Update Selasa,Kamis + Sabtu pukul 16.00 waktu Indonesia Barat
Yang Xi Xi hantu cantik yang terpikat pada pandangan pertama kali pada seorang pemuda yang datang ke pemakaman untuk mengunjungi makam yang bersebelahan dengan makamnya.
Sejak saat itu ia ingin mencari dan berdekatan dengan pemuda yang membuatnya jatuh cinta dengan berbagai cara unik di lakukannya untuk mendapatkan cinta pemuda yang bernama Chen Sheng atau biasa dipanggil Aseng.
Bagaimana kisahnya? Mari ikuti di novel horor kedua ku.. Jangan lupa untuk favorit, like, vote, rate 5,komen and share.. TERIMAKASIH 🙏💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35.
Aseng terpesona dengan keindahan bangunan di depan matanya yang sudah diketahuinya adalah rumah kekasihnya sendiri sehingga ia merasa bangga menjadi kekasih seorang gadis cantik dan kaya raya seperti Yang Xi Xi.
"Xi Xi, siapakah mereka yang telah menyambut kita? " tanya Aseng memandang lima orang yang berdiri di pintu masuk ke ruangan dalam rumah mewah namun klasik itu kepada Yang Xi Xi.
"Oh, mari akan ku perkenalkan kepada Mama dan Papa juga ketiga orang kakakku. " jawab Yang Xi Xi memperkenalkan lima orang anggota keluarganya kepada Aseng.
"Oh, selamat malam Paman Yang dan Bibi Yang perkenalkan Saya Chen Seng kekasihnya Yang Xi Xi putri Anda berdua."kata Aseng memberikan salam hormat kepada kedua orangtua Yang Xi Xi di hadapannya.
" Iya, selamat malam dan selamat datang juga untuk mu, Chen Seng. Mari silakan duduk di kursi tamu yang sudah kami siapkan untukmu. "kata wanita cantik yang ramah kepada Chen Seng.
" Iya, Bibi Yang terimakasih banyak. "kata Aseng sopan sambil duduk di kursi depan ketiga orang kakak Yang Xi Xi.
" Aseng, kamu suka makan apa? "tanya salah seorang dari ketiga orang Kakak Yang Xi Xi nada ramah kepada Aseng.
" Apa saja Saya suka, Kak. "jawab Aseng sopan.
" Oh, kalau kami siapkan makan malam untukmu di ruang makan kami, apakah kamu mau makan malam bersama kami? "tanya Papa nya Yang Xi Xi yang terlihat lebih kaku daripada Mama nya Yang Xi Xi dan ketiga orang kakak Yang Xi Xi.
" Oh, tentu saja, Paman Yang."jawab Aseng yang segera di ajak ke ruang makan oleh keluarga Yang Xi Xi.
Di ruang makan sudah beberapa menu makanan untuk makan malam yang ditata rapi oleh Mama nya Yang Xi Xi bersama dengan ketiga orang kakak Yang Xi Xi, lalu Aseng pun diajak untuk makan malam bersama dengan keluarga Yang Xi Xi.
"Aseng, silakan kamu coba makan menu sayur ini. " kata Yang Xi Xi mengambilkan sepiring menu sayuran hijau kepada Aseng yang duduk di kursi makan sebelahnya.
"Iya, Xi Xi. " jawab Aseng mencoba makanan itu dengan senyuman sayang kepada Yang Xi Xi.
"Ohya, Aseng sudah berapa lama kamu dan Xi Xi berpacaran? " tanya Mama nya Yang Xi Xi sopan kepada Aseng sambil menikmati makan malam.
"Kami sudah pacaran selama tiga bulan, Bibi. " jawab Aseng sopan kepada Mama nya Yang Xi Xi.
"Oh, waktu yang sudah cukup baik untuk kamu mengenal keluarga Yang Xi Xi agar kami tahu siapa kekasih dari Xi Xi kami ini, ya untuk kami merasa tenang mengizinkan Xi Xi merantau ke kota Shanghai untuk kuliah dan bekerja. " kata Papa nya Yang Xi Xi sambil mengajaknya untuk bersulang minum arak dari cangkir kecil yang di sodorkan oleh Yang Xi Xi kepadanya.
"Minumlah arak enak ini. " kata Yang Xi Xi halus kepada Aseng yang langsung mematuhinya dan meminum arak itu dengan satu kali teguk saja.
"Aseng, kapan kamu mau melamar Xi Xi agar kami merasa tenang ada kamu yang menjaga dirinya di kota besar seperti Shanghai? " tanya Mama nya Yang Xi Xi dengan senyuman ramah kepada Aseng.
"Segera, Bibi. Karena Aseng besok atau lusa hari akan mengajak Xi Xi untuk bertemu dengan keluarga Aseng di desa leluhur Fan." jawab Aseng sopan kepada Mama nya Yang Xi Xi usai menerima cangkir berisi arak lagi dari Kakaknya Yang Xi Xi yang paling besar dan menyebutkan namanya adalah Yang Kui Kui.
"Baguslah, kami merasa senang mendengarmu memiliki niat yang tulus untuk keseriusan dari hubungan kalian berdua. " kata Kakak kedua Yang Xi Xi sambil mengajaknya untuk bermain catur di meja tamu usai mereka makan malam.
"Ya, Kak Yang Ling Ling." kata Aseng menyukai kakak-kakak Yang Xi Xi yang semuanya ramah dan menyenangkan terhadapnya.
"Aseng, apakah kamu mau makan cemilan buah semangka kuning manis ini? " tanya Kakak ketiga Yang Xi Xi sambil menawarkan sepiring buah semangka kuning kepada Aseng.
"Ya, tentu saja aku mau, terimakasih banyak Kak Yang Fei Fei. " jawab Aseng sopan mengambil satu buah semangka kuning dari piring cantik di tangan Kakak ketiga Yang Xi Xi.
Yang Xi Xi menyibukkan diri membersihkan dan merapikan kamar tidur untuk Aseng yang akan menginap untuk pertama kalinya di rumahnya. Ia sudah mempersiapkan dirinya dengan secantik mungkin di kamar tidur yang sudah disiapkan olehnya untuk kekasih manusianya itu.
"Nona, apa Anda yakin bahwa Anda ingin Tuan Muda Aseng tidur di kamar Anda sendiri? " tanya Mama nya Yang Xi Xi dengan wujud aslinya itu adalah sosok hantu wanita pelayan.
"Ya, Lao Mei, aku mau malam ini Aseng menjadi milikku agar dia mau menikah denganku dalam waktu dekat ini. " jawab Yang Xi Xi menyisir poni dan rambut panjangnya yang mencapai ujung kakinya sendiri.
"Berbahaya bagi Anda, Nona. Dia kan manusia biasa dan Anda adalah.." kata pelayan laki-laki nya yang menyamar sebagai Papanya dengan suara tercekat.
"Aku apa, ah? Lao Ge, aku takkan pernah sakiti dia maupun aku sendiri. Aku hanya ingin dia selalu mencintai aku seperti suami ku dahulu di kehidupan ku di masa lampau sekali. " kata Yang Xi Xi nada getir.
"Nona, Anda sudah menunggu kedatangan Tuan Muda sekitar sepuluh ribu tahun lamanya Anda berada di dunia fana ini sampai Anda belum bisa pergi ke alam akhirat untuk menjalani kehidupan sebagai arwah yang baik sampai menunggu hari bahagia Anda untuk reinkarnasi menjadi sosok manusia yang baru. " kata Lao Mei dengan nada sedih melihat Nona kesayangannya itu.
"Aku juga sedang menunggu kedatangannya ke kehidupan ke sepuluh ribu tahun aku menantinya di sini, selain dari itu aku mencari kebenaran dari peristiwa kelam keluarga Yang di masa lalu ku dan juga apa penyebab kematian ku sendiri di hari pernikahanku sendiri dengan suamiku yang sama detik ini selalu ku ingat kata -katanya yang berbisik di telinga ku di peti jenazah ku sendiri di makamku ini." kata Yang Xi Xi memegangi sisir giok di tangannya sambil merenung seorang diri di kamarnya.
"Nona, lalu keluarga suamimu itu seperti apa di masa lalu mu? " tanya Lao Ge merasakan sakit yang dirasakan oleh Yang Xi Xi pada saat itu.
"Aku cuma ingat kalau Papa suamiku itu sangat menentang keras pernikahan kami sedangkan Mama suamiku itu selalu mengharapkan aku dan suamiku menikah dengan secepat mungkin untuk mendapatkan harta kekayaan dari Kakek dari pihak Papa ku yang dahulu adalah seorang pejabat terbaik di masanya di era dinasti Qing. " jawab Yang Xi Xi nada geram sendiri teringat tentang masa lampau nya yang sangat kelam di benaknya sampai Ia merasakan sakit yang luar biasa pada hatinya itu
Bersambung!!
baru sempat mampir, maklum lah sibuk diluar nyari kehidupan....🙏🙏🙏