NovelToon NovelToon
Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Berbaikan / Tamat
Popularitas:548.8k
Nilai: 5
Nama Author: Uki Hara

Follow instagram @Ukiii__21 untuk info karya ini

ANGKASA SERIES
Seri 1: MENIKAHI TEMAN KELAS (END)
Seri 2: MUHASABAH CINTA (END)
Seri 3: (BUKAN) PERNIKAHAN SEMPURNA

***

Kegagalan pernikahan di masa lalu menghentikan niat Angkasa menikah lagi. Kehidupannya yang dulu kosong dan tanpa arah seolah terulang kembali, bahkan lebih buruk.

Angkasa tenggelam dalam kesedihan, hingga Sakti yang merupakan sahabat sejak SMA rela melepas kesenangan demi kesembuhan dirinya.

Kehidupan berjalan sesuai takdir. Bersama Sakti, Angkasa mulai membangun mimpinya yang pernah hilang. Namun, saat semua fokus Angkasa terarah pada pekerjaan dan pencapaian, mantan istrinya kembali.

"Kasa, kamu ingat aku?" Wanita bermata bulat dengan cadar hitam di wajahnya itu bertanya pelan.

Bibir Angkasa tertutup rapat, tetapi hati berbisik, "Bagaimana aku bisa lupa saat tajamnya namamu mampu memutus semua syaraf di kepala sampai aku nggak ingat lagi kehidupan yang sebenarnya, Myria?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uki Hara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

“Udah ke dokter lo?”

Angkasa mengangguk tanpa melihat. Dia sibuk membaca berkas sebelum mencoret tanda tangan.

“Kapan?” Seperti emak-emak, Sakti terus menanyakan. Belum lega rasanya jika belum dengar jawaban secara lengkap.

“Dua hari lalu.”

“Terus gimana? Dosis obat lo naik?”

Ganti gelengan yang diberikan Angkasa. Kemudian, kepalanya terangkat, sementara tangan melempar map biru yang isinya baru ditandatangani. “Tetep pakai yang kemarin. Dokter cuma bilang sebisa mungkin gue harus ngehindari sumber permasalahan.”

Jawaban Angkasa membuat Sakti tercengang. Pria dengan setelan serba hitam itu menjatuhkan  diri di kursi. “Apa dokter lupa kalau sumber masalah lo itu mertua lo sendiri. Gimana dapet anaknya kalau nggak ketemu bokapnya.”

Sama seperti Sakti yang bingung, Angkasa juga demikian. Pria itu ikut mendesah berat. “Gue juga nggak ngerti. Andai ngilangin perasaan semudah ngebilas busa di cucian piring.”

“Kek pernah cuci piring aja lo.” Sakti mengejek. Bukannya memikirkan solusi, melainkan pria itu masih sempat bersikap konyol.

Angkasa tak terima. Dia lempar pena ke arah Sakti. “Amnesia lo? Selama di Inggris, siapa yang ngerjain kerjaan rumah?”

Tawa Sakti meledak. Dia bangkit dan menarik berkas dari meja. “Gue nggak nyuruh. Lagian dulu dibilangin pakek jasa pekerja kebersihan aja nggak mau. Lo aja yang suka ribet. Seribet perasaan lo sekarang.”

“Emang sialan punya temen kek lo, Tuan Sakti Eka Pradana!”

Teriakan Angkasa mengundang ledakan tawa Sakti kembali memenuhi ruang. Pria 27 tahun itu menyahut map dan bergegas pergi dari tempat karena harus melanjutkan pekerjaan.  Namun, sebelum tubuh tingginya benar-benar hilang dari pandangan, Sakti menoleh. “Oh, iya, Ka. Lo ada niat nyari orang buat gantiin posisi Myria nggak? Kemarin HRD nanya.”

Saking stresnya, Angkasa lupa perkara itu. Hampir empat hari posisi Myria kosong tanpa ada yang menempati. David biasanya meminta tambahan orang jika anggota tak lengkap. Akan tetapi, untuk kali ini pria itu diam. Mungkin pria pemilik jabatan manajer itu masih syok atas ancaman Sakti kemarin-kemarin.

“Ntar dipikirin. Produksi udah jalan. Kita bisa evaluasi kalau tim sekarang sanggup, udah cukup kayaknya nggak perlu nambah lagi.”

“Oke.” Obrolan itu berakhir begitu saja karena pekerjaan harus tetap berjalan.

Sore hari, mobil yang dikendarai Daniel berhenti di teras. Pria itu segera turun dan membukakan pintu untuk Tuan Tirta.

Dua pria itu baru kembali dari luar kota guna meninjau anak perusahaan selama empat hari. Meski kemarin bertengkar hebat dengan putrinya, Tuan Tirta tetap pergi bekerja. Beliau pikir akan membiarkan Myria tenang lebih dahulu dan keesokan harinya akan menelepon untuk bicara lagi.

Telepon memang dilakukan Tuan Tirta begitu tiba di hotel kala itu. Namun, sayangnya, Myria tidak mau mengangkat. Hari berikutnya, pekerjaan menyita perhatian Tuan Tirta secara penuh sehingga tidak bisa langsung berkomunikasi. Bahkan, komunikasi beberapa kali harus terjeda dan saat malam hari baru bisa menghubungi, tetapi nomor sang anak sudah tidak aktif.

Cemas? Tentu saja. Tuan Tirta pergi setelah pertengkaran dan berhasil menoreh luka. Niatnya ingin meminta maaf setelah Myria tenang, tetapi semua di luar dugaan.

Tanpa berucap apa pun pada Daniel, Tuan Tirta bergegas masuk. Selama di luar kota, beliau hanya mampu memantau Myria melalui Nyonya Caroline maupun Andreas.

Kamar Myria yang tertutup menjadi tujuan Tuan Tirta. Namun, belum sampai di depan pintu, Nyonya Caroline turun dari arah tangga dan menghampiri.

“Di mana Myria?” Tuan Tirta bertanya cemas sembari memberikan tas jinjingnya pada sang istri.

Dua tangan Nyonya Caroline menerima, tetapi matanya menatap sendu. “Di kamar. Dia tidak keluar sama sekali. Bahkan tidak mau makan. Myria bilang puasa.”

“Kamu membiarkannya?”

“Myria sulit dirayu, Tirta.” Suara Nyonya Caroline begitu lemah. Antara sedih dan frustrasi menghadapi kondisi rumah tangganya menyangkut perkara anak.

“Kenapa dia keras kepala seperti ini? Apa maunya? Aku juga tidak akan lepas kendali kalau dia tidak membela anak muda itu terus.” Mulut Tuan Tirta terus mengomel, sementara kedua kakinya melanjutkan langkah menuju kamar sang putri.

Nyonya Caroline yang ada di belakang hanya bisa mengembuskan napas mendengar perkataan Tuan Tirta. Wanita cantik itu membatin, “Keras kepalanya juga menurun darimu. Kamu ayahnya.”

Pintu diketuk Tuan Tirta secara perlahan diikuti panggilan. “Myria, ini Ayah.”

Benda bercat putih itu diketuk lagi karena belum dapat jawaban dari dalam. “Myria, dengar Ayah? Ayah ingin bicara denganmu.”

Dahi Tuan Tirta berkerut. Pria itu memandang sang istri, tetapi dapat gelengan. Nyonya Caroline memberi isyarat bahwa Myria memang tidak menanggapi sama sekali dari kemarin.

Tuan Tirta coba sekali lagi. “Myria, ini Ayah. Ayah ingin minta maaf denganmu. Maafkan Ayah sudah lepas kendali waktu itu sehingga menamparmu. Ayah menyesal, Nak. Ayo, buka pintunya.”

Kata-kata Tuan Tirta terkikis masa. Nyatanya, hampir lima menit berdiri di depan pintu, tetap tidak ada sahutan apalagi pergerakan benda itu akan dibuka. Hening terus menyelimuti hingga Nyonya Caroline meminta Tuan Tirta untuk mendobrak saja.

“Ambil kunci cadangan di laci. Bawa semua kuncinya kemari kalau kamu bingung.”

Tidak perlu berpikir, Nyonya Caroline segera menuju ruang keluarga dan mencari kunci cadangan di laci. Beliau menghela napas saat melihat banyaknya kunci karena memang semua benda itu dijadikan satu padahal rumahnya seperti hotel yang berisi banyak kamar.

Mau tidak mau, sesuai saran Tuan Tirta, Nyonya Caroline membawa semua anak kunci itu untuk diberikan pada sang suami.

Tuan Tirta menunggu kedatangan Nyonya Caroline sambil memanggil putrinya terus menerus. Namun, tetap saja percuma karena tidak ada respons sama sekali. Tidak ada suara atau apa pun dari dalam, membuat pria itu waswas.

Satu per satu kunci dicoba. Percobaan demi percobaan dilakukan hingga percobaan ketujuh, beruntung kuncinya cocok sehingga pintu bisa terbuka. Tuan Tirta mendorong pintu itu secara perlahan, tetapi alangkah kagetnya saat berhasil membuka lebar-lebar.

“Myria!” teriaknya menggelegar.

1
Uti Cimoy
Hai kakak author, aq suka tulisan mu. ini lagi baca maraton
ig: ukiii__21: udah tamat di f1zz0 kak
total 3 replies
Sri Puryani
kok gt sih sakti ....mbok yo mendekati faiza kasihan kan
Sri Puryani
ya deketin faiza dong sakti.....msk tanya sama ibrahim
Sri Puryani
myria egois....mementingkan diri sdr
Sri Puryani
kok rasanya gk percaya ya myria bs mikir gt, kirain ilmu agamanya tggi itu pinter ternyata.......
kenapa bs menekan suaminya spt itu? kyk gk menghormati & menghargai suaminya
Sri Puryani
thor faisa srh nolak nikah sama angkasa blg aja mo nikah sama sakti biar myrianya gk ngeyel
Sri Puryani
oalah myria ....jd orang kok gk sabar....br jg sethn blm punya anak dah bingung, aq aja 5 th br punya anak gk papa 🤭
Sri Puryani
oh faisa kirain friska ....ya udah faisa sama sakti aja
Sri Puryani
udah sama sakti aja friskanya
Sri Puryani
semangat angkasa myria
Sri Puryani
jangan" myria lg tekdung😀
Sri Puryani
sdh jd suami panggilannya dirubah dong my....
Sri Puryani
ternyata dendam
Sri Puryani
kyknya ada yg dendam sama angkasa
Sri Puryani
Luar biasa
Sri Puryani
ikut seneng baca 😀
Sri Puryani
kok gk rela ya thor angkasa sama orang lain
Sri Puryani
oalah thor kok gt nasib angkasa....kasihan thor, hukum bpk nya myria aja thor
Sri Puryani
ortu yg egois....myria lakukan sesuatu spy ayahmu kehilangan dirimu
Sri Puryani
kyknya yg dtg ortu angkasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!