Badut Tampan? Benarkah itu?
Gak percaya, baca aja kisah antara Sheila dan Widi si badut tampan yang menghibur Sheila di kala Sheila di tinggal selingkuh oleh pacarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 35
Setelah melakukan makan bersama, Rahman mengajak keluarga nya untuk berkumpul di ruang kerjanya, dan semua pun pada menurut meskipun dalam benak mereka bertanya tanya ada apakah sampai sampai Rahman mengumpulkan mereka di sana.
"Papa mau kita ngapain sih, kok di suruh kumpul di sini?" tanya mama Nina pada suaminya.
"Ada yang ingin papa kasih lihat kepada kalian semua, terutama buat kamu Roman," jawab Rahman sambil menatap ke arah Roman.
"Saya tuan?" tanya Roman takut salah dengar, dalam benaknya dia jadi semakin bertanya tanya ada apakah sampai sampai dia harus ikutan berkumpul di dalam keluarga itu, padahal dia hanya mantan sopir anak mereka saja, tapi kenapa dia harus ikutan berkumpul seperti ini, pikir Roman.
"Iya kamu," balas Rahman.
Rahman berjalan menuju laci meja kerjanya, dia mengambil amplop yang tadi sempat dia taruh di sana dan membawanya ke hadapan semua keluarganya.
"Itu amplop apa pa?" tanya Erika penasaran mewakili mama serta Roman yang juga bertanya tanya terkait amplop yang Rahman bawa.
Sebelumnya papa mau minta maaf sama kamu man, maaf karena sudah lancang melakukan ini tanpa sepengetahuan kamu," ucap Rahman mengabaikan pertanyaan Erika.
Bahkan Rahman juga menyebut dirinya papa saat tengah berbicara dengan Roman, tapi ketiga orang itu tidak ada yang menyadarinya karena mereka sibuk menerka nerka ada apa di balik amplop itu.
"Maksud tuan?" tanya Roman tidak mengerti.
Rahman perlahan membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya yang berisi surat dari rumah sakit, Rahman memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam sebelum membuka surat itu, dengan membaca basmallah Rahman pun mulai membukanya dan membaca isi surat itu.
"Alhamdulillah terimakasih ya Allah, ternyata apa yang aku duga selama ini benar adanya," ucap syukur Rahman setelah melihat hasilnya dan dia langsung memeluk Roman.
Semua orang yang ada di sana pun bingung, termasuk Roman yang menjadi pemeran utama di sana.
Ya, hasil dari tes DNA yang tertulis di kertas itu adalah 99,9% Rahman adalah ayah biologis dari Roman.
"Papa kenapa, apa isi surat itu?" tanya Nina yang langsung merebut surat itu dari tangan Rahman.
Nina membacanya dan seketika air matanya menetes membaca selembar surat itu, dia juga sama seperti Rahman yang langsung memeluk tubuh Roman.
"Anak mama, maafkan mama yang tidak mengetahui keberadaan kamu sayang hiks hiks," tangis Nina sambil memeluk Roman.
"Ma, pa ini ada apa sih, kenapa kalian malah peluk kak Roman seperti ini?" tanya Erika tidak mengerti.
Sedangkan Roman yang mendapatkan pelukan tiba tiba itu hanya bisa terdiam kaku, entah bagiamana mendeskripsikan perasaannya saat ini, dia yang dari kecil tidak pernah mendapatkan pelukan dari orang tua, tiba tiba saja ada yang memeluknya dan menyebutkan kalau dirinya adalah mamanya, entahlah mungkin dirinya tengah bermimpi, pikir Roman.
"Maafkan papa nak, maafkan papa," ucap Rahman meminta maaf kepada Roman karena baru bisa menemukan Roman sekarang.
"Pa, ma," pangil Erika yang sedari tadi tidak di anggap keberadaan nya.
Roman mendorong tubuh kedua orang tua itu, dia menatap mereka dengan penuh tanda tanya.
"Apa maksud kalian?" tanya Roman dengan pandangan yang tidak seperti biasanya.
"Iya pa, apa maksudnya ini?" sambung Erika yang juga tidak mengerti apapun.
"Roman, kami adalah orang tua kandung kamu, dan Erika kak Roman ini memang kakak kandung kamu," jelas Rahman menjelaskan rahasia yang selama ini dia sembunyikan bersama istrinya.
"APA!"
...***...