Aku harap ini adalah keputusan yang tepat untuk melupakan semua yang terjadi. Aku juga berharap Alexander bisa membahagiakanku. Aku ingin melupakan masa lalu dan si pria berwajah muram itu. Aku tidak ingin mengingat-ingatnya lagi. Namun, apakah semua akan berjalan sesuai kehendak hati?
Lanjutan Fall in Love with Lover
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gaharu Wood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Film
Lantas aku mengajaknya ke meja makan. Aku menyiapkan bubur untuk disantap olehnya. Kebetulan ibu telah membuatkannya tadi. Jadi aku tinggal menghangatkannya saja. Jadi ya sudah, mari kita jalani saja yang ada.
Dua puluh menit kemudian...
Aku baru saja selesai membantu Alexander meminum obat. Dan kini kami sedang duduk menyandarkan punggung di dinding kamarnya. Di atas kasur lantai yang membuatku teringat dengan kenangan buruk di masa lalu. Di mana aku harus berbagi kasur dengan anak jalanan lainnya.
Kehidupanku begitu dramatis sejak kecil. Aku tidak mempunyai orang tua dan harus hidup di bawah belas kasihan orang. Sejak bayi sampai berumur dua belas tahun, aku tinggal di panti asuhan. Namun, tak lama dari itu datang seorang pengusaha besar yang ingin menggusur pantiku. Ibu panti kami pun menolak, tapi pengusaha itu bersikeras dan main kasar. Alhasil panti asuhan tempatku tinggal digusur dan tidak mendapatkan ganti rugi yang layak. Setelah itu kami pun hidup terpisah dan luntang-lantung di jalanan.
Jika teringat masa kecil, aku sangat benci dengan pengusaha. Walaupun tidak semuanya bajingan, tetapi tetap saja luka itu masih membekas di pikiran. Dengan kekuasan yang mereka miliki dapat bertindak seenaknya. Dan entah mengapa setelah dewasa jalan hidup malah mengantarkanku menemui banyak pengusaha. Tak lain dan tak bukan untuk memainkan peranku. Sebagai agen bayaran untuk mengumpulkan bukti palsu, demi memenangkan sidang perceraian.
Aku memainkan penuh peranku sebagai wanita penggoda. Namun, setelah berhasil mereka kutinggal begitu saja. Aku pergi dari kota ke kota sehingga sangat sulit untuk ditemukan. Hingga pada akhirnya misi terakhirku jatuh di kota ini. Dan malangnya misi terakhirku gagal. Sungguh tak terduga sekali.
Di sisi lain aku sangat bersyukur karena dapat bertahan hidup. Walaupun dengan melakoni pekerjaan yang amat langka, setidaknya bisa menyambung hidupku. Aku tahu itu tidak benar, tapi masih kujalankan karena tuntutan kehidupan. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti setelah mempunyai tabungan yang cukup. Aku ingin berdikari dengan jalan yang lebih baik lagi. Mungkin dengan membuat usaha suatu hari nanti.
"Dear, kau lebih suka tidur di lantai?" tanyaku seraya duduk di sisinya.
Dia meneguk air minum yang telah kusediakan. "Ya. Sejak dulu aku memang suka tidur dengan menghamparkan kasur di lantai. Selagi kuliah juga tidur di asmara menggunakan kasur lantai. Bukan kasur bertingkat." Dia menceritakan.
"Oh ...." Aku mengangguk.
Dia meletakkan gelas air minumnya ke atas meja lalu mengambil sesuatu dari dalam laci. Di kamarnya memang ada TV besar dan juga VCD player mahal yang masih sangat baru. Dia kembali duduk di dekatku lalu menghidupkan TV-nya. Dan ternyata dia memutar drama romansa Jepang siang ini.
Astaga ... dia suka sekali dengan drama Jepang.
Aku pun segera melihat cover CD yang dia putar. Ternyata drama romansa ini terdapat adegan ciuman dan ranjangnya. Aku pun mengernyitkan dahi melihatnya. Sepertinya ini adalah cara yang dia buat untuk mencari kesempatan lebih intim denganku. Apakah aku salah perkiraan?
Tak lama layar memperlihatkan prolog film ini. Kami pun mulai fokus menonton film dengan sedikit berjauhan. Dia terlihat menoleh ke arahku seraya tersenyum. Aku pun duduk santai di sampingnya sambil meluruskan kedua kaki. Aku ingin tahu bagaimana jalan ceritanya. Semoga saja nanti tidak ada yang aneh-aneh.
kapan update
ditunggu yaaqq