NovelToon NovelToon
ETHANA : Genesis

ETHANA : Genesis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Barat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sulfan Kirstail

Awal dari sebuah kejadian misterius yang membawa seorang Edgar Stewart, menjelajahi dunia baru yang belum pernah di pijaki oleh siapapun.

Namun bagaimana jadinya, jika pria berusia dua puluh tiga tahun itu malah tersesat dalam pikirannya sendiri karena kejadian-kejadian masa lalunya yang suram.

Akankah Edgar bisa kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulfan Kirstail, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Menjadi yang terlihat

"Kenley, tunggu!" Edgar pun buru-buru menyusul mengejar langkah kaki Kenley yang sudah berada tepat didepan tangga.

Kenley yang mendengar hal itu berhenti sejenak, lalu menoleh kearah Edgar. "Ya, Ada apa?" Tanyanya keheranan.

"Bagaimana kalau mereka semua tak mempercayai keberadaan mu? Aku takut mereka tak mengenalimu." Kata Edgar sedikit khawatir.

"Mereka akan mempercayaiku jika kau mempercayai mereka juga. Jangan khawatir." Jawab Kenley. Edgar yang mendengar itu, tak bisa lagi mencegah adiknya untuk beranjak menemui Horald.

Setelah tiba diruang utama Guild. Kenley menyapu pandangannya ke sekitar. Mencari sosok pria berbadan tegap serta berambut pirang itu.

Keadaan ditempat ini, memang tak pernah sepi. Kenley seperti sudah sangat akrab dengan situasinya.

Ketika masih sibuk mencari sosok Horald, ia pun tak sengaja melihat ada salah satu pintu yang sedikit terbuka disebelah kirinya, dan Kenley bisa tahu kalau itu adalah sebuah kamar.

Langkah nya pun tergerak menuju kesana. Sebelum Kenley masuk, ia tak sengaja melihat dari celah pintu yang sedikit terbuka, lalu ia bisa melihat didalamnya ada orang yang tengah mengobrol.

Kenley melihat pantulan salah seorang dari mereka yang seperti pertunjukan Opera dipermukaan tembok kelabu kusam, yang dikarenakan oleh lampu minyak didalamnya.

Tanpa pikir panjang dan menebak siapa disana, Kenley pun memutuskan untuk langsung masuk kedalam.

Dan untung saja, Horald berada didalam ruangan ini, bersama salah seorang temannya yang kelihatan sebaya dengan pria berambut pirang tersebut.

Horald duduk disebuah kursi, menghadap kearah lampu minyak diatas meja. Orang itu menoleh kearah Kenley begitu tahu ada yang masuk kedalam kamar Juildith.

"Maafkan aku, karena masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu tadi." Ucap Kenley dengan sedikit gugup.

Horald dan Juildith hanya bisa bergeming meskipun mereka berdua sama-sama menoleh kearah sumber suara. Dan disaat itu juga, terlihat Edgar menghampiri tempat ini, berdiri dibelakang Kenley.

"Juildith, bagaimana kondisimu saat ini?" Tanya Edgar basa-basi, berdiri diambang pintu. Pria yang sedang terduduk diatas kasurnya, memperhatikan keadaan tubuhnya, ia merasa lebih baik daripada hari-hari sebelumnya.

"Aku baik saja. Oh ya, kudengar Dryzell baru saja menghajar mu lagi?" Tanya Juildith menanyakan hal itu. Edgar mengangguk pelan sebagai respon.

Edgar pun segera beranjak, dan pria itu sudah berdiri tepat disamping Kenley yang masih terpaku mendengar obrolan kecil keduanya.

Dirasa Horald hanya menjadi seorang pendengar, lelaki berambut pirang itu pun menyangga sebentar. "Kupikir pintu itu terbuka karena angin, rupanya kedatangan mu. Aku hampir pingsan, kurasa ada hantu di Guild kita." Katanya tertawa asal.

"Hantu?" Ucap Edgar yang sedikit terkejut mendengar hal itu. Horald menganggu sembari meminum sesuatu didalam sebuah cangkir kecil, yang tampaknya sudah berada diatas meja.

"Aku tidak percaya kau akan pingsan hanya karena hantu, Horald." Timpal Juildith mengejek. "Diam kau! Bukankah tadi sangat mengejutkan? Pintu yang terbuka sendiri tanpa ada angin yang masuk?" Ujar Horald menatap lekat pada Juildith yang hanya bisa terkekeh.

"Ya, aku tahu, aku tahu." Kata Juildith pada akhirnya.

Edgar yang merasa heran, semakin tidak mengerti dengan perkataan senior nya ini. Ia pun menoleh kearah Kenley yang saat itu juga berdiri mematung disebelahnya.

"Apa yang kalian bicarakan?" Kata Edgar mengernyitkan kedua matanya. "Jelas sekali disamping ku ini ada adik ku, dia yang tadi masuk ke kamar ini lebih dulu dariku." Jelas Edgar seraya menepuk-nepuk bahu Kenley.

Disitu, Kenley hanya mengangguk seolah mendukung perkataan kakaknya.

Dirasa omongan Edgar tak masuk akal, Juildith dan Horald hanya bisa bertukar pandang. Tak ada apapun yang bisa ia lihat selain Edgar sendiri disitu.

"Kau berkata apa Edgar, aku sama sekali tak mengerti. Kau memiliki seorang adik? Aku bahkan baru mendengar hal itu." Ucap Horald. Juildith mengangguk, menyetujui ucapan Horald barusan.

"Kau pasti sedang bergurau karena pengaruh pukulan Dryzell," Sangga Juildith. Edgar menggeleng. Mendengar apa yang telah dikatakan mereka berdua, jelas ia khawatir akan melukai perasaan Kenley yang memang saat itu ada tepat disebelahnya.

Kenley tahu, Edgar kesal mendengar hal tersebut, tapi ia tak ingin menimbulkan masalah hanya karena hal kecil ini.

"Lupakan saja ucapan mereka." Kenley pun menenangkan Edgar.

"Kau bukan hantu, kan?" Tanya Edgar pada Kenley. "Aku-" Baru saja Kenley akan menjawab, namun Fyerith tiba-tiba datang ke kamar Juildith.

"Disini kau rupanya." Kata bocah itu, berjalan masuk. "Aku sudah mencari mu dikamar, kupikir kau sudah kabur lagi." Sambungnya.

"Kau sudah keterlaluan memang. Pantas saja Dryzell melakukan hal seperti itu padamu." Jelas Horald padanya. "Kau sama bocahnya dengan Fyerith." Celetuk Juildith.

"Apa katamu?!" Disitu Edgar merasa tak terima. "Aku bukan bocah lagi! Jaga ucapan mu, Juildith!" Cecar Fyerith dengan wajah yang memerah, merasa tak terima dengan ejekan kecil tadi.

Pria berbadan besar itu pun jelas hanya bisa tertawa mendengar kemarahan Fyerith. Sebagai anggota termuda di Guild, jelas sekali Fyerith tak ingin siapapun bisa meremehkan meskipun itu orang-orang di Guild ini sendiri.

Wajah merah Fyerith perlahan padam setelah menyadari sesuatu, "Edgar," Kata bocah itu.

"Siapa orang ini?" Tanya Fyerith pada Edgar. "Dia Kenley Rhys, adik kandungku." Jelas Edgar sontak yang mendengar Fyerith menanyakan itu padanya.

Kenley tersenyum pada bocah berambut pirang yang wajahnya masih dihiasi dengan kebingungan. "Apa dia adalah anggota Guild kita?" Tanya Fyerith lagi.

"Tentu saja! Kenapa kau baru mengetahui hal ini? Bukankah itu konyol, menganggap seseorang yang berdiri disini, seolah adalah hantu yang tak terlihat?" Tukas pria berusia dua puluh tiga tahun ini.

"Ma- Maafkan aku. Tapi kalian berdua memiliki warna mata yang sama." Jawab Fyerith lagi.

"Dan," Gumam Kenley sebelum melanjutkan perkataannya.

"Kedua kalung yang dikenakan Edgar ini." lanjut Kenley seraya menunjukan kedua benda yang dimaksud, ia mengeluarkan sebuah kalung yang sama percis seperti apa yang dikenakan Edgar dari saku celananya.

Disaat itu juga, Horald dan Juildith yang awalnya merasa aneh dengan kejadian kecil tadi, begitu ia mendengar perkataan Fyerith, mendadak mereka berdua tahu dengan keberadaan sosok yang sebelumnya Edgar bicarakan.

"Edgar telah bicara banyak tentang teman-temannya di Guild, jadi maafkan aku karena baru bisa mengunjungi tempat ini sekarang." Kata Kenley.

"Kau berasal dari mana?" Tanya Horald yang sejujurnya merasa bersalah. Sebelumnya ia memang tak melihat Kenley didalam kamar itu, tapi seolah datang bersama udara yang masuk, sosok Kenley pun terasa seperti bukan apa yang telah dipikirkan sebelumnya. Apalagi ia adalah orang yang sama sekali tak mempercayai hantu.

Bagi Horald, para bajingan diluar sana lah yang lebih menyeramkan dari apapun yang ia takuti di benua ini.

"Aku tidak menyangka Edgar memiliki adik sepertimu. Dan aku juga baru menyadari kalau kalian memang mirip." Seolah mendukung ucapan Horald, pria itu langsung mengulurkan tangannya kearah Kenley.

"Jadi?"

"Kau pasti, Horald. Kan?" Jawab Kenley yang langsung menerima lambaian tangan Horald.

"Benar."

......................

1
Cheonma
semangat thorr updatenya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!