. Otak genius Mister RK yang seorang peretas teknologi sungguh di luar akal manusia biasa. Bahkan bisa menemukan semua sejarah hidup seseorang yang hidup sebelum dia dilahirkan.
"That's Right! Pemikiran yang tepat! Mungkin kita akan bisa bekerja sama setelah ini, Nona!" puji Mister RK mengacungkan jempolnya pada Gauri.
"Sudah sangat larut. Sebaiknya kita bicarakan lagi besok. Riri sudah menemukan jawaban atas pertanyaannya sekarang. Bukan begitu, Ri?" Pria berwajah khas itu beranjak dari sofa dan melangkah keluar.
"Apapun yang akan kalian rencanakan nanti, aku bersumpah bahwa Gruffith akan mati di tanganku!" Tangannya mengepal kuat dengan rahang tegasnya menunjukkan kekuatan besar dari gejolak jiwanya. Kenzie keluar meninggalkan ruang rahasia itu.
...***...
^^^Bersambung ....^^^
mgkn lbh baik
Sendiri...
🤭😵💫🤕
okelah, Thor...
Lanjutkan. kebingunganku ini.. 😁🤣