NovelToon NovelToon
Gairah Terlarang Istri Ayahku

Gairah Terlarang Istri Ayahku

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Ibu Tiri / One Night Stand / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:265k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Akibat dijebak oleh musuh yang berkedok sebagai teman baiknya, Yura akhirnya menghabiskan satu malamnya dengan seseorang yang tidak dia kenal.

Tiga Minggu kemudian, Tante dan Om yang selama ini membesarkannya memaksa Yura menikah dengan pria tua yang pantas jadi ayahnya.

Yura tidak punya pilihan lain, dan menerima pernikahan itu. Setelah acara pernikahan itulah Yura bertemu dengan pria yang sudah tidur dengannya tiga Minggu lalu, sekaligus ayah dari anak yang ada dalam kandungannya. Seolah belum cukup membuatnya terkejut, pria yang sudah menanam benih dalam perutnya ternyata anak dari suaminya.

Bagaimana kisah Yura? Mampukah dia menemukan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Roy

Berkas yang dipeluk oleh Yura sudah mewakili jawaban bagi Roy. Tubuh pria itu seketika melemas bahkan handuk yang dia pegang jatuh dari tangannya.

Kalau tadi dia sudah merasa lebih baik, kini mendapati bahwa Yura sudah mengetahui semuanya, membuat tubuh Roy membatu di sana hanya mampu melihat tangis gadis itu yang saat ini sedang menatapnya.

Yura meletakkan map itu lalu menghambur memeluk Roy, menangis dalam pelukan pria itu hingga kembali membasahi baju yang baru saja digantinya.

"Om mohon, kamu jangan menangis. Kalau kamu seperti ini, Om semakin yakin bahwa Om tidak akan punya banyak waktu lagi. Bukankah sebagai istri seharusnya kau memberiku semangat?" ucap Roy yang berhasil mengangkat tangannya dan mengusap punggung Yura memohon agar gadis itu menghentikan isak tangisnya.

Yura tersadar. Apa yang dikatakan suaminya benar. Bukan saatnya dia lemah, menangisi suaminya yang masih hidup. Sebaliknya, dia harus memberi semangat pada Roy.

Perlahan, Yura berjalan menuju sisi ranjang, membantu Roy untuk duduk. Keduanya mengambil waktu bagi masing-masing untuk bisa menenangkan perasaan mereka lebih dulu.

"Kenapa Om merahasiakan ini? Kalau memang di Singapura tidak bisa sembuh, kenapa tidak mau mencoba ke Eropa, Om?" Yura memecah keheningan, dia mencoba untuk lebih tenang dan tidak menangis saat mereka membahas masalah ini.

"Sudah, sejak 3 tahun lalu, tapi tetap tidak ada hasilnya," jawab Roy. "Dan Om mohon kamu jangan menatap Om dengan tatapan menyedihkan seperti itu. Setiap orang akan meninggal, hanya waktunya yang berbeda. Om tidak ingin memikirkan kematian itu kapan datang menghampiri hidup Om, yang terpenting saat ini adalah menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya," lanjut Roy menepuk pelan punggung tangan Yura yang terlipat di atas pahanya.

Yura terkejut mendengar jawaban Roy. Tiga tahun yang lalu? Artinya pria itu sudah tahu tentang penyakitnya jauh sebelum mereka menikah.

"Boleh Om jawab satu pertanyaanku?" tanya Yura.

"Apa itu?"

"Kenapa Om menikahiku?"

Roy tidak tahu harus mengatakan apa. Dia menyesap udara sebanyak-banyaknya ke dalam tubuh, lalu menoleh ke arah Yura.

"Aku pernah melihatmu, dua kali di jalanan ketika kau menjadi SPG rokok dan menawarkannya kepada orang-orang saat itu. Tidak ada yang menarik bagiku karena kau sama dengan beberapa teman SPG yang lainnya, pergi menjajakan rokok kepada beberapa pria yang kalian temui. Hingga suatu hari, ketika kita bertemu kembali di jalan raya, ada hal yang menarik perhatianku. Tatapanmu yang setengah hati melakukan pekerjaan itu, lalu saat ada seorang pria yang mencoba menyentuhmu, dengan tegas kau menolak bahkan menamparnya. Hal itu membuatku yakin bahwa kau berbeda dari SPG kebanyakan."

Roy berhenti sesaat. Dia mencoba menampung lebih banyak lagi udara di paru-parunya.

"Karena penyakitku, suatu hari Niko memberi saran untuk mencarikan seorang pelayan yang bisa mengurusku. Lalu tiba-tiba aku teringat padamu dan meminta Niko untuk mencari informasi tentang dirimu. Sejak itulah aku memutuskan untuk melindungi dan membantumu dengan menjadikan kau sebagai istriku karena kalau aku meminta kau menjadi pelayan pribadiku, hidupmu akan dibuat sulit oleh Erlang, yang menganggap kau hanya menggodaku," lanjutnya tersenyum getir.

Yura yang mendengar hanya terisak. Semakin besar rasa bersalahnya Karena pernah mengkhianati Roy, padahal pria itu sejak awal memang tulus kepadanya.

"Terima kasih, Om," bisiknya parau. Dia begitu malu mengingat bahwa dirinya dulu sempat memikirkan cara kotor untuk menjebak Roy agar mau mengakui anak dalam perutnya.

Pantas saja Roy yakin kalau mereka tidak mungkin melakukan hubungan itu. Memikirkan hal itu, Yura benar-benar kehilangan muka, dan harusnya tidak berani melihat wajah pria itu. Tidak sampai di situ, dia juga melakukan skandal bersama Erlang di belakang Roy.

"Pada saat aku mengatakan bahwa malam itu kita sudah melakukannya, kenapa Om tidak langsung menyangkal?" tanya Yura ragu-ragu.

Mendengar pertanyaan Yura, kening Roy berkerut sembari menatap wajah Yura. Mulai menerka apakah gadis itu sudah...

Yura mengerti tatapan Roy yang seolah ingin mencari tahu mengapa dia melemparkan pertanyaan seperti itu padanya sekarang.

"Kemana kau simpan berkas yang tadi aku minta kau simpan?" tanya Roy mengabaikan pertanyaan Yura.

Dengan gugup, Yura mengangkat tangan dan telunjuknya mengarah pada laci paling bawah. Sedikit banyak kecurigaan Roy terjawab. Tubuhnya semakin lemas. Dia tidak ingin semua rahasia kelamnya diketahui oleh Yura secara bersamaan.

Namun, dia tidak bisa memarahi gadis itu. Dia yang memintanya menyimpan berkas itu. Yura hanya salah memilih laci hingga dia berhasil menemukan sesuatu yang Roy simpan selama bertahun-tahun.

Roy menyugar rambutnya lalu menutup wajahnya dengan kedua tangan, mencoba menenangkan debar jantungnya. Akankah memang sudah waktunya bahwa rahasia yang selama ini dia tanam harus mencuat ke permukaan?

"Aku minta maaf, Om. Aku nggak sengaja melihatnya dan rasa penasaran ku membuatku membaca semua berkas yang ada di sana. Aku tahu seharusnya aku tidak melakukan itu. Aku minta maaf, Om. Tapi aku janji, aku tidak akan pernah mengatakan apapun dan pada siapapun," ucapnya menarik tangan Roy dan menggenggam dengan erat memastikan bahwa rahasia pria itu aman bersamanya.

"Sudahlah. Om nggak bisa menyalakan mu sepenuhnya. Mungkin ini juga sudah takdir dan kehendak yang Maha Kuasa bahwa semua ini harus terungkap. Selama ini dadaku begitu sesak menyimpan sendiri dan kini kau sudah mengetahuinya, setidaknya aku merasa bahwa ada seseorang yang bisa ku percaya," jawabnya mencoba tersenyum, dan menepuk lembut tangan Yura.

Kebaikan hati Roy seluas samudra. Yura kembali terpukau dan begitu menaruh hormat kepada pria itu. Dengan ragu, tapi tetap dilakukannya, Yura menyandarkan kepalanya di bahu Roy. Dia begitu tersentuh karena mendapatkan kepercayaan yang begitu besar dari pria itu.

Apakah sebaiknya Yura juga membuka rahasianya? Mengatakan kepada Roy perihal ayah dari anak yang dia kandung saat ini? Tidak! Sepertinya ini bukan waktu yang tepat.

Kenyataan itu akan semakin membuat Roy sakit hati dan merasa terbuang. Setidaknya biarlah disisa hidup Roy, Yura menemani pria itu dengan tulus sebagai balasan atas kebaikan yang sudah Roy perbuat untuk nya.

Yura akan menganggapnya sebagai ayah yang sudah menyelamatkannya dari perbuatan jahat Kamsa.

Kalaupun tidak pada Roy, Yura yakin bahwa tantenya itu cepat atau lambat akan menjualnya kepada pria hidung belang. Setidaknya menikah dengan Roy membuatnya menjadi punya tempat dan jadi wanita terhormat, dan satu hal yang pasti anaknya bisa tumbuh dengan nyaman sebagai anggota keluarga ini.

Mungkin inilah takdir yang harus dijalani Yura. Dia tidak akan pernah mengatakan kepada Erlang, bahwa anak yang ada di kandungannya adalah darah daging pria itu. Biarlah selamanya nama belakang anaknya akan dikenang sebagai putra dari Roy Hendardi.

"Berjanjilah, jangan beritahu Erlang akan kenyataan ini. Nanti saat aku sudah tiada, pengacaraku yang akan mengatakan semua padanya. Dan saat aku sudah tiada nanti, kau harus bisa menjadi wanita kuat, melindungi putramu dari orang-orang jahat. Aku akan membagi rata hartaku untuk mu dan Erlang," tegas Roy menatap jauh ke arah jendela kamarnya.

1
Santi Maria Havernandes
kenapa cerita kok jadi lain ini ceritanya siapa sih?🤦
Cici Risna Yulianti
Luar biasa
Elminar Varida
lah...ini cerita apaan ya??bingung saya. alurnya rada aneh. ini Authornya sehat atau bukan ya🤔🤔🤦‍♀️
Juan Sastra
kurang detail thorr,, jadi kurang haredangnya
Juan Sastra
gitu toh ceritanya, niat menolong lalu gimana jika yura jujur akankah om mentalak yura dan menikahkannya sama erlang. coba jujurlah yura agar tidak ada salah faham
Tua Jemima
berterusterang lebih bsik yura serapat kmu menyebuyikn aib pasti terbokar juga
Andra Adinda
Kok q jd 😭😭😭😭😭😭
sedih bahet
Evi Winarti
gx asyek berkhrnya..gx tau alurnya malah langsung bab trkhr
Rini Eni
jgn lemah yura,,jgn kalah sama si kereta jes jes
Rini Eni
sad
Rini Eni
kasih tau yura ,,biar tau kalo dya mau punya cucu
Rini Eni
jangan cepet pergi om ryo,, nyatanya orang baik jarang berumur panjang
Rini Eni
cemburu buta dita,,ampe kejam bgtu
Rini Eni
aki2 lembut bgt hatinya
Rini Eni
yura oh yura
Rini Eni
gmn klo si Roy ternyata inpoten
Arie Chrisdiana
critanya sdh bagus cuma kata2nya tolong dibenahi ya thor kadang pusing bacanya krn kata2nya ndak jelas 🤗🤗🤗🤗
Rere Niae Cie'kecee
😭😭😭😭😭😢😢pnuh bombay😭😭😭
Rere Niae Cie'kecee
hot mnatap thor tapi tanggung🤣🤣🤣😀
Rere Niae Cie'kecee
ya greget dan penasaran banget thor 🤗🤗😘😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!