NovelToon NovelToon
Madu Kontrak Suamiku

Madu Kontrak Suamiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:42.6k
Nilai: 5
Nama Author: De Shandivara

Bertemu dengan sosok wanita baik, Cliantha mengira wanita itu bisa membantunya, meminta dia untuk menjadi istri kontrak suaminya–Narendra–selama setahun atau sampai dia berhasil melahirkan satu orang anak. Namun, ternyata wanita itu mempunyai banyak rahasia di balik sosok polosnya dan tidak sebaik yang dia kira. Perlahan, sosok itu ingin merengut semuanya dari Cliantha.

Bagaimana kisah madu kontrak pilihanku?
Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon De Shandivara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35. Kejutan

Wanita berkhimar pink panjang itu berjalan secepat yang dia bisa supaya dapat segera sampai ke dalam mobil, "Kenapa lama sekali?" Tanya Narendra saat Cliantha baru saja datang membawa sekresek buah mangga permintaan madunya.

"Ketemu Bunda," jawab Cliantha singkat seraya memasang sabuk kemudinya.

"Bunda?" Kerutan di dahi Narendra timbul karena rasa keingintahuannya.

"Lalu, dimana Bunda sekarang?" berlanjut pria itu bertanya.

Cliantha berbalik menatap sinis suaminya. Napasnya yang masih belum stabil, dadanya dibuat semakin sesak saat mendengar suatu hal yang tidak seharusnya ditanyakan.

Dengan mata yang menyipit dan dahi yang mengerut-kerut dia memajukan wajahnya dan berkata dengan nada tinggi, "Mas mau aku mengajak Bunda untuk ikut bersamaku dan melihat semua ini?!" Pekiknya tidak habis pikir pada mindset sang suami yang masih bertanya dimana sang bunda, sedangkan Cliantha kira jika pria itu tidak tahu bagaimana dirinya yang berusaha sekuat tenaga supaya sang bunda tidak ikut atau datang ke rumahnya saat itu juga.

"Tidak seperti itu juga. Aku hanya bertanya, kenapa kamu marah-marah?"

Smbari mmeutar setir dan mengeluarkan mobil dari kawasan parkir, Cliantha mencibir kecil, "Pertanyaanmu yang memancing amarah, Mas."

Perdebatan kecil pun terjadi, "Aku tidak suka saat kamu berbicara seperti itu, Cliantha," ujar Narendra menatap datar pada Cliantha dari kaca spion di dalam mobil. Puncak kritikan Narendra di saat dia tidak suka pada salah satu sikap Cliantha ialah saat ia sudah menyebut satu nama asli sang wanita.

"Mas sendiri yang..." Inginnya Cliantha mengelak, tapi.

"Ah, aku..." Erang Jihan memegangi kepalanya dan menutupi kedua telinganya, dengannya yang melesak masuk ke dalam pelukan Narendra semakin dalam untuk bersembunyi seperti orang yang ketakutan.

Claintha jengah melihat tingkah wanita muda alias madunya yang entah mengapa sekarang Jihan menjadi manusia yang super sensitif, terlebih pada perasaannya yang mudah bersedih, menangis, marah hampir di setiap saat.

"Maafkan aku," lirih Cliantha mengalah dan menyesali perbuatannya yang spontan.

Alih-alih mengiyakan, pria itu malah berujar tentang hal lain, "Jalan," perintahnya pada Cliantha seperti penumpang yang menginstruksikan perintah kepada sang supir.

Narendra hanya bisa menenangkan Jihan dengan sapuan lembut pada pipi wanita itu dengan teratur, berangsur Jihan yang tidur pada dadanya.

"Mas, bunda akan datang sore ini. Yang kumaksudkan Bunda Nabilah," ucap Cliantha di tengah perjalanan.

"Apa? Bundaku! Kenapa baru bilang?"

Cliantha sejenak diam, "Lha, ini aku bilang,"

"Aku hanya bisa membantu sampai tadi, aku sudah buntu. Saat Bunda akan langsung berkunjung ke rumah, kita mau bagaimana?" Ujar Cliantha.

"Cia, bukankan sejak awal ini rencanamu? Mengapa sekarang kamu sepertinya mau angkat tangan?" Tuduh Narendra.

Cliantha menatap suaminya dari kaca spion, wanita itu mengira jika sekarang suaminya menjadi sosok yang berbeda.

"Kamu berbeda, mulai terus menyudutkanku sama seperti yang lainnya."

"Tidak, aku hanya minta saran darimu. Aku juga bingung harus berkata apa? Yang jelas, kita harus menyembunyikan status Jihan untuk sementara waktu karena kita belum siap untuk menghadapi masalah besar," cakap Cliantha mengemukakan usulannya.

"Aku ada ide. Satu-satunya cara adalah memindahkan Jihan dari rumah kita," kata Narendra.

"Pastikan saat tiba di rumah tidak ada barang Jihan yang tertinggal di luar, masukkan semua barang-barang Jihan ke lemari dan sore nanti sebelum bunda datang, aku akan langung membawa Jihan pergi," titah Narendra pada Cliantha.

Wanita itu mengangguk saja. Namun, saat mobil itu sudah terparkir di dalam halaman, manusia-manusia yang  sedang panik  di dalam mobil itu dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang berlari dari dalam rumah dan mendekat ke arah mereka, tidak lain mama mertua yang entah datang sejak kapan.

"Mama? Mau apa mama ke sini?" Celetuk Narendra.

Sedangkan, di depan sana, wanita paruh baya yang tiba-tiba keluar dari dalam rumah berlari menghampiri anak dan menantunya.

"Ren, dimana Jihan? Dia sudah sehat? Mama mau bertemu dengannya, mana dia?" Heboh wanita itu ingin menyerbu sang menantu yang tengah mengandung cucunya. Namun, lengan besar sang putra menghalau tubuh mama Hanna untuk bergerak lebih dekat atau ia akan mengejutkan Jihan. Itu berbahaya bagi Jihan yang sedang sensitif, pikir Narendra.

"Ma, tenang. Jihan sedang tidur, jangan kacaukan dia. Mama mau apa ke sini?" Tanya Narendra tidak ada simpatinya. Tidak dihiraukan, Hanna tetap ingin melihat menantunya yang masih di dalam mobil.

"Jangan ganggu Jihan, Ma. Biarkan dia tenang."

"Kenapa?"

"Karena itu yang harus dilakukan," ucap Narendra.

Tidak puas dengan jawaban putranya. Sebelum wanita membuka mulut dan bertanya lebih banyak, Narendra seketika menambahakan kata, "Saran dari dokter demi kesehatan dia dan janinnya," ucapnya seraya berlalu kembali ke arah mobil untuk membopong Jihan keluar dari dalam mobil dengan sangat berhati-hati.

Berjam-jam sudah kedua orang itu menunggu kepergiaan Hanna yang tidak kunjung memberikan tanda-tanda akan pergi, sedangkan rencana itu tidak bisa dibiarkan gagal begitu saja untuk memindahkan Jihan dari rumah. Seharusnya, tidak ada hubungan antara pemindahan Jihan dengan Hanna, hanya saja mereka tidak mau repot menjawab semua pertanyaan yang mungkin akan Hanna lontarkan, sedangkan mereka tahu siapa yang paling peduli dengan tempat tinggal, bahkan tempat tidur yang ditempati Jihan.

"Ma, kapan mama pulang?" tanya Narendra pada mama tirinya itu.

Jelas, kening Hanna berkerut-kerut. Kipas berbahan kain dengan renda bulu-bulu yang tengah bergerak di depan wajahnya, kini terhenti dan tatapannya beralih pada seseorang yang baru saja duduk di sebelahnya dan mengambil kue manis buatan sang istri. Datang dengan tiba-tiba, lalu mengusirnya.

"Ren, mama tidak salah dengar?"

Narendra yang masih penuh dengan makanan di mulutnya tidak bisa menjawab, hanya menggelengkan kepalanya.

"Kamu mengusir mama?"

Lagi-lagi, gerakan kepala pria itu sebagai jawaban dari pertanyaan Hanna. Tidak lain, Narendra mengangguk dan mengiyakan pertanyaan Hanna tentang pengusiran dirinya.

"Kapan mama pulang? Rendra ada urusan," tanya anaknya itu sekali lagi.

"Urusanmu, ya, urusanmu. Mama masih mau di sini, menginap," ucap Hanna.

"Hah? Gak boleh!" Bantah Narendra.

Saat anak dan ibu sedang adu tatap, keduanya dipisahkan karena bunyi bel rumah yang berbunyi menandakan ada seseorang yang datang bertandang.

Ting tong.. ting tong..

"Siapa, Bi?"

"Ada nyonya di luar, Bu. Nyonya Nabilah,"

Tanpa bisa menggerakkan rahangnya untuk menutup, kedua orang itu terpaku seraya bersitatan dengan keadaan mulut yang terbuka lebar-lebar.

"Ada Mama dan Bunda di satu tempat yang sama?" bisik Narendra pada Cliantha yang berada di dekatnya.

"Bagaimana dengan rencana kita, Mas?" Hanya gelengan kepala yang bisa Narendra berikan saat sekujur tubuhnya sudah mendingin seperti air yang berangsur membeku merambat perlahan dari ujung kaki naik sampai ke puncak kepala.

Tidak ada yang bisa mereka lakukan, selain tangan yang saling bertauan dan berdoa semoga datang keajaiban.

Bersambung...

1
Daulat Pasaribu
bonus thor
Daulat Pasaribu
bonus thor
hello shandi: udah release bonusnya, silakan dibaca. Makasih yaa
total 1 replies
Masitoh Masitoh
ya
hello shandi
Sebenernya ada naskah extra part, tp sepertinya tidak penting karena tentang anak yang lahir ini. Komen ya, kalau pada penasaran, nanti aku up. Hatur nuhun.
hello shandi: udah meluncur, silakan dibaca Kak
total 3 replies
hello shandi
Yap, udah di ujung episode. Sudah selesai, ya. Terima kasih.

Selamat membaca novelku yang lain, sebentar lagi rilis yang baru.
May Apa Adanya
la mbok ngomong dek awal kalo kayak gini kamu nyeselnya berlipat" koplak
Masitoh Masitoh
next lg
Masitoh Masitoh
bagus CIA yg tegar mulakan hidup barumu yg lebih bahagia buktikan PD Rendra..sdgkn Rendra punya isteri mental
May Apa Adanya
kapan wanita gila itu dapat karma semoga segera si narendra bakal nyesel seumur hidup demi kerikil melepas berlian..
Masitoh Masitoh
mulakan yg baru cliantha biar Rendra bersama Jihan yg jiwanya mentalnya seperti gila..next
Masitoh Masitoh
Jihan itu mengalami kejiwaan asyik mau melukakan diri sendiri hanya org yg otak gila sj sanggup melukai diri sendiri dgn pujuk rayu dari Rendra membuat Jihan makin sukar malah keterlaluan nanti..double up thor
May Apa Adanya
wanita gila...
si narendra gampang ngucapin janji..
gk ada guna wanita gila dipertahanin yg ada lo nyesel setelah ini..
May Apa Adanya
alah si jihan kebanyakan drama thor..
sok tersakiti selalu memberi ancaman jika ingin sesuatu karma thor buat wanita macam si jihan..😡😡😡😡
Ryh Dumay Gmpl
smngaat thorrr
Masitoh Masitoh
next
hello shandi: Ditunggu, Bun. Lagi direview nih, hari ini double up.
total 1 replies
Sulistia Anggraini
kalau dpt upnya banyak thor semangat
hello shandi: Iyaa, Bunda. Makasih udah selalu semangatin aku, hehe.
total 1 replies
Ryh Dumay Gmpl
smngat thor mkin seruuuu /Determined/
hello shandi: Makasih udah nyemangatin, jadi semangat beneran nih.
total 1 replies
Daulat Pasaribu
llanjut thor
hello shandi: Oke, tungguin next part nya ya.
total 1 replies
Lusia
Narendra jihan kapan karmanya? Cliantha jgn mau balik lg sama Narendra
hello shandi: tungguin kak. Aku nyebutnya bkn karma krn gak seekstrem itu tp ya mungkin miripla ya. Smg sesuai harapan, thnk u🥰
total 1 replies
Masitoh Masitoh
mudahan yg terbaik UTK cliantha anda berhak merasa bahagia ke dpnnya..next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!