NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Transmigrasi: Terjerat Gairah Liar Alter Ego Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: namice

"Dua sisi kegelapan, satu raga, dan satu candu yang mematikan: diriku."

​Zaviar, penguasa dingin yang sebelumnya mati rasa, mendadak meledak gairahnya saat Arumi—sang macan bar-bar yang bertransmigrasi ke tubuh istrinya antagonis—menghapus riasan badutnya.

Perubahan drastis ini tak hanya membangkitkan Zaviar, tapi juga monster di dalamnya: Varian.
​Varian, alter ego gelap, obsesif, dan haus gairah, bangkit tanpa kendali, matanya memancarkan kedalaman yang menakutkan dengan mata merahnya.

Terkunci di dalam sangkar emas kamar utama, Arumi terjebak dalam kecemburuan Calista istri kedua sekaligus pemeran utama wanita dan pusaran hukuman ganda: kelembutan menuntut Zaviar, dan keganasan tanpa lelah Varian. Keduanya menginginkannya dengan cara yang paling mengerikan.

Varian menyeringai gelap​, manik merahnya mengunci pergerakan arumi. "Kau membuat monster dalam diriku terbangun, Sayang. Bersiaplah untuk tidak bisa berjalan besok pagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekalahan Calista

Keheningan yang mencekam menyelimuti koridor utama kediaman megah keluarga Zaviar. Sinar lampu kristal yang menggantung di langit-langit tinggi memantulkan kilau dingin pada lantai marmer Italia. Atmosfer di dalam ruangan itu mendadak turun hingga ke titik beku begitu langkah kaki tegap terdengar menggema dari arah pintu depan. Zaviar melangkah masuk. Aura membunuh yang pekat, hitam, dan pekat menguar dari tubuh tegapnya, mengunci mati setiap pergerakan makhluk hidup di sekitarnya.

Begitu melihat sosok suaminya datang dengan sepasang mata yang memancarkan kebengisan absolut, Calista langsung melepaskan ponsel di tangannya. Benda tiruan mahal itu terpelanting, berdenting keras di atas lantai, mengabarkan kepanikan luar biasa dari sang pemilik. Tanpa memedulikan harga diri atau citranya lagi, Calista menjatuhkan lututnya ke bawah. Ia bersujud pasrah di atas lantai marmer yang dingin, tepat di depan ujung sepatu pantofel kulit buatan tangan milik Zaviar yang mengilap murni.

"Zaviar... hiks... ampun, Zaviar..." Isak tangis Calista pecah seketika. Suaranya terdengar begitu serak, memilukan, dan bergetar hebat. Itu adalah sebuah sandiwara kelemahan lembut yang dirancang dengan sangat rapi, matang, dan luar biasa presisi. Air matanya menetes satu demi satu, membasahi marmer kelabu di bawahnya, menciptakan ilusi bahwa ia adalah korban yang paling teraniaya di dunia ini. "Aku... aku dijebak, Zaviar! Pria bajingan bernama Gepeng itu berbohong! Dia pasti telah disuap oleh sisa-sisa anak buah Danu Calista untuk memfitnahku! Mereka sengaja melakukan ini agar hubungan pernikahan kita hancur berantakan! Aku tidak pernah menyentuh urusan proyek itu, Zaviar... demi Tuhan, demi cintaku padamu, aku tidak tahu apa-apa!"

Zaviar berdiri mematung seperti patung dewa yang dipahat dari es abadi. Wajah porselennya yang simetris sempurna sama sekali tidak menampilkan emosi apa pun. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak, tidak ada pula keraguan yang melintas. Hanya ada kedataran mutlak yang sedingin es kutub utara, sebuah kekosongan emosi yang justru jauh lebih menakutkan daripada amukan badai topan.

Arumi, yang berdiri beberapa langkah di samping mereka, menyaksikan akting kelas atas dari sang istri kedua dengan tatapan terhibur. Baginya, drama murahan yang dipentaskan Calista sudah terlalu basi untuk dinikmati. Alih-alih merasa tegang karena aura mencekam Zaviar, Arumi tidak bisa menahan diri lagi. Sebuah tawa renyah, nyaring, dan sangat mengejek lolos dari bibir indahnya, memecah keheningan ruangan yang tadinya begitu sakral dan menegangkan.

"Hahaha!" Arumi bertepuk tangan kecil dengan ekspresi wajah yang sangat ekspresif, jenaka, ceplas-ceplos, dan tanpa beban. "Wah, wah, wah... gila! Ini aktingnya keren banget, Dek Calista! Lu kalau daftar audisi pemain sinetron azab TV nasional pasti langsung keterima jadi pemeran utama tanpa perlu lewat proses casting, deh. Langsung dapat peran wanita tertindas yang tersakiti. Gila, air matanya bisa keluar pas banget waktu dialog klimaks, mengalir estetik di pipi, kagak meluber ke hidung sama sekali. Belajar di mana, sih? Bagi tips dong, biar gue bisa pakai kalau lagi malas latihan silat atau butuh alasan buat bolos kerja dari kantor."

Calista mendongak dengan cepat. Di balik lapisan air mata yang menggenang di pelupuk matanya, terpancar kilatan kebencian yang mendalam, hitam, dan mematikan. Topeng kepasrahannya hampir retak total mendengar ejekan terang-terangan itu. "Kak Arumi... kenapa Kakak tega melakukan ini padaku?" tanyanya dengan nada suara yang dibuat seolah-olah dia adalah korban dari sebuah konspirasi besar. "Aku tahu Kakak sangat membenciku sejak awal karena Zaviar membawaku masuk ke rumah ini sebagai istri kedua... tapi kenapa Kakak harus memfitnahku sekejam ini? Kenapa Kakak sampai hati menyewa preman-preman jalanan itu hanya untuk menjatuhkan namaku?!"

"Fitnah pala lu peyang!" Arumi melangkah maju dengan berani. Ia melepaskan diri dari jangkauan lengan Zaviar yang sempat menahannya, lalu berdiri tegak sambil berkacak pinggang tepat di depan Calista yang masih bersujud menghamba di lantai.

"Dek Calista yang terhormat dan penuh dengan drama," lanjut Arumi dengan nada mengejek yang menusuk langsung ke ulu hati. "Rekening rahasia lu yang terdaftar di bank dalam negeri dengan nomor ekor 404 itu baru saja mengirimkan dana segar sebesar dua ratus juta rupiah ke rekening si Gepeng. Tahu jam berapa? Tepat jam delapan malam tadi, sebelum insiden kecelakaan kerja di area proyek itu terjadi. Tim IT perusahaan gue, Razetha Group, itu bukan kumpulan anak TK yang bisa lu kibulin pake aplikasi VPN murah seharga belasan ribu rupiah, Dek!"

Arumi menjeda kalimatnya sejenak. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, memberikan penekanan kuat pada dominasi posisinya yang berada di atas angin. Sebuah senyuman miring yang penuh kelicikan yang kejam dan kepuasan absolut terukir indah di bibir seksinya yang merah alami.

"Lagian, perlu lu tahu, si Gepeng tadi udah nangis-nangis di depan sekop besi gue sampai ngompol di celana demi nyebut nama lengkap lu sebagai otak pelakunya. Mau gue panggilin pihak kepolisian sekarang juga ke mansion ini? Biar para penyidik yang ngejelasin ke lu tentang pasal percobaan pembunuhan berencana yang berkedok kecelakaan kerja. Gimana? Mau tes nyali?"

Mendengar penuturan Arumi yang begitu detail, runtut, dan akurat, Calista membeku seketika. Seluruh sendi di tubuhnya mendadak kaku dan lumpuh akibat rasa ketakutan yang teramat sangat. Rahasia terdalamnya, nomor rekening tersembunyi yang ia yakini tidak akan pernah bisa dilacak oleh siapa pun, kini dibongkar habis-habisan oleh mulut bar-bar Arumi tanpa sisa. Wajah Clarissa yang tadinya merona merah akibat tangisan buatan, kini berubah pucat pasi seputih kain kafan.

Dengan sisa-sisa kekuatannya yang kian mengikis, Calista kembali menatap Zaviar. Ia mencoba merangkak maju di atas lantai, mengabaikan rasa sakit di lututnya, lalu menjulurkan tangan yang gemetar hebat untuk memegang ujung celana panjang yang dikenakan Zaviar. "Zaviar... tolong aku... Arumi bohong... dia memanipulasi bukti itu karena dia mau mengusirku dari rumah ini... dia cemburu padaku, Zaviar... tolong percayalah padaku sekali ini saja..."

Namun, sebelum jemari Calista sempat menyentuh serat kain celananya, Zaviar perlahan menarik kakinya mundur satu langkah. Gerakannya begitu tenang namun penuh penolakan yang tegas, menghindari sentuhan tangan Calista seolah-olah wanita yang ada di bawahnya itu adalah tumpukan sampah busuk yang menjijikkan dan penuh kuman penyakit. Gerakan penolakan yang dingin dari Zaviar menjadi hantaman terakhir yang meruntuhkan mental Calista seketika ke titik terendah. Seluruh duniaya runtuh tanpa sisa.

"Calista," suara Zaviar tiba-tiba turun beberapa oktav. Suara itu bertransformasi menjadi begitu rendah, berat, dan dipenuhi oleh getaran gelap yang mengerikan. Itu bukan lagi suara Zaviar yang rasional dan beradab. Kesadaran alter egonya, Varian, mulai mendidih di dalam kepalanya, dipicu oleh racun cemburu yang ekstrem dan amarah yang meluap-luap akibat tindakan Clarissa yang melampaui batas batas toleransinya.

"Aku menikahimu hanya karena sebuah janji konyol di masa kecil kita, dan aku memberikanmu posisi sebagai istri kedua di rumah ini semata-mata agar kau bisa hidup makmur tanpa kekurangan apa pun," desis suara itu, bergetar dengan kemarahan laten yang menakutkan. "Tapi kau... kau bajingan kecil yang tidak tahu diri. Kau berani menyentuh, merusak, dan berencana menghancurkan wajah milik wanita yang menjadi candu murniku? Kau berani mengusik Arumi?"

Zaviar, yang kini telah sepenuhnya dikuasai oleh Varian, melangkah maju satu tapak kaki. Dengan gerakan kilat yang tidak bisa ditangkap oleh mata telanjang, tangan kokohnya menjambak pelan namun mencengkeram kuat rambut panjang Calista. Ia memaksa kepala wanita itu mendongak kasar agar menatap langsung ke dalam sepasang matanya.

Calista terpekik ngeri ketika melihat perubahan fisik pada suaminya. Sepasang mata Zaviar kini telah berubah menjadi gelap gulita, hitam legam tanpa ada bagian putih yang tersisa sedikit pun. Varian telah mengambil alih kendali raga itu sepenuhnya, memamerkan wujud iblisnya di depan seluruh pelayan dan pengawal yang kini berkumpul ketakutan di sepanjang koridor mansion.

"Dengar ini baik-baik, Calista," desis Varian dengan suara serak yang berat dan mengerikan, mengirimkan sensasi dingin yang mematikan ke sepanjang tulang belakang seisi mansion yang menyaksikannya. "Zaviar yang bodoh mungkin akan memaafkanmu karena rasa iba dan nostalgia masa lalu yang tidak berguna. Tapi aku... Varian... aku tidak memiliki belas kasihan sedikit pun pada seekor rubah bermuka dua yang mencoba menyentuh apa yang telah menjadi milikku!"

Varian mendekatkan wajahnya yang dingin ke telinga Calista yang kini gemetar seperti daun kering ditiup angin. "Mline malam ini, seluruh fasilitas finansialmu dicabut tanpa sisa. Statusmu sebagai istri kedua di rumah ini dibekukan untuk selamanya. Dan kau, akan dikurung di paviliun belakang yang terisolasi dengan penjagaan elite dua puluh empat jam, tanpa akses komunikasi, tanpa internet, sampai sisa umurmu habis di dunia ini."

1
yuningsih titin
aku mampir kak... lanjutkan👍👍
namice: terimakasih banyak ya kak Yuningsih mau mampir,🤭😘😘😘🌹🌹🌹
total 2 replies
Sulati Cus
kok bulu angsa🤔lbh bagus bulu rubah klu nggak bulu serigala biar keren😅
namice: 👍😁😁😁😘😘🌹🌹🌹
total 5 replies
arsyila putri
dek Calista 🤣
namice: 🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
arsyila putri
ceritanya kereeen👍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku dan suka😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
kebolak balik😄😄😄😄
Rani Saraswaty
namanya bikin pusing
namice: 🙏🙏🙏, maaf nanti aku revisi kembali
total 1 replies
Sulati Cus
😅ini sih di hajar habis2an namanya😅
namice: 🤣🤣.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Rani Saraswaty
tunggu tunggu knp jd calista?
namice: iya kak namanya Arumi Razetha... maaf salah typo nanti aku revisi 🙏🙏
total 1 replies
Rani Saraswaty
namanya calista ato clarisa sih? ada 2 org ato 1 calis claris?
namice: Calista kak, maaf typo kak... nanti aku revisi kembali🙏🙏.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
hihihi kok aku latah ya, baca ny mlh pke aksen betawi 🤭
namice: 🤣🤣... 😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Bela Viona
ok thor mampir dsini.
kek nya seru nih. aku juga sering uring² thor klo baca novel yg mc ny cinta buta + tulul.
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noul
suka visualnya thor,, 😍😍
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak... love you sekebon untukmu kak 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
hahaha langsung kicep tu mulut ,terpesona,,aku terpesonaaaa...🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
Noul
awal yg bagus, lanjut thor 💪😍
namice: 😘😘😘, iya kak setiap hari aku update dan aku usahakan double update kak.. terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
langsung bukti nyata....sat set.....gavin
namice: 😁😁, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
aku
mantan lu rum, astaga omdong bgt 🤣🤣
namice: 😘😘💪💪.. terimakasih banyak supportnya kak😘😘😘
total 3 replies
aku
alamak klo arumi imyuuut mode bgni siapa yg gk klepek2??? 🤩🤩
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘🌹🌹🌹🌹🌹😘
total 1 replies
CaH KangKung,
🫣🫣
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
CaH KangKung,
bar bar gini nie....mantappp
namice: 😁😁😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kenapa aku boleh rasa 🍯 itu
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novel ku 😘😘😘🌹🌹🌹🌹
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!