NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 - Bias Cahaya Lampu

Sudah sepakat untuk segera menikah setelah Alika sembuh, membuat Ryan jadi tidak sabar membuka perban di kedua mata sang kekasih.

Waktu sebenarnya berjalan dengan normal, tapi bagi pria itu rasanya lama sekali.

Setelah makan siang bersama, Alika merasa sangat mengantuk.

"Er," panggil Alika, di sana juga sudah ada bi Santi.

"Kenapa sayang? ini masih jam 2," jawab Ryan, hanya tentang waktu lah yang memenuhi isi kepalanya.

"Aku ngantuk," balas Alika.

"Tidurlah," jawab Ryan, dia duduk di kursi pinggir ranjang dan segera menggenggam erat tangan Alika.

Sesekali mencium punggung tangan itu dengan penuh kasih sayang.

Bi Santi yang melihatnya kadang malu sendiri. Lebih baik pura-pura tidak melihat.

Tidak butuh waktu lama, Alika pun terlelap, tangannya digenggam erat begini terasa begitu nyaman baginya.

Entahlah, semakin hari dia selalu merasa cintanya pada Erlan semakin besar saja.

Apalagi ketika membicarakan tentang pernikahan, Alika selalu tidak sabar untuk mewujudkannya.

Bahkan kini di alam mimpinya pun, dia sedang menggelar acara pernikahan dengan seorang pria, pria yang wajahnya nampak buram.

Tapi seperti itu saja Alika sudah tersenyum.

Senyum yang bahkan mampu dilihat oleh Ryan yang duduk di sampingnya.

"Mimpi apa kamu? sampai tersenyum-senyum seperti itu?" gumam Ryan, dia tersenyum merasa lucu dengan tingkah Alika itu.

Deru nafasnya terdengar teratur menandakan bahwa dia telah tidur, tapi Alika malah tersenyum.

"Alika pasti mimpi bisa bertemu dengan kamu secara langsung," ucap bi Santi. dia mendengar gumaman sang majikan.

Dan mendengar itu Ryan pun tersenyum kikuk. Bingung mau senang atau bagaimana.

"Kira-kira bagaimana ya bi tanggapan Alika?" tanya Ryan, mendadak takut dan ragu.

Sementara waktu semakin mendekati angka jam 8 malam.

"Tidak udah dipikir, kita lihat saja nanti," balas bi Santi, dia juga bingung tapi tidak ingin membuat pak Ryan jadi semakin cemas.

Dan waktu pun benar-benar bergulir.

Ketika jam 8 malam akhirnya tiba, Semua orang merasakan kegugupan yang sama.

Alika jadi sangat takut untuk membuka matanya, takut ketika mata itu sudah terbuka dan ternyata hanya gelap yang kembali Dia lihat.

jantungnya berdegup tidak karuan, sungguh dia tidak ingin mengecewakan Erlan.

Menghancurkan semua rencana-rencana yang sudah mereka buat.

Sementara Ryan, hanya bisa pasrah dengan semuanya.

Sekarang ini dia berdiri di sini bukan lagi sebagai seorang pelayan yang bernama Erlan, melainkan sebagai kekasih Alika dengan jati dirinya yang sesungguhnya, Ryan.

"Kita buka perbannya ya? Alika tenang, jangan gugup," ucap dokter Aresha. Di sampingnya ada 2 perawat yang mendampingi.

Dengan bantuan gunting akhirnya dokter Aresha mulai meninggalkan perban tersebut.

Perlahan-lahan sampai akhirnya kedua mata Alika benar-benar terlepas dari peran itu.

Tapi Alika masih memejamkan mata, belum berani untuk membukanya.

"Oke, sekarang coba bukanlah mata mu Alika, pelan-pelan saja," titah sang dokter.

Ya Allah. Batin Alika, dulu dia paling membenci ketika menyebut nama Tuhan. Namun kini dia selalu menemukan ketenangan di dalam hatinya tiap kali menyebut-Nya.

Setelah mengumpulkan semua keberaniannya, akhirnya Alika perlahan membuka kedua mata itu.

Pelan-pelan sampai akhirnya dia bisa melihat bias cahaya lampu di ruangan tersebut.

Deg! jantung Alika makin berdegup, rasanya bahagia sekali.

Orang pertama yang ingin dia lihat adalah Erlan.

Namun siapa sangka, yang dia lihat malah pak Ryan.

Deg!

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!