NovelToon NovelToon
Kamuflase Cinta Sang CEO

Kamuflase Cinta Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: age nairie

Rate 18+
Mohon bijak memilih bacaan 🙏🙏🙏

Sakit yang terdalam adalah yang tidak terlihat oleh mata. Bagai tombak yang menusuk jantung, tetapi tombak itu tidak terlihat. Namun, dapat dirasakan di dalam hati.

Elena harus terlibat pernikahan dengan pria asing yang ditemuinya di hutan pegunungan, walaupun pernikahannya diawali dari suatu kesalahpahaman, Merrik memperlakukan dia dengan baik. Namun, semua itu hanyalah kamuflase. Kepalsuan cinta Merrik membuatnya tidak mempercayai laki-laki lagi.


Kesalahanku adalah mencintaimu. Namun, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Akan kubawa rasa sakit ini seumur hidupku. Seandainya waktu bisa diputar, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalmu.
~Elena

Kau tidak akan pernah bisa lari dariku, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskanmu karena ku yakin dilubuk hatimu masih mencintaiku.
~Merrik

Jangan lupa tap like, love, vote dan berikan komentar untuk memberi support pada othor.

Happy reading di novel kedua Age Nairie 🥰

Follow juga
IG : Age_Nairie
FB : Age Nairie

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon age nairie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 Efek Kecelakaan

Elena masih mencoba menghubungi Merrik namun belum juga terhubung. Saat akan mencoba menelponnya lagi, ponselnya berdering. Dia mengangkatnya, sedetik kemudian Elena menangis di tempat. "Elena!" Panggil Steven.

"Dad, Kak Merrik kecelakaan!"

"Apa!" ucap Steven.

Elena dan orang tuanya menuju ke rumah sakit. Sudah ada Dion, Ricci dan Rose. "Maaf terlambat memberitahumu," ucap Rose memeluk Elena.

"Dimana, Kak Merrik?" tanya Elena.

"Ada di dalam."

"Bagaimana keadaannya?" tanya Steven.

"Kalau dia sadar dalam dua hari ini maka akan baik-baik saja. Jika dalam dua hari ini tidak sadar maka ...." Rose menghentikan perkataan nya karena dipotong oleh Elena.

"Dia pasti sadar, kondisi tubuh Kak Merrik kuat!" ucap Elena.

Rose hanya tersenyum, dia harusnya bisa optimis seperti yang Elena yakini. Elena meminta izin untuk masuk kedalam ruang rawat Merrik. Orang tua Elena dan Merrik berkenalan. "Bagaimana hal ini bisa terjadi?" tanya Steven.

"Merrik pergi ke toko perhiasan untuk mengambil cincin tunangan, setelah dari toko tersebut dia mengalami kecelakaan. Kami pun baru tau satu jam lalu, karena saat itu kami menunggu di hotel!" ujar Ricci.

Elena duduk di samping tempat tidur Merrik, menggenggam tangannya sembari berdoa untuk kesembuhan Merrik.

Dua hari berlalu, Elena masih setia menunggu Merrik, tidur terduduk di samping Merrik dengan menggunakan lengan Merrik sebagai bantal. Merrik mulai menggerakkan jarinya, kesadarannya mulai pulih, merasa agak berat di lengannya. Merrik perlahan membuka matanya, dia tersenyum karena disuguhi pemandangan indah di depannya. Melihat Elena tidur di lengannya dengan pulas sudah membuat hati Merrik menghangat. Ia tidak berani menggerakkan lengannya karena takut membangunkan Elena.

Lima belas menit kemudian Elena terbangun, melihat Merrik tersenyum padanya. Dalam keadaan belum sadar sepenuhnya, Elena menepuk pipinya. "Apakah aku bermimpi?"

Elena menjerit saat Merrik mencubit pipi putih berlesung pipi milik Elena, "Apa sakit?" tanya Merrik.

"Kakak sudah sadar?" tanya Elena tidak percaya, tidak menyangka Merrik dengan cepat sadar.

"Seperti yang kamu lihat."

"Bagaimana hal ini bisa terjadi?"

"Aku sudah di jalur yang benar, sopir truk itu yang mabuk dan menabrak ku!"

"Syukur lah kalo Kakak baik-baik saja! Aku takut Kakak meninggalkan ku, aku panik saat Kakak belum datang. Eh, malah dapat kabar buruk ini. Oh ya, aku panggil dokter dulu kalau Kakak sudah sadar."

Elena beranjak untuk keluar ruangan untuk memanggil dokter namun di cegah oleh Merrik. "Elena, tidak perlu keluar, tolong pencet tombol itu, nanti akan ada yang datang," ujar Merrik menunjuk tombol nurse call.

Setelah berbicara pada perawat bahwa Merrik telah sadar. Seorang dokter datang mengunjungi Merrik dan menanyakan beberapa pertanyaan. "Apa kamu bisa menggerakkan kakimu?" tanya Dokter.

"Masih berat, Dok," jawab Merrik.

Dokter menyentuh kaki Merrik. "Untuk saat ini tidak ada masalah, kemungkinan untuk bisa berjalan normal membutuhkan waktu satu sampai dua bulan, itu hal yang wajar setelah kecelakaan. Namun, kita masih perlu pemeriksaan lebih lanjut. Jika ada keluhan jangan ragu hubungi aku!" ujar Dokter.

"Baik, Dok. Untuk saat ini tidak ada keluhan." Merrik menjawab Dokter.

Dokter meninggalkan ruang rawat inap Merrik. "Syukurlah hasilnya baik," ucap Elena.

"Kamu pulanglah, istirahat yang benar, pasti selama di sini kamu tidak tidur dengan nyenyak."

"Aku mau di sini." Rajuk Elena.

"Aku tidak mau kamu lelah, setelah beristirahat kamu ke sini lagi." Bujuk Merrik.

"Baiklah aku akan pulang." Elena mencium bibir Merrik sekilas namun Merrik menarik tengkuk Elena untuk memperdalam ciuman mereka. Posisi Elena berada di atas Merrik yang belum bisa bangkit dari tempat tidur.

Setelah cukup puas, Merrik melepas ciuman yang sudah sangat ia rindukan. "Aku akan memberi kejutan pada Kakak di hari pernikahan kita nanti." Bisik Elena di telinga Merrik. Dia kembali ke mansion orang tuanya. Setelah kepergian Elena, Dion masuk ke ruangan Merrik untuk bergantian menjaga Merrik. "Bagaimana keadaanmu?" tanya Dion.

"Dion bisa panggilkan dokter?" ucap Merrik.

"Ada masalah?" tanya Dion.

"Tidak, hanya saja tadi belum selesai pemeriksaan. Oh ya, bagaimana sopir truk itu?"

"Sudah ditangani pihak berwajib."

"Lalu cincinku?" Merrik kehilangan cincin yang akan di berikan untuk Elena saat terjadinya kecelakaan.

"Belum aku temukan. Akan aku cari lagi nanti."

"Cari sekarang. Bagaimana dengan ponselku?"

"Ini ponselmu." Dion mengeluarkan ponsel dari saku celana dan memberikan pada Merrik . "Aku akan mencari cincin itu, tapi setidaknya aku akan pergi setelah dokter datang."

Merrik sebenarnya tidak masalah jika cincin itu hilang, dia tidak kekurangan uang untuk membeli semobil perhiasan. Dia hanya tidak ingin Dion mengetahui pembicaraannya dengan dokter.

Dion memanggil dokter, dokter datang menemui Merrik di temani oleh seorang suster. Dion pamit setelah melihat dokter datang. "Ada apa? Apa kamu merasakan sesuatu?" tanya Dokter.

"Bisa aku bicara hanya denganmu saja?" ucap Merrik.

"Tentu." Dokter meminta suster tersebut meninggalkan mereka.

Setelah suster pergi, Merrik membuka pembicaraan. "Aku ingin melakukan pemeriksaan menyeluruh sekarang tapi jangan ada yang tau."

"Bukankah kamu bilang tadi tidak ada keluhan?" tanya Dokter.

"Ya, sebagian besar tidak ada keluhan, hanya saja aku merasakan sesuatu."

"Baik." Dokter sudah mengerti yang dimaksud oleh Merrik.

...********...

Setelah melakukan pemeriksaan, Merrik mengeluarkan ponsel, dia menelpon Clara. "Hallo," ucap Clara setelah sambungan terhubung.

"Clara, kamu ingin maaf ku bukan?"

"Ya ... Tunggu! Ada apa ini? Ini tidak seperti dirimu yang mudah memaafkan kesalahan orang lain!"

"Akan ku jelaskan nanti, datanglah ke sini sekarang. Akan aku kirim alamatnya padamu."

Merrik menutup ponselnya. Menatap atap, tidak menyangka akan terjadi hal buruk padanya. Dia harus melepas Elena secepatnya. Mungkin ini karma untuk dirinya yang telah berbuat jahat pada Elena. Elena berhak memiliki kebahagiannya sendiri.

Keesok paginya Elena datang ke rumah sakit bersama dengan Amel. "El, Mommy ke toilet dulu. Kamu masuk dulu ke ruangan Merrik, nanti Mommy menyusul."

"Baik." Elena pergi menuju ruangan Merrik dengan keranjang buah di tangannya. Senyum merekah menghiasi bibirnya, semalam ia cukup tidur, sehingga menampilkan wajah yang sangat cerah.

Elena membuka pintu, terkejut saat ia membuka pintu, kakinya seperti tertimbun semen hingga tidak dapat digerakkan, matanya menatap tidak percaya pada orang yang dicintainya sedang mencium wanita lain. Elena menjatuhkan keranjang buahnya, apel dan jeruk berhamburan ke lantai.

Suara buah yang jatuh dari keranjang berhasil menghentikan kegiatan dua orang tersebut. Merrik dan Clara sama-sama menatap ke arah Elena.

"Elena, maafkan aku. Aku putuskan untuk kembali lagi pada Merrik!" ucap Clara menunduk dan meneteskan air mata. Permintaan maaf yang tulus dari Clara, bukan karena dia menciumnya, karena memang mereka tidak benar-benar berciuman. Permintaan maaf yang lebih ke penyesalan karena ikut masuk dalam skenario Merrik.

...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

Jangan lupa like, love, vote, gift 😊 Biar Age tambah semangat 💪💪

Saran dan komentarnya juga di tunggu yach, biar Age bisa lebih baik lagi dalam berkarya 🥰

Salam Age Nairie 🥰🥰🥰

1
Nuriati Mulian Ani26
wzhhhh
Sastri Dalila
✔️✔️✔️✔️
Tri Wulandari
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏🥰
total 1 replies
Endang Sulistia
pengen getok ..curiga Mulu
Endang Sulistia
sabar Dion...
Endang Sulistia
😄😄
Endang Sulistia
sempat2 nya si merik...
Fitri Riyani
karya ke 3 mu ya aku baca Thor..
dan ketiga nya 👍
kak othor sangat menguasai masing-masing bidang profesi dengan penjabaran detail.

terlambat mampir aku nya, ternyata sudah lama up nya
semangat berkarya thor
Age Nairie: Wah, terima kasih, Kak. ,🙏🥰😍😘
total 1 replies
Fitri Riyani
Luar biasa
Age Nairie: Makasih 🙏🥰
total 1 replies
Fitri Riyani
diawal kayae usia el 18 kurang 4 bulan..
atau aku yang gagal focus ya
Age Nairie: Usia Elena selisih setahun dari usia aslinya. Nenek yang menemukan, nembak usia Elena lebih tua setahun, karena turunan bule , jadi Elena lebih tinggi dari balita di desa itu. Udah dijelaskan oleh Amel (Ibunya Elena) tapi lupa di bab berapa 😁
Mangkannya Amel benci banget sama Merik, soalnya ternyata pas menikah sama Elena usianya belum genap 17 tahun 😁
total 1 replies
Ran Aulia
terimakasih kak Author, ceritanya bagus 😍😍😍😍❤️❤️❤️
Age Nairie: Terima kasih, Kak 🙏🥰😘😘
total 1 replies
melting_harmony
Luar biasa
Age Nairie: Terima kasih, Kak.🙏☺️🥰
total 1 replies
Alfatia Desi
orang bodoh dan tolol mah ya kaya simerik tuh
Age Nairie: Emang pemeran utama pria yg nyebelin si Merrik, Kak.
total 1 replies
Ainul Yaqin
🤣🤣🤣bisa aeeee thor
jadiii klo pembaca bc tiap hari ... samaaaa dong lgi sedeng ....😆😆
Age Nairie: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Nurafni Zalfaalituhayu
mau nya enak doang tuh laki2 apa nga mikir apa perasaan wanita .....dah sepah di buang ...bucin baru nyaho
etin eka susanti
mau enaknya aja ya pak☹️
AnaZa O
mati ajalah merrik thor, tanggung
Age Nairie: yah.. udah tamat Kak 😁
total 1 replies
Esi Ana
😍😍
Age Nairie: Terima kasih Kak 🙏🥰😍😘
total 1 replies
Lufirhmdw
luar biasa!! alur cerita nya sangat bagus dan tidak bertele-tele, saya sangat puas!!
Age Nairie: Terima kasih Kak 😊
total 1 replies
May Keisya
ya ampun sengaja bgt drmh ga ada mknan biar ada alesan buat ktmu aisley....CEO ko ky ga pny uang🤣🤣🤣🤣
Age Nairie: 🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!