Sebuah dunia lain yang disebut Nirwana,begitu indah dan damai selama ratusan tahun,sejak kemunculan kitab kuno peninggalan leluhur yang disebut sebagai pusaka tingkat tinggi,tiba" muncul dan menggemparkan seluruh penghuni Nirwana,Rumor mengatakan siapapun yang mampu mempelajari dan menguasai isi kitab itu akan menjadi kstria terkuat dan menjadi penguasa Dunia,Edward seorang anak yang berasal dari Nirwana harus tersingkirkan dari dunia asalnya karena sebuah tragedi pembantain yang mengorbankan seluruh keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan Calista
Saat Edward mulai memejamkan matanya", dia teringat pada kekasihnya karena sudah hampir satu minggu penuh sejak pertarungan itu dia berpisah dengan kekasihnya, semua kenangan- kenangan saat bersama kekasihnya melintas di fikiran nya .
" Calista bagaimana keadaanmu sekarang"?, apakah kau selamat dalam peristiwa ledakan itu, aku benar- benar merindukanmu saat ini,gumam Edward dalam hati.
Saat dia ingin mencoba fokus pada tujuannya,tiba- tiba dalam fikiran nya ada suara wanita yang sedang memanggil namanya.
" Tuan Edward apakah tuan mendengar panggilanku"?.
" Calista", bagaimana keadaanmu sekarang"? jawab Edward yang begitu senang karena mendengar suara kekasihnya.
" Aku tidak papa tuan".
" Syukurlah kalau begitu", lantas ada dimana kau saat ini?
" Aku sedang berada di kediaman ayah", Tuan sendiri bagaimana keadaannya dan sedang ada di mana sekarang?
" Aku baik- baik saja, aku sendiri tidak tahu ada di mana saat ini, tapi yang pasti aku tidak bisa kembali dalam waktu cepat, karena aku harus melakukan meditasi untuk menyatukan armor dewa perang dengan tubuhku.
" Jadi tuan sudah mendapatkan pusaka itu"?.
" Ada seorang kakek yang memberikan benda itu padaku akan tetapi pusaka itu tidak bisa di gunakan begitu saja, kakek itu lah yang menyarankan ku untuk bermeditasi dan menyatukannya dengan tubuhku.
" Lantas berapa lama tuan akan kembali kesini?.
" Entahlah aku sendiri juga tidak tau, mungkin setelah aku mampu menyatukan benda pusaka itu kedalam tubuhku, baru aku akan kembali untuk menemui mu.
" Tuan", saat ini aku sedang mengandung, jika tuan tak kembali apa yang harus aku katakan pada anak kita nanti setelah anak kita lahir"?.
" Syukurlah", akhirnya aku akan menjadi seorang ayah, Calista tolong jaga kandungan mu dan juga calon anak kita, aku akan berusaha untuk secepatnya menyelesaikan tugas ini, doakan aku agar aku bisa berhasil, dan sampaikan salam ku pada yang lain kalau aku akan kembali dalam waktu yang cukup lama, Jika anak kita lahir sebelum aku kembali, tolong kabari aku kembali, maka aku akan memberikan nama untuknya, jika seandainya kau tidak bisa menghubungiku tolong berikan kan lah nama untuknya.
" Baik tuan" segeralah kembali aku sangat merindukan anda.
Air mata Calista membasahi wajahnya yang cantik, dia merasa sangat kesepian karena tidak ada Edward di sampingnya", meskipun ada kakaknya yang selalu menemaninya, kebersamaan, suka duka bersama Edward dan juga kenangan- kenangan indah sudah banyak sekali yang di lalui nya saat dia masih belum mengenal ilmu beladiri hingga menjadi seorang pendekar seperti saat ini.
Saat pertama kali bertemu dengan Edward, Calista sudah bertekad mengabdikan dirinya untuk Edward, meskipun dia seorang putri raja, namun dia tidak seperti yang lainnya yang suka hidup mewah dan manja, melihat adiknya bersedih Zelda menghampiri Calista dan menanyakan penyebab kesedihannya.
" Adik ku, apa yang membuatmu bersedih hingga meneteskan air mata", bukankah wanita hamil seharusnya tidak boleh bersedih"?
Melihat kakaknya datang dan menghampiri dirinya,Calista segera mengusap air matanya dan membersihkan wajahnya.
" Kakak", sejak kapan kakak ada di sini"? tanya Calista yang agak gugup melihat kedatangan kakaknya.
" Sudah dari tadi aku ada di sini", apa yang sedang kau fikirkan hingga membuatmu meneteskan air mata"?
" Aku baru saja menghubungi suamiku", akan tetapi dia berada di suatu tempat yang dia sendiri bahkan tak tau di mana dia berada, selain itu dia juga bilang padaku akan kembali dalam waktu yang cukup lama.
" Suamimu adalah seorang pendekar hebat, selain itu dia juga sangat menyayangimu", aku yakin dia pasti akan segera kembali, sebaiknya kau doa kan dia agar dia bisa segera kembali untuk menemui mu.
Setelah berkomunikasi dengan kekasihnya,walaupun hanya sesaat akhirnya Edward sudah bisa fokus dengan tujuannya, perlahan- lahan dia larut dalam meditasi nya dan memasuki sebuah alam lain yang belum pernah dia datangi", sebuah tempat dimana terjadi banyak pertarungan dan korban jiwa berjatuhan di mana- mana, bau anyir darah dan mayat orang- orang yang gugur dalam pertempuran tergeletak begitu saja di jalanan", Edward yang sudah terbiasa dengan pemandangan mengerikan itu, terus berjalan mengikuti kata hatinya dan tidak menghiraukan apa yang telah terjadi di sekelilingnya.
Seorang kesatria dengan baju perangnya dan sebuah pedang di tangan kanannya,membantai semua musuh-musuhnya hingga semua tubuhnya berlumuran darah, dengan kecepatan dan keahliannya dalam bertempur tak ada satu pun yang bisa menghentikannya, beberapa pendekar dengan kemampuan cukup tinggi mencoba untuk menghentikannya akan tetapi mereka gagal dan akhirnya tewas di tangan kesatria itu, melihat jurus- jurus yang di pakai kesatria itu untuk membantai musuh-musuhnya Edward merasa terkejut.
" Bukankah itu jurus pedang pembelah langit", dan gerakan- gerakannya sama persis dengan caraku bertarung, siapa sebenarnya orang ini"? gumam Edward dalam hati.
Saat Edward sibuk dengan pemikirannya tentang kesatria itu, tiba- tiba ada seseorang yang berdiri di belakangnya dan menyapa dirinya.
" Kau terkejut nak".
Mendengar perkataan orang itu, Edward segera menoleh ke belakang, saat dia melihat ke belakang seorang kesatria dengan baju perangnya mirip dengan armor dewa perang yang di pakai Edward berdiri di hadapan Edward dengan pedang besar yang terselip di punggungnya", orang itu menatap Edward dengan senyum sinis.
" Siapa anda", kenapa tiba- tiba bisa berada di sini"?.
" Seharusnya aku yang bertanya padamu", untuk apa kau datang ke sini", apa jangan- jangan kau adalah mata- mata yang di kirim oleh kerajaan Api Abadi untuk memata- matai kami"?.
" Aku tidak mengerti apa yang anda bicarakan, dan apa itu kerajaan Api Abadi "?
" haha ha ha ha jangan pura- pura bodoh anak muda, apa kau tidak tau kalau baju yang kau pakai itu adalah baju perang kebanggaan kerajaan Api Abadi"?.
Setelah mendengar perkataan orang itu, Edward memeriksa pakaiannya dia tidak menyadari kalau armor dewa perang yang melekat di tubuhnya ada sebuah simbol api yang melekat di lengan kanan nya.
" Bagaimana mungkin ini bisa terjadi ?". gumam Edward dalam hati.
Orang itu tiba- tiba mengayunkan pedangnya pada Edward, karena tidak siap dengan serangan mendadak, Edward terlempar beberapa meter dari tempatnya berdiri, untung saja tubuhnya di lindungi oleh armor dewa perang sehingga tidak membuatnya terluka", melihat lawannya masih bisa berdiri dan tak terluka sedikitpun orang itu menyerang Edward kembali dengan pukulan jarak jauh, akan tetapi Edward bisa menangkisnya dengan mudah.
" Kau boleh juga anak muda, ayo serang aku atau aku akan menyerang mu kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
" Tunggu paman", aku tidak mengenal paman dan aku juga tidak punya urusan dengan paman jadi untuk apa kita saling bertarung seperti ini",?.
" Kau sungguh naif sekali", jika kau tidak ingin bertarung, lalu kenapa kau ada di sini"?
" Aku tidak tau kenapa aku ada di sini.
" Baiklah kalau begitu akan aku beri tahu kau sekarang.
Orang itu kembali menyerang Edward dan mengayunkan pedang nya ke arah Edward, karena ingin membela diri Edward pun akhirnya mencabut pedangnya dan menyambut serangan orang itu, Edward menangkis ayunan pedang orang itu dengan pedang miliknya, mereka berdua mundur beberapa langkah untuk mengambil nafas", karena tidak ingin mati konyol Edward segera memasang kuda kuda dan bersiap untuk mengeluarkan jurus pedang naga kembarnya, Edward terbang ke arah orang itu dengan kecepatan penuh dan mengayunkan pedangnya tepat di atas kepala orang itu, melihat lawannya mengincar kepalanya orang itu segera menghindar dan menyiapkan serangan balasan, sebuah sinar berwarna biru menuju ke arah Edward dengan kecepatan cukup tinggi", dengan menggunakan mata dewa Edward bisa melihat pergerakan sinar itu dan segera menghindar, sinar itu mengenai beberapa prajurit yang berada di belakangnya hingga hancur menjadi debu.
---------------------------
Suka baca cerita fantasi apa lagi dua dunia yang ada kisah cintanya?
Bisa baca novel aku judulnya "Kisah Cinta Dua Dunia. " bisa di lihat di profil ku...
Dijamin rekomendasi banget...
Terimakasih ditunggu dukungannya...
Semoga Author makin lancar nulisnya...
titipan salam dari "Kamu Milikiku"