NovelToon NovelToon
My Perfect Mafia Daddy

My Perfect Mafia Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Mafia / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: kenz....567

Aqila Lawrance seorang putri angkat dari Alden Leon wesley yang terjebak kesalahan satu malam dengan Steve Frans Gevonac.


"Gugurkan bayi itu!"

Seketika dunia Aqila berasa runtuh, pria yang merupakan mantan calon tunangannya sekaligus ayah dari anak dalam kandungannya memaksanya untuk mengugurkan kandungannya.

"GAK! AKU GAK MAU! KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB FRANS!"



PERINGATAN! CERITA INI HANYA KHAYALAN AUTHOR BUKAN KENYATAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34: lagi-lagi ulah Ravin

Ravin, bocah itu kini sudah mandi dan berpakaian rapih. Bahkan bedak sudah menjelaskan bagaimana bocah itu tampil segar sehabis mandi.

"Daddy!" panggil Ravin pada Alden yang bersiap ke kantor.

"Ada apa?" ujar Alden sambil membalikkan badan.

Ravin berjalan mendekati sang daddy, dia mengadahkan tangannya bermaksud untuk meminta uang. Alden yang mengerti menatap sang anak dengan raut kesal.

"Jajan mulu!" kesalnya.

"Ih! pelit banet cih! cuma docap doang duga!" gerutu Ravin dengan wajah kesal.

Alden mendelik menatap sang anak. "Di rumah banyak jajan, mau makan apa tinggal minta paman koki. Jangan kayak orang susah kamu!"

"Ish! lasana beda daddy! gemec cama daddy lah! di bilangna lasana bedaaa!" rengek Ravin.

"Iya beda karena pake micin, mau jadi anak micin kamu hah?! di kasih yang sehat malah minta yang lain," gerutu Alden.

"Nda papa, Lavin celing makan micin nyatana jadi pintal," ujar Ravin.

Alden memijat pangkal hidungnya, berdebat dengan putra bungsunya tidak akan selesai. Padahal putra-putrinya yang lain tidak suka makanan luar, tetapi karena bocah itu selalu main dengan anak lain jadi seperti ini.

"Ada apa ini?" tanya Amora yang baru memasuki kamar dengan membawa kopi Alden.

"Urus anak kamu yang, mau jajan lagi dia. Pernah masuk rumah sakit karena tipes, sekarang mau jajan sembarangan lagi," jengah Alden.

Amora menatap Ravin yang tertunduk, dia lebih takut jika sang mommy marah. Amora pun memberi Alden cangkir kopi dan mendekati putranya.

"Jangan jajan dulu yah, Ravin kan gak bisa jajan aneh-aneh. Ravin mau makan apa, nanti mommy buatkan," bujuk Amora.

"Huh, nda jadi," ujar Ravin dan beranjak keluar kamar orang tuanya. Alden dan Amora pun hanya bisa menggelengkan kepala mereka akibat ulah sang putra.

Ravin berjalan lesu menuju kamarnya, dia berpapasan dengan Lio yang akan berangkat kuliah.

"Kenapa tuh muka, lecek amat?" heran Lio.

Ravin mendongak, matanya kini berkaca-kaca menatap Lio. Lio yang heran pun segera menggendong sang adik untuk menenangkannya

"Kenapa hm?" tanya Lio dengan lembut.

"Tadi ... tadi Lavin minta uang ke daddy, tapi daddy nda kacih," adu Ravin.

"Mau bangkrut kali makanya pelit," celetuk Lio.

Ravin melengkungkan bibirnya kebawah, Lio heran apakah dirinya salah bicara?

"Janan bangklut hiks ... nanti Lavin nda jadi lich juniol," isak Ravin.

Entah saat ini Lio harus panik atau tertawa mendengar ucapan sekaligus tangisan sang adik. Dia membawa adiknya turun ke lantai satu agar orang tuanya tak mendengar tangisan sang adik.

"Nih abang kasih uang, tapi jangan bilang daddy okay," ujar Lio dan menurunkan sang adik. Dia mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang berwarna cokelat.

"Itu duit belapa abang?" heran Ravin.

"Goceng." ujar Lio seraya memberikan uang itu.

Ravin melihat uang tersebut, netranya menangkap angka lima dan 3 nol. Dia menatap sang abang dengan kesal.

"Kok cuma lima libu? pelit banget cih! mana cukup buat beli batagol, bayal palkil aja kulang!" gerutu Ravin.

"Eeee nih anak, udah di kasih malah ngelunjak yah! yaudah kalau gitu sini balikin!" tagih Lio.

"Ya nda boleh, olang udah di kacih maca di ambil lagi. Nda papa lah, bica beli cetengah polci. Kalo ada abang El pacti di kacih gocap," ujar Ravin.

Lio mendelik tak terima, dia akan memarahinya. Namun, Ravin sudah keburu lari keluar mansion. Lio pun hanya bisa menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah sang bungsu.

"Lu kenapa kasih dia uang bang, ntar daddy marah loh," ujar Laskar yang ternyata melihat interaksi mereka

"Kalau nangis, gue yang di omelin. Pilih mana lu?" kesal Lio dan berangkat ke kampusnya.

Laskar menggelengkan kepalanya, dia menoleh ketika mendengar suara lift terbuka. Senyumnya terangkat ketika melihat Cia dan Aurora yang baru saja keluar dari lift.

"Abang mau kemana?" heran Aurora karena melihat penampilan rapih sang abang.

"Mau ke mansion Gevonac," ujar Laskar.

Aurora memicingkan matanya, dia tahu apa yang akan abangnya lakukan disana.

"Mau latihan tembak?" tebak Aurora.

"Bukan, ada satu hal yang harus aku urus," ujar Laskar.

"Apa?" tanya Aurora.

"Meretas sistem hacker bernama Sachi, semua peretas keluarga Gevonac turun tangan. Sachi menyerang sistem mereka untuk mengancam agar tidak mencari tahu siapa dia sebenarnya," terang Laskar.

Laskar menatap adiknya itu dengan heran, mengapa Aurora tampak terdiam dengan wajah mematung. Laskar menjentikkan jarinya tepat di depan wajah Aurora

CTAK!

"Hei, ada apa? ada hal yang mengganggumu?" heran Laskar.

"Aah tidak." ujar Aurora seraya mengerjapkan matanya.

Laskar mengangguk, tapi dia agak ragu dengan ekspresi Aurora. "Abang berangkat sekarang," ujar Laskar.

Aurora mengangguk, dia menatap kepergian Laskar dengan raut wajah tak terbaca. Sampai akhirnya, sebuah tangan mungil menaruh bajunya sehingga dia menunduk untuk melihatnya.

"Kakak, Cia cucul Lavin yah?" pinta Cia.

"Baik, pergilah," ujar Aurora dan mengelus rambut kuncir dua sang adik.

Cia pun berlari keluar, dia melihat Ravin yang baru masuk gerbang kembali dengan menenteng bungkus jajanan.

"Kok Lavin jajan Cia nda di ajak?" kesal Cia saat Ravin sudah sampai di hadapannya.

"Nda di ajak kan Lavin cudah belikan catu untuk Cia, nih." ujar Ravin seraya memberikan satu bungkus untuk Cia.

Cia menerimanya dengan senang, dia dan Ravin duduk di batu pekarangan mansion sambil memakan batagor itu.

"Batagolna mulah loh, cuma dua libu. Nih macih cica celibu," ujar Ravin dan menunjukkan uang seribu.

"Tlus itu es dali mana?" tanya Cia pada tangan Ravin yang memegang plastik es.

Ravin menyedotnya, setelah itu dia menatap Cia sambil tersenyum.

"Tadi di citu ada om-om, telus bilang kalau cium dia dapat ec. Lavin cium telus di kacih ec," cerita Ravin.

"Dih! kok kamu mau! mana omna, bial Cia malahin!" ujar Cia dan menaruh batagornya di pangkuan Ravin.

"Di cana, di lual pagal," ujar Ravin.

Cia segera berlari ke luar pagar, tak lama Cia kembali memasuki pagar sambil memegang es yang sama dengan Ravin. Dia menyedot es itu sambil berjalan riang.

"Cia dapet duga?" heran Ravin.

"Iya dong," seru Cia.

Cia pun mengambil kembali batagornya dan kembali memakannya, para bodyguard yang melihat interaksi mereka seketika melongo.

"RAVIIIN!"

Ravin dan Cia tersentak kaget, mereka kelabakan saat mendengar teriakan Alden terlebih Ravin.

"Itu daddy, itu daddy! cini batagolna umpetin dulu janan campe kelihatan daddy," seru Ravin.

Cia memberi es dan batagornya pada Ravin, Ravin pun menyembunyikan batagor dan es itu di balik pot besar.

Ravin dan Cia pun masuk menghampiri Alden, mereka melihat Alden yang menahan kekesalannya.

"Ada apa?" heran Ravin.

"Jam tangan mahal daddy mana? kemarin kamu mainin kan?" selidik Alden.

Ravin mengangguk, dia menarik lengan sang daddy menuju taman belakang. Ravin menunjuk kolam ikan seraya menatap sang daddy.

"Kemalin Lavin taluh di citu, eh ci ikanan telnyata cuka cama jam tangan daddy. Jadina Lavin lempal ke cana," ujar Ravin.

"Ka-kamu ... lempar kesana?" gugup Alden yang di balas anggukan oleh Ravin.

Alden berjongkok, dia mengacak rambutnya frustasi. Amora pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku putra bungsunya.

"Hanguslah duit sepuluh M gue," lirih Alden.

Jangan lupa like komen hadian dan votenya kawan😘

1
ayu cantik
haha
Yatik Suryanti
❤️
Atik Marwati
aq juga membencimu frans
Atik Marwati
aq dah baca
Anonim
arsel siapa ya ? ceritanya dimana
Rani Saraswaty
lairan tanpa bidan aq pernah, 😄...alhamdulillah bayi sehat ,krn tali pusar byi sm ibu gk boleh lbh dr 5mnt diluar perut kwatir darah bayi tersedot ke ari2
Bahari Sandra Puspita
ceritanya tetep bagus kok kak, walopun kehilangan inspirasi..
saya yg hanya sebagai pembaca dan penikmat novel (bukan penulis maupun kritikus), merasa terhibur dan masih bisa mencerna jalan ceritanya..
ya walopun kadang bingung jg mau dibawa kemana alurnya, tapi masih bisa dimengerti..
apalagi ada bumbu2 komedinya, jadi masih cukup menghibur..

semoga selalu diberi kesehatan ya kak..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘😍🤩🥰💕💕💕
Ra~~~~~
ya Allah gini amat liat orang tua 1 ini 😄
RaDja
setuju sih terus berkarya dengan cara berbeda dan yakinlah dan terus belajar dan memberikan pembelajaran
makanya saya suka baca disini
meski ya susah koment males nulis suka baca aja
maaf sebelumnya dan terima kasih sukses sehat selalu
Nuri_cha: Halo Kak, mungkin berkenan juga mampir di novelku

Aku baru saja menulis novel terbaru: SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami.

Semoga sesuai dengan genre Kakak.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
matchalatte
ceritanya Ica sama Gibran mana thorr
Anita Juwita
/Good/
wahhh anak na daddy alden banak kali ya 😁😂
Bundanya Pandu Pharamadina
👍❤
ijin baca marathon ulang kak Author
@ni
👍❤️❤️❤️❤️❤️
Mochimolala
benerrr Qil hajarrr terossss jangan kasih ampun..
hypinky
gender. genre mah genre lagu jazz, genre novel romance, genre film horor
hypinky
itulah knp di dunia nyata kadang banyak orang yg peduli sm latar belakang keluarga pasangan anaknya. krn mau bagaimana pun, anak yg terlahir dr keluarga cemara itu gak bisa cocok sm anak yg terlahir dr keluarga broken home. emosional mereka udah beda. cerita mereka udah beda. di dunia nyata ada anak broken home yg benci sm keluarganya krn keluarganya ngebuang dia, eh sama si paling cemara dibilang "mau gimana pun dia ibu mu, dia bapakmu, gak pantes km kayak gitu. tanpa mereka km gak ada di dunia."
i mean gak ada anak broken home yg milih lahir di keluarga busuk kayak gitu. mau bilang "ezra gak boleh gitu, krn selama ini hidupmu terjamin walau hidup sm bokapmu" juga gak bisa. nyatanya zidan gak bisa ngelakuin hal itu ke bokapnya juga.
hypinky
seperti biasa, anak dr keluarga cemara gak akan tau bagaimana hidup sebagai anak yang broken home. ezra udah bener sih, dia paling tersakiti di sini. gak ada ceritanya orang tua tersakiti krn keluarganya berantakan, mau gimanapun mereka sendiri yg bikin itu berantakan. tp menurutku diana gak salah, gak pantes dia dpt kebencian dr ezra apalagi dia pernah pertaruhin nyawa kayak gitu. mungkin klo ezra kecewa krn nyokapnya gak nyari dia setelah sembuh, itu wajar. zidan sm kirana yg jauh lebih salah dan pantes dibenci. keliatan zidan emng tolol, sama kek bapaknya. masa kecil zidan tuh sakit tp dia malah ngulang kejadian yg jauh lebih menyakitkan buat anaknya. kirana juga muna banget, jujur jijik sm dia malah wkwk. wanita bloon mana yg rela dimadu? wanita baik mana yg rela nyakitin wanita lain demi pernikahan dia bahagia? terlalu enak klo zidan sm kirana hidupnya bahagia, krn emng mereka juga sama salahnya kek bokap zidan.
GiZaNyA
Thor... ini ngga ada lanjutannya lagi..? 😁
Anonim
Endingnya gak jelas bingung, kenapa daniel tembak gibran, gibran masih koma kalo hidup dendam apa nggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!