Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.
siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.
Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Korban pertama
Joko pulang kerumah sekitar jam tiga shubuh karena memang besok dia harus bekerja sehingga tidak bisa bila sampai pagi untuk berjaga di pos ronda itu, hanya tinggal Amir dan juga Tamrin yang ada di sana karena mereka memang pulang ketika pagi datang dan setelah itu akan bergantian dengan yang lain esok malam.
Tapi bila yang memang mereka memiliki pekerjaan tidak bisa ditinggal maka mereka tidak akan berjaga sampai pagi, kasihan juga bergadang setiap malam karena mereka juga membutuhkan mencari uang sehingga tidak bisa bila para warga memaksa untuk terus berjaga di pos ronda itu, masih mending karena mereka mau membantu berjaga.
Sama seperti Joko ini karena dia besok harus bekerja maka saat ini juga harus pulang ke rumah, sebab besok dia harus masuk pagi dan absen tidak boleh telat sehingga tidak bisa bila seperti yang lain juga harus pulang di pagi hari, meski ada sedikit perasaan tidak nyaman namun tetap saja Joko memutuskan untuk pulang.
Padahal sebenarnya dia rasa ingin bergabung saja dengan yang lain karena di sana jelas memiliki teman yang bisa menolong bila ada sesuatu, namun mau bagaimana lagi karena mereka sudah memutuskan untuk pulang sendiri sehingga mau tidak mau Joko pun tetap bertahan untuk pulang ke rumah karena esok harus bekerja.
Sejak tadi dia berjalan sendirian namun seperti ada sosok yang mengikuti dari belakang, Joko berulang kali menoleh ke belakang untuk memastikan terlebih dahulu namun dia sudah tidak melihat ada yang aneh atau bahkan ada orang lain yang mengikuti langkah dia saat ini, jadi berusaha keras untuk memastikan lebih lanjut dia pun menoleh ketika akan masuk ke dalam rumah.
Tapi yang Joko lihat hanya udara kosong belaka Dan tidak ada hal aneh di sana, ia segera masuk ke dalam rumah karena takut nanti ada sesuatu yang mengikuti sampai ke dalam, mana sekarang Joko juga tinggal sendirian dan tidak ada yang menemani sehingga wajar saja bila dia merasa cemas dan juga ketakutan.
"Tidak ada apa-apa kok sejak tadi tapi kok aneh sekali rasanya malam ini." Joko bergumam sendirian dan segera mengunci pintu.
"Hahhhh aku tidur dululah biar agak segar nanti pas bangun." Joko segera masuk ke dalam kamar untuk merebahkan diri.
Bruughhhk.
"Hah!"
Baru saja Joko ingin merebahkan tubuh di atas kasur itu, mendadak seperti ada sebuah tangan yang memeluk dia dari dalam selimut sehingga mau tidak mau Joko bangkit kembali dan segera melihat keadaan kasur yang sempat dia tiduri tadi, entah kenapa perasaan itu semakin tidak karuan saja walau sudah ada di dalam rumah.
"Aduh, Kenapa mendadak saja seperti takut dengan sesuatu yang tidak bisa aku lihat?" Joko sangat bingung dan dia menggaruk kepala.
"Padahal tidak ada yang aneh dan aku juga tidak melakukan apa-apa kok sejak tadi." gumam Joko kembali dan dia segera merebahkan diri.
"Pasti karena terlalu lelah dan banyak pikiran ini jadi melayang kemana-mana." ujar Joko.
Karena memang dia sangat mengantuk sehingga Joko tidak bisa bermain ponsel terlebih dahulu dan memutuskan langsung memejamkan mata saja, sebab bila dia bermain ponsel maka yang ada tidak akan tertidur dan sama saja nanti akan mengantuk ketika akan berangkat kerja.
Sreeeeettt.
"Eeghhhhh!" Joko kaget bukan main ketika seutas selendang membelit leher dia.
Sreeeeett.
"Eeegkk siapa ini?!" panik Joko sambil berusaha untuk melepaskan diri dari jerat selendang tersebut.
"Hihihiiiii.....
"Setan, ternyata memang ada setan yang sedang mengikuti aku." Joko kaget bukan main setelah mendengar suara tawa itu.
Sekuat tenaga Joko berusaha untuk berontak agar dia tidak mati sia-sia karena selendang yang sudah membelit leher dia saat ini, Joko mendongak ke atas dan dia seketika menjadi lemah setelah melihat siapa yang ada di atas tubuh dia saat ini, dengan wajah yang begitu hancur serta lidah terjulur keluar sehingga siapa saja yang melihat pasti akan ketakutan sekali.
"Aaaahhkkk, astagfirullah!" Joko yang baru saja terbebas langsung turun dari atas ranjang dan dia terduduk di depan pintu.
"Apa ini? siapa yang sudah berani datang untuk menghantui aku!" Joko menatap kesana kemari dengan perasaan cemas.
"Kenapa mendadak saja ada setan datang? aku tidak melakukan kesalahan sehingga Kenapa langsung mendapat serangan seperti ini." gumam Joko sangat bingung sekali.
Kreeeeesss.
Kresssss.
"Apa lagi itu?" batin Joko ketika mendengar suara berisik dari bawah ranjang.
"Tolong jangan yang seram seperti tadi, Ya allah! aku tidak sanggup melihat hal seperti itu." Joko gemetar dan dia berusaha untuk keluar dari dalam kamar.
Kreeessss.
"Ya Allah tahu begini maka aku tidak akan pulang dari pos ronda tadi." keluh Joko karena dia memang menjadi begitu ketakutan.
Kresssss.
"Lailahaillallah!" Joko menjerit keras ketika sosok di bawah ranjang itu menampakkan diri di depan mata dia.
"Hihihiiiii.... aku memang buruk rupa seperti ini." sosok tersebut tertawa di depan mata Joko.
Joko sudah tidak bisa bergerak dan tubuh dia kaku di tempat karena menyaksikan sendiri bagaimana seram sosok itu, sosok yang tadi berusaha mencekik leher dia menggunakan selendang dan saat ini muncul kembali karena terlihat Dia seolah menyimpan dendam kepada Joko sekarang.
"Kenapa kau takut seperti itu?" hantu berwajah seram itu membelai wajah Joko menggunakan tangan dia yang berwarna hitam.
"Ya Allah apa salahku pada makhluk ini sehingga dia sampai datang menghantui aku?" batin Joko Karena untuk membuka mulut saja dia sudah tidak sanggup.
"Tadi kau begitu lancar menghina aku, lalu kenapa sekarang hanya diam saja?" tanya sosok tersebut.
"Siapa dia? kapan aku menghina dirinya!" Joko sungguh kebingungan saat ini.
Terlebih lagi ketika sosok tersebut mulai mengeluarkan kuku berwarna hitam dan menusuk tepat pada bagian paha, Joko ingin menjerit namun tidak bisa karena sebelah tangan hantu itu membekap mulut dia sehingga Joko hanya bisa menahan rasa sakit yang begitu luar biasa.
"Semua harus dinikmati tanpa bersuara, selama ini aku banyak menahan rasa sakit dan tidak pernah bercerita kepada orang lain." hantu itu tersenyum kepada Joko.
"Ya Allah, tolong aku ya Allah." Joko terus berusaha untuk memohon pertolongan.
"Kau tahu rasa sakit yang tidak pernah bisa terungkap kepada orang lain?" hantu itu menjilat tepat di pipi Joko.
Air lendir itu membasahi hingga sampai bagian leher sehingga Joko merasa begitu jijik dan ingin muntah, namun itu semua tidak sebanding dengan rasa sakit yang dia rasakan ketika kuku itu juga menusuk pada bagian leher dan mencabik sehingga leher Joko langsung koyak dan darah segar muncrat pada bagian leher tersebut.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
member purnama yang senior pda sibuk pacaran aja sih 🤭...musnah dah tuh member yang baru netes 🤣🤣
aayooo thor..kita tunggu loh jodohnya Kiara. harus yg sakti melebihi Kiara ...biar gak dianggap remeh sama kiara nya..yang ganteng ..yang gagah..pokoke laki² yg sempurna yg cuma ada didunia novel../Facepalm/
siapa sebenernya iblis jahat itu...
apa motif drai rencannya bu ningsih ya... kenapa dia membangkitkan anisa dengan mengisi tubuh anisa dengan arwah jahat....
iblis ini sungguh licik karna bisa menghilahkan jejaknya sehingga para member kesulitan menemukan dan menangkapnya...
ayo Purnama mulailah melakukan penyelidika. karna anisa sudah hidup kembali....
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍