NovelToon NovelToon
Arundaya Manggala

Arundaya Manggala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Malu terlahir tanpa status? Iya.
Tapi, aku tidak pernah malu terlahir dari rahim perempuan bernama Nimas Ayu. Sosok perempuan cantik mengalami gangguan jiwa yang 18 tahun lalu dihancurkan dan dilecehkan.

Kata-kata itu milik Arundaya Dirandra (Dira). Satu-satunya harapan dari ibu yang dipaksa gila oleh dunia. Dan ketika aib itu dibuka, Dira memilih berdiri. Bukan untuk membantah, melainkan untuk berkata “Aku Bangga Menjadi Putrinya.”

Visual ada di IG author: Cichio23
Bagi yang suka menghayal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 Laci Yang Terkunci

Meskipun langkah kaki terasa berat. Namun, hati, pikiran dan juga mata terus tertuju ke isi laci bawah lemari yang tersimpan dengan rapi. 

Entah kapan terakhir Satria membuka laci itu. Dirinya sudah tidak ingat. Satu kantong plastik berisi barang yang membuat Satria kembali ke 18 tahun lalu. Membawa Satria pada luka, trauma, serta beban berat hingga saat ini. 

KREK… KREETTT….

Debu duka 18 tahun lalu berhamburan keluar saat laci terbuka. Mata Satria tertuju pada seragam PDL dengan atribut lengkap. 

Rasa bangga yang menyengat pada dirinya sebagai lulusan terbaik dengan deretan penghargaan. Hancur dengan kenyataan menusuk dada hingga terasa nyeri.  Bayang-bayang serta ucapan sang komandan masih membekas sampai saat ini. 

“Lapor, Ndan. Saya telah melakukan kesalahan,” ucap Satria 18 tahun yang lalu tepat di hadapan komandannya. 

“Tidak perlu kamu pikirkan. Kasus ditutup. Korban sudah dinyatakan meninggal dalam tragedi kebakaran yang dilakukan oleh warga. Lupakan kejadian itu. Fokus pada karirmu.”

“Tapi perempuan itu butuh…” 

BRAK!

“TUTUP MULUTMU, SATRIA!” 

Suara teriakkan penuh emosi serta gebrakan meja yang dilakukan oleh komandannya. Sebagai reaksi atas tidak patuhnya Satria. 

Membuat Satria langsung diam. Sosok yang Satria kenal penuh wibawa dan tenang. Kini berubah sangat mengerikan. 

Dengan amarah yang masih terlihat jelas di wajahnya. Sang komandan menatap tajam ke Satria. 

“Apa kamu ingin kasus ini naik ke penyidik hingga meja persidangan?” tanya sang komandan menekan suaranya.

“Apakah kamu ingin masalah ini menghambat karir cemerlang papamu Brigjen Wirawan (pangkat Kakek Wirawan 18 tahun yang lalu) untuk bisa menjadi Komjen? Apakah kamu ingin karirmu hancur dipecat secara tidak hormat hingga membusuk di penjara? Apakah kamu ingin deretan prestasi yang papamu banggakan dari seorang putra terbaiknya berakhir di tempat sampah, SATRIA?” geram komandannya Satria sambil menatap tajam. 

Huff…

Suara nafas yang terdengar jelas. Menandakan ada rasa sesak menyelimuti diri komandannya. Ada beban besar yang menghimpit dada hingga sulit bernapas. 

“Ada satu hal yang perlu kamu ingat, Satria. Kamu memang pelaku kejadian itu. Namun, kamu pun juga korban. Jadi, kamu tidak sepenuhnya bersalah dalam kasus ini. Karena kejadian itu diluar kendali kamu,” ucap sang komandan kepada Satria. 

Kini tatapan tajam sang komandan kembali mengarah ke Satria. 

“Apakah kamu ingin Dia (sosok yang tidak boleh disebut) tertawa lepas dari kejauhan melihat kehancuranmu serta papamu?” tanya sang komandan. 

“Ingat, Satria. Kami masih membutuhkan Brigjen Wirawan. Sosok jenderal jujur dengan integritas tinggi untuk melawan Dia. Jangan hancurkan harapan kami,” pinta sang komandan yang membuat kaki Satria semakin berat. 

“Fokuslah dengan karir cemerlang serta tujuan awal. Tetaplah menjadi putra terbaik dari seorang Brigjen Wirawan. Lupakan kejadian itu,” pinta sang komandan yang masih membuat Satria merasa berat. 

Kata-kata putra terbaik, jelas tidak pantas disematkan pada dirinya. Deretan penghargaan yang didapatkan hanya sebatas rongsokan tak berguna. 

“Bersiaplah! Kamu akan dipindah tugaskan.” 

Deg! 

Satria yang sebelumnya menundukkan kepalanya karena kesalahan yang dilakukan. Kini langsung mengangkat kepalanya untuk menghadap langsung ke komandannya. 

“Siap tidak siap. Setuju tidak setuju. Kamu akan berangkat hari ini juga,” perintah tegas sang komandan. 

“Aku tidak mau Dia kembali melakukan penyerangan padamu setelah terbongkarnya bisnis gelapnya. Aku juga tidak mau hal ini mempengaruhi karir papamu,” ucap sang komandan sambil menepuk pundak Satria. Lalu berjalan keluar dari ruangan meninggalkan Satria berdiri terpaku. 

Sejak saat itu Satria sudah tidak pernah lagi menginjakan ingatannya ke masa lalu. Meskipun hati, jiwa, serta pikiran masih terkunci kejadian saat itu. Membuat Satria menjadi sosok gila kerja dengan disiplin tinggi, menambah deretan prestasi yang hanya sebatas onggokan sampah tak ternilai. 

Tok… tok! 

Suara ketukan dari pintu ruang kerja. Buru-buru Satria mengunci kembali laci berisi barang itu. Lalu berjalan menuju pintu ruang kerjanya. 

Ceklek! 

Krieeet…

“Papa, belum tidur?” tanya Satria kaget saat melihat Kakek Wirawan berada tepat di hadapannya. 

“Sudah tidur, baru juga bangun. Mau sholat malam,” jawab Kakek Wirawan sambil mengawasi Satria. 

“Ada kasus besar?” tanya Kakek Wirawan sambil melihat jam dinding menunjukkan pukul 02.00 WIB. Yang hanya ditanggapi senyuman oleh Satria.

“Izin ke kamar, Pa. Selamat malam,” pamit Satria berlalu meninggalkan Kakek Wirawan tanpa menjawab pertanyaan. 

“Papa kangen kamu yang dulu, Sat,” ucap tiba-tiba Kakek Wirawan yang langsung menghentikan langkah Satria. 

Hanya sebentar Satria diam di tempat yang sama. Lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar tanpa menengokkan kepalanya ke Kakek Wirawan. 

Meninggalkan Kakek Wirawan yang saat ini terus menatap kepergian Satria. Hingga bayangan putra kebanggaannya tidak lagi nampak di mata. 

***

Suasana pagi di rumah dinas Satria tanpak gaduh. Suara Miss Panda marah-marah terdengar jelas hingga ke dalam rumah. 

“Tarjo! Masa kamu gak tahu mobilku kenapa?” tanya Miss Panda sambil menatap tajam kearah Tarjo.

Karena keinginan Kakek Wirawan yang ingin menjodohkan Miss Panda dengan Tarjo yang tidak lain ajudan Satria. Membuat tanduk Miss Panda selalu keluar setiap kali melihat keberadaan Tarjo di rumah dinas Satria.

“Lah saya gak tahu, Mbak. Saya saja baru datang. Sama sekali gak megang mobilnya Mbak Panda.” 

“Kamu sebagai ajudan Mas Satria sama sekali gak kompeten. Kalau mobil dinas masku terjadi seperti yang aku alami bagaimana? Terus kamu bilang gak tau gitu?” geram Miss Panda sambil melotot. 

“Ya kalau urusannya sama Ndan Satria beda, Mbak. Itu sudah menjadi tanggung jawab saya,” jawab Tarjo. 

“Kecuali kalau Mbak Panda minta secara buat saya jadi ajudan pribadi. Pasti saya akan memastikan keselamatan dan juga kebutuhan Mbak Panda,” ucap Tarjo sambil menggoda Miss Panda. 

“Gak butuh,” potong cepat Miss Panda lalu berjalan masuk ke rumah. Meninggalkan Tarjo yang berdiri sambil senyum-senyum. 

“Mbak Panda itu kalau lagi marah-marah cantiknya makin bertambah. Bikin jantungku deg-degan.” 

Tarjo yang memang sudah lama bekerja sebagai ajudan pribadi Satria. Serta diam-diam memiliki perasaan terhadap Miss Panda. Langsung mengecek keadaan mobil milik pujaannya itu. 

“Lah pantes aja gak nyala. Kabelnya digigit tikus. Pakai acara kabel utama yang digigit,” gerutu Tarjo.

“Sepertinya semalam tikus lagi pesta di mobilnya Mbak Panda sampai rusaknya parah. Memang pintar itu tikus bikin Mbak Panda marah-marah,” ucap Tarjo sambil menelpon teknisi untuk mendatangkan derek. 

Sedangkan di dalam rumah, Miss Panda langsung mendekati Satria yang masih asik menikmati kopinya. Ditemani Kakek Wirawan yang tengah kembali fokus dengan papan catur. 

“Mas,” gerutu Miss Panda sambil duduk di kursi samping Satria. Membuat Kakek Wirawan langsung menatap kearah putrinya. 

“Kamu kenapa mas mes mas mes, Panda? Kamu minta dikawinin sama Tarjo?” 

“Papa ih pagi-pagi sudah bikin kesal saja.”

“Tarjo itu wajahnya ganteng loh,” goda Kakek Wirawan. 

“Iya, tapi orangnya ngeselin,” jawab cepat Miss Panda yang langsung membulatkan matanya. Karena mengakui ketampanan Tarjo. 

“Widih, Panda ngaku Tarjo ganteng loh, Sat. Ayo cepetan bilang sama Tarjo buat lamar adikmu.” 

“Papa ih. Cukup godain aku, Pa. Aku lagi kesal banget nih. Aku lagi serius ini.” 

“Papa dua rius malahan.” 

“Papa...” 

Hehehe…

Kakek Wirawan tertawa lepas setiap kali berhasil membuat Miss Panda tidak berkutik. Meskipun Miss Panda terkenal galak. Tapi, tidak berkutik kalau ngelawan Kakek Wirawan. 

“Mas.” 

“Ada apa?” tanya Satria tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphone. 

“Kebetulan hari ini aku gak ada jam mengajar dan pembinaan. Jadi, pagi ini aku berencana buat jenguk muridku yang sakit,” jawab Miss Panda.

“Oh iya, Mas masih ingat gak obrolan kita semalam. Tentang video Nimas Ayu yang tersebar, yang ternyata wajah korbannya sangat cantik,” tutur Miss Panda yang langsung menghentikan kegiatan Satria. 

“Lah, putrinya Nimas Ayu itu yang saat ini sedang sakit. Bagaimana, Mas? Mau nganterin aku ke rumahnya buat jenguk?”

Satria masih diam dengan pikiran berkecamuk saat mendengar nama Nimas Ayu. Dirinya mencoba bersikap tetap tenang berada di depan keluarganya. 

“Bagaimana, Mas? Antarin aku jenguk,” rayu Miss Panda. 

“Iya, aku antar kamu.” 

Meskipun Satria merasa kurang nyaman. Namun, rasa penasaran untuk memastikan sendiri pemikirannya lebih besar dibandingkan apapun. Apalagi dirinya ingin melihat sosok Nimas Ayu secara langsung. 

“Terima kasih banyak Mas Satria yang ganteng,” ucap bahagia Miss Panda. 

“Berangkat sekarang aja yuk, Mas. Keburu macet.” 

“Hem.” 

“Kita berangkat sekarang, Pa. Assalamualaikum.” 

“Waalaikumussalam.” 

Setelah berpamitan dengan Kakek Wirawan. Kini Miss Panda dan juga Satria langsung ke parkiran.  Dimana mobil Miss Panda sudah siap diderek. 

“Kenapa dengan mobil Panda, Jo?” tanya Satria kepada Tarjo. 

“Siap, Ndan. Ada pesta tikus di mobilnya Mbak Panda,” jawab Tarjo. 

“Sepertinya Mbak Panda ini orangnya dermawan yang senang memberi makan tikus, Ndan. Karena ada remahan ikan asin di kap dan juga bawah mobil,” jelas Tarjo sambil melirik Miss Panda. 

Penuturan dari Tarjo langsung mengarahkan pandangan Satria ke Miss Panda. Sedangkan Miss Panda yang mendapatkan tatapan penyelidik dari Satria memutuskan buru-buru masuk ke mobil. Menghindar adalah pilihan paling tepat untuk Miss Panda kali ini. 

Brak!

“Si Tarjo ini memang kurang ajar orangnya. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu tepat di hadapan Mas Satria. Bisa gawat kalau sampai Mas Satria tahu kalau akulah yang memanggil para tikus itu buat bikin kekacauan terhadap mobilku,” gerutu Miss Panda setelah menutup keras pintu mobil dinas Satria. Rasa kesal karena rencananya terbaca karena mulut besar Tarjo. 

Ya, Miss Panda memang sengaja ingin membuat Satria bisa bertemu langsung dengan keluarga Dira. Entah bertemu dengan Mbah Sekar, Dira, atau syukur-syukur Nimas Ayu. 

Miss Panda ingin Satria membantunya secara langsung tentang tragedi yang menimpa Nimas Ayu 18 tahun lalu. Tragedi yang tidak pernah naik ke permukaan. Hingga membuat korban mengalami gangguan jiwa. 

1
Susy Koes
keren banget novel ini. gak sabar nunggu up berikutnya 😄
Cichio23: Terima kasih masih tetap setia mami😍
total 1 replies
Susy Koes
semangat othor 💪tiap kali gak sabar nunggu updatenya
Cichio23: Makasih Mami Susy, love sekebon deh😍🤭
total 1 replies
Cichio23
Terima kasih banyak buat kakak hebat untuk like, subscribe, komen, maupun baca diam-diam. Dukungan sekecil apapun dari kalian itu nafas untuk author tetap ngetik😊🤭😍
Cichio23: Jujur Kak, kalau update sehari 5 bab othornya yang gak kuat langsung tipes,, hehehe. Kalau ramai baru diusahakan double update. Semangat juga buat kakak🤭😍😊🙏
total 2 replies
Susy Koes
Sisil dan emaknya benar-benar duo racun
Hatijah Cantik
semoga tidak banyak masalah disekolah author sebaiknya keluar dari alur cerita yg bisa di tebak dan cerita yg sama dgn novel2 lain yg biasa pemeran utama di bully author harus bikin yg beda.
Cichio23: Siap, Kak.
total 1 replies
Hatijah Cantik
lanjut
Nanik Setya
up nya harus nya sehari 5 nanggung baca nya
Cichio23: Nanti ya kak, othor kasih double update. Kalau banyak yang kasih like, komen, dan subscribe. Apalagi banyak yang kasih kopi,,, wah langsung gas pol 🤭😊😄🤣
total 1 replies
Susy Koes
gemes banget sama mulut si Siti, pingin kasih cabe aja tuh mulut
Susy Koes
wuihhh... seru banget, ada apa antara Nimas dan Wilona Thor... jadi kepo
Susy Koes
wilona benar benar wanita munafik yg menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya
Susy Koes
makin seru Thor. ditunggu double up nya
Cichio23: Siap🤭
total 1 replies
Bunaya
Kak, semangat 💪
Ceritanya keren 👍
Cichio23: Terima kasih banyak Kak Bunaya 😍
total 1 replies
Susy Koes
Semoga Dira selalu kuat menghadapi beratnya kehidupan. semangat Dira. Semangat juga ya othor up nya. ditunggu
Susy Koes
keren othor ceritanya, suka banget
Cichio23: Makasih banyak sudah mampir kaka🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!