Demi mencari tahu penyebab kematian sang adik yang sangat janggal. Shasa seorang agen rahasia harus menyamar menjadi seorang aktris.
Memasuki dunia yang bertolak belakang dengan identitas nya,membuat Shasa harus berhadapan dengan berbagai rahasia gelap dibalik kemerlapan dunia entertainment itu.
Mampukah Shasa membalas dendam atas kematian adiknya ketika Shasa harus berurusan dengan para mafia kelas kakap.
Apakah ia akan berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemeriksaan
Mery tampak gelisah sambil mencari-cari kacamata nya. Shasa yang tengah berbaring, tentu memperhatikan Mery.
"Kacamata nya..... Itu...."
"Sepertinya terjatuh Nona!" Jawab Mery sejenak dan kembali ia ulangi dengan tegas.
"Sungguh? Kalau begitu mataku yang bermasalah, karena kacamata mu tersangkutnya di bagian samping mu." Langsung saja Mery melihat ke samping dan terlihat kacamata nya yang tergayang.
"Ini dia, terimakasih nona."
"Kenapa kau jadi gugup begitu, aku tidak bertanya, tapi ingin memberitahu padamu. Apa karena ucapan Kendra?"
"Maaf nona...." Mery sedikit menunduk sambil meminta maaf.
"Lupakan saja. Kau tau tugasmu berikutnya kan?"
"Tentu... Tentu saja Nona. Sebentar." Mery melangkah pergi meninggalkan Shasa yang masih terbaring di ranjang.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Beberapa waktu di dalam perjalanan, akhirnya mobil hitam itu langsung tiba di sebuah pasar kuliner dengan kedai yang tersusun sangat rapi dan tentunya bersih. Belum lagi orang-orang yang lalu lalang langsung mendapatkan aroma masakan yang membuat perut mereka lapar.
"Wah, terlihat tak jauh berbeda dari negara kita." Celetuk yang satunya diantara lima pria itu.
"Ya, tapi sepertinya disini makanannya lebih berempah! Dan lebih beragam." Celetuk yang lainnya menangapi temannya.
"Aku setuju! Bahkan aku sudah melihat bentuk yang sangat mengunggah selera ku!"
"Aku suka ini, bagaimana dengan mu Kendra?"
"Aku ikut saja, lagipula aku tidak pemilih makanan. Yang terpenting...."
"Ya, es krim tuan putri kita. Aku tau, kami ingat."
"Hahahaha, sudah jangan menggoda nya begitu." Semuanya tampak serentak menghitam Kendra, membuat pria itu lebih memilih terus melangkah.
"Sudah, jangan menggoda nya lagi Jun. Sekarang langkahnya seperti lomba lagi." Mereka langsung menyusul Kendra yang suka jauh dari mereka.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Nona, beberapa waktu lalu aku melihat ada berita tentang seseorang." Shasa yang tengah membaca tampak tertarik dengan pembicaraan Mery.
"Oh ya? Berita apa? Jika tidak bermutu, sebaiknya kau lupakan saja."
"Ini berita penting nona. Aku melihat foto seorang aktris yang dikabarkan menghilang dari dunia entertainment. Masalahnya, jika aku perhatikan sedikitpun mirip dengan nona." Shasa menurunkan buku yang menutupi sebagian wajahnya itu.
"Apa menurutmu aku ini seperti aktris? Apa aku terlihat seperti itu?" Mery sedikit mendekat dan menatap wajah Shasa yang terlihat santai.
Mata Mery menatap wajah Shasa dengan lekat, dan segera mundur melihat raut Shasa.
"Maaf nona, aku hanya memastikan saja."
"Jadi bagaimana hasil pengamatan mu?"
"Ya, tidak juga. Hanya beberapa, hehehe. Tapi nona, jika aku punya kesempatan aku berharap jadi aktris terkenal!" Ucapan Mery yang begitu bersemangat serta berapi-api hanya dilihat oleh Shasa.
"Jadi kau ingin jadi aktris ya?" Tanya Shasa.
"Kalau bisa Nona, lagipula aku rasa cukup untuk itu."
"Ya, wajahmu bisa diterima, tapi itu saja tidak cukup. Dimarahi oleh Kendra saja kau sudah seperti itu, bagaimana jika dimarahi oleh sutradara film atau dihujat oleh netizen?"
"Nona...." Tampak semangat Mery jadi memudar.
"Apa Nona sudah selesai membaca? Aku akan meletakkannya lagi di rak buku. Apa tidak masalah jika aku menyusun nya sesuai warna sampul nya Nona? Buku nona cukup banyak."
"Kau bisa?" Pertanyaan Shasa membuat Mery sedikit bingung dan tak lama mengangguk cepat.
"Tentu Nona! Itu bagian dari tugasku juga. Apa Nona keberatan?"
"Tidak, lakukan saja." Mendengar persetujuan Shasa, Mery langsung memulai kegiatan baru nya.
Hari-hari tampak berlalu, Kendra menemani Shasa yang baru saja pulang dari rumah sakit setelah memeriksa kondisi pergelangan kaki Shasa.
"Bagaimana? Apa kata dokter." Kedatangan Shasa serta Kendra langsung disambut oleh keempat pria tampan lainnya.
"Baik, sudah mulai ada signifikan. Hanya perlu dilatih dengan gerakan-gerakan kecil."
"Syukurlah. Selain membantu menjaga mu, perawat mu juga ahli memasak."
"Mery memasak?" Shasa menatap sajian makanan yang mulai kering dan bersih dari sajian piring di meja makan.
"Ya, dia memasak dengan enak." Diantara pembicaraan itu, Mery datang dengan tangan yang basah karena selesai mencuci beberapa piring.
"Nona sudah kembali. Aku sudah buatkan makanan untuk Nona dan juga Tuan." Ujar Mery dengan senyuman manisnya.
"Bagaimana kata dokternya Nona? Apa kaki Nona sudah membaik?"
"Ya, seperti yang kau lihat." Jawab Shasa membuat Mery semakin sumringah.
"Aku merasa senang Nona."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Di pukul 3 pagi itu tampak sebuah ponsel berdering membuat sosok yang tertidur langsung terbangun dan segera mengangkat nya.
"Halo?"
"Aku sudah cukup menunggu, lakukan segera!"
"Iya Tuan, aku sudah mempersiapkan nya dengan baik. Malam ini akan Tuan dapatkan."
"Aku tunggu, bukan sekedar kata-kata!"
makasih author 🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️
gitu juga orang yg kamu aniaya, juga terasa sakit..