Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membencinya.
Abi menatap lekat wajah Sekar yang berubah pias, yang ada di pelupuk matanya bukan wajah Sekar melainkan wajah-wajah wanita yang pernah menghinanya.
Karena itu Abi seketika berubah seperti macan yang siap menerkam mangsanya.
Berkali-kali Sekar mencoba ingin berteriak ataupun bersuara, namun seolah-olah lidahnya kelu sangat susah karena bibirnya yang bergetar.
Abi mendekat, dia sudah menghimpit tubuh istrinya ke ranjang.
"Setelah ini aku yakin kau akan menyesal karena menyebutku seperti yang kau pikirkan." Abi berbisik pelan penuh penekanan, lalu dia meniup telinga Sekar.
Hembusan nafas hangat membuat Sekar seketika langsung meremang, dia memejamkan matanya karena merasa takut.
Tanpa menunggu lagi karena tubuhnya juga sudah di kuasai dengan ga!r4h yang memanas, Abi mulai beraksi.
Sasaran pertama Abi adalah leher mulus milik istrinya, tanpa ba-bi-bu Abi menerkamnya.
Seperti mendapatkan sengatan listrik, Sekar membeku, tangannya mengepal meremas kuat selimut yang masih menutupinya.
Sekar tidak bisa berpikir dengan jernih saat mulut Abi terus mengecap lehernya. Dia tidak menolak ataupun memberikan respon. Dia benar-benar seperti patung.
Apa yang dilakukan Abi padanya benar-benar membuat pikirannya campur aduk, merasakan antara kaget dan benci. Selama ini Sekar menganggap jika Abi adalah seorang yang menyukai sesama jenis. Lalu ini? kenapa laki-laki yang berada diatasnya begitu n4fsu, bahkan bisa Sekar rasakan jika tubuh Abi terasa panas.
Arkhhh!!!! bisa Sekar rasakan jika Abi menggigit lehernya, dan ini pasti membekas.
Tak sampai di situ, dengan gerakan kasar Abi menarik dan membuang selimut yang menghalanginya.
Srekk!!!!
Suara kain yang di robek membuat Sekar tersadar dari kebingungan nya. Bisa dia lihat jika tubuhnya sudah setengah polos hanya memakai dalaman saja.
Sekar begitu malu dengan keadaannya sekarang, yang membuatnya tidak bisa terima adalah Abi melakukannya dengan kasar.
Entah sejak kapan kini tubuh mereka sudah dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir, pakaian mereka entah kemana perginya. kulit mereka kini sudah saling menempel mengalirkan sesuatu yang berga!rah.
Kata-kata hinaan bahwa dia seorang penyuka sesama kembali terngiang-ngiang di telinga Abi. Membuat gejolak bir4_h!nya semakin meningkat.
Abi terus-menerus memberikan r4ng_s4ng4an pada Sekar. Berkali-kali Abi menyapu wajah dan leher Sekar. Dari leher, pipi, mata apapun yang bisa ia gapai. Abi sudah tidak perduli dengan suara rintihan dan isak tangis Sekar.
Bayangan wajah Rendi yang menatap Sekar menambah daftar jika Sekar miliknya.
Kini Abi beralih ke area lain, lebih kebawah. Dua bongkahan besar kini didepan mata, menambah hawa n4f_sunya, nafasnya memburu.
Tau kemana arah mata suaminya, lekas-lekas
Sekar mencoba menutupi kedua buah d4_d4nya yang terpampang jelas. Namun secepat kilat Abi langsung mengunci kedua tangannya dan meletakkannya di atas kepala Sekar.
Tanpa menunggu waktu lagi Abi langsung melahap keduanya.
Dengan rakus dia terus menghisap, menggigit dan memberikan tanda yang indah.
Terjangan hawa n4f_sunya sudah tak terbendung lagi. Begitu jelas jika Abi sangat menikmatinya.
Sekar terus memberontak, saat ini dia berusaha menahan sesuatu yang akan keluar.
Sekar begitu membenci tubuhnya yang seakan menikmati semua sentuhan tangan dan bibir Abi. Meskipun mereka sudah menikah resmi, namun Sekar merasa tidak terima jika di perlakukan kasar seperti ini.
Sejenak dia merasa bodoh mengingat bahwa dia sendiri yang memutuskan untuk meneruskan kebohongan ini.
Kedua kaki Sekar tidak bisa berkutik, keduanya sudah menekuk karena Abi sudah berada di tengah-tengah.
Bisa Sekar rasakan jika benda milik Abi sudah berdiri tegak menantang.
"Ini sakit,,,tolong hentikan!" dengan tangisan Sekar terus memohon agar Abi menghentikan aksi brut4lnya.
Abi tidak mengindahkan kata-kata istrinya, seakan telinganya sudah tidak berfungsi lagi.
Abi tetap melanjutkan aktivitasnya, sampai akhirnya dia melepaskan hisapan dari put_!ng Sekar, dan kini berlanjut dengan membungkam mulut Sekar agar berhenti berteriak.
Meskipun kamar tersebut kedap suara, namun Abi tetap melakukannya.
Sekuat tenaga Sekar merapatkan bibirnya, namun Abi tidak pantang menyerah, dia terus berusaha menerobos agar bibir ranum itu terbuka.
Ketika Abi berhasil menerobosnya, Abi langsung melu_m4t mulut Sekar, mengeksplor seluruh rongga mulut istrinya.
Sekar menolak, dia menggigit dan berusaha lepas namun tidak bisa karena Abi terlalu kuat baginya.
Bisa Abi rasakan jika istrinya sudah mencapai *******, karena tubuh Sekar yang bergetar. Era_ngan Sekar yang tertahan karena lum4_tan bibirnya bisa ia rasakan.
Secepatnya salah satu tangan Abi yang menahan tangan Sekar ia lepaskan, karena tangan yang satunya akan ia pergunakan untuk mengarahkan miliknya ke dalam milik Sekar.
Sekar tau apa yang akan terjadi dengan dirinya. Bisa ia rasakan milik Abi terus mencoba menerobos pertahan terakhirnya.
Jika saja Abi melakukannya dengan lembut, mungkin Sekar akan mencoba menerimanya. Karena bagaimanapun dia tau ini adalah salah satu kewajiban seorang istri.
"Argh....!!! tak butuh waktu lama kini pertahanan Sekar sudah hilang. Sekar sempat melepaskan mulutnya dari suaminya, namun secepatnya Abi meraup bibir istrinya dan kembali melum_4tnya.
Sakit, jelas Sekar merasa kesakitan karena ini adalah yang pertama baginya.
Rasa perih dan nyeri seakan kebas karena hent4kan kasar yang ia rasakan berulangkali, sungguh Abi begitu tega dengannya. Tak ada kelembutan sedikitpun untuknya.
Sekar hanya bisa meratapi nasibnya dengan air mata yang terus keluar semakin deras.
Tubuh Sekar berguncang sangat kencang karena hent4_kan yang Abi berikan.
Bisa Sekar rasakan tangannya sekarang terasa lemas dan kebas.
Abi melepaskan tangannya, kini berganti memegang kedua lutut istrinya. Sekar tidak lagi memberontak, dia sudah pasrah, dia tidak sanggup menatap wajah laki-laki yang dia atasnya.Laki-laki yang menjadi suaminya karena paksaan.
Semakin dalam, semakin Abi merasakan kenikmatan yang ia rasakan untuk yang pertama kali.
Pikirannya sudah tak terkendali, dia terlalu menikmati atas apa yang sedang dilakukannya.
Abi mengerang-ngerang sambil terus menggerakkan miliknya semakin cepat dan dalam.
Sekar sudah tidak bisa berbuat apa-apa, kini ke per4w4nan_nya hilang dengan cara yang amat kasar.
Hingga akhirnya bisa Abi rasakan jika miliknya berkedut, sesuatu yang mungkin menjadi kehidupan akan keluar.
Abi tidak memperlambat malah semakin cepat ia berpacu. Tangannya kini memeluk tubuh Sekar, sesekali dia mencium mata, pipi, dan yang terakhir *****4_* dalam bibir Sekar. Abi berikan sebagai akhir jika benihnya kini masuk ke tubuh istrinya.
Abi yang lelah kini berbaring di samping tubuh Sekar yang membeku. Menarik selimut yang teronggok di lantai menutupi tubuhnya dan tubuh Sekar.
Tidak ada kata terima kasih ataupun sayang, karena Abi melakukannya dengan keadaan di selimuti amarah.
"Sekarang apa kau masih bisa menyebutku seperti itu?" dengan menyeringai Abi mengatakannya.
Sekar terpaku mendengar ucapan Abi, yah dia memang menyesal karena menyebut Abi sebagai penyuka sesama jenis, tapi ini tidak benar jika Sekar mendapatkan perlakuan yang begitu kasar.
Sekar merasa seperti di per_k0s4 dengan suaminya sendiri. Tetesan air kepedihan ia keluarkan sebagai wujud rasa kecewanya dengan laki-laki yang berada di samping.
Aku menyesal mengenalnya....dan aku membencinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...