Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.
Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putu Ayu
Angin berhembus cukup kencang sampai dedaunan bergoyang menjatuhkan dirinya yang tidak kuat menahan untuk tetap berada menjadi bagian dari pohon yang berdiri kokoh. Rasa dingin menembus semua kulit manusia yang dilintasinya, menggigil jika tidak kuat dan mencari kehangatan dari semua tempat.
Tetapi rasa dingin itu tidak mampu membuat Vanessa merasa terganggu sedikit pun, sebaliknya dia malah merasa kepanasan di saat memasuki trimester kedua kehamilan nya. Vanessa merasa kegerahan luar biasa.
"AC yang terlalu dingin tidak baik untuk wanita hamil." Mas Arya mengambil remote AC dan hendak mematikan. Setelah selesai kembali melihat wajah sang istri yang berubah murung. "Ada apa ?."
"Aku kepanasan mas, nih lihat ada keringat di badanku." Vanessa menunjuk dahi dan juga lehernya yang memperlihatkan beberapa tetesan air yang timbul dari permukaan kulit akibat kepanasan.
Mas Arya melihat itu malah terpancing gairahnya, tubuh Vanessa yang kian bertambah membuat gadis di depannya kian sexi, belum lagi dengan bibir tanpa polesan lipstik yang terlihat merah saat sedikit manyun.
"Kata dokter sekarang kehamilanmu sudah bulan ke berapa ?."
"Katanya sudah awal trimester kedua, memangnya kenapa ?." Kebingungan terjadi saat mas Arya malah mengganti topik yang sebelumnya membahas AC kini malah menanyakan perihal kehamilan, Vanessa bingung dan ciuman dari mas Arya mendarat tepat di bibirnya.
"Aku merindukanmu." Ujarnya dengan suara lembut, tak lupa elusan di bahu Vanessa untuk mencoba merayu sang istri. Kini Vanessa tau apa yang di inginkan oleh mas Arya.
"Memangnya boleh ? Kan aku sedang hamil ?." Vanesa memperlihatkan perutnya yang sudah terlihat membuncit.
"Boleh kalau sudah trimester kedua."
Segala bujuk rayu mas Arya keluarkan agar sang istri mau untuk melayaninya, menjalankan hubungan suami istri yang beberapa bulan ini tertunda setelah mendapatkan kabar bahwa Vanessa kini sedang hamil.Dan selama itu juga mas Arya berusaha untuk menahan diri agar tidak menyakiti bayinya tetapi tetap saja bahwa nalurinya sebagai seorang laki-laki membutuhkan sentuhan wanita.
Vanessa menyetujui tetapi dengan syarat AC ruangan harus dinyalakan karena ia tidak tahan kegerahan dengan kondisi kehamilannya dan juga dengan pergelutan yang tentunya pasti akan terasa panas.
Kesepakatan terjadi, Vanessa mendapatkan AC dan mas Arya yang mendapatkan haknya sebagai seorang suami, malam itu menjadi malam panjang bagi keduanya yang telah beberapa bulan di ini tidak saling mengadu perasaan tetapi kini semuanya melebur menjadi satu. Vanessa benar-benar terbuai oleh belaian dan sikap manis mas Arya.
"Aku lelah sekali, anak kita juga sepertinya lelah." Wulan mengusap perutnya yang terasa kaku dan tidak nyaman, mungkin hal ini terjadi karena mereka kurang pengetahuan tentang berhubungan di saat masa kehamilan.
Mas Arya yang mengerti akan masalah yang di rasakan oleh Vanessa kini mendudukan diri, Ia bertanya di mana saja bagian tubuh yang terasa tidak nyaman, pijatan lembut di berikan, sedikit menyesali akan keputusannya yang menyentuh sang istri di saat kehamilan. Ia kira saat sudah memasuki trimester kedua maka semuanya akan aman dan ternyata tidak sesederhana itu.
"Apakah sudah lebih baik?. " Mas Arya bertanya disaat rasa kantuknya menghampiri tetapi ia coba lawan demi sang istri dan buah hati yang masih berada di dalam kandungan. Tetapi saat selang beberapa detik tidak mendapatkan jawaban maka ia pun menoleh mendapati Vanessa yang sudah tertidur lebih dulu. Maka ia pun berhenti dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Vanessa.
******
"Mas bangun aku pengen makan putu ayu. " Vanessa mengguncang lengan mas Arya beberapa kali dari mulai pelan sampai agak keras tetapi lelaki yang sudah menjadi suaminya tersebut terlihat enggan untuk membuka matanya.
Waktu menunjukkan pukul 9 pagi dan mereka baru tertidur beberapa jam yang lalu, maka dari itu mas Arya masih terasa mengantuk. Berbeda dengan Wulan yang tiba-tiba bersemangat dan terasa lebih segar saat ngidamnya ingin dituruti.
"Ehmm ia nanti aku belikan. " Mas Arya menjawab dengan mata yang setengah terbuka, ia kembali menutup mata tetapi guncangan di lengan membuatnya terjaga, meski agak berat tapi ia bertumpu pada tangan dan berusaha untuk bangun.
Mas Arya mengucek matanya beberapa kali untuk menyesuaikan kondisi matahari yang telah menelusup melalui kaca jendela dan membuat ruangan menjadi lebih terang dari yang sebelumnya.
Dilihatnya sang istri dengan kesal menunggu terbangun, pernah ia baca buku bahwa seorang istri berada yang memiliki emosi yang naik dan turun, maka dari itu para suami harus waspada jika terjadi hal tersebut, dan mas Arya yakini bahwa inilah saatnya ia harus waspada kepada sikap Vanessa.
Mas Arya hendak menyuruh tukang kebun ataupun supir pribadinya untuk mencarikan kue putu ayu keinginan sang istri, tetapi ditentang keras oleh Vanessa dengan alasan ia tidak akan mau makan kue tersebut jika bukan mas Arya sendiri yang membelikannya. Kata sabar ternyata lebih sering diucapkan beberapa hari ini daripada dugaan sebelumnya.
Dan sekarang berada lah mas Arya disini, di sebuah pasar tradisional yang ada di kota tersebut atas rekomendasi dari salah satu pembantunya. Kesan pertama yang ia lihat saat berkunjung ke pasar tersebut adalah 'becek' bagaimana tidak ? disaat kakinya baru saja melangkah tetapi air yang bercampur dengan tanah membuat jalan menjadi lebih licin dari yang seharusnya.
Mas Arya menahan emosinya, hampir saja ia meledak di saat kakinya pendek terpeleset dikarenakan becek tersebut.
Diambilnya HP yang berada di saku celana, ia menggulir layar dan mencari salah satu kontak dengan nama Yudi disana. Panggilan ia lakukan dan tak lama menunggu seseorang dari seberang sana mengangkat.
"Iya ada apa Pak? Apa ada yang bisa saya bantu ?." Tanya Yudi yang merupakan salah satu asistennya di kantor dan tidak biasanya sang atasan menelpon di saat hari libur seperti ini.
"Sumbangan dana 300 juta untuk renovasi pasar tradisional berada di kota ku, yang berada dekat dengan sungai di sebelah kanan perempatan jalan. " Mas Arya langsung mematikan telepon begitu saja, ia tahu Yudi orang yang bisa dipercaya maka dari itu ia memberikan kan tugas tersebut.
Kembali pada tujuan utama mas Arya berada di pasar, yaitu setelah mencari dan mengitari pasar akhirnya seharian sampai di deretan jajanan pasar dengan beberapa orang penjual disana. Ia tidak tahu yang mana yang namanya kue putu ayu.
"Mana yang namanya kue putu ayu ?." Mas Arya bertanya kepada penjual yang paling dekat dengan jaraknya berdiri, ia bingung dengan berbagai macam jajanan pasar dan semuanya terlihat berbeda.
"Yang ini, mau beli berapa ?." Tanyanya kembali setelah menunjuk kue tersebut.
"Bungkuskan sepuluh." Mas Arya membeli banyak, siapa tau Vanessa tak cukup hanya makan satu atau dua makanya daripada ia harus bolak-balik ke pasar lagi, jadi langsung beli 10.
Misi telah berhasil ia selesaikan, 10 putu ayu telah ia tenteng di dalam kantong plastik berwarna putih. Sesampainya di rumah, dirinya langsung disambut oleh sang istri yang duduk di kursi teras menunggu dirinya pulang membawa kue putu ayu pesanan.
Vanessa langsung menerimanya kue itu, matanya berbinar seolah sebelumnya tidak pernah melihat makanan. Makan kue putu itu dengan hati yang bahagia, mas Arya yang melihat hanya bisa terdiam sambil menggeleng saja. Menjadi seorang suami di saat sang istri sedang hamil nyatanya suatu tantangan untuknya. Dan ia akan mencoba untuk lebih sabar dalam menghadapi Vanessa kedepannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, komen dan subscribe 💞
aldikn gak tau
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi