[ 𝐓𝐀𝐇𝐀𝐏 𝐑𝐄𝐕𝐈𝐒𝐈 ]
• 𝐊𝐀𝐑𝐘𝐀 𝐏𝐄𝐑𝐓𝐀𝐌𝐀
• 𝐌𝐀𝐀𝐅 𝐉𝐈𝐊𝐀 𝐀𝐃𝐀 𝐊𝐄𝐒𝐀𝐋𝐀𝐇𝐀𝐍 𝐃𝐀𝐋𝐀𝐌 𝐏𝐄𝐍𝐔𝐋𝐈𝐒𝐀𝐍 𝐀𝐓𝐀𝐔𝐏𝐔𝐍 𝐁𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀
• 𝐒𝐓𝐀𝐑𝐓 𝟏𝟒 - 𝟎𝟕 - 𝟐𝟎𝟐𝟎
• 𝐅𝐈𝐍𝐈𝐒𝐇 𝟐𝟎 - 𝟏𝟏 - 𝟐𝟎𝟐𝟎
Seorang gadis yang ceria, hangat kepada semua orang, menjadi dingin karna suatu kejadian yang menimpa ayah nya.
Lalu ia mengikuti kakak nya menjadi Leader di kelompok Mafia yang didirikan kakak nya dan menjadi CEO di perusahaan nya sendiri. Ia dan kakak nya berniat akan membalaskan dendam atas kejadian yang menimpa ayah nya yang di habisi langsung di depan matanya sendiri oleh orang suruhan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A B S T R A C T, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 34 •
"kalian bantu teman kalian ini dan obati" titah Asyila lalu duduk di kursi, "Asyila apa kau tidak kasian sama mereka" ucap Sinta
"tidak ada kata kasian untuk orang yang berbuat salah, karna ini juga salah ku tidak menjemput mama, mama boleh memukul ku" kata Asyila menatap ke arah Sinta, "tidak, mama tidak akan memukul mu" kata Sinta memeluk Asyila
"tapi bagaimana mama tau ini markas ku" tanya Asyila membalas pelukan Sinta, "mama tanya sama orang suruhan yang waktu itu untuk mengikuti mu sama kakak mu" ucap Sinta seraya melepas pelukan nya
"oh"
"Asyila sebaiknya kau bersih-bersih dulu" kata Fely, "hmm" lalu pergi ke kamar, "kebiasaan anak itu nggak berubah sama sekali" ucap Ziyan menggelengkan kepala, "memangnya Asyila kenapa" tanya Sinta
"apa Nyonya tau semenjak Tuan Deon tiada dia menjadi manusia es, dingin nya ngalahin es batu, wajah tanpa ekspresi sama sekali, di ajak ngobrol jawab nya selalu singkat" ujar Ziyan, "dan ya semenjak Asyila masuk ke Mafia milik bos Alex dia menjadi ganas, bos Alex saja terkadang tidak bisa mengendalikan emosi Asyila, jadi selama ini kita semua selalu berusaha agar Asyila tidak marah" sambung Ziyan
"apa benar seperti itu" kata Sinta lagi karna selama di rumah ia melihat Asyila gadis yang ceria walaupun tak seceria dulu, "iya Nyonya, mungkin Nyonya sudah mengetahui bagaimana kejam nya Leader Dark Devil's saat menghabisi musuh nya, walaupun begitu hati nya sangat baik, dia memberikan kami semua ini tanpa ada kekurangan sedikitpun" kata Fely
"ya sudah sekarang Nyonya istirahat kamar Nyonya ada di sebelah kamar Asyila, biar Cyla yang mengantar Nyonya" kata Ziyan, "mari Nyonya" ajak Cyla
"mm saya boleh meminta sesuatu" tanya Sinta sedikit ragu, "silahkan Nyonya" kata Jack
"panggil aku mama tidak usah Nyonya itu terdengar aneh" kata Sinta membuat mereka terkejut, "ap...apa boleh" tanya Jack tidak percaya
"tentu saja boleh, kalian yang sudah menjaga Asyila selama ini" kata Sinta, "baiklah kami akan memanggil mu mama" kata mereka tersenyum, "terima kasih" ucap Sinta
"ya sudah Cyla kau antar mama ke kamar" Cyla hanya mengangguk lalu mengantar Sinta ke kamar
~
Malam hari di markas Asyila sudah berkumpul di meja makan kecuali Asyila, "loh mama kok masak? kan ada pelayan" tanya Fely duduk di susul dengan yang lain, "mama sudah biasa, ayo di makan semoga cocok dengan kalian" ucap Sinta
"baiklah kami akan memakan nya tetapi kami akan menunggu Asyila dulu" kata Fely, "apa dia masih tidur, tumben sekali dia jam segini masih tidur" kata Sinta
"Asyila kalau di sini memang begitu ma, sebentar lagi dia juga turun" kata Ziyan
tak lama Asyila turun dengan pakaian santai nya. Asyila langsung duduk tanpa sepatah kata pun
"kenapa kalian tidak makan" tanya Asyila, "kami semua menunggu mu" kesal Jack
"oh"
"jangan dingin-dingin kita beku disini" sindir Cyla, "kayak situ nggak" ketus Asyila, "sudah-sudah kenapa kalian pada berantem" lerai Sinta
"maaf ma" ucap mereka, "hah? ma? kalian manggil nyokap gue mama?" tanya Asyila, mereka hanya mengangguk
"sejak kapan" tanya Asyila menaikkan satu alis nya, "sejak kau keatas tadi mama yang meminta nya" sahut Sinta, "apa ada masalah" sambung Sinta, "tidak, hanya kaget saja" ucap Asyila santai
"kapan makan nya" keluh Jack, yang lain hanya tertawa melihat muka Jack, "sudah sekarang kita makan" kata Sinta, mereka semua makan malam dengan tenang.
jangan begitu ahhh,,,😬
setiap novel beda cerita beda alurnya
author hanya menuliskan apa yang ingin ia tuliskan sesuai keinginannya