NovelToon NovelToon
Apex Legend Online – The Rise Of Heroes

Apex Legend Online – The Rise Of Heroes

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Vrmmorpg / Game / Tamat
Popularitas:109.8k
Nilai: 5
Nama Author: Andryano Shevchenko Limbong

Book. 1: Apex Legend Online: The Rise of Heroes. Original Book by Cengko/Ansenko.

Hiro mendapatkan segalanya, tapi harus kehilangan salah satu hal yang paling berharga dalam hidupnya.

"Aku butuh pahlawan yang bisa menjadi legenda di puncak Benua Kompas!" Teriak Pemimpin 3 Brothers! Di malam itu.

"Aku akan menghabisi kalian semua!"

Hiro melihat layar kaca dengan tatapan tajam dan penuh dendam.

Series Apex Legend Online yang terdiri dari hampir beberapa buku, bisa lebih tergantung situasi.

Book. 1: Apex Legend Online – The Rise of Heroes.

Terima kasih.

◇◇◇

Amazing Picture Pinterest, Please! If you have copyright of this picture call me via Comment!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andryano Shevchenko Limbong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap. 35 - Desa Goblin

Jangan lupa Like dan Comment di komentar, Author sangat menghargai Kritik & Saran. Supaya Author semakin semangat dalam menulis.

***

Kane bergerak sangat cepat ke arah utara dari Viridi Forest, menuju salah satu desa pedalaman yang ada di Viridi Forest.

"Suara apa itu?" Gumam Kane pelan melihat ke arah kanan, berhenti di salah satu pohon, mengintip ke arah suara tersebut.

Terlihat sekelompok Green Goblin dan Goblin Rider bersama dengan Grey Wolf sedang berburu Red Bear untuk dijadikan makanan.

"Goblin? Sepertinya aku sudah sangat dekat." Gumam Kane sebelum kembali melompat dengan sangat cepat. "Stab!"

Critical Damage.

Kane menusuk para goblin dengan satu tusukkan, mengeluarkan critical damage yang langsung membuat mereka semua menghilang di udara. Kane tidak mengutip item drop yang jatuh, karena tidak berharga dan hanya akan membuat inventory-nya semakin sempit.

Ia kembali melompat dan menghilang di udara, kembali bergerak cepat ke tempat tujuannya.

Dan 15 menit kemudian, Kane kembali mendengar suara sumbang goblin yang cukup mengerikan.

"Kkkrryaaakk!!" Suara goblin kembali terdengar.

"Goblin?" Gumam Kane pelan, berhenti dan melihat ke bawah. "Rombongan goblin ini cukup besar dengan seorang Goblin Captain yang memimpin."

Kane melihat terdapat seorang Goblin Captain memimpin sebuah rombongan dengan gerobak berisi makanan dan minuman yang ditarik oleh beberapa Grey Wolf, dan juga Green Goblin, Blue Goblin dan Goblin Rider.

Ia berpikir sebentar, memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menghabisi semua goblin yang ada di depannya dengan sangat cepat. Melihat ke segala arah, sampai matanya menuju sebuah pohon beringin besar dengan banyak akar-sulur gantung.

'Aku memiliki rencana." Gumam Kane langsung bergerak menuju pohon beringin besar tersebut, mengeluarkan semua senjata yang ia miliki.

Dari inventory miliknya keluar belasan pedang, ratusan anak panah, beberapa tombak dan sebuah busur yang biasa ia pakai jika berburu, sangat efektif digunakan.

"Kuharap ini berhasil." Mulai mengikat belasan pedang dan beberapa tombak ke akar sulur tersebut.

Kemudian membuat sebuah busur besar menggunakan ranting pohon beringin yang diikat oleh akar-sulur tersebut, memasukkan anak panah-nya, siap untuk ditembakkan.

Setelah itu, dengan sangat cepat, semuanya disambungkan ke dalam satu pemantik batu.

"Ayolah!" Kane menarik nafas dalam, membidik dan melempar pemantik batu itu dengan batu yang lebih besar di tangannya.

BOOM! SHUSSS!! SHUSSS!!!

Semua senjata yang digantungkan Kane ke akar-sulur tersebut, langsung bergerak sangat cepat ke arah bidikan atau rombongan goblin tersebut, siap menghancurkan mereka semua dalam sekali serang.

KRAKKKK!!

Salah satu tombak itu tepat sasaran, menembus dada Goblin Captain tersebut dengan sangat cepat.

Critical Damage.

"Kkkrryaaakk! Apa yang terjadi di sini?" Tanya Goblin Captain tersebut, sesaat sebelum menghilang di udara meninggalkan item drop.

Kematian Goblin Captain di depan mereka, membuat goblin yang tersisa berteriak panik dan terkejut, tapi sudah terlambat.

Belasan pedang, beberapa tombak dan belasan anak panah sudah menembus tubuh mereka dengan sangat cepat, tidak menyakitkan, menghilang di udara dan meninggalkan item drop.

"Kkkryaaakk!!" Masih ada satu Blue Goblin yang tersisa, berniat meniupkan terompet minta tolong.

"Tidak akan kubiarkan." Ucap Kane, menarik tali busur dan melesatkan anak panah ke tenggorokan Blue Goblin tersebut.

Critical Damage.

Kane pun segera turun mendekati gerobak Grey Wolf tersebut, memeriksa-nya sambil mengambil semua pedang, tombak dan anak panah miliknya.

"Untung aku memiliki ide itu, kalau tidak, aku pasti tidak akan bisa menghabisi mereka semua dengan cepat dan efektif seperti ini." Gumam Kane pelan, mengutip item drop yang berguna dan kembali melanjutkan jalannya menuju lokasi tujuannya.

Kane menghabiskan waktu lebih dari 30 menit untuk sampai ke lokasi tujuannya atau desa pedalaman Viridi Forest.

Waktu yang ia habiskan kebanyakan untuk menghabisi para goblin yang sesekali dapati sedang berburu mengumpulkan makanan atau sekedar mengantarkan barang dengan gerobak yang ditarik oleh Grey Wolf menuju tempat tujuan mereka yang Kane tidak ketahui.

Beruntung ia memiliki ide-ide cemerlang dalam perjalanannya. Walaupun jika ia lebih memilih untuk menghindar dan terus bergerak cepat, pasti ia sudah sampai ke tempat tujuannya tersebut.

Kane kembali berhenti di salah satu pohon yang cukup besar melihat ke desa pedalaman yang biasa diisi oleh penduduk penjaga yang memiliki ikatan sejarah dengan Viridi Forest.

"Goblin Lord Sadic?" Ucap Kane terkejut melihat Goblin Lord Sadic yang berada di desa tersebut, sedang melakukan sesuatu yang sangat mengerikan. "Aku harus segera mengirimkan ini kepada wakil ketua."

Merekam apa yang ia lihat sekarang.

Kane membuka jendela percakapan di depannya, memasukkan dan mengirimkan video rekaman tersebut kepada Max.

"Ketua aku mendapatkan informasi yang kita butuhkan. Kirim."

Selesai mengirim, Kane kembali melihat ke arah desa pedalaman tersebut.

"Arrgghhh!" Terdengar teriakan kesakitan yang membuat tubuh bergejolak.

***

Sementara di sisi lain, Wan kembali log-in ke dalam Apex Legend Online.

Sejak tempo hari, ia sudah mengerjakan apa yang ada di kertas coklat tersebut, membuat badannya sedikit sakit.

Tapi setidaknya ia sudah mendapatkan beberapa perhatian dari Aalya, semalam misalnya, Aalya memberikan beberapa kue kering coklat dan minuman segar kepada dirinya saat membersihkan kandang.

Kemudian saat ia merawat Yellow Grass miliknya, Aalya datang untuk memberikan pupuk kotoran segar dari kandang.

Sekarang Wan cukup percaya diri, bahwa Aalya mungkin sudah memaafkan dirinya dan akan mengajari dirinya skill Cooking yang baik dan benar.

"Aku harus bersemangat hari ini." Ucap-nya penuh semangat mengepalkan tangan, berjalan ke arah petak tanah miliknya. "Hari ini, aku sudah bisa memanen Yellow Grass milikku."

Berjalan cepat ke arah petak tanah miliknya, Wan hanya membutuhkan beberapa menit untuk sampai.

"Mereka benar-benar terlihat sangat indah." Gumam Wan, kembali berjalan, menuju ke arah gudang tempat peralatan bertani seperti, cangkul, pisau, gunting rumput dan golok berada.

Setelah mengambil peralatan yang biasa ia pakai, ia pun kembali ke petak tanah miliknya.

"Sepertinya mereka sudah siap dipanen." Ucap Aldon menghampiri petak tanahnya.

Wan tersenyum hangat.

"Iya, mereka sudah siap untuk dipanen." Balas Wan, jongkok dan melihat Yellow Grass tersebut.

"Kalau begitu panen-lah." Ucap Aldon, ikut jongkok, mengambil salah satu sekop kecil di kotak peralatan Wan.

Wan mengangguk. Kemudian mulai memanen semua Yellow Grass di atas petak tanah tersebut dengan sangat cepat.

"Bagaimana hubungan-mu dengan Aalya?" Tanya Aldon kepada Wan

"Kurasa dia sudah memaafkanku." Ucap Wan penuh percaya diri. "Tempo hari dia memberikan-ku beberapa kue kering coklat dan minuman segar."

"Aku senang mendengarnya." Ucap Aldon ikut senang. "Setelah ini, datanglah ke tempat kepala desa, dia memiliki sesuatu yang baik untuk dibicarakan dengan dirimu." Ucap Aldon.

Wan mengalihkan pandangannya kepada Aldon.

"Hal untuk dibicarakan?"

***

Chapter Harian

***

IG: @andryanolimbong

Twitter: @Cengko_

**Kalian juga bisa mendukung Penulis dengan membelikan segelas kopi hitam seharga Rp. 5.000,- di

Karyakars a.com/ Cengko

Segelas kopi hitam dapat membuat penulis semakin bersemangat dalam mengupdate karya barunya atau mungkin mengupdate karya lama**

***

20:03 WIB. Kamis, 11 November 2021

1
Raysonic Lans™
sepertinya
Raysonic Lans™
hujannn
Raysonic Lans™
online
Xiao Lin Chenシュフィ
wastaga gim ug pernah gua mainlan dam gua sering di bully , ternyata ada versi novel nya, mamtep dah semoga aku membacanya tidak do bully sesama player
Sikilman
diulang lagi.. jelas cuma copas tooo
😜😜😜😜😜😜
Sikilman
gak berubah meskipun sudah 4 chapter lawan Undead lantai 2.
kwakwakwak...
Sikilman
berulang lagi status MC... isi cerita hanya 1/4 chapter.
Sikilman
nampak x klo copas utk status MC yg lama, chapter ini kan sdh ada triple slash, knp blom masuk status MC???
author males!!!!!!
Sikilman
authornya termasuk malas mikir, jadi cm bisa copas status MC biar cepat sesuai syarat NT tiap chapternya.
kwakwakwak...
Ardhi Zeistein Bilawa
keren
§h¡ñ₹u
👍
M.Rizky Syahputra
woow
SAN™
Kok Bodoh and Aho Kali MC nya yaa
Rahmat Adriansyah
cape baca sttus..hampir setiap chapt ad sttus...receh bngt
Mukhlis B
Status lagi nggak bosan menulis status diakhir chafter kalau bisa USUL setiap chafter tulis status saja tanpa cerita sampai episode 1000 pasti mantap
Mukhlis B
Lagi lagi status selamat juara status
Mukhlis B
Muak status melulu perbanyak aksi bukan status
Mukhlis B
Asik dengan STATUS
Mukhlis B
Patut nggak ada komentar kebanyakan tentang status disetiap chafter
Mukhlis B
Ceritanya beberapa kata yg buat panjang cerita hanya status WAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!