NovelToon NovelToon
Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Diam-diam Mencintai Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:245k
Nilai: 4.6
Nama Author: Hasna_Ramarta

Dipertemukan secara tidak sengaja dengan mantan suaminya yang dulu pernah disia-siakan lewat anaknya yang ditolong karena masuk got.

Lalu apa yang akan terjadi setelah tragedi masuk got itu? Akankah ada cinta di hati kedua mantan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 Sentuhan Hasrat di Alun-Alun Kota

"Mau foto, Pak?" tanya salah seorang juru foto yang sepertinya khusus untuk melayani para pengunjung berfoto bersama para superhero.

"Iya," sahut Raka.

 "Kami ada dua tawaran, mau di foto dengan kamera kami dengan pengambilan tiga kali langsung jadi, bayarannya segini. Lalu tawaran kedua diambil foto dengan Hp sendiri dengan batas lima kali lima kostum berfoto dengan bayaran segini," beritahu sang juru foto seraya memperlihatkan harga foto sesuai tawarannya.

Dua-duanya menurut Raka tidak terlalu mahal. Tapi Raka lebih memilih tawaran yang kedua, bukan karena lebih murah, melainkan dengan kamera Hpnya dia sewaktu-waktu bisa menjadikan hasil foto itu sebagai wallpaper jika mau.

"Ok. Saya pilih tawaran kedua," putus Raka memilih tawaran kedua. Mereka bertiga pun diambilkan fotonya oleh sang juru foto sebanyak lima kali dengan ganti lima kostum atau lima superhero berubah-ubah, dan jika mau nambah lima kali lagi, maka Raka harus bayar lagi dua kali lipat, begitu seterusnya.

Akhirnya Cila merasa puas berfoto dengan para superhero. Dia tersenyum gembira. Setelah itu Cila mengajak Raka makan es krim dorong kesukaannya di sana dan makan di sana.

"Papa, Cila mau makan es krim roti itu, ya," tunjuk Cila memilih es krim dorong yang menjual es krim dengan kulit roti.

"Cila mau jajan apalagi mungpung di sini?" tanya Raka menunggu Cila menyebutkan berbagai makanan yang dia suka.

"Baso goreng, sama jagung mayonaise, Pah," ujar Cila menunjuk pedagang yang jualan baso goreng sama jagung mayonaise. Tidak berapa lama Raka datang dengan berbagai jajanan di tangannya. Jajanan itu tidak hanya untuk Cila seorang, dia membelikan untuk dirinya, juga Marisa.

Raka memberikan sebagian kantong keresek itu ke tangan Marisa tanpa bicara. "Makanlah, aku belikan untuk kamu juga."

"Tidak, Mas. Ini buat Cila saja," tolak Marisa.

"Aku sengaja belikan buat kamu, tinggal makan saja, ribet," rutuknya seraya duduk di bangku yang sejak tadi diduduki Marisa dan Cila. Mereka bertiga menikmati jajanan sederhana yang murah meriah tanpa rasa gengsi.

"Cila mau jajan lagi?"

"Cila pengen es krim roti sama baso goreng lagi, Papa. Baso gorengnya yang banyak, ya," pinta Cila. "Bunda mau jajan apa?" tanya Cila pada Marisa perhatian.

"Tidak, Bunda sudah kenyang," tolak Marisa. Raka segera bergegas lagi menuju tukang jualan baso goreng dan es krim roti. Setelah Raka menyudahi membeli es krim dan baso goreng, saat bersamaan, Marisa melihat Mardiah teman kantor suaminya berpapasan dengan Raka, mereka nampak ngobrol sejenak seraya berjalan menuju bangku yang diduduki Cila dan Marisa. Mardiah mengikuti Raka dan duduk duluan di bangku yang diduduki Cila dan Marisa.

"Hai Cila, hai istrinya Mas Raka, boleh aku numpang duduk di sini, ya?" ujarnya minta ijin, padahal sudah duduk duluan.

"Ayo duduk dong, Mas." Mardiah menunjuk tempat kosong di sisinya. Dengan hati bergolak Marisa segera ambil tindakan dia segera duduk di sisi Mardiah yang dia tujukan tadi buat Raka.

"Cila Sayang, ajak Papa duduk di sini," ujar Marisa pada Cila menunjuk sisi kosong di sampingnya. Cila patuh dia segera meraih lengan Papanya dan mengajaknya duduk di samping Marisa. Marisa salut dengan kepatuhan Cila, dia sungguh cerdas. Mardiah terlihat sedikit melotot kecewa.

"Oh, ya, Mas. Aku sudah pasang foto kita bertiga lho yang waktu di taman kota, jadi wallpaper Hp aku, nih liat, bagus bukan?" ujar Mardiah memamerkan foto yang menjadi wallpaper Hpnya. Marisa dengan sigap menahan tubuh Raka yang tadinya akan mendongak. Tapi Mardiah dengan tidak tahu malunya memperlihatkan wallpaper itu ke muka Raka. Raka nampak tersentak, Marisa apalagi.

"Diah, apa-apaan sih, kamu. Pakai wallpaper foto kita segala. Jangan dong, kamu sengaja mau menyebar gosip yang enggak-enggak tentang kita?" sentak Raka merasa tidak senang. Mardiah yang duduknya sebelah Marisa, menggeser tubuhnya ke samping Marisa, otomatis tangan Marisa bertumpu pada paha Raka yang sudah Raka sadari tapi dibiarkan, kalo dia bangkit duluan maka bisa-bisa Marisa jatuh.

"Papa, ayo pulang, aku sudah kenyang dan bosan di sini," rengek Cila meminta pulang. Marisa tersenyum mendengar Cila minta pulang, cerdas banget Cila ini. Perlahan Marisa bangkit seraya menekan paha Raka untuk berdiri. Raka sedikit kesetrum dengan sentuhan jari Marisa yang ternyata mengenai alat tempur yang sejak tadi sudah mulai bereaksi.

"Ya ampun, tahan-tahan," batin Raka frustasi. "Aku tahu Marisa cemburu melihat aku dipepet Mardiah, baguslah itu. Tandanya kamu memang benar-benar cinta," batin Raka lagi seraya berdiri mengikuti Cila dan Marisa yang sudah berdiri duluan.

"Mas, aku baru saja datang dan memperlihatkan wallpaper kita. Masa iya kamu mau pergi?" protes Mardiah tidak suka.

"Aku mau pulang, dan wallpaper itu, aku peringatkan jangan dipasang di Hp kamu, hapus!" peringat Raka sembari berlalu.

Raka mengikuti Marisa dan Cila di depannya. Mereka berdua benar-benar serasi di mata Raka. Seulas senyum terbit di bibirnya, Marisa benar-benar bagai pahlawan baginya, sebab bisa menjauhkan dirinya dari Mardiah yang ganjen.

Raka sudah duduk di belakang kemudinya, sementara Cila di jok belakang. Tadi dia bilang sangat ngantuk dan mau langsung bobo. Marisa dengan sigap memasang bantal leher di kepala Cila. Dengan waktu yang tidak lama saking ngantuknya, Cila langsung tidur di jok belakang dengan tubuh yang terbaring penuh sepanjang jok.

Raka pun segera melajukan mobilnya menuju rumah dengan Marisa di sisinya yang tidak banyak berbicara. Raka sebetulnya tidak fokus, sejak sentuhan jari Marisa menyentuh sedikit pusakanya, rasa dan hasrat itu tiba-tiba muncul. Sebelum mendekati rumah, tiba-tiba Raka membelokkan mobilnya ke apotek, lalu dia segera turun. Entah apa yang mau dibelinya, Marisa menduga Raka membeli obat demam atau pegel linu untuk persediaan di rumah.

Tidak lama Raka masuk lagi ke dalam mobil dan segera melajukan kembali mobilnya yang sebentar lagi sampai. Lima menit kemudian mobil Raka sampai di depan rumah. Dengan sigap Raka segera menggendong Cila membawanya ke dalam kamar dan menidurkannya.

"Mang Raga, kunci dan bersihkan dulu dalam mobilnya, ya!" titah Raka sebelum bergegas ke atas memangku Cila. Mang Raga patuh dan segera membersihkan mobil serta mengunci kembali.

Raka segera meletakkan Cila di kamarnya. Cila sebentar terbangun. "Risa, kelon dia sampai pulas. Setelah itu segera masuk kamar," titah Raka. Marisa patuh.

"Tapi Cila belum makan lagi, Mas," protesnya.

"Tidak perlu, lagipula dia tadi sudah jajan banyak, Cila tidak akan mau makan lagi kalau sudah jajan," tukasnya sembari menuju kamar. Marisa patuh. Namun sebelum Cila tidur lagi, Marisa mengajak Cila ke kamar mandi untuk gosok gigi. Akhirnya Cila mau gosok gigi sebelum tidur kembali. Sejenak Marisa meninabobokan dulu Cila, tanpa butuh waktu lama Cila pun tidur dengan nyenyak.

****

1
Ririn Nursisminingsih
udah djhina, dicaci kok masih berthan tinggali. ajalah risa pusing bacanya
Ririn Nursisminingsih
minggat ke hotel ke marissa ini kok bodiingggg
Ririn Nursisminingsih
dasar raka dodol kmu laki2 kok ndak jelas bikin kesel
tak gibengae
Ririn Nursisminingsih
ayo digetok rame2 kepalae raka biar otaknya konek
Ririn Nursisminingsih
mulutmu raka klau ngomong
Ririn Nursisminingsih
ya allah risa kasian a bacanya pingin nangis marisa udah berubah raka jg kejam kmu
ayu cantik
suka
Nasir: Mksh byk Kak...
total 1 replies
Muna Junaidi
😍😍😍
Suyatno Galih
ini gak kebalik apa ya dlm poin syarat permintaan, yg mt pernikahan anak siapa???? yg di ksh syarat siapa. wahhh bapak sianak mabok kecubung
ay Susie
piye tow kihhh ,,, dr awal p bab ini kok gitu trs sikap si gandul nie
Atip Suryana
sebesar apapun rasa dendam mu kepada Marisa tapi lebih besar lagi rasa cintamu kepada nya rakaa
Atip Suryana
mampir MBK hasnaa
Nasir: Wahhh trmksh byk Kak, smg suka.
total 1 replies
Nur Hidayah
udah gedhe hukumnya diranjang bikin adiknya cila tp dohalalkan dulu ya
Nur Hidayah
klu dl gagal sekarang bs gol gak ya
Nasir: Lanjut Kka...
total 1 replies
Mustarika
mf kk thor, wa tau sms kk
Nasir: SMS Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
ku tampolll juga niich mulutnya c'raka 😡
Nasir: Hehhehehe... kesel ya Kak...
total 1 replies
RithaMartinE
sabar ea , Marisa 🤗
Vitriani
Lumayan
Nasir: Makasih byk....
total 1 replies
Indriani Kartini
Ah baru baca novel ini mengapa mata ini ga berhenti menangis sedih bngt, Pi suka dengan ceritanya
Nasir: Makasih Kak...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!