Kisah kasih di sekolah yang menceritakan sepasang remaja menjalin cinta.
Mereka berdua adalah Anna dan Tiar.
Suatu ketika takdir membawa mereka dalam ikatan keluarga.
Orang tua Anna dan Orang tua Tiar di persatuan dalam ikatan pernikahan. Membuat Anna dan Tiar memiliki status keluarga sebagai saudara tiri.
Lalu bagaimana keduanya bisa melanjutkan hubungan yang sudah terikat keluarga.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Bu Rissa teringat sesuatu. "Anna. Bukankah Anna yang dari tadi pergi ke kamar mandi,,,?" Ucapnya dalam hati.
"Aku harus tanyakan ini kepada dia..!!" Batinnya mulai dongkol, emosi, pikiran juga jadi kemana - mana. Bu Rissa mendatangi kamar Anna, dan langsung mengatakan sesuatu pada Anna.
"Anna, sini kamu..! Kamu pacaran sama siapa..? Jawab dengan jujur..!" Tanya ibu dengan sangat pelan agar orang rumah tidak mengetahui hal ini.
"Ko ibu nanya gitu sih..? Emang kenapa bu,,? Aku gak pacaran ko bu, cuma deket sama Tiar doang" jawab Anna sambil telentang di kamarnya.
Hati Anna sudah deg - degan, dia takut ibunya akan tau bahwa dirinya hamil. Anna teringat benda yang telah digunakan tadi siang di kamar mandi, dia lupa membawanya keluar dari pojokan kamar mandi.
"Ya ampun..! Tes kehamilanku masih ada di kamar mandi, pantes saja ibu bilang seperti itu. Jangan - jangan ibu sudah tau bahwa aku hamil. Waduuuuhhhh gimana dong ini" ucap hati Anna yang begitu khawatir.
Ibu Anna masih saja berdiri di kamar Anna, menunggu kejujuran Anna tentang tes kehamilan yang bergaris dua itu.
Bu Rissa mengulang pertanyaan lagi, dan melembutkan gaya bicaranya.
"Nak, tolong jujur sama ibu, apakah ini punya kamu,,? Dari kecil ibu tak pernah mengajarimu untuk bohong. Ayo jujur aja sama ibu" ucapnya memaksa secara perlahan.
"Aku takut ibu kecewa" jawab Anna sambil meneteskan air mata.
"Ya sudah pasti ibu kecewa, kamu ibu sekolahkan supaya menjadi anak yang baik, tau aturan, dan bisa membuat masa depan kamu jadi lebih baik, tak seperti kehidupan ibu waktu masih sama ayah kamu. Tapi semua yang ibu harapkan ke kamu musnah gara - gara satu kesalahan ini. Kamu itu cantik, pinter, ibu yakin kamu bisa punya masa depan yang cerah, tapi kali ini kamu membuat ibu kecewa" ucap ibunya Anna sambil memangku tangannya dan masih berdiri di samping ranjang Anna di tambah emosi yang belum meluap.
Anna belum juga bicara jujur kepada ibunya. Melihat Bu Rissa yang juga mengeluarkan air mata, akhirnya Anna membuka aibnya sendiri di depan ibunya.
"Sebenarnya aku sama Tiar sejak awal sudah saling mencintai bu, aku gak tau kalau aku sama Tiar akan jadi kakak dan adik tiri. Peristiwa itu terjadi saat ibu dan ayah Tiar pergi bulan madu, disaat itu hanya ada aku dan Tiar di rumah. Waktu itu hujan sangat lebat di luar, aku pindah ke kamar Tiar karena AC nya sangat dingin saat itu, san terjadilah sesuatu antara aku sama Tiar." Jelas Anna.
Anna memohon maaf kepada ibunya sambil bersujud di kakinya dan mengeluarkan air mata sedalam - dalamnya.
"Bu, aku gak tau harus gimana, maafin aku ibu... maafin aku... apa aku harus gugurin kandungan ini supaya ibu tidak malu..?" Celetus Anna sambil memohon meminta ampun.
"Tidak..! Jangan coba - coba kamu gugurkan janin yang tak berdosa itu, aku harus bicara ini kepada suamiku..!" Jawab Bu Risa sambil membuka pintu kamar Anna dan pergi keluar menemui ayah Tiar.
Anna menghampiri Tiar yang sedang memainkan game dengan asyik, tanpa mengetuk pintu, Anna langsung memasuki kamar Tiar.
"Ibuku sudah tau tentang kehamilan aku, dan aku menjelaskan semuanya yang terjadi sama kita" colek Anna ke lengan Tiar dan membisikkan kata - kata itu.
Tiar kaget mendengar bisikan Anna. "Ya ampun kenapa jadi begini sihhh..." ucap Tiar dengan wajah yang tiba - tiba pucat.
Bu Rissa menghampiri ayah Tiar yang sedang merokok di depan rumahnya.
"Mas, aku mau bicara penting. Ini sangat penting mas mengenai anak kita" ucap Bu Rissa secara pelan - pelan.
"Kenapa dengan anak kita istriku...?" Jawabnya sambil membuang puntung rokok yang sudah habis.
"Anakmu menghamili anak saya, ternyata mereka dari dulu sudah saling mencintai mas, apa yang harus kita lakukan..? Aku bingung mas." Ucap Bu Rissa sambil memegangi jidatnya.
"Kamu serius berkata seperti itu..??" Tanya ayah Tiar sedikit tidak yakin.
Bu Rissa menghela nafasnya sebentar. "Bu Marwah menemukan ini di pojok kamar mandi, dia mengira bahwa aku yang hamil, karena aku sama kamu kan pengantin baru. Dan aku sama sekali tidak memakai alat itu, aku lihat Anna sejak pagi mual - mual makanya aku yakin ini punya dia. Anna bercerita bahwa Tiar yang melakukan itu kepada Anna di saat kita sedang pergi berbulan madu." Ucap Bu Rissa.
"Kenapa bisa jadi gini sih. Yasudah, lebih baik kita nikahkan saja mereka, daripada kandungan Anna makin membesar" ucap Ayah Tiar berpendapat.
Rasanya sangar tidak lazim dan tidak pantas jika kakak dan adik tiri menikah, pastinya orang - orang akan tau kalau pernikahan yang terjadi akibat dari sebuah kecelakaan yang menimpa antara kakak dan adik tiri.
Pertanyaannya, apa hukum menikah dengan saudara tiri yang sama - sama anak bawaan. Menurut fiqih Islam? Boleh ataukah tidak? Mengenai hal ini Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmû’ menjelaskan secara gamblang:
وإن تزوج رجل له ابن بامرأة لها ابنة جاز لابن الزوج أن يتزوج بابنة الزوجة
Artinya: “Apabila seorang laki-laki (suami) yang punya anak laki-laki menikah dengan seorang perempuan (istri) yang punya anak perempuan, maka anak laki-laki suami tersebut boleh menikah dengan anak perempuan si istri (saudara tirinya).” (Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmȗ’ Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Darul Hadis: 2010], juz XVI, halaman 495).
Jadi mereka berdua boleh - boleh saja jika menikah, dan bagaimana dengan pernikahan mereka, sah atau tidak..?
Mengenai menikah dalam kondisi hamil ini dijelaskan dalam bab VIII tentang kawin hamil ini Pasal 53 dan 54.
Adapun isi dari Pasal tersebut adalah pada Pasal 53 ayat 1 menjelaskan bahwa seorang wanita hamil di luar nikah, dapat dikawinkan dengan pria yang menghamilinya. Pada ayat 2 yaitu perkawinan dengan wanita hamil yang disebut pada ayat 1 dapat dilangsungkan tanpa menunggu lebih dahulu kelahiran anaknya. Pada ayat 3 yaitu dengan dilangsungkannya perkawinan pada saat wanita hamil, tidak diperlukan perkawinan ulang setelah anak dikandung lahir.
Pasal 53 ini cukup jelas menjawab pertanyaan di masyarakat umum yang menanyakan apakah perlu menikah ulang ketika pernikahan dilangsungkan dalam keadaan hamil? Tentu jawabannya adalah tidak perlu diulang dan pernikahannya sah.
"Apa pernikahan anak kita akan di adakan resepsi,,? Kalau iya, pasti banyak orang yang mencela kita, karena kakak tiri menikah dengan adik tiri, dan mereka juga baru lulus sekolah, pasti orang - orang sudah menebak bahwa Anna sudah hamil di luar nikah." Ucap ibu Rissa dengan pemikiran kedepan.
"Benar juga apa kata kamu, tapi apa mereka mau menikah hanya di kantor KUA saja,,?" Tanya ayah Tiar.
Bersambung...
penasaran dengan kelanjutan nya ...
lgi bnyak pikiran mungkin si othor..