Terbit : 10 July 2020
Nama Author : Rizkaa
SLOW UPDATE!
Kehidupan mengajarkan kita untuk terus berjuang, sama halnya dengan gadis bernama Crystal. Ia hidup dengan penuh rintangan, kebohongan, ketakutan, dan terakhir yaitu kehilangan.
Saat ia sudah hampir merasakan bahagia, dunia seolah membalikkan kehidupan Crystal secara paksa. Ketakutan karna diancam dan kehilangan seseorang yang dicintainya, Crystal juga sudah melewatinya.
“Mom akan terus melindungimu, son.”
Kata terakhir sebelum ia benar - benar pergi dan kehilangan cintanya.
Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa tinggalkan Like , Komen dan Votenya ya guys:)
Yuhuuu....
Enjoy baby!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran part II
Crystal menginjakkan kakinya lagi dimansion ini, setelah perdebatan terakhirnya Crystal kini sudah kembali lagi. Ragu - ragu Crystal membuka pintu utama, 3 bulan sudah berlalu dan Crystal masih membeku ditempatnya berdiri.
Maid yang melihat Crystal pun mendekatinya. ”Nona muda, apakah Nona ingin bertemu dengan Nyonya?.”
Crystal mengangguk kemudian mengikuti Maid masuk kedalam, Crystal mengedarkan pandangannya kesetiap ruangan. Crystal merindukan suasana mansion ini, tapi Crystal menepis semua ingatan masalalunya.
Maid itu pun mempersilahkan Crystal duduk, sementara ia memanggil Adrine diatas. Crystal masih diam dengan pikiran yang mulai berkelana jauh, sedetik kemudian Crystal tersadar dari lamunannya karna tepukan dibahunya.
“Kau tidak memberi tau Mommy?.” Adrine memeluk Crystal sekilas. “Sayang, kenapa wajahmu pucat?.”
Crystal menggeleng cepat. “Dimana Daddy?.”
“Kebetulan Daddymu tidak pergi ke perusahaan, sebentar akan aku panggilkan.” Adrine menjauh untuk memanggil Robert.
Jemari Crystal bertaut, jantungnya masih berdegup kencang meskipun ia sudah menguatkan mentalnya sejak di perjalanan. Crystal berulang kali menghela nafasnya dalam, Crystal takut akan mendengarkan kebenaran yang sesungguhnya.
Adrine dan Robert menuruni tangga, senyum keduanya mengembang ketika tatapan mereka bertemu dengan Crystal. Crystal semakin takut dibuatnya.
“Crystal, kedatanganmu secara tiba - tiba. Apa ada yang ingin kau bicarakan?.” Robert mengecup kening Crystal, kemudian mendudukkan dirinya di sebrang Crystal.
“Aku- aku ingin kalian berdua mengatakan yang sebenarnya.” Tautan jemarinya semakin dipererat, bibirnya pucat pasi.
“Kebenaran apa, sayang?.” Adrine terkesiap mendengar ucapan Crystal.
Crystal mengatur nafasnya yang tercekat. “Kebenaran 23 tahun yang lalu.”
Adrine dan Robert terkejut, tatapan mereka bertemu satu sama lain. Adrine mengingat siapa Crystal dan ibu kandungnya dan Robert tau apa yang akan terjadi pada Crystal selanjutnya.
“Sayang, apa kau sakit? Bicaramu melantur kemana - mana, kami tidak tau apa yang kau maksud.” Adrine gelagapan, ia sesekali melirik Robert yang hanya terdiam.
“Cukup! Jangan berbohong lagi, aku tau kalian menyembunyikan sesuatu!.” Crystal tersenyum getir, hatinya menangis tapi matanya mencoba menahannya.
“Sayang-.”
“Lucy Rulles ibu kandungku, apa benar?.” Crystal menggoyangkan tangan Adrine. “Jawab Mom! Apa semua itu benar?.”
Adrine mulai terisak, ia tida bisa mengangkat wajahnya hanya untuk menatap Crystal. “Maafkan Mommy.”
“Bisakah kalian menceritakannya padaku?.” Nadanya terdengar datar kembali.
“Lucy mengalami depresi karna aku melakukan kekerasan fisik dan mentalnya, ketika kau akan lahir Lucy mencoba menghindariku dan aku pun terpancing emosi. Aku tidak sengaja menendang perutnya, seketika membuat Lucy menjerit kesakitan. Aku benar - benar menyesal telah melakukan itu pada Lucy dan untung saja Henry datang tepat waktu dan membawa Lucy kerumah sakit.” Robert berbicara tenang seolah ia tidak melakukan kesalahan.
“Setelah kau lahir aku mendapat kabar bahwa Lucy depresi karna trauma dengan apa yang aku lakukan, aku sungguh menyesal oada saat itu. Aku tidak tau cara merawat bayi yang masih berumur dua minggu hingga akhirnya Adrine datang menawarkan bantuannya, kami menikah setelah beberapa bulan kemudian.” Lanjutnya disertai helaan nafasnya yang memberat
Crystal menghela nafasnya, ia melepas tangannya dari Adrine. Crystal beralih menatap Robert, ingin sekali Crystal mencabik - cabik wajah pria yang sudah menyakiti ibu dan Mommynya.
“Tapi kau sudah membuat wanita yang melahirkanku menderita! Kau membuatku kehilangan sosoknya dalam hidupku! Kau menjauhkanku dari dirinya, bahkan ketika aku akan lahir kau tetap melakukan kekerasan padanya!.” Air mata yang tanpa permisi sudah membasahi wajahnya.
“Maafkan aku, aku menyesal sudah membuat Lucy menjadi seperti itu. Aku tau kau merasakan sakit hati, aku juga merasakannya Cryst.” Robert tertunduk. “Aku mungkin tidak akan pernah bisa menebus kesalahanku dimasa lalu, tapi aku selalu merawat Lucy meskipun didalam rumah sakit.”
“Tapi tetap saja kau membuatnya gila! Kau sudah menghancurkan hidupku!.” Emosi Crystal memuncak, air matanya tak terbendung.
“Aku tau semua yang terjadi dimasalalu adalah kesalahanku, aku menyesalinya sungguh.” Robert benar - benar menangisi kesalahannya. “Maafkan Daddy, Cryst.”
“Kenapa kalian menyembunyikan semuanya dariku?.” Suaranya melemah, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.
“Mommy tidak ingin kau menjauhi kami sayang, Maafkan Mommy karna Mommy tidak bisa jujur.” Adrine hendak meraih jemari Crystal, tapi dengan cepat Crystal menepis tangannya.
“Crystal kecewa Mom, selama ini aku hidup dalam lingkungan keluarga yang sudah membohongiku. Kalau saja Uncle Henry tidak memberitau semuanya, mungkin selamanya aku tidak akan tau siapa ibuku yang sebenarnya!.” Crystal beranjak dari duduknya. “Terimakasih sudah mau merawatku sedari kecil, aku mungkin akan meninggalkan keluarga ini tapi aku tidak akan melupakan jasa kalian.”
Adrine menggeleng, ia meraih jemari Crystal. “Jangan tinggalkan Mommy sayang, Mommy menyesal sudah menyembunyikan ini semua darimu.”
”Sudah terlambat, kalian benar - benar sudah mengecewakanku.” Crystal melepaskan tangannya perlahan. “Crystal pamit, ini adalah hari terakhir aku menginjakkan kakiku disini.”
Crystal pergi dari hadapan Adrine dan Robert, ia benar - benar terluka. Di sela - sela tangisannya Crystal tersenyum getir dengan nasibnya. Crystal mulai mencerna kembali dengan apa yang terjadi di masalalu, pantas saja Robert tidak pernah meluangkan waktunya hanya untuk bercanda dengan dirinya. Mungkin kenyataannya karna Crystal adalah anak yang tidak diinginkannya..
Dihari pernikahannya dirinya ditinggal oleh suaminya dan besoknya ia mendapati kenyataan yang membuat hatinya seperti mendapat tusukan bertubi - tubi. Crystal mungkin dapat memaafkan perbuatan Harry tapi tidak dengan Adrine dan Robert, mereka berdua sudah menyembunyikan Lucy ibu kandungnya sendiri dari dirinya.
Sungguh miris nasib Crystal, bertahun - tahun ia hidup dalam kebohongan. Andai saja tidak ada Henry mungkin Crystal sudah durhaka pada Lucy karna tidak pernah menjenguknya ataupun sekedar mengenalnya.
“Maafkan Crystal, andai saja kau tidak pernah melahirkanku mungkin penderitaan ini tidak akan ada!!.” Teriaknya histeris ditengah jalanan yang sepi.
Tangisnya mereda ketika telinganya mendengar dering ponselnya, Crystal berusaha mengatur nafasnya. Ia pun kemudian meraih ponselnya dan mendekatkannya oada daun telinganya.
“Sayang, kau dimana? Kau meninggalkan Grace dan sekarang hari sudah semakin sore.” Nadanya terdengar sangat khawatir.
“Aku akan pulang.” Crystal melempar ponselnya kesembarang arah, ia menyusuri jalanan dengan tatapan kosong.
Disisi lain Harry semakin merasa khawatir dengan keadaan Crystal, ia menunda pertemuannya dengan Daren karna rasa khawatirnya pada Crystal. Harry meraih jasnya kemudian bergegas mencari Crystal.
...***...
Crystal membuka pintu utamanyaa dengan langkah pelan, ia tidak mengubris sapaan para maid dimansion itu. Crystal menaiki tangga tanpa memperhatikan keadaan sekitar, tubuhnya hampir terjatuh tapi Harry dengan sigap menopangnya.
“Apa yang terjadi padamu?.” Harry membalik tubuh Crystal menghadapnya, menangkup kedua pipinya.
Tanpa menjawabnya Crystal justru memeluk tubuh Kekar Harry, ia menenggelamkan wajahnya didada Harry. Isakan kecilnya mulai terdengar membuat Harry semakin bingung dibuatnya.
“Sayang.” Panggilnya pelan.
“Keluargaku sudah membohongiku, mereka membohongiku!.” Crystal memukul lengan Harry dengan sekuat tenaga. “Aku bukan putri kandung Mommy, aku lahir dari rahim orang lain tapi mereka menyembunyikannya selama 23 tahun.”
Harry membawa Crystal kembali kedalam pelukannya, Harry sama terkejutnya dengan Grace yang mendengar semuanya dibalik pintu kamarnya. Harry mengusap punggung istrinya, ia menenangkan Crystal hingga akhirnya tangisnya kembali mereda.
“Kau tau siapa ibu biologismu?.” Tanyanya setelah Crystal sedikit tenang.
Crystal mengangguk dalam dekapan Harry. “Dia memiliki gangguan jiwa karna Daddy!.”
Harry masih mencerna ucapan Crystal, tapi ia tak kunjung mengerti dengan ucapan Crystal. Harry pun membawa Crystal masuk kedalam kamar mereka.
“Kau bisa menceritakannya padaku?.” Harry mendudukkan Crystal ditepi tempat tidurnya.
cuman terkesan buru² cerita ya
GK ada pagi siang MLM,