NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / CEO / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:580.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anjana

Hati siapa yang tak hancur, ketika melihat suaminya bersama perempuan lain dalam satu kamar. Tentunya, sangat menyakitkan.

Lebih lagi dengan sahabat sendiri, perasaannya sangat hancur, itu sudah pasti.

Tidak hanya sampai di situ saja, setelah bercerai, Evana harus menjalani hidupnya penuh dengan lika-liku. Juga, dirinya terpaksa menjadi istri pura-pura Bosnya demi bisa membeli rumah.


Tapi, siapa sangka, jika pernikahannya yang kedua justru menguras air mata.

Akankah sosok Evana mampu melewati masa sulitnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada rasa kecewa

Evana dan Ardi akhirnya melihat siapa orangnya yang baru saja turun dari mobil. Lelaki yang tidak kalah tampannya dengan Ardi, kini tengah berjalan mendekat.

"Jadi berpangkat atau tidak?" tanya Reyzan dengan santai.

Sedikitpun, sama sekali tak ada rasa canggung apapun saat bertanya pada Evana. Sedangkan Ardi, dirinya tengah memperhatikan penampilan lelaki yang ada di sebelahnya.

Cemburu, itu sudah pasti. Bagaimana tak cemburu, lantaran melihatnya penuh tanda tanya.

"Kok diam, jadi berangkat atau tidak?" tanya Rey yang kedua kalinya.

"Aku sedang menunggu Neti, sebentar ya, Bos." Jawab Evana sedikit gugup.

"Va," panggil Ardi yang akhirnya memberanikan diri untuk memanggilnya.

"Ya, Mas, ada apa?"

"Berangkatnya bareng aku aja, ya. Ada sesuatu yang ingin aku omongin sama kamu, penting."

Evana masih diam, kemudian menoleh pada Bosnya.

"Maaf ya, Mas, aku gak bisa. Soalnya aku ada kepentingan yang tidak bisa ditunda, lain waktu aja."

"Tapi, Va." Ucap Ardi memohon.

Evana mengatupkan kedua tangannya, seraya meminta maaf.

"Maaf, Mas, aku benar-benar gak bisa. Waktuku sangat mepet, aku gak mau jika waktuku terbuang sia-sia." Jawab Evana berusaha kuat saat harus menghindari lelaki yang statusnya akan menjadi mantan suami.

Ardi yang mendengar jawaban dari Evana, penuh kecewa dan juga sedih. Begitu hinanya di hadapan perempuan yang pernah dicintai, kini harus diabaikan.

"Ya udah kalau kamu gak bisa, aku pamit. Sampai jumpa, dan sampai bertemu lagi, itupun jika kamu mau bertemu denganku lagi." Ucap Ardi yang sekaligus berpamitan.

Evana yang sudah terlanjur sakit, benar-benar masih sulit untuk menerima kenyataan pahitnya. Bahkan, ketika Ardi pergi dari hadapannya, bayang-bayang luka yang ditorehkan padanya cukuplah menyakitkan.

Sedangkan Rey sendiri, dirinya lebih memilih untuk diam. Meski tahu keduanya butuh bicara baik-baik, tetapi dirinya juga membutuhkan kehadiran Evana untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Egois, Rey sama sekali tak peduli mengenai hubungan Evana dan Ardi, tetapi fokus dengan tujuannya sendiri sesuai perjanjian yang telah disepakati oleh Evana dengan Bosnya.

Neti yang baru saja keluar dan mengunci pintu rumah kosan, pandangannya tertuju pada sosok laki-laki yang tengah berjalan sendirian menuju mobilnya.

Tentu saja, Neti dapat mengetahui siapa lelaki tersebut.

Neti yang melihat Evana dan Bosnya tengah menunggu, langsung mendekatinya.

"Oh ya Bos, bisa antar Neti dulu, gak?" tanya Evana yang tiba-tiba teringat jika dirinya belum meminta izin kepada Bosnya.

"Boleh, lagi pula kita melewati jalan ke kantor." Jawab Rey datar.

"Gak usah, aku bisa naik ojek. Kalau kalian sedang terburu-buru, gak apa-apa kalau mau berangkat duluan." Ucap Neti yang tidak ingin mengganggu kepentingan Bosnya.

"Gak usah nolak, kalau sampai kamu terlambat, kamu akan dinyatakan absen." Kata Rey menakuti.

"Ya, Bos. Sebelumnya saya minta maaf, jika sudah merepotkan." Ucap Neti.

"Ya udah kalau sudah siap, ayo kita berangkat." Ucap Rey yang langsung memutar balikkan badan menuju mobilnya, sedangkan Ardi sudah meninggalkan rumah kosan Evana sejak dirinya pamit untuk pulang.

Dalam perjalanan, Ardi terus memikirkan Evana, merasa cemburu saat melihatnya seperti dekat dengan Bosnya.

"Jadi penasaran, dimana kantor Bosnya itu?" gumamnya ingin tahu.

Karena penasaran dan ingin mengetahui dimana Evana bekerja, akhirnya memperlambat saat melajukan mobilnya. Berharap, mobil yang di kendarai oleh Bosnya Evana segera menyalip.

Dan benar saja, ternyata apa yang diharapkannya memang benar. Mobil yang ditumpangi Evana telah menyalip kendaraannya. Saat itu pula, Ardi mengikutinya dari belakang.

"Dimana kantornya?"

Baru saja bergumam, rupanya mobil milik Bosnya Evana menepikan mobilnya di depan pintu gerbang kantornya.

Neti yang tidak ikut menemani Evana, segera turun dari mobil.

"Kok cuma Neti yang turun, terus Evana?"

Pertanyaan pertanyaan telah muncul didalam benak pikirannya. Rasa curiga kembali mulai bersemayam di kepalanya.

Ingin mengetahui lebih gamblang lagi, Ardi akhirnya memutuskan untuk mengikuti lagi perjalanan mobil yang ditumpangi Evana.

"Apa ya, mereka berdua ada hubungan khusus? bukannya waktu itu mereka berdua tertangkap basah sama aku saat satu mobil." Gumamnya yang semakin penasaran dan ingin tahu.

Rey yang dapat melihat jika dirinya tengah diikuti, tak peduli dan lebih memilih untuk berpura-pura tidak tahu, dan tetap dengan santai untuk mengendarai mobilnya.

Sedangkan Ardi masih penasaran dan tentu ingin tahu kemana perginya Evana dan Bosnya.

"Apa! jadi, mereka berdua ...."

Ardi langsung menghentikan mobilnya seperti tidak percaya, jika Evana tengah mengurus surat perceraiannya.

"Jadi benar, mereka berdua ada hubungan khusus. Kalau tidak ada hubungan, gak mungkin berangkat berdua." Ucapnya dan memukul setir mobilnya karena kesal bercampur dengan perasaan cemburu.

Ardi berkali-kali mengacak rambutnya karena frustrasi, dan membuang napasnya dengan kasar.

"Apa ya, Evana selama ini juga berselingkuh di belakangku? atau ini dia sengaja ingin membalas dendamnya padaku, mungkin saja begitu." Ucapnya lirih.

Tidak ada lagi harapan, Ardi memilih untuk pulang. Baginya sudah tidak ada kesempatan lagi, seperti yang dikatakan oleh kakaknya, semua telah terlambat, pikir Ardi.

Sedangkan Evana, kini tengah dibantu oleh Bosnya untuk mempercepat pengurusan perceraiannya. Tentu saja, si Bos tidak mau kehilangan kesempatan yang hanya tinggal satu langkah lagi, pikirnya.

Berbeda lagi di kantor lain, sedari tadi Gevando hanya memainkan penanya dengan jari-jari tangannya di putar putar tak jelas.

"Jangan banyak ngelamun, Bos. Nanti kesambet loh, nih kopinya." Ucap Raka mengagetkan Bosnya sambil meletakkan secangkir kopi di depannya.

Gevando mendongak.

"Aku gak pingin ngopi, buat kamu aja." Kata Gevando kembali menatap layar komputernya.

"Hem. Gini nih, kalau gak gentleman. Kalau cinta ya ungkapin, jangan di pendam. Nanti keburu di rebut, nangis." Ucap Raka mengompori.

"Sok tahu kamu ini. Aku bukannya gak gentleman, tapi yang aku hadapi ini kakak aku sendiri." Kata Gevando yang akhirnya langsung menyeruput kopi panasnya.

"Hem. Kopi aja di sambar, yang katanya tidak mau. Nanti jangan-jangan gadis itu diperjuangkan, meski kakaknya sendiri yang menjadi saingan." Ledek Raka.

"Cerewet kau ini, sudah sana keluar. Aku sedang tidak ingin diganggu, pergi sana." Usir Gevando yang tidak ingin selalu kena ejekan dari temannya.

Raka pun akhirnya keluar dan kembali ke ruang kerjanya.

Di lain sisi, cukup lama mengantri untuk mengurus perceraian, akhirnya selesai juga setelah beberapa jam menunggu hingga di prosesnya pengurus perceraian.

"Semua sudah aku tangani, kamu tinggal menunggu proses selanjutnya sampai akte perceraian kamu dengan suami kamu keluar. Jadi, mulai sekarang, kau fokus dengan pekerjaanmu." Ucap Rey sambil berjalan beriringan menuju parkiran.

Evana masih diam, antara mendengarkan dan melamun. Seperti penuh penyesalan saat dirinya mengajukan perceraian, merasa gagal juga untuk menjalani hubungan pernikahan, pikir Evana setelah keluar dari gedung pengurusan perceraian.

1
Yunior
doorrrrr
Yunior
kamu ngrepotin banyak orang karena tidak mau jujur
Yunior
Dari awal nggak suka dengan sikap Evana dalam menyikapi masalah. Jadi perempuan ceroboh, tidak dipikir matang2 dan selalu tidak berterus terang dgn orang disekitarnya, selalu berbohong. Ok lah itu masalah pribadi tapi kalau tidak bisa berpikir jernih harusnya minta masukan dari orang lain. Kalau takut curhat dgn sahabat ya curhat dgn psikiater .
Yunior
mungkin Ardi dan teman2nya
Yunior
terus itu juga banyakkan melamun
Yunior
jalani aja seperti air mengalir, nggak usah mikir drama.
Yunior
kayak jalang aja yang goda bos dengan menggigit bibir bawahnya
Dewi Nirwani
aneh , bukannya rey n keluarganya tahu no telp vana , rey jg sdh sadap telpnya vana .. mestinys rey selidiki dulu utk bersihin nama istrinya dan jelasin ke ortunya malah sibuk cari istrinya.. seolah tuduhan ortuya itu benar
Dewi Nirwani
kok rey gak selidiki siapa yg sebarin videonya
Dewi Nirwani
lagian knp rey gak jelasin ke ortunya bhw dia yg paksa hana utk menikah dgnnya krn rey gak mau di jodohin , knp rey gak bela hana, mestinya rey tanggung jwb
Momy Azarious Sinaga
seru banget
Kay Lisa
bagus..menarik n seru
Wanda Pratiwi
good
R'vina
.
Sri Sunarti
too
Robiah Robiah
Luar biasa
sri any
bagus TDK bertele² Thor
sri any
di tunggu season ke 2 ya Thor,mau tau gimana saat Ardi lihat Evana istri yg di selingkuhi dihina karena mandul ternyata bisa hamil,lanjut Thor season ke 2 ya
Grace Lee
lanjut season 2 donk Thor, mantap nich. semangat pokoknya thor
Anjana: Udah gak ada lanjutannya kak, tapi banyak cerita lain yang tidak kalah serunya kak.. buka profil saya, Kakak tinggal pilih aja cerita yang Kakak suka😁🙏
total 1 replies
Grace Lee
seru thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!