NovelToon NovelToon
Kecanduan Sama Istri Kakakku

Kecanduan Sama Istri Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Duniahiburan / Cintapertama / Berondong
Popularitas:111.7k
Nilai: 5
Nama Author: Qori Maret

Aku Reza, lelaki dewasa yang belum mau menikah karena terlanjur jatuh hati sama kakak iparku.

Sifatku tegas, ramah dan penyayang. Selain itu ketampanan aku yang membuat iparku tidak bisa menghindar setiap kali aku mendekati dia.
Akankah kakakku tahu akan hubungan terlarangku dan istrinya?

Hingga suatu saat, kakakku ketahuan memiliki wanita lain, dan hal itu membuat istrinya kecewa berat, tapi bagiku ini adalah awal yang baik buat aku dan iparku.

Nisa memiliki postur tubuh yang Semampai, ditambah rambut panjang dan senyumannya yang manis, membuat aku semakin yakin suatu saat bisa menggantikan posisi kakakku di hatinya. Akankah semua impianku tercapai?

Mari ikuti konflik percintaan yang menegangkan tapi indah ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qori Maret, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Mina, aku akan berlaku kasar kalau kamu mau terus menggoda aku."

Mina terus saja mendekat ke arah Reza sambil mengeluarkan jurus-jurus andalannya.

"Kamu mengancam aku tadi agar, bisa ketemu. Lalu, hanya hal remeh ini yang mau kamu lakukan?"

"Memangnya kita mau bahas soal apa, sayang. Kita bertemu untuk senang-senang, bukan untuk mengobrol."

Reza melihat Mina memegang sebuah botol dari atas sofa, yang setahu Reza, itu adalah minuman keras.

Membaca situasi yang sudah tidak sehat, Reza pun berlari ke luar menuju mobilnya. Beruntung pintu belum dikunci Mina. Pria ini takut tak kuat iman. Dia masuk dan menjalankan mobilnya.

Sementara di tempat lain, Risal sudah pulang.

Kini tinggallah Nisa sendirian.

Rasanya sepi sekali, apalagi, Bobi juga sudah tidur. Ia khawatir memikirkan pacarnya yang belum juga kembali.

Baru satu menitan Reza pergi, Ponselnya berdering. Panggilan masuk dari Mina. Ia melirik ponselnya dan, tampak berpikir.

"Aku harus selesaikan semuanya malam ini juga." Pikirnya sambil menerima panggilan masuk tersebut.

"Begitu suara Mina terdengar, Reza langsung angkat bicara.

"Aku tak takut lagi sama ancamanmu. Silakan lapor kalau mau. Memangnya punya bukti apa, kamu sampai mau mengancam aku soal itu"

"Hahahaha. Memang aku tak ada bukti kalau soal itu. Tapi, jangan lupa! Baru saja aku merekam kedatangan kamu ke rumahku. Dalam sekejap, aku bisa menghancurkan hubungan kalian."

"Silakan! Aku tidak takut sama ancaman murahanmu.!"

Reza membanting ponselnya di dalam mobil dan menambah laju kendaraan, hingga kecepatan penuh. Apalagi, jalanan sudah mulai sepi, karena sudah larut. Hampir jam sebelas.

Nisa yang menunggu terlalu lama, akhirnya mengunci pintu dan tidur. Ia tidak bisa lagi menahan kantuk. Hanya pintu pagar yg belum terkunci.

Kurang lebih jam dua belas malam, suara mobil yang masuk membangunkan Bobi. Anak ini pun membangunkan sang ibu.

"Mi, ada orang di luar. Bobi dengar suara mobil."

Nisa bangun dan mengucek mata sebentar lalu, keluar. Dia tahu itu mobilnya Risal yang masuk.

"Baru pulang, mas?"

Reza diam saja. Ia baru membuka pintu mobil setelah memblokir nomor kontak Mina, dan menghapus semua chat serta panggilan dari wanita nakal itu.

"Maaf, Yank."

"Tidak papa, mas. Tolong dikunci dulu, pintu pagarnya!"

Ia memberikan Kunci pagar sama lelaki itu dan beranjak masuk lebih dulu, meninggalkan sang kekasih yang masih saja diam.

Sementara itu, Mina dan Coki tertawa terbahak-bahak. Rupanya dari tadi memang, ada si Coki, Kakak tiri dari Nisa. Ia merekam semua adegan saat pertama Reza masuk ke rumah itu.

"Kamu hebat, Mina. Tadi saat melihat aksimu, aku sampai tidak bisa lagi menahan hasratku. Ditariknya sang wanita dan mulai menggarap tubuhnya.

"Seandainya pria itu tidak kabur, aku yakin dia yang akan lebih dulu menggarap kamu."

Ucap Coki sambil berdesah. Ia seperti mau memakan habis wanita di sampingnya ini.

Nisa masih duduk di depan meja makan, menunggu Reza yang sedang mengunci pintu rumah.

"Mas, lama sekali, kamu."

"Iya, Yank. Ada hal penting yang mau aku kasih tahu, tapi nanti setelah aku siap dulu untuk mengatakannya."

Bisik Reza sambil membelai rambut Nisa.

"Oh, ya, Nisa. Aku punya rencana untuk segera menikahi kamu dalam waktu dekat. Bagaimana menurutmu?"

Sontak Nisa kaget mendengar penuturan Reza. Ia merasa terlalu cepat.

"Baik, Mas. Besok kita bahas soal itu. Sekarang sudah larut malam. Tidur, lah!"

Kedua orang ini pun berpisah dan masuk ke kamar yang berbeda.

Pagi-pagi sekali, Hana dan Gina bertandang ke rumah Mami Ati. Mereka membawa beberapa bungkus makanan, dan menyajikannya di atas meja. Ati begitu senang menyambut kedatangan keduanya sebab, akhir-akhir ini dia tidak punya teman ngobrol.

"Mi, Ma Risal mana?"

"Masih di kamar."

Hana pergi mendorong pintu kamar ternyata, tidak terkunci. Dia masuk dan berbaring di samping kekasihnya.

"Mas, ayo sarapan bersama!"

Pria itu menggeliat, lalu pelan-pelan membuka matanya.

"Eh, Nisa?"

Seketika Hana Langsung emosi.

"Nisa apa, Mas!? Ini aku, Hana."

Risal pun membalikkan badannya dan menatap ke wanita disampingnya.

"Eh, maaf."

"Maaf, maaf. Jangan samakan aku dengan wanita murahan itu, mas! Aku tak suka."

"Apa kamu, bilang? Jangan asal-asalan, kamu! Nisa wanita baik-baik. Dia pacaran sama Reza juga karena ulahku. Dia pantas mendapatkan pria yang tulus mencintai dia.

Aku memanfaatkan dia juga gara-gara kamu. Dia ku jadikan pelarian, tapi, masih ikhlas memberiku anak yang tampan. Harusnya kamu berterimakasih karena, kalau bukan kemauan dia, kami tidak akan bisa bercerai."

Hana menatap Risal dengan tatapan tak suka.

"Ya, sudah. Ayo makan.! Ada hal yang mau aku kasih tahu mas makanya, aku ke sini."

Mereka pun berkumpul di meja untuk menyantap makanan yang dibawa Gina dan Hana tadi.

Lain halnya dengan Bobi. Anak itu bangun, dan melihat ibunya masih tampak pulas. Ia pun pergi ke kamar sebelah dan mengetuk pintu.

"Om, bangun!"

Reza yang memang sudah bangun dari tadi dan duduk di ranjang, membukakan anak itu pintu.

"Om, kita lari pagi, yuk! Sekalian cari sarapan untuk mami."

Reza hanya mengangguk dan, mengikuti maunya bocah cerewet ini.

Ia memakaikan Bobi sepatu dan, keduanya pun pergi. Sebelum pergi, Reza sengaja mengunci pintu dari luar. Ia khawatir akan kekasihnya yang masih tidur.

Kembali ke rumah Mami Ati.

Gina mendekati Mami yang sedang mencuci piring.

"Mi, ayo, lah. Aku cinta mati sama Reza. Mami bisa, kan, bantu aku?

Mendengar itu, Ati meletakkan piring di tangannya lalu, mencuci tangannya yang masih berbusa.

"Sini, nak. Duduk dulu!"

Kedua orang itu duduk di kursi, dan Ati menggenggam tangan Gina.

"Baik, sayang. Malam ini Reza akan tidur di sini. Ajaklah Hana untuk nginap di sini sama Mami. Kita akan membuat anak itu menyukai kamu. Jangan khawatir, ya. Mami akan berusaha semampunya untuk membantu kamu. Lagian mami sudah tak menyukai Nisa."

Gina sangat gembira dengan hal ini. Ia pun lalu berdiri pergi tapi, dipanggil lagi oleh wanita tua ini.

"Gina, jangan lupa beli obat perangsang nanti malam!"

"Hah?"

Gina melotot tak percaya dengan ucapan Ati. Kendati demikian, ini merupakan kabar baik untuk dirinya.

Saking senangnya, Gina pamit pergi mendahului Hana yang masih berada di kamar Risal.

Ia mengambil kunci mobil dari sepupunya itu dan melajukan mobilnya ke apotik yang sama, dimana ia membeli obat perangsang, pada Minggu lalu.

"Malam ini aku akan membuatmu mabuk hanya dengan sebuah pil agar, kamu tidak sadar dengan apapun yang akan kamu lakukan."

Gina sudah tak sabar menunggu malam. Dipegangnya sebuah botol berisi pil khusus, dan juga pil khusus perangsang.

Ia pun memutar balik mobil ke rumah Risal.

"Malam, cepatlah datang!"

Bisiknya sambil memutar musik di mobil Hana.

"

1
koen
ngasal aja ceritanya
Surati
bagus
Ulufi Dewi
maaf Thor cerita berbelit-belit
🅱︎𝐨𝐛
lanjut Thor
🅱︎𝐨𝐛
lanjut thor
🅱︎𝐨𝐛
Wow
🅱︎𝐨𝐛
wah
Nurul Adawiyah
wah ulat bulu
Aditya HP/bunda lia
dateng lagi ulat bulu
Nurul Adawiyah
nyaris
Qori Maret: Hehehe😃
total 1 replies
Aditya HP/bunda lia
untung saja
Aditya HP/bunda lia
heh .. Bobi jangan macem2 yah kan kamu udah punya pacar yang kerja di cafe itu
Nurul Adawiyah
Auto dijauhi sama Bobi tuh
Nurul Adawiyah
Ayi nggak selevel sama Bobi
Aditya HP/bunda lia
Nah ... ulah si ayi ternyata gimana tuh si Bobi pas nanti tau kelakuan si ayi ...
Aditya HP/bunda lia
si bobi kesambet apa sampe tergoda cewe modelan si ayi
Aditya HP/bunda lia
si Reza emang sangat keterlaluan amat sangat nisa juga gak mau kan anaknya hilang dan itu juga bukan sepenuhnya kesalahan Nisa tapi dia dengan emosi mengusir nisa dan melarang bisa kembali sama anaknya egois banget jadi laki pantas Nisa perlakukan si Reza begitu kurang malah Thor bikin lebih menderita lagi si Reza tuman gemes aku
Nurul Adawiyah
Namanya juga cowok.😂
Nurul Adawiyah
Lanjut, Thor.
Nurul Adawiyah
Semakin tua ya Nisa ku.😄😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!