Di dunia yang penuh dengan sihir ini,
seluruh kerajaan besar menerapkan sistem kasta sehingga timbullah kesenjangan sosial di antara seluruh manusia.
Rakyat jelata dan para bangsawan, para pengguna kekuatan dan manusia biasa.
Diskriminasi, penindasan, perbudakan, hingga peperangan memperebutkan kekuasaan sudah menjadi hal yang umum.
"Kau kuat maka kau jaya, kau lemah maka binasa."
Namun seorang bocah dengan kemampuan imajinasi yang tak terbatas muncul dengan kebenciannya terhadap dunia busuk ini.
Teleportasi? Telekinesis? Telepati? Menciptakan nuklir? Apapun itu bisa ia lakukan.
Dengan motto, "Jangan lakukan apapun. Apabila harus, lakukanlah secepat mungkin," akankah dia berhasil merubah dunia dan menjadi penguasa tertinggi?
Namanya Aray Kenzie, dan dia adalah seorang pemalas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ruang hampa
“Kak Aray? Apa yang sedang kau lakukan?”
Sial. Aku benar-benar lupa kalau Alicia tadi
berjalan di bekalakangku. Apa yang harus kulakukan sekarang?
Aku menarik pisauku dari leher Daiva, memasukkannya ke dalam saku kecil di seragam militerku.
Kami semua terdiam agak lama, ini situasi yang sangat canggung, tapi tidak ada yang dapat kulakukan mengenai hal ini.
“Apa yang tadi dikatakan Bu Daiva tadi benar? Kakak menghapus ingatanku?” Alicia menahan amarah bercampur tangisnya.
Sebenarnya sudah berapa lama dia di sana?
" .... "
Aku diam seribu bahasa, sama sekali tak bisa
menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut kecil Alicia.
“Mengapa kau jadi pengecut begini? Bukannya kau selalu meyombongkan kekuatanmu itu? Sekarang di depan adikmu kau diam seribu
bahasa. Aneh sekali.” Daiva asal ceplos tiba-tiba.
Aku menatap Daiva tajam.
Wanita ini tidak bisa menjaga mulutnya, menyebalkan.
Sepertinya aku memang harus jujur dengan apa
yang selama ini kulakukan pada Alicia. Namun, bila yang dikatakan oleh Daiva benar, bahwa selama ini Alicia tersiksa karena ingatannya kuhapus, aku sungguh telah melakukan hal yang hina selama ini.
“Huh ... lagipula aku memang tidak bisa merahasiakan hal ini untuk selamanya.
Sudah pasti cepat atau lambat, kau akan mengetahuinya.
Namun, aku tidak berharap kau akan mengetahuinya secepat ini. Setidaknya aku
ingin kau mengetahuinya setelah peperangan antara negara utara dan timur telah
usai.”
“Jadi itu memang benar bahwa kau menghapus
ingatanku?”
“Ya.”
Alicia jatuh terduduk di lantai lorong, kakinya
lemas tak dapat menopang tubuhnya dengan segala hal yang selama ini ia rasakan.
Dia menderita, dan kini ia telah mengetahui bahwa aku menghapus ingatannya.
“Aku melakukannya bukan karena aku menginginkannya, tapi aku harus melakukannya.” Aku mendekati Alicia berlutut agar sejajar dengan
posisinya.
“A-apa maksudmu?”
Apa memang dia seterkejut itu? Sampai-sampai
bicaranya pun gagap.
“Kau akan mengetahuinya setelah aku memberitahumu.”
Aku melirik Daiva yang kini tengah menonton kami
seakan sedang meonton pertunjukan drama,
dan itu membuatku sangat kesal,
apalagi setelah ia menghinaku tadi.
Mulai dari saat ini aku berjanji tidak akan
memanggilnya dengan sapaan hormat seperti ‘Bu’ lagi.
“Kalau begitu, beritahu aku. Apa yang sebenarnya
ingin kau sembunyikan sampai harus menghapus ingatanku?” Air mata terlihat menggenang di pelupuk mata Alicia.
“Aku tidak akan benar-benar memberitahumu secara lisan, aku hanya akan mengembalikan ingatan yang telah kuhapus dari ingatanmu.”
Setelah itu, aku menempelkan ujung jari telunjukku
pada kening Alicia. Cahaya kecil muncul dari ujung jariku kemudian bergerak masuk ke dalam kepala Alicia.
Dengan sangat cepat, ratusan bahkan sampai ribuan memori kembali kepada pemilik aslinya.
Tubuh dan mental Alicia yang tidak sanggup menahan kembalinya semua kenangan itu tiba-tiba bergetar dengan sangat hebat.
“Hei, apa yang kau lakukan pada Alicia?” Daiva
menyentuh pundakku.
“Aku tahu hal ini pasti akan terjadi. Dia tidak akan sanggup mengingat kembali kenangan-kenangan mengerikan itu sekaligus. Mentalnya akan hancur seketika. Dan juga, singkirkan tanganmu dariku.”
Daiva tersedak mendengar kalimat terakhirku lalu
segera menarik tangannya dan bergerak menjauh.
“Lalu, apa yang akan kau lakukan?
“Aku hanya akan menunggu prosesnya selesai.”
.
.
.
[Di dalam kepala Alicia]
[Kenangan 9 tahun yang lalu]
“Hey, apakau baik-baik saja? Apa yang
mereka lakukan kepadamu?”
Kelinci percobaan nomor 1, alias Aray kecil
bertanya pada teman perempuannya yang terlihat sangat murung setelah kembali dari pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh para peneliti mereka.
Namun, teman perempuannya itu sama sekali tidak menjawab. Alih-alih menjawab, meliriknya
saja tidak. Perempuan itu hanya menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, menyisakan ruangan putih bersih yang lengang mengitari mereka.
Sebenarnya di ruangan putih itu bukan hanya mereka berdua saja yang ada di dalamnya, ada banyak anak lain seperti mereka di sana,
tapi mereka sama persis seperti yang sedang melakukan hal yang sama persis sedang dilakukan oleh teman perempuan Aray kecil ini.
Aray kecil pun tidak peduli mengapa yang lainnya
terus menatap kosong begitu.
Yang membuatnya gelisah adalah teman perempuan yang selalu menghiburnya jika Aray sedang dalam kegundahan selama ini sekarang malah terlihat seperti orang gila.
Aray tidak tau apa yang harus ia lakukan, jadi ia
hanya ingin mengatakan apa yang sering dikatakan teman perempuannya kepada Aray
selama ini jika sedang mengalami hal yang sama.
“Tidak apa-apa. Tenang saja, kita pasti akan keluar dari sini.”
Walaupun Aray kecil berkata begitu, ia juga tidak
tau bagaimana caranya agar mereka bisa keluar dari tempat mengerikan ini.
Aray pun tidak tau apakah kekuatannya cukup bagi mereka untuk keluar dari tempat ini.
Saat ini, Aray belum mengetahui kemampuan dirinya yang sebenarnya. Dia ragu dan akhirnya hanya membiarkan kata-kata itu mengambang ke udara menjadi sebuah omong kosong belaka.
Aray adalah subjek penelitian nomor 1, tapi
perkembangannya sama sekali tidak dapat dilihat.
Maksudnya adalah para peneliti belum mengetahui apa kemampuan Aray yang sebenarnya brang sedikit.
Karena itu, Aray adalah subjek yang paling sering diperiksa lebih dari jadwal pemeriksaan rutin.
Cairan yang sering disuntikkan kepada para subjek peneliatian itu berfungsi untuk memancing keluarnya kemampuan seorang anak lebih cepat daripada anak lain seusia mereka.
Umumnya, seorang anak akan mendapatkan kemampuannya pada umur ke-9 atau ke-10 nya. Tapi, anak-anak yang dijadikan subjek peneliian di tempat ini akan mendapatkan kemampuannya 3 tahun lebih cepat dari yang seharusnya.
Sejauh ini sudah beribu-ribu botol cairan
pembangkit kemampuan yang telah disuntikkan kepadanya, dan itu berhasil memancing keluarnya kemampuan Aray.
Sayangnya, kemampuannya sangat tidak terdefinisi sehingga para peneliti tidak mengetahui secara tepat apa kemampuan Aray yang sebenarnya, mereka hanya bisa menduga-duga dan mengeliminasi dugaan-dugaan mereka itu dengan menempatkan Aray dalam kondisi yang memicu keluarnya kemampuan Aray yang sebenarnya.
Aray tidak mengetahui fakta tersebut.
Pada setiap kondisi yang diberikan kepadanya, ia selalu menggunakan kemampuannya secara
acak.
Semisal, hari ini Aray di tempatkan pada kondisi dimana banyak sekali orang dihadapannya dengan dirinya yang tak tahan dengan efek samping penyuntikan cairan pembangkit kemampuan, sehingga alam bawah sadarnya ingin agar semua orang yang ada dihadapannya mati mengenaskan.
Saat kondisi itu sedang terjadi, Aray memikirkan
gunting yang ia lihat sebelumnya di ruang pemeriksaan kemampuan.
Dan kemampuannya membantu untuk merealisasikan apa yang sedang ia pikirkan.
Karena pada setiap kondisi yang Aray pikirkan selalu saja berbeda, sangat sulit bagi
para peneliti untuk menentukan kemampuan Aray yang sebenarnya.
Saat ini, dugaan mereka terhadap kemampuan Aray adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu.
Aray kecil terus memerhatikan teman perempuannya yang sedang menatap kosong, dan entah mengapa Aray sedih melihatnya. Dia hanya
ingin hari esok cepat datang dan mulai melakukan sesuatu tentang kemampuannya.
[Keesokan harinya] [Tempat penelitian]
“Subjek penelitian nomor 1!”
Pria yang selalu memanggil anak-anak untuk mengikuti pemeriksaan memulai hari seperti biasanya. Aray berdiri dan mengikuti langkah
pria itu dari belakang. Hari ini ia bertekad untuk lebih mengenali kemampuannya sendiri, karena ia pikir orang seperti apa yang tidak tau tentang kekuatannya
sendiri.
Ketika Aray berjalan meninggalkan ruangan putih
bersih itu, terlihat dari ujung bola matanya teman perempuannya masih dalam kondisi yang sama.
Mengenaskan.
Melihat hal itu, tedaknya kian menguat.
Kali ini para peneliti membawanya keluar dari
gedung penelitian menuju tempat luas yang belum pernah Aray lihat sebelumnya.
Para peneliti memustuskan untuk menyiapkan kondisi baru untuk memancing kemampuan Aray yang belum teridentifikasi.
Aray ditinggalkan tepat di tengah tempat luas
dengan tanah rata itu.
Tiba-tiba tanah berguncang, sesosok makhluk mengerikan keluar dari dalam tanah. Kali ini Aray tidak terlalu terpengaruh oleh efek cairan pembangkit kemampuan yang bisa membuatnya gila dan ia kini sepenuhnya sadar.
Monster dengan bentuk badak itu berlari dengan
kecepatan penuh kearahnya. Aray memusatkan pikirannya, apa yang bisa menghabisi monster itu. Dan Aray mengambil kesimpulan bahwa pedang sudah cukup untuk membelah dua monster badak itu.
Pedang panjang segera tercipta dari dimensi hampa memenuhi panggilan tuannya dan segera menyerang monster badak yang tengah
berlari kearah tuannya dengan ganas.
Saat pedang itu mengenai dan mencoba
memotong badan monster badak, pedang itu justru patah lalu hancur berkeping-keping sampai kaget Aray dibuatnya.
Tapi monster itu tidak memberi ruang untuk
keterkejutan itu mereda dan terus berlari menubruk musuhnya.
Aray terpental diterbangkan oleh tubrukan monster badak itu. Badannya yang rapuh membuatnya tak bisa bertahan. Darah muncrat keluar bersamaan dengan batukan Aray yang tak
terkendali.
Tanpa sepengetahuan Aray, monster itu adalah
ciptaan para peneliti untuk membantu kondisi yang diinginkan untuk tercipta.
Dan monster yang tengah dihadapi oleh Aray saat ini badannya digabungkan dengan bahan terkuat dan tekeras di dunia yang telah ditemukan sampai saat ini, yaitu adamantium.
Jadi benda apapun yang terbuat dari bahan yang lebih lemah dari adamantium akan seketika hancur jika diadukan.
Sebagian peneliti dibuat panik oleh kejadian ini,
namun sebagian lainnya tetap diam tenang, berharap bahwa Aray akan memperlihatkan kemampuan sebenarnya pada kondisi mendesak ini.
Monster badak kembali menghadap Aray yang telah terkapar di tanah rata tempat yang luas itu, kembali berlari menuju mangsanya.
Aray yang masih terbatuk sampai darah keluar dari mulutnya merasa sangat kesal pada monster yang sama sekali tak memberinya kesempatan untuk memulihkan diri dan lebih kesal lagi pada dirinya sendiri yang sangat lemah.
Yang ambruk hanya dengan sekali serangan.
Pada situasi itu, pandangan Aray kecil mulai
menggelap, dari pandangan kaburnya, Aray melihat monster badak itu tetap berlari ganas menuju dirinya.
Aray menggigit bibir bawahnya, dengan tedaknya
yang tersisa, ia menggerakkan tangannya tepat kearah badak tersebut.
Satu yang ia inginkan, kehancuran mutlak musuhnya.
Dengan begitu, alam bawah sadarnya mengabulkan keingannya.
Monster itu terhenti.Tubuh dari monster badak yang dilapisi adamantium mulai remuk, hancur bersamaan dengan tangan Aray yang perlahan
mengepal.
Para peneliti mulai berteriak histeris, mereka
senang karena kemampuan yang selama ini belum pernah mereka lihat muncul dari
dalam diri subjek penelitian mereka.
“Mustahil! Telekinesis adalah kemampuan yang sangat langka! Ini pertama kalinya aku melihat kemampuan tersebut dalam hidupku.” Para
peneliti bersorak gembira, mengira mereka telah mengetahui kemampuan Aray yang sebenarnya.
Tapi sayangnya mereka salah.
Saat kepalan tangan aray telah menjadi sempurna,
tubuh monster badak yang terbuat dari adamantium kini telah menjadi bola besar
yang sangat besar.
Kemenangan telak menjadi milik Aray saat matanya terpejam karena pingsan. Dengan keinginan dari tekadnya yang kuat, alam bawah
sadar megabulkan keinganannya.
Kekuatan tersebut muncul dari 'Ruang Hampa'.
Dan 'Ruang Hampa' itu disebut imajinasi.
Eh, pas lagi buka buka perpustakaan gw ternyata baru tau author balik, tapi pas liat tanggal ternyata juga udah kurleb 2 tahun up nya😔💔
Kira-kira bakal dilanjutin ga thor?👉🏻👈🏻
Btw, time flies so fast ya thor, gw juga ga nyangka udah sampai di titik ini
semangat terus min/Good/