NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Ketiga.

Jodoh Yang Ketiga.

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Poligami / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:200.1k
Nilai: 5
Nama Author: Trisubarti

Diceraikan oleh Abimanyu suami pertama, karena kelakuanya yang buruk, bukan lantas membuat Diah Susanti jera untuk menikah lagi.

Ia menikah lagi dengan Alfredo suami kedua, dan pada akhirnya pernikahannya pun tidak langgeng. Karena Alfred terbukti sudah beristri. Padahal pernikahan mereka sudah dikarunia satu putri. Tetapi dibalik tragedi perceraianya, membuat Diah memperbaiki perbuatanya. Bertaubat dan menjadi pribadi yang baik.

Setahun kemudian, setelah berhasil melupakan Alfred.
Diah menikah lagi dengan Marselo, duda kaya mempunyai anak satu. Namun, Diah dikejutkan dengan cincin kawin yang Marsel kenakan bukan terukir namanya. Melainkan nama wanita lain yakni Arabella.

Nah, siapakah Arabella? karena kemana perginya ibunya Calista, masih menjadi misteri bagi Diah. Apakah Marsel pun masih mempunyai istri?

Lalu bagaimana kelanjutanya, apakah pernikahan Diah akan langgeng atau justeru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trisubarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan kelima.

"Sis, tolong ambil kecap lagi dong! Kurang nih" perintah Aldo, sebenarnya Aldo hanya ingin mengerjai Siska, yang sedang sibuk dengan hp di tangan.

"Ogah!" jawabnya melengos.

"Awas ya, loe! Kalau nanti makan!" ancam Aldo, menatapnya tajam.

"Saya saja, yang ambil Pak" jawab Marni seraya berjalan ke dapur, ambil kecap. Tidak lama kemudian kembali. "Ini kecapnya Pak" kata Marni memberikan kepada Aldo.

"Terimakasih Mbak Mar, wanita malas itu nanti jangan boleh makan!" dengus Aldo.

"Nggak boleh makan ya sudah! Wle! EGP" Siska menjulurkan lidah. Memicu tawa semua yang di situ termasuk Diah.

"Hehe... Mbak Siska sama Bang Aldo lucu, saya sering dengar, kalau ribut begitu terus, nanti berjodoh loh" Diah yang duduk di sebelah Siska, terkekeh. Setelah Siska di tolong Diah sore tadi, kebekuan Siska pun mencair, bahkan sejak tadi mereka selalu bersama.

"Ogah!" jawab Aldo dan Siska bersamaan.

"Betul Non Diah, jawabnya saja, sudah kompak" Marni menimpali. Langsung kena plototan mata Siska, membuat Marni mengalihkan pandanganya ke arah cumi.

"Tapi... kita nggak pernah ribut ya, Mar, kalau kata pepatah, seiya sekata" Mang Ade terkekeh Menatap Marni yang sedang membolak balik cumi sedangkan mang Ade yang mengipas-ngipas.

Marni lalu menatap Diah dan juga Aldo. Wajahnya memerah.

"Mang Ade, sama Marni pacaran ya?" tanya Diah sambil tersenyum.

"Nggak kok Non. Iiihhh... Mang Ade!" Marni tersipu. Kuku pudulnya langsung mendarat di pundak pria berumur 35 tahun itu. Mang Ade tersenyum senang.

"Jangan malu-malu Mar, jika Mang Ade sudah serius, segera lamar Marni, mau menunggu apa lagi? Mang Ade nggak takut, Marni keburu di ambil orang?" nasehat Diah.

"Kalau Marni mau, sudah saya lamar sejak dua tahun yang lalu Non" jujur mang Ade.

"Kenapa Mar? Nggak boleh loh pacaran terlalu lama, apa lagi sudah dua tahun." sambung Diah kali ini berkata serius.

"Saya baru umur dua puluh tahun, Non, masa mau menikah?" jawab Marni.

Mereka berbincang-bincang panjang lebar, hingga ikan dan cumi pun matang. Mang Ade dan Marni menggelar tikar di bawah sinar rembulan dan di terangi lampu-lampu yang berjejer.

"Bang Aldo, lihat Mas Marsel sama Lita tidak?" tanya Diah memindai sekitar namun tidak menemukan anak dan suaminya.

"Oh, tadi berjalan ke arah sana Non" Mang Ade yang menjawab.

"Panggil Non, makanan sudah siap" kata Aldo.

Diah tidak menjawab lalu berjalan ke arah yang ditunjuk Mang Ade.

*****

"Kalian disini?" tanya Bella menghampiri Marsel dan Lita yang sedang bingung mencari bintang jatuh.

Keduanya lantas menoleh namun tidak ada yang menjawab. "Tadi kan jatuhnya di sini Pa, kok tidak ada?" Lita justeru menanyakan bintang yang tidak ada bekas.

"Makanya... tadi kan, Papa sudah bilang, tidak akan menemukan apa-apa" kata Marsel.

"Ello, kamu ingat tidak? Saat itu, kita sedang honeymoon lalu ada bintang jatuh, terus... aku minta kamu untuk mencari bintang tersebut, tapi tidak ada" cicit Bella mendongak menatap rembulan sambil tersenyum. Namun Marsel tidak merespon.

"Ternyata... anak kita sama seperti aku dulu ya El. Hehehe" Bella bergeser ke samping Marsel hingga menempel memandangi Lita yang masih penasaran dimana jatuhnya bintang.

"Ingat nggak El, dulu kamu sering mengajakku menginap di sini, aku tahu El, saat ini kamu masih mencintai aku," Bella percaya diri.

Marsel menoleh cepat. "Jangan gr kamu Bella! Kalau sekarang saya mengajakmu menginap di sini, hanya karena permintaan Diah!" sinis Marsel lalu kembali menatap Lita yang sedang melukis di tanah.

"Lagian... itu hanya masa lalu Bella! Saya rasa, tidak perlu di ingat lagi," jawab Marsel datar tanpa menoleh lawan bicara di sampingnya.

"Ello, maafkan aku, tidak bisakah kita mengulang seperti dulu, saat kita jalani hari-hari kita yang banyak canda tawa," Lirih Bella.

"Apa kamu bilang Bel? Canda tawa?!" kilat marah tergambar di wajah Marsel. Mereka berbicara pelan agar tidak di dengar Lita. "Kamu itu sudah menorehkan luka di sini, di hati aku! Bahkan, sampai bertahun-tahun!" Marsel menyentuh dadanya. "Dengan susah payah aku berusaha menyembuhkan luka ini, hingga akhirnya datang Diah. Hanya dia yang bisa menyembuhkan luka di dada ini" Marsel menekan dada sendiri menggambarkan kesakitan.

"Dan dengan seenaknya kamu tiba-tiba datang kembali, menyiram luka dengan air cuka" Marsih berapi-api. "Aku mohon Bella, setelah ini pergilah dari kehidupan kami. Perlu kamu tahu, aku tidak butuh kehadiran kamu, yang hanya akan menambah keruh rumah tangga kami. Ngerti kamu?!" Marsel menoleh Bella sinis.

Bella bukanya menjauh justeru meraih tangan Marsel. "Ello, apa sudah tidak ada maaf lagi untuk aku, bukankah kamu dulu bercita-cita ingin punya anak laki-laki, ayolah Sel, kita besarkan anak laki-laki kita di dalam perut ini" Bella mengusapkan tangan Marsel ke perutnya.

"Eh Papa... ada kura-kura Pa" Mata Lita tertuju pada kura-kura yang merangkak kebingungan. Mengejutkan Marsel dan Bella.

"Oh iya, mungkin dari pantai tuh, sampai kesasar ke sini" Marsel mendekati Lita. Sedangkan Bella mengusap air matanya dengan punggung tangan.

"Pa tangkap, Pa" seru Lita.

"Bagaimana cara menangkapnya?" Marsel kebingungan.

"Mama yang tangkapin ya," Diah tiba-tiba datang menenteng ember, tersenyum kepada Lita membiarkan suami dan madunya .

"Mama"

"Honey"

Seru Lita bersama Marsel. Marsel memandangi Diah yang dengan mudah memasukkan kura-kura ke dalam ember.

"Kita bawa kesana yuk" Diah mengajak Lita menjauh menghampiri rombongan.

"Om, Mang Ade, Mbak Marni... Lita dapat kura-kura" ujarnya mengabsen satu-persatu yang sedang berkumpul.

"Waah... nanti dibawa pulang, terus kita piara" kata Marni kontan semua melihat kura-kura.

"Sekarang Lita cuti tangan gih, terus kita makan," titah Diah.

"Iya Ma" Lita mencuci tangan di temani Marni.

Diah lalu menoleh melihat Marsel yang sedang berjalan cepat meninggalkan Bella. Bella berusaha mengejar namun karena hamil tidak bisa mengimbangi langkah Marsel. Hingga Marsel masuk ke dalam Villa. Diah pun berjalan cepat karena Bella mengikuti suaminya.

Tok tok tok.

"Ello... buka pintunya, kita harus bicara" Bella mengetuk pintu semakin lama semakin kencang dan cepat.

"Mbak Bella... sebaiknya keluar. Villa Mbak berada di sebelah" usir Diah secara halus. Bella balik badan melempar tatapan sinis ke arah Diah. Lalu menabrak pundak Diah keluar dari Villa.

Tok tok tok.

"Mas... Buka pintunya ini aku" kata Diah berdiri di depan pintu.

Ceklak. Pintu terbuka, Marsel tidak bersuara lalu kembali menenggelamkan wajahnya diatas bantal.

Diah menutup pintu kembali, lalu menguncinya. Ia menarik napas panjang, kemudian menghampiri Marsel duduk di samping tempat tidur. "Mas, aku mendengar apa yang kalian bicarakan sejak awal" Diah rupanya tadi menguping.

"Diah..." Marsel menatap Diah.

"Jika sikap kamu terus begini pada Bella, itu artinya... kamu masih mencintai Dia," Diah berbicara tenang.

"Tidak!" Marsel mendadak bangun mendelik menatap Diah kelopak matanya tampak merah. Membuat Diah melempar pandangan ke sembarang arah.

"Tidak apa? tidak mencintai... atau tidak mau kehilangan?" cecar Diah entah keberanian darimana.

Marsel memijit pelipisnya lalu menjawab. "Jika aku masih mencintai Dia, tidak mungkin menikahi kamu," kali ini Marsel lebih tenang.

"Jika Mas, sudah tidak mencintai Bella, buktikan. Cari jalan keluar yang terbaik, itu tujuanku mengajak Bella kemari, agar Mas bisa menyelesaikan masalah, bukan malah menambah masalah," Diah meraih tangan Marsel lalu memainkan bulu halusnya.

"Maksudnya apa?" tanya Marsel kemudian.

"Jika Mas masih dendam dan marah, setiap bertemu Bella, itu berarti kalian masih saling sayang." Diah mencium punggung tangan Marsel agar tenang.

"Tidak hanya kamu yang mempunyai masalalu rumit Mas, bahkan masalalu aku jauh lebih rumit, tapi aku mencoba untuk berdamai dengan masalalu. Untuk tidak menyimpan dendam. Kami masing-masing instropeksi diri. Dan pada akhirnya aku dengan mantan suami, tidak ada yang saling menyakiti" "Kami berusaha menjadi partner bagaimana kita membesarkan anak. Yang penting bagi kami sekarang, dan seterusnya bisa membuat anak kami bahagia." tutur Diah panjang.

"Sekarang kita keluar, tujuan kita kesini mau apa? Jangan buat anak buahmu bertanya-tanya kenapa bos nya mengurung diri di kamar," pungkas Diah.

.

1
falea sezi
males klo ngurus anak suami
falea sezi
mending mundur lah cerai Marvel egois
Evy
seharusnya Elo jujur sama Diah... walaupun menyakitkan...tapi itu lebih baik.. daripada nanti tahunya dari orang lain.bisa runyam tu rumah tangga.
Dianherlina Siswoyo
damai sekali hidup antar mantan semua akrab dan tdk ada rasa canggung coba dunia nyata ada gak ya kaya bgini😂😂😂😂😂
Buna Seta: Mampir karyaku kak Istri Pilihan Putriku
total 3 replies
Dianherlina Siswoyo
bagus seru cerita nya ending nya meng haru biru terimakasih Thor 🙏
Dianherlina Siswoyo
enak bgt byk anak lucu² saya aja yg punya 3 kadang suka ketawa suka kesel ada aja kelakuan aneh anak² untuk menghibur mama nya 😁
YouTrie: Betul Kak terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Eni Nuraini
ceritanya keren,alurnya bagus...
kebetulan yg membahagiakan
YouTrie: Terimakasih kak mampir cerita aku yang lain ya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Eni Nuraini
bawang apa sih yg diiris thor...
sampe banjir nich air mataku...
sedih,smg husnul khotimah mba bella.
selamat datang baby boy twins
YouTrie: Terimakasih kak sudah mampir
total 1 replies
Eni Nuraini
ngiris bawang euy...
banjir nich pipi,hujan dari mata 😢
Eni Nuraini
bella kan tau kode masuk apartemen...
cek cctv donk bang ello...?
Eni Nuraini
percaya?
Eni Nuraini
terharunya sampai berair mata...
seneng banget,bahagia dg keluarga yg berkumpul gt.
Eni Nuraini
terharu,...
gara kakak ketemu gede
cakep gak nich???
baik pula orangnya
perfect
YouTrie: Pasti cakep kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Eni Nuraini
satu kata untuk mba bella "MELAS"...
YouTrie: Kwek kwek kwek 🤣🤣🤣
total 1 replies
Eni Nuraini
deg
ketemu mantan...
dejavu gak???
YouTrie: Betul kak
total 1 replies
VLav
syukurlah sampe antony juga baik2 aja
VLav
yah, mana bisa marsel lupa dgn momynya
VLav
part bonus yg mengandung bawang
VLav
hepi end buat diah terharu banget dengan perjalanan hidupnya diah yg macem naik roller coaster, naik turun sesuka hati budhe hihihi
VLav: ga kerasa tiap malem baca 1 eps, makasih ud nemenin malem2 santai budhe
sebentar lanjut ke lapak yg baru
total 2 replies
Tersiance Dida
bagus novelnya
YouTrie: Terimakasih kak lanjut baca ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!