NovelToon NovelToon
Istri Manisku Ternyata GANGSTER

Istri Manisku Ternyata GANGSTER

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:127.4k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan, karena Hati yang kaya mungkin berada dibawah Mantel yang buruk, sebelum menilai seseorang, selalu ingat tidak ada orang suci atau Pendosa yang murni.

Menjadi seorang Gangster memang bukan pilihan, namun karena pernah mendapatkan bullyan saat masih menuntut ilmu di negara orang, Ruby Ajeng Apsari nekad masuk dalam sebuah kumpulan Gangster dengan tujuan sebagai perlindungan diri.

Namun diumurnya yang sudah menginjak kepala tiga, mau tidak mau dia harus kembali ke negara asal, bahkan disebuah perkampungan yang jauh dari kata kemewahan, karena Ibunya memilih tinggal di desa untuk menikmati masa tuanya, walau sebenarnya dia punya usaha dan rumah mewah di kota.

Sebenarnya dia sudah nyaman tinggal di negara orang, namun sebelum Ibunya mengamuk dan menjemput langsung ke luar negri, Ruby memilih pulang.

Dan siapa sangka, ternyata tujuan Ibunya menyuruh pulang karena punya niat terselubung, untuk menjodohkan putrinya dengan pemuda desa biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35.Jamu Kuat.

Rania tidak perduli, bahkan dia merasa senang jika bisa meninggalkan Zack disana, itung-itung memberikan pelajaran berharga bagi penumpang yang menyebalkan seperti Zack itu pikirnya.

"Hei... tunggu dulu!" Zack langsung panik, tidak mungkin sampai malam disana, apalagi disana hanya warung kecil saja, tidak ada tempat yang nyaman untuk sekedar bersantai.

"Maaf saya harus kejar setoran, jadi jangan buang-buang waktu berharga saya disini." Rania kembali menutup helm full face miliknya dan membenahi jacket yang kulit milik almarhum bapaknya dulu.

"Peh... aku bayar berapapun harga waktumu, kamu tinggal bilang saja!" Zack menarik pegangan yang ada dibelakang motor milik Rania agar motor gadis itu tidak bisa jalan.

"Wuidih.. sombong amat! tapi maaf, saya sedang malas mengantarkan penumpang yang modelnya seperti Anda, jadi silahkan cari ojek lain saja!"

Rania memang malas berhubungan dengan penumpang ribet, apalagi Zack sudah menghinanya tadi, bahkan sudah berpikir yang tidak-tidak tentangnya, padahal dia sudah beniat baik mencarikan warung yang pernah dia kunjungi untuk mengantarkan penumpang, dan katanya minuman anggur disana itu sangat manjur sekali.

"Woi... Kamu sengaja mau mengajakku berperang ya, bukannya bapak ini tadi bilang kalau nggak ada pangkalan Ojek disini?" Zack tidak mungkin juga pulang jalan kaki, bisa patah tulang kakinya saat dia sampai ke rumah Ruby nanti, padahal dia hanya ingim mencari hiburan sejenak saja tadi.

"Ora ngurus!" Umpat Rania yang kembali bersiap untuk menjalankan motornya.

Grep!

Tidak ada cara lain selain memiting leher Rania kembali, bahkan dia sengaja membuka paksa helm full fave yang Rania pakai.

Widiih... Lumayan juga wajah ini bocah!

"Turun nggak, atau aku patahkan tulang lehermu sekarang juga!"

Zack sempat terkesima sejenak dengan wajah ayu milik Rania walau tanpa make up sekalipun, namun dia kembali menyadarkan diri untuk mengancam Rania, daripada dia harus terdampar diwarung pinggir hutan itu pikirnya.

"Uhuk.. uhuk.. to-tolong!" Rania mengulurkan tangannya kearah penjual di warung itu untuk meminta bantuan darinya.

"Sudahi drama kalian berdua, minum dulu ini, saya kasih gratis karena kalian berdua pelanggan pertama saya hari ini." Namun wajah penjual itu tidak terlihat curiga atau takut sama sekali, dia bahkan mengulurkan dua gelas yang dia ambil dari warung miliknya tadi kepada Rania dan Zack.

Glek

Glek

Glek

Karena keduanya memang haus, Zack dan Rania langsung menerima minuman itu tanpa ragu, karena kalau dilihat dari warnanya minuman itu seperti teh manis, jadi mereka langsung menghabiskan satu gelas ditangan mereka masing-masing.

"Eherm... minuman apa ini pak, warnanya seperti teh tapi kenapa rasanya sedikit aneh begini." Setelah habis, Rania baru tersadar dan mencoba mengendus bau sisa dari minumannya yang berbau jamu tapi seger.

"Itu jamu kuat yang saya ramu khusus untuk pasangan suami istri, siapa tahu setelah minum ini kalian jadi bisa baikan lagi, ingat masalah rumah tangga bisa diselesaikan dengan mudah diatas Ranjang Bergoyang."

Penjual itu tetep kekeh dengan persepsinya bahwa mereka berdua adalah pasangan, karena wajah mereka berdua terlihat cocok sekali, dan bagi penjual itu memiting seseorang bukanlah kekerasan, dia malah berfikir itu tanda kasih sayang, apalagi antara laki-laki dan perempuan.

"HAH, RANJANG BERGOYANG!"

Zack dan Rania langsung kompak menjerit, padahal sedari awal mereka berdua sudah mengatakan kalau mereka bukanlah pasangan, hanya sebatas sopir dan penumpang saja, tapi kenapa malah sampai membahas soal ranjang bergoyang segala pikirnya.

Apalagi Rania yang masih sangat belia, terasa sangat asing mendengarkan kata-kata itu, bahkan belum ada dalam angan-angannya untuk memikirkan ranjang bergoyang, karena cita-citanya masih sangat panjang, walau dia belum punya pengalaman ataupun biaya untuk menggapai apa yang dia inginkan.

"Betul sekali, mari silahkan masuk, ada beberapa varian lagi yang pastinya sangat manjur sekali, pokoknya saya menerima semua keluhan, jika kurang besar atau kurang bisa berdiri dengan tegak, atau jika pihak wanita becek juga saya punya solusinya, dijamin ampuh loh." Sebagai pedagang apapun akan dia katakan agar pembeli merasa tertarik, walaupun tidak ditanya sama sekali, namanya juga promosi pikirnya.

"Ini warung apa sebenarnya? heh.. Rupon, kamu mau menipuku ya?" Zack lansung berkacak pinggang kearah Rania, dia sudah merasa aneh tadi, namun dia memang melihat ada beberapa botol minuman tradisional disana.

"Loh.. bukannya Mas sendiri yang minta diantar ke warung minuman sejenis anggur merah? noh... ada yang gambar berjenggot disana, itu kan sejenisnya juga."

Rania tidak berpikir panjang tadi, dia pernah mengantarkan salah satu penumpangnya kesana, dan dia sempat melihat pedagang itu menuangkan minuman anggur bergambar jenggot orang tua itu, sebagai campuran jamu.

"Tapi itu jamu REPON! yang aku maksud sejenis angker beerr atau sapporo beerr, bukan jamu kuat REBO PON!" Antara gemas namun juga kesal yang Zack rasakan saat ini, dia tidak menyangka jika gadis itu polos sekali.

"Minuman apa itu?" Rania tidak pernah mendengar nama minuman itu, kalau anggur gambar jenggot itu memang bisa memabukkan kalau diminum secara berlebihan, namun jika ditempat penjual jamu itu hanya sebagai pelengkap saja dan tidak memabukkan, jadi Rania menyetujuinya saja tadi.

"Haish... apa kamu hidup dijaman purbakala, kenapa minuman seperti itu saja tidak tahu?" Umpat Zack yang tensi darahnya mungkin sudah naik drastis kali ini karena berdebat dengan wanita polos seperti Rania.

Tentang hal-hal seperti itu Rania memang tidak tahu, bahkan terdengar asing ditelinga, namun dia punya otak yang cukup cerdas, jadi dia langsung mengeluarkan ponselnya dan mencari tahu tentang nama minuman itu di laman mbah goggle.

Dasar Wong Edan!

"Ini dikampung Mas Bro, mana ada yang jual begituan, gila lama-lama ngomong sama ini orang!" Setelah mengetahui dengan detail gambar dan juga kandungan isi didalam minuman itu, Rania seolah terlihat murka.

"Sudah-sudah, mari masuk saja, jangan berantem disini, malu dilihat orang, ayo minum satu gelas lagi dan saya sewakan kamar pribadiku untuk kalian berdua." Celetuk penjual jamu itu yang langsung menggiring Rania dan Zack agar masuk kedalam warungnya.

"NGGAK MAU!" Tolak mereia berdua dengan serentak.

"Ayo cepat minum! saya kasih gratis ini nanti, kamarnya aja yang bayar, cepat minum sini!" Tanpa disangka pedagang itu malah memaksa keduanya, bahkan mencengkeram lengan keduanya dengan erat.

"Kabur Mas Bro!" Teriak Rania yang langsung menghempaskan tangan penjual jamu itu.

"Woi... Tunggu aku REPON!" Teriak Zack yang langsung mengikuti Rania untuk kabur darisana.

Baru kali ini Zack merasakan ketakutan semenjak masuk dalam lingkungan Gangster, bahkan bukan dengan seorang penjahat, namun dengan seorang penjual jamu kuat.

1
Asngadah Baruharjo
jangan doong
Asngadah Baruharjo
gaskeunnbaanhghh
Asngadah Baruharjo
terhura aku bang
Asngadah Baruharjo
aduuhh wetengku kaku
Asngadah Baruharjo
repon 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha
Asngadah Baruharjo
haduuuuh ngakak teruussss
Asngadah Baruharjo
ngakak paraahhh thorrr 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
abaaaanggg🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
wadidawwww
Asngadah Baruharjo
wa ha ha ha 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
kocak sekali ceritanya, semangat THOORRR 🌹🌹🌹
Asngadah Baruharjo
haduuuuh sakit perutku🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
wa ha ha 🤣🤣🤣🤣, ngakak terus
Asngadah Baruharjo
ngakak terus sampe keju linu rahangku 🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
ngakak paraahhh thorrr 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
walah2 aku tak bisa conen saking seruunya
Asngadah Baruharjo
wa ha ha ha 🤣 🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
Abi udah cus aja🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
keren thoorrr kerennnnnnnn 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!