Justin menarik tangan Jihan, mereka lalu menaiki balon udara itu. Para genk abatasa membantu pelepasan balon udara. Perlahan lahan balon udara itu bergerak keatas, tinggi dan semakin meninggi. Semua yang menyaksikan dibawah sangat terpesona melihat Justin dan Jihan diatas.
"Hore.. Justin.. Jihan"
"Justin.. Jihan.. bahagia selalu kalian"
Orang orang dibawah kompak menyuarakan teriakkan kebahagiaan untuk Justin dan Jihan.
"Aku yang menyiapkan kejutan ini untuk kamu jihan"
"Justin kamu romantis banget" ucap Jihan, kedua matanya berkaca kaca
Justin tersenyum berdiri mendekati Jihan.
"Boleh kah aku memelukmu, Jihan?"
"Silakan Justin, peluk aku semau mu, karena sekarang aku sudah sah jadi istri kamu"
Justin memeluk Jihan dengan waktu yang lama, tangan Jihan pun merangkul erat tubuh Justin. Kedua nya sama sama terpejam, Justin lalu melepaskan pelukan nya dan mengecup kening Jihan di udara. Kemudian mereka duduk berdampingan menatapi awan awan. Jihan menyadarkan kepalanya dipundak Justin.
Jangan lupa Like, Comen, Vote, Tip Dan Rate 5 nya ya guys, semoga suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za N_STAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Malam harinya, Justin masih memanjakan istrinya, ia menyuruh Jihan terlentang dan lalu memijiti mulai dari telapak kaki.
"Sayang, apaan sih ini? Aku gak mau membudaki kamu terus kaya gini, aku takut berdosa sayang sebagai istri!" Ucap Jihan.
"Udah tenang aja kamu sayang, ini aku yang minta jadi gak ada dosa buat kamu. Aku lagi bener-bener pengin manjain kamu biar kamu rileks dan semangat saat melahirkan anak kita nanti. Tenang aja aku ini ahli memijit kok, heee ..."
Tangan Justin terus merayap-raya menelusuri betis Jihan, begitu lembutnya ia memijit bagian kaki istrinya. Jihan pun merasakan kenikmatan refleksi dari jari jemari Justin.
"Tuh, enak kan pijitan aku sayang!"
Jihan tersenyum memandangi suaminya.
"Kamu ternyata pandai memijit juga ya sayang, aku bangga punya suami kaya kamu!"
Justin membalas senyum. Jihan mengerti selama beberapa bulan ini ia tidak memberikan pelayanannya sebagai seorang istri.
"Justin sayang maafin aku yah, untuk saat ini aku gak bisa melakukan tugasku sebagai seorang istri."
"Iya gapapa kok, lagian kan kamu lagi hamil besar, aku sebagai suami harus bisa menggantikan posisi kamu saat ini. Kalo soal itu, ngeliat bibir belah cermai kamu juga aku udah puas, haha ..."
Jihan tertawa sambil menepuk pundak Justin yang masih memijiti kaki istrinya.
"Ikh sayang ... sabar yah, tahan!"
Pagi hari yang cukup cerah, Justin sudah rapi dengan pakaian kantornya. Ia duduk disamping yang masih berbaring. Jihan menatapi wajah suaminya dengan haru, meski berat Justin meninggalkan Jihan dalam keadaan hamil besar namun disisi lain ia harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Dalam dua atau tiga hari Justin akan pergi keluar pulau, ia akan meninjau proyek pembangunan yang ada di Makasar, karena kantor Justin memenangkan tender proyek. Ini adalah tugas penting baginya untuk menunjukan kwalitas perusahaannya.
"Pergi aja sayang, gapapa aku kan ada abi sama umi yang selalu ngejagain aku. Yang penting kamu disana jaga kesehatan dan jangan lupa ibadah dan berdoa, pokoknya aku ingin kamu kembali pulang dengan selamat dan tidak kurang suatu apapun"
Justin mengecup kening Jihan, sebenarnya ia ingin selalu ada disamping istrinya sampai melahirkan, namun kembali semua itu ia titipkan kepada Allah swt.
"Iya sayang, pokoknya aktifin terus hp kamu setiap waktu aku akan hubungi. Atau gini aja kita kerumah sakit aja, kamu harus dirawat disana supaya kalau kamu udah terasa mau melahirkan ada doker yang siap menangani!"
"Gak perlu sayang, lagian kayanya masih lama, aku mau disini aja nungguin kamu pulang terus abis itu kita kerumah sakit. Lagian kan cuma dua hari!"
"Hhh ... oke deh sayang, secepatnya aku pulang. Kalo pekerjaan cepat mungkin hari itu juga aku bisa langsung pulang!"
Jihan tersenyum mengangguk. Justin segera berpamitan kepada istrinya, kemudian ia berjalan pelan keluar kamar untuk berpamitan dengan abi Akbar dan umi Linda.
"Hati-hati kamu disana ya Justin, kamu tenang aja istri kamu biar umi yang menjaga, kamu jangan khawatir," ucap umi Linda.
"Ingat, Jus. Hati kamu harus banyak berdzikir biar Allah selalu menjaga kamu. Terus makanlah sebelum lapar dan sudahkan sebelum kenyang agar jasmani kamu selalu sehat, itu juga adalah salah satu sunah rosulullah yang diajarkan kepada kita!" Sambut abi Akbar.
"Iya, terima kasih abi ... umi. Saya berangkat dulu yah, assalamualaikum!"
"Wa'alaikumsalam!" Jawab salam kompak dari abi Akbar dan umi Siti.