NovelToon NovelToon
Om Leon, Marry Me!

Om Leon, Marry Me!

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Teen School/College / Tamat
Popularitas:242.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vicka Villya Ramadhani

SPIN OF STORY "GADIS TARUHAN ALVARO"

Leonardo Shan harus menelan pil pahit saat ia ingin melamar kekasihnya di hari jadi mereka yang ke lima tahu tetapi ia justru dibuat terkejut karena mendapati kekasihnya sedang berselingkuh.

Bertepatan dengan itu, perusahaan keluarganya di negara asalnya sedang mengalami masalah sehingga mengharuskannya untuk kembali. Leon menemui Frey sahabatnya untuk meminta bantuan tetapi ia diberi syarat harus menjadi bodyguard putrinya yang dulunya adalah gadis yang dijodohkan dengannya sejak dalam kandungan sedangkan mereka memiliki jarak usia 18 tahun.

Eleanor Prayoga Griffin, ia jatuh cinta pada Leon sejak pandangan pertama dan ia berusaha untuk mendapatkan hati Om Tampan tersebut.

Seperti apakah kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vicka Villya Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Lima selebgram cantik duduk terikat di kursi kayu dengan mulut mereka yang tersumpal. Tak jauh dari mereka juga ada sepuluh pria dengan keadaan yang sama. Royke dan anak buahnya berhasil mengamankan para pelaku.

Leon dan Royke menatap satu per satu orang-orang yang sedang meronta minta dilepaskan, tentu saja itu tidak mungkin. Leon meminta Royke untuk membuka sumpalan mulut salah satu pria yang bertugas untuk mengantarkan tikus-tikus itu ke restorannya.

"Lepaskan!" teriak pria tersebut.

"Tidak akan sebelum kamu menjawab siapa yang sudah menyuruh kalian melakukan sabotase terhadap restoranku. Jangan berpura-pura untuk tidak tahu apa-apa dan meminta bukti, aku tahu kalian sudah merusak CCTV restoranku tetapi aku masih punya banyak bukti yang bisa menjerat kalian ke dalam penjara!" ujar Leon, ia tidak perlu berbasa-basi lagi.

Lima belas tawanan Leon langsung terkejut saat Leon memutarkan proyektor di mana terdapat bukti kerja sama mereka untuk membuat restoran itu turun rating.

"Masih ingin mengelak? Apakah aku harus memenjarakan kalian? Tetapi rasanya dari sini tanpa ada bagian tubuh kalian yang cacat itu tidak akan bagus jika langsung diserahkan kepada pihak berwajib. Kalian akan aku antar ke kantor polisi tetapi dalam keadaan cacat!"

Leon hanya menggertak, tetapi jika mereka bersikeras untuk tidak menjawab pertanyaannya, maka Leon tidak akan segan lagi untuk menghajar mereka tanpa peduli jenis kelamin. Leon teramat benci pada orang yang mencari nafkah lewat menjatuhkan rejeki orang lain.

Kembali mereka ketakutan. Wajah tampan mempesona Leon kini berubah mengerikan. Tatapan Leon seolah mampu menusuk jantung mereka. Siapalah yang akan rela mati hanya karena tidak ingin buka mulut.

"Le-lelaki itu memakai masker. Dia membayar kami untuk melakukan semua itu," jawab pria yang tadi ditanyai oleh Leon.

Anak buah Royke diminta untuk membuka satu per satu sumpalan mulut mereka. Leon ingin mendengar pengakuan mereka sebelum ia melakukan hal lainnya.

"Ka-kami dibayar oleh seorang wanita cantik. Dia ingin menjatuhkan Anda agar Anda segera datang ke negara ini. Saya sebenarnya tidak tahu apa masalahnya, saya hanya sempat mencuri dengar percakapan pria dan wanita itu. Kamu hanya dibayar untuk melakukan siaran langsung bersamaan dengan mereka yang menghamburkan tikus di dapur," ujar salah satu selebgram cantik tersebut.

'Wanita dan pria? Siapa?'

Leon bertanya dalam hati. Siapa yang tega melakukan ini dan siapa juga yang ingin ia segera kembali ke negara ini?

Beberapa saat Leon terdiam hingga ia menemukan satu jawaban.

"Briella?"

Royke menatap Leon saat atasannya itu menyebutkan nama wanita yang sudah menjadi mantan kekasihnya. Ia heran mengapa Leon bisa terpikirkan jika dalangnya adalah Briella, wanita yang sepertinya tidak memiliki akal dan pikiran yang cerdas.

Salah satu selebgram berseru. "Ya benar, nona Briella. Dia adalah tetanggaku di kota asal kami dulu. Aku me-review restoran Anda yang ada di jalan Xy, aku sama sekali tidak tahu tentang adanya setting-an seperti ini. Aku hanya diminta olehnya untuk me-review restoran kekasihnya untuk menaikkan rating. Aku bersumpah aku tidak tahu apapun tentang rencana sabotase," ujarnya menjelaskan dengan bibir gemetar.

Royke tertegun, yang ia tahu Briella hanyalah wanita yang selalu menempel dan menyusahkan Leon saja, bagaimana bisa wanita tidak berguna itu melakukan rencana sebesar ini.

Leon mengepalkan tangannya, ia tidak menyangka Briella akan melakukan ini padanya. Ia pun bisa menebak siapa lelaki yang membantu Briella. Itu pasti adalah Sam — kekasih gelap Briella yang tempo hari Leon dapati sedang bercinta dengan Briella.

Tidak ada rasa sakit di hati Leon mengingat pengkhianatan Briella waktu itu, saat ini hanya ada rasa benci di hatinya sebab Briella yang sudah melukainya dan wanita itu pula yang ingin menghancurkannya.

'Aku bahkan tidak meminta apartemen yang aku berikan padanya. Mengapa dia masih saja mengusikku? Dia yang berkhianat, dia pula yang berulah. Dasar tidak tahu diri!'

"Baiklah aku akan melepaskan kalian tanpa membuat kalian cacat. Tetapi ... kalian harus datang ke kantor polisi untuk membuat sebuah pengakuan. Aku ingin restoranku kembali beroperasi besok dan kembali mendapat rating yang baik," ujar Leon.

Lima belas orang itu mengangguk. Bagi mereka, membuat sebuah pengakuan bukanlah hal yang sulit asalkan tubuh mereka tetap utuh.

Royke mendekat ke arah Leon kemudian ia berbisik, "Ini terlalu mudah untuk mereka. Membuat sebuah pengakuan dan klarifikasi di sosial media memang sangat mudah, tetapi untuk menjerat pelaku sebenarnya itu agak sulit karena kita tidak punya bukti yang nyata untuk diberikan kepada polisi."

Leon terdiam membenarkan apa yang diucapkan oleh Royke dalam hati. Mereka mungkin bisa mengatakan siapa yang sudah menyuruh mereka tetapi tanpa bukti justru jatuhnya akan menjadi fitnah. Leon harus mencari cara agar semuanya dimenangkan oleh mereka.

'Sepertinya urusan ini akan panjang. Aku akan tinggal untuk beberapa hari di negara ini dan tentu aku akan sangat merindukan Eleanor. Aku membutuhkan senyumannya untuk menambah energiku. Aku ingin mengunjunginya tetapi di Indonesia saat ini pasti sudah larut malam. Dia pasti sudah tidur,' gumam Leon dalam hatinya, ia merindukan gadis kecilnya.

Saat Leon sedang melamun, salah satu anak buah Royke berseru bahwa salah satu tawanan mereka ada yang diam-diam menyembunyikannya ponselnya. Hal itu ia sadari ketika mendengar suara getaran dari kursi kayu tersebut.

"Ini ponselnya, Tuan," ucapnya sambil memberikannya pada Leon.

Tertera nama 'Boss' di layar ponsel tersebut. Leon menatap pria pemilik ponsel tersebut.

"Bos? Apakah pria yang menyuruh kalian untuk membawa tikus ke restoranku?" tanya Leon dengan tatapan mengintimidasi.

Pria itu mengangguk kaku. "Angkat teleponnya dan pastikan kamu merekam panggilannya atau jika bisa bawa pria itu datang ke tempat ini," perintah Leon.

Anak buah Royke mengambil ponsel yang diberikan oleh Leon kemudian ia menjawab panggilan tersebut dan tak lupa ia mengaktifkan perekam panggilan.

"Cael, pria itu sudah tiba. Kalian harus bisa menghilangkan jejak kalian dari kota ini," ucap pria dari seberang saluran telepon.

Leon mengepalkan tangannya, ia familiar dengan suara itu. Leon mendekat dan berbisik agar pria itu mengikuti semua ucapannya untuk diucapkan kembali pada si penelepon.

"Maksud Bos pria pemilik restoran L.S Shan yang bos perintahkan untuk memasukkan banyak tikus dan mengganti bahan makanannya?" tanya pria itu.

"Dasar bodoh! Tentu saja pria itu. Kalian harus cepat pergi sebelum tertangkap, pria itu cukup cerdik untuk bisa segera mengetahui masalah sebenarnya di restoran miliknya," umpatnya.

Pria itu melirik Leon kemudian Leon kembali mengarahkannya untuk menimpali ucapan bosnya.

"Baiklah Bos. Saya dan anak buah saya akan segera meninggalkan kota ini. Tetapi kami juga membutuhkan dana untuk bertahan hidup selama berada di kota lain," ucapnya. "Bisakah kita bertemu untuk memberikan bonus?"

Terdengar pria itu mendengus. "Aku sudah membayar kalian mahal. Dasar tukang peras. Temui aku di Melbourne's Gardens sekarang juga. Aku tidak suka menunggu jadi sebaiknya kamu segera datang!"

Panggilan berakhir. Leon menyeringai, ia kemudian meminta Royke untuk berjaga di tempat ini sedangkan ia dan beberapa anak buah Royke akan menemani pria ini untuk menemui bosnya.

1
Phiphiet Safitri
salah satu penulis favorit
Budi Raka
Luar biasa
Budi Raka
Lumayan
Zikran Zikran
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk kryamu thoor
💜_Vicka Villya_💜: Terima kasih Kak 😊😊
total 1 replies
ari sachio
oh....begitu awal mulany mahen masuk dunia hitam y....lanjut thor...
💪🥰
Nur Adam
lnjut
selina Isirani
Luar biasa
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣🤣🤣kocak
💋Titika tika27💋
Lnjuttt
sweetie belle
lol ngakak 🤣🤣🤣
Marya Dina
iya kan dlaam kandungan saja km udh senang liat orag berantem lea..
Nur Adam
lnjur
Nanda Ajah
ayo up lg thor
Nanda Ajah
bagus
Nur Adam
lnjut
💋Titika tika27💋
🤣🤣🤣🤣 sbar ya papy frey
Anggi Anggi
puas sm ceritaanya
ari sachio
ni gegara pas coblosan lea teriak papi....🤣🤣🤣🤣🤣
Anggi Anggi
gak apa"kak..semoga cepat sembuh dan sehat lagi..semangatttt kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!