NovelToon NovelToon
Oh My Salsa

Oh My Salsa

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: dewi kim

Follow Ig Dewikim243 ya.

Salsa adalah tipe wanita yang sangat fosesif pada suaminya, dia adalah tipe istri yang pengatur. wanita itu akan murka ketika Kevin, suaminya pulang telat.

Kevin jenuh dengan tingkah Salsa, hingga akhirnya dia tidak memperdulikan lagi istirnya dan malah mencari pelarian di luar karena Salsa selalu membuatnya tertekan. hubungan kedua pasangan suami istri itu merenggang, dan pada akhirnya Salsa menyadari bahwa dia sudah sangat keterlaluan pada suaminya dan dia berniat untuk memperbaiki hubungannya. Namun, sayang ketika Salsa sudah sadar, Kevin sudah asyik dengan dunianya. Dan pada akhirnya, Salsa kembali terluka. Apakah Salsa mampu merebut hati suaminya lagi. Ataukan Salsa menyerah dan menerima cinta yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

Aku up 3 bab dengan extra panjang jadi awas aja kalau ga komen sampe 100 komen 🤣🤣🤣scrol ya gengs

Satu jam kemudian.

Tubuh Kevin terasa lunglai, lelaki itu sudah terjatuh dari kursi roda sebab sedari tadi dia mencoba berdiri untuk meminta bantuan. Ini sudah satu jam berlalu dia terjebak di lift, pasokan oksigen semakin berkurang hingga sekarang lelaki tampan itu meringkuk di pojok dan sepertinya sudah pasrah.

Saat dia akan memejamkan matanya. Terdengar suara ketukan dari arah luar. Kevin pikir para teknisi lift sedang membenarkan lift agar lift terbuka, tapi sayang itu hanya suara orang yang sedang menggedor lift. Kevin menyangka bahwa dia sedang diselamatkan, padahal tidak. Kevin sama sekali tidak curiga bahwa dalang dibalik semuanya adalah istrinya. Bahkan, dan tentu saja Salsa yang menyuruh orang untuk terus mengetuk ngetuk lift.

***

Salsa terbangun dari tidurnya, tidak terasa ini sudah satu jam berlalu dia tertidur. Dia sengaja memasangkan alarm agar dia terbangun tepat waktu. Dia juga sudah memperkirakan semua, mana mungkin dia membiarkan Kevin mati karena kekurangan oksigen.

Salsa mengutak-atik ponselnya kemudian dia langsung menelepon teknisi lift.

"Bebaskan dia sekarang," kata Salsa dan setelah itu, dia pun turun bersiap menjemput Kevin, seolah dia dan para teknisi lift sedang menyelamatkan lelaki itu.

"Kevin!" Salsa berteriak ketika pintu lift sudah terbuka. Teknisi lift seolah membuka paksa pintu lift, padahal sebenarnya tidak dan beruntung Kevin masih sadar walaupun matanya setengah terpejam.

Wajah Salsa tentu saja terlihat panik padahal dia sedang tertawa dalam hati. Sebenarnya semua imbang. Perasaan Kevin pada Salsa tentu berubah dengan dia mengkhianati Salsa dengan Davika dan membunuh darah dagingnya, begitu pun dengan Salsa, dia juga ikut berubah menjadi pembunuh berdarah dingin. Seharusnya, walaupun Kevin tahu itu bukan anaknya, dia tak seharusnya membunuh seseorang hanya untuk ambisinya dan ini yang membuat Salsa berubah, jadi semua pun impas. Dan sikap Salsa masih bisa dipahami apalagi dia mendapat serangan mental yang begitu bertubi-tubi.

Satu jam kemudian.

Kevin terbangun dari tidurnya. Tadi setelah dia dikeluarkan dari lift, dia langsung tidak sadarkan diri dan Salsa membawa Kevin ke atas untuk ditangani. Oksigen di diri Kevin sudah berkurang hingga Kevin seperti orang yang sesak dan ketika terbangun, sepertinya kondisi Kevin sudah lebih baik. Saat Kevin membuka mata, Salsa tersenyum, lelaki tampan itu juga ikut tersenyum.

"Terima kasih, Sayang," kata Kevin hingga Salsa mengangguk.

"Maafkan aku, harusnya aku tadi tidak membiarkanmu naik lift seorang diri," ucap Salsa hingga Kevin berusaha menggerakkan tangannya untuk menggenggam tangan Kevin.

"Tidak, itu bukan salahmu, aku juga minta maaf karena telah merepotkanmu," jawab Kevin..

"Ya sudah kalau begitu, aku ingin melihat Kalindra dan Aluna terlebih dahulu. Setelah itu, akan kubawakan makanan untukmu," jawab Salsa lagi.

Setelah mengatakan itu, Salsa pun bangkit dari duduknya kemudian keluar dari kamar, dan setelah Salsa keluar, Kevin mengutak-atik ponselnya kemudian menelepon Davika, meminta wanita itu untuk jangan terlebih dahulu mendatanginya ataupun meneleponnya terlebih dahulu. Kevin ingin menyembuhkan dirinya, karena jika dia sedang tidak berdaya lalu mempunyai kesalahan, tentu saja Salsa akan mendepaknya dengan mudah.

"Kevin, aku ingin berbicara penting padamu," ucap Davika. Rasanya, dia sungguh ingin segera Kevin tahu bahwa dia sedang hamil, tapi tentu saja dia tidak bisa memberitahukannya lewat telepon. Dia juga tidak boleh gegabah melangkah.

"Aku akan menghubungimu nanti, percayalah aku tidak akan pergi, tapi sekarang aku harus benar-benar beristirahat dan selalu ada Salsa di sampingku, jadi aku tidak mungkin menjawab telepon darimu," balas Kevin dengan cepat.

"Ya sudah kalau begitu, aku tutup panggilannya,"sambungnya lagi.

Salsa melihat ke sana kemari, wanita cantik itu memastikan tidak ada siapa pun di area dapur sebelum dia memasukkan obat ke dalam minuman Kevin.

Setelah yakin tidak ada yang melihatnya, Salsa langsung merogoh saku kemudian wanita cantik itu membuka tutup obat, lalu meneteskan beberapa cairan ke gelas mantan suaminya.

"Mommy." Tiba-Tiba, terdengar suara Kalindra dari arah belakang hingga Salsa langsung memegang jantungnya karena Kalindra datang secara tiba-tiba, dan juga Kalindra langsung memanggilnya.

"Kau ini mengagetkan saja," ucap Salsa.

"Mommy sedang apa?" tanya Kalindra, dia barusan melihat apa yang dilakukan oleh ibunya tapi dia sengaja baru memanggil Salsa setelah Salsa selesai. Dia memanggil ibunya karena entah kenapa dia merasa ada yang disembunyikan oleh ibunya.

"Oh, ini vitamin untuk Daddy. Daddy, 'kan, harus meminum vitamin agar segera pulih," ucap Salsa yang mengelak.

Anehnya, selama di rumah sakit, Kalindra sama sekali tidak menanyakan keberadaan Kevin. Dia tidak ingin tahu kondisi ayahnya, sekali pun Salsa sudah memberitahu bahwa Kevin tidak bisa berjalan, tapi Kalindra seakan tidak peduli.

"Kalau begitu kau lanjutkan aktivitasmu, Mommy akan pergi ke atas untuk membawakan Daddy vitamin,” ucap Salsa, hingga Kalindra mengangguk. Dan setelah Kalindra pergi, Salsa menghela napas lega karena Kalindra tidak bertanya lagi.

***

Davika terdiam di depan rumah yang tak lain adalah milik ibu Kevin. Ini sudah satu bulan berlalu, setelah menelpon Kevin dan Kevin melarangnya untuk mengganggu terlebih dahulu, Davika memutuskan untuk datang ke rumah orang tua Kevin, dan mengatakan dia sedang hamil.

Semalan dia mulai takut, bagaimana jika Kevin tidak mau bertanggung jawab. Hingga sekarang dia berencana untuk memberi tau tentang kehamilannya pada keluarga Kevin. Berharap, keluarga Kevin akan membelanya jika Kevin tidak mau bertanggung jawab.

Dan tak lama, setelah terdiam cukup lama, Davika langsung memencet bel. Dan tak lama pintu terbuka, ternyata yang membuka pintu adalah Aurel.

"Bibi," panggil Davika. Baru saja dia akan berbicara lagi, Davika menghentikan niatnya ketika melihat wajah Aurel yang tampak tidak ramah.

Selama satu bulan ini, Aurel dan Davika juga tidak saling bertemu, tentu saja karena kesibukan Davika yang menjadi pemimpin perusahaan, apalagi dia harus mendapatkan uang yang berkali-kali lipat dari uang yang dia pinjam saat itu.

"Davika, sedang apa kau di sini?" tanya Aurel. Nadanya terdengar sangat dingin.

Davika mengerutkan keningnya ketika melihat reaksi Aurel. Sebenarnya Aurel sedikit kesal pada Davika karena Davika tidak mengindahkan keinginannyanya. Sebulan kemarin, Aurel ingin sebuah tas, tapi karena saat itu uang perusahaan sedang kosong, hingga Davika tidak mengabulkan keinginannya. Dan itu membuat Aurel kesal.

“Bibi!” panggil Aurel lagi. Dia mulai bingung harus mulai dari mana ketika wajah Aurel tidak ramah.

“Ada apa?” tanya Aurel lagi.

“Bibi, bolehkah aku masuk. Aku tidak mungkin bicara di sini,” balas Davika, membuat Aurel berdecak karena menganggap Davika lancang.

“Kita duduk di sana saja.” Aurel menunjuk kursi depan membuat Davika langsung terdiam. Jantung Davika serasa tertusuk, karena dia di perlakukan seperti ini. Bukankah mereka bisa duduk dan berbicara di dalam. Tapi, kenapa Aurel malah mengajaknya duduk di luar.

1
Visencia Alingga
❤❤❤❤❤❤
choky_chiko_r
keren banget Salsa...
sharvik
tdk ad yg benar krakter dlm crta in hahah
sharvik
trlalu lama brmain . .smpai khlangn ank. . .n prmainn bln slsai jg
Cici Risna Yulianti
Luar biasa
mbak mimin
jare Nino kutunggu janda u
Galih Pratama Zhaqi
dan kisah kalindra akn menguras air mata bngt. crtamu keren thor 😍
Galih Pratama Zhaqi
🤦‍♀️ dr kmrn bca baru ngehh kl ini kisahnya orngtuany kalindra srta nekek kakeknya , krn aku sdh lbh dl bca kisahny kalindra .
Galih Pratama Zhaqi
sruh hdp sndri aja kl smua tdk blh diiktcmpuri ato diatr, biar bebs tnp aturan d diikutcmpuri.
Mas Budian
contoh mertua lucnut
Nur Mashitoh
Rasain!!!
Budhe Satryo
semua novelmu langsung otw kk
Nana Niez
mantab,, lanjutkan hidup mu salsa,, lepaskan pria yg spti itu
novi 99
gween bukan anak Kevin ...

karena klo anak kandung Kevin , Kevin pasti sayang banget sama anaknya ....

makannya di buat cerita gween jodoh sama KK tirinya ...
novi 99
ini Aurel biang penyakitnya...
novi 99
meski di luar negeri , paling gak masih ingat dosa dong seharusnya ...
novi 99
itu kan keinginan mu Davika ... rasakan punya mertua model pengeretan
novi 99
Kevin pasti ngira dia kena Aids... semoga aja beneran
novi 99
banyak typo nih.......
novi 99
sudah Kevin ... posisi mu gak aman ...
apalagi ayah mu licik gitu .
ibu mu juga paling ujung gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!