NovelToon NovelToon
Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri

Status: tamat
Genre:Zombie / Vampir / Epik Petualangan / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Barat / Tamat
Popularitas:46k
Nilai: 5
Nama Author: Isekai Fantasy

Kota Risol adalah sebuah kota perbatasan di mana untuk hidup di sana orang-orang harus hidup sebagai petualang, karena pengaruh Undead King yang mulai menyebar kota itu kerap menjadi barisan depan peperangan, Grey salah satunya hingga anggota partynya harus terbunuh dan hanya menyisakan dirinya sendiri, semenjak itu ia memutuskan untuk tidak bergabung dengan kelompok manapun dan bertarung sendirian untuk menjadi kuat demi rekannya yang telah tiada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 : Putri Alexia

Makan malam mereka berakhir dengan sup hangat yang dibuat oleh Grey. Dia memasukan kentang, daging dan beberapa rempah-rempah yang diperlukan untuk menambahkan cita rasa.

Selagi menikmati sup, Alexia menjelaskan seluruh kejadian yang terjadi di ibukota, semuanya tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan Nil pada Grey, kecuali pasukan pengikutnya dibunuh semuanya serta hanya Alexia yang bisa selamat satu-satunya.

"Raja sudah melakukan hal mengerikan seperti itu?"

"Tidak, ayahkulah yang membantuku untuk meloloskan diri. Ia juga menentang soal ini, sayangnya perdana menteri memberontak, dialah dalang dari semua ini bersama para bangsawan lainnya."

Jadi Nil berbohong, gumam Grey.

Dia mencoba menutupi semuanya agar para petualang tidak bergerak.

"Lalu kapan kepala itu diserahkan pada Undead King?"

"Kurasa hari ini."

Semua orang jatuh dalam keterpurukan, sudah jelas mereka telah terlambat tapi tidak menyesali karena mereka bisa menyelamatkan putri dengan keadaan selamat.

"Kurasa Undead King tidak berpihak pada manusia, lebih tepatnya dia berusaha memecah belah kita untuk saling bertarung satu sama lain."

Apa yang dikatakan Irena adalah hal yang rasional, Undead King bisa saja melenyapkan mereka semua tapi dia malah memilih cara yang berbelit-belit.

Grey menyadari satu hal.

"Dia ingin membuat kita mati oleh keputusasaan, sebelum benar-benar membunuh kita... setelah kita diperbudak untuk membuat wilayahnya dia akan membunuh kita kemudian membunuh manusia yang bekerja padanya."

"Kemungkinan begitu," timpal Arina.

Tidak ada yang bisa mereka lakukan, besok pagi mereka akan kembali ke kota Risol. Kecuali Grey mereka semua tidur saling berpelukan untuk menghangatkan diri.

Grey sudah biasa tidak tidur jadi hal itu tidak masalah, dia hanya duduk di sana sembari menjulurkan tangannya.

"Sekarang bagaimana aku menyelesaikan masalah ini," katanya selagi melirik cahaya bulan yang mempesona.

Setibanya di Kota Risol, semua orang telah bergerak sesuai instruksi, beberapa tidak melupakan soal jebakan.

"Mulai sekarang Putri Alexia akan tinggal di kota ini, tolong jaga dia Mary."

"Serahkan padaku."

Tak lama salah satu petualang masuk ke dalam ruangan.

"Aktivitas monster terlihat mulai keluar dari dungeon, sudah dipastikan bahwa bulan merah akan terjadi malam hari ini."

"Semuanya jadi lebih cepat, ini pasti karena banyak orang yang terbunuh dalam gelombang ke dua."

"Iya, kita benar-benar terpojok."

Putri Alexia berdiri.

"Aku benar-benar berterima kasih pada semua orang di wilayah perbatasan, aku merasa malu karena tidak bisa melakukan apapun untuk kalian."

"Jangan berkata begitu, bukannya putri sendiri yang memberikan proposal untuk memberikan bantuan finansial ke setiap wilayah perbatasan, sayang sekali bahwa petinggi lain tidak menghiraukannya."

"Aku hanya tidak memaksa mereka lebih jauh lagi."

"Yang terjadi biarlah terjadi, sekarang kita fokus untuk menghadapi mereka... bagaimana soal kota perbatasan yang lain?"potong Grey.

"Ah, kami dapat informasinya tadi pagi, mereka sudah pergi ke kerajaan Vardes malam nanti aku yakin mereka akan sampai."

Grey menarik nafas lega. Jadi mereka akan baik-baik saja.

"Tapi Grey, apa tak masalah kita memindahkan semua orang ke sana, bukannya itu sama saja membuat mereka tinggal di sana menjadi penduduk Vardes."

"Tidak masalah bukan, di sana orangnya sangat sedikit jika dapat tambahan orang, itu sangat membantu.," balasnya terhadap petualang tersebut lalu menambahkan.

"Ngomong-ngomong aku rajanya sih."

Semua orang terkejut dan berteriak di waktu bersamaan.

"Heh?!"

1
Ren
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ren
hahaha
Ren
hydra ka yo?/Panic/
lazzy Bear
alur nya cepat sekalih
anak hikikomori
daritadi kenapa ngomongnya "aah" mulu dah, gw curiga si mc lagi ngelakuin sesuatu dibalik armornya
Isekai Fantasy: tambah emot hati dan tanda ~ jadi beda lagi :p
total 2 replies
Eka Nurmila
alhamdulillah. satu lagi novelnya selesai dibaca
Nuki Garok
kok kotanya nama makanan yah:v
Muhammad Akhyar Rod
mantap Thor
Hunter18
terimakasih thorr telah menulis cerita yg menarik dan ini adalah komentar pertama saya sorry klo setiap baca cerita anda saya tidak komen alasannya karena saya selalu penasaran dengan kelanjutan petualangan grey jadi sekali lagi terima kasih Thor saya tunggu karya anda selanjutnya atau mungkin petualangan grey😊
Eka Nurmila: saya juga ga pernah atau jarang komentar. karena ada sebagian memaklumi ada juga yang bingung mau komen apa, karena sudah pas
total 2 replies
Kang Comen
tuben ngukur nya gk pke kaki lgi ???
Isekai Fantasy: Cuma pengen coba wkwk
total 1 replies
Kang Comen
jgn ngukur pke kaki lah KOPET ukuran ea pke meter logika nya gitu
jgn pke istilah org luar pke istilah anda sendiri dan budaya anda sendiri.
Muhammad Akhyar Rod
lah gimana thor ane gk ngerti
cuma orang baru
farhan kebab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!