Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
"Jangan sampai papi tahu, bisa-bisa papi marah besar lagi kalau tahu anak kandung mau di lukai oleh putri aku"didalam hatinya Mami Clara yang minta tolong kepada Danyal.
"Danyal jual papi"ucapan Danyal dengan tersenyum kaku kepada ayah mertuanya.
"Loh kenapa di jual?"ucapan Papi Marcello yang penasaran.
"Sepertinya Shisil ingin dengan papi dan mami Clara, makanya Danyal beli mansion tak jauh dari mansion ini"ucapan Danyal yang tersenyum dengan kedua mertuanya.
"Alasannya Danyal bukan itu saja"didalam hatinya Mami Clara.
"Papi, Danyal harus pulang dulu Shisil dan Lexia pasti sudah menunggu saya"ucapan Danyal yang berdiri dari tempat duduknya.
"Anu, kau tidak makan malam dulu sini nak"ucapan Mami Clara yang berusaha menahan Danyal.
"Tidak mami, Danyal pamit dulu dan satu lagi kalau mami setuju segera telpon aku"ucapan Danyal yang pamitan untuk pulang.
"Nak nanti mami telpon kamu"ucapan Mami Clara yang menunduk malu ketika melihat suaminya.
"Clara kamu kenapa?"Pertanyaan Papi Marcello yang bingung dengan sikap istrinya.
"Nanti aku ceritakan pada papi, setelah makan malam"ucapan Mami Clara.
"Baiklah aku tunggu penjelasan kamu sayang"ucapan Papi Marcello yang penasaran.
Setelah mereka pun selesai makan malam dan mami Clara pun menjelaskan kedatangan Danyal tersebut, "Apa mami setuju untuk DNA wanita itu?"ucapan Papi Marcello.
"Aku harus minta persetujuan papi juga"ucapan Mami Clara yang tersenyum dan menunduk.
"Aku setuju mami, asal jangan membahayakan Shisil putriku seperti dulu lagi"ucapan Papi Marcello yang sekaligus peringat kejadian dulu.
"Baiklah papi"ucapan Mami Clara mencium pipi suaminya dan pergi.
"Eh, mau kemana?"ucapan Papi Marcello yang pegang tangan istrinya.
"Mau ketemu anak aku dan cucuku lah"ucapan Mami Clara.
"Ini sudah larut malam mami sayang"ucapan Papi Marcello yang mengendong istrinya.
"Papi turunin malu, sudah tua papi"ucapan Mami Clara yang menyembunyikan wajah di dalam dada suaminya.
"Buat apa malu mami, kita di mansion hanya berdua saja"ucapan Papi Marcello yang menggoda istrinya.
"Tapi masih ada pelayan papi"ucapan Mami Clara.
"Pelayan mana berani mereka mami"ucapan Papi Marcello yang membawa istrinya kekamar.
Dari kejauhan bibi Ana yang melihatnya majikan hanya tersenyum sambil mengambil foto dan mengirim ke nona Shisil, sementara Shisil yang melihat kelakuan orang tuanya hanya senyum saja, "Shisil kau kenapa?"ucapan Keyra yang melihat sahabat tersenyum sendiri.
"Tidak apa-apa kok Key"ucapan Shisil yang melihat ponselnya.
"Lah kenapa senyum-senyum sendiri sih, nanti kesurupan baru tahu rasa"ucapan Keyra.
"Key ada apa sih?"ucapan Danyal yang baru datang.
"Itu tanya kepada istri tercinta kamu tuan muda Melvin"ucapan Keyra yang kesal dengan Shisil.
"Shisil sayang, beritahu aku dong"ucapan Danyal yang menggoda istrinya.
"Jangan-jangan lihat ini tidak baik untuk mata kamu sayang"ucapan Shisil yang tersenyum dan peluk Danyal.
Tiba-tiba Tiffani datang dengan para pelayannya
"Maaf Danyal kamar utama tidak bisa kamu pakai lagi, sebagai gantinya kamu akan pakai kamar tamu tidak apa-apa kan"ucapan Tiffani yang menunduk takut.
"Ya tidak apa-apa nyonya Lee, ini sekarang mansion keluarga Lee"ucapan Danyal yang peluk istrinya.
"Kita besok akan pindah ke mansion baru kami Fani"ucapan Shisil.